mengisahkan penderitaan seorang gadis bernama tiara zaskia (ara) karna perjodohan yang dilakukan kedua orangtuanya dengan seorang CEO dingin nan kejam bernama rifqi yulandres.. ara harus menahan rasa sakit hatinya akibat ulah suaminya juga harus menahan rasa sakit ditubuhnya akibat penyakit mematikan yang dideritanya.. mampukah ara berjuang melawan mautnya dan mendapat cinta rifqi?
"jika matiku membuatmu bahagia aku siap mas.. bunuh aku sekarang dengan tanganmu sendiri.. jikalau aku mati ragaku mungkin akan hilang dari bumi tapi cintaku akan terus mengikuti langkahmu" _ara
"aku tidak akan membiarkanmu mati dengan mudah.. akan kubuat hidupmu menderuta hingga kau sendiri yg menghabisi nyawamu"_rifqi
mampukah ara meluluhkan hati rifqi? apakah akhirnya rifqi mencintai ara?.. ikuti kisahnya CINTA TUAN AROGAN
kisah ini hanya karangan penulis bukan kisah pribadi.. maaf apabila ada kesalahan kata ataupun kesamaan nama tokoh maupun kisah.. semata mata bukan sebuah kesengajaan..
no plagiat..
#klu ga suka ga usah dibaca..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANIVITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
takdir tuhan
***
hari esok tiba
ara sudah bangun sebelum subuh tadi. ia sudah berkutat di dapur mewah milik suaminya itu.
saat ara sedang memotong bahan bahan masakan, azan subuh berkumandang. memanggil para umat muslim untuk segera menunaikan kewajiban.
tampak rifqi menggeliat di atas ranjang mewahnya . ia mengerjap bangun saat mendengar adzan subuh.
ia beranjak dari kasurnya dan berjalan ke kamar mandi. ia mencuci muka dan gosok gigi. sesaat kemudian tampak rifqi yang berbeda. nampak aura lembut dan harmonis ditubuhnya karna dia memakai baju koko dengan bawahan sarung dan dilengkapi peci.
ia segera keluar kamarnya untuk segera ke masjid terdekat. menunaikan ibadahnya sebagai seorang Muslim.
ketika berjalan turun melewati tangga, ara melihat sang suami yang dicintainya begitu tampan dan menawan dengan setelan sarung dan baju kokonya.. ia begitu terkesima hingga ia melihat suaminya itu tanpa berkedip. rifqi yang merasa sedang dilihat nampak acuh tak menghiraukannya. ia segera berlalu .
"andai mas rifqi mencintaiku, andai aku bisa melihatnya tampil menawan seperti ini setiap hari.. betapa senangnya aku bila itu terjadi. namun sayang, takdir tuhan tak memberiku kesempatan. tuhan terlalu sayang kepadaku hingga ingin cepat cepat menjemputku. aku berjanji akan menikmati hidupku di akhir hidupku ini"
tiba tiba tangan ara tak sengaja ter kena pisau. ia segera sadar dari lamunannya. melihat darah yang mengalir dia segera membasuh dengan air di washtafel. rifqi yang melihat itupun malah tersenyum miring seakan senang ketika melihat ara kesakitan. sebenarnya dalam hatinya ingin menolong. tapi karna ego dan rasa bencinya yang besar membuatnya menolak kata hatinya
**
beberapa saat kemudian, ara telah selesai memasak. ia telah menyiapkan makanan nya di meja makan. ia segera ke kamarnya untuk bersiap. ia berpakaian rapi seperti biasa ia saat di kantor.
padahal sebenarnya hari ini ia izin tidak masuk kantor karna hari ini adalah jadwal dia CUCI DARAH. ia berpakaian kantor agar rifqi tak curiga padanya. setelah itu ara keluar dari kamarnya.. setiap ke kantor, ara memang tak pernah berdandan seperti teman temannya. ia hanya mengoleskan liptint sedikit agar bibirnya tak pucat. tanpa bedak maupun krim krim lainnya.
ia segera duduk dimeja makan. terlihat rifqi sudah duduk disana dan memulai sarapannya dulu. tiba tiba pintu utama diketuk. ara yang baru saja duduk langsung beranjak berdiri lagi guna membukakan pintu. nampak asisten aldy sudah datang untuk menjemput sang tuan.
"selamat pagi nona"sapa asisten aldy.
"pagi asisten aldy. mencari mas rifqi yha? silahkan masuk dia sedang sarapan. ayho sekalian sarapan bareng" ajak ara
"ti tidak usah nona. saya hanya akan menjemput tuan rifqi.
"ayho lahhh sekali kali makan bersama kami.. pasti kau juga belum sarapan kan?"
"baiklah nona" jawab asisten aldy karna memang dia belum sarapan karna tergesa gesa untuk menjemput rifqi.
..
saat ini asisten aldy sudah duduk di meja makan.
"selamat pagi tuan" sapanya kepada sang bos
seperti biasa rifqi hanya mengangguk. asisten aldy nampak biasa karna memang sudah tau sifat tuannya yang dingin dan cuek.
saat sarapan pagi berlangsung.
tanpa diduga ara mimisan lagi.
"nona, anda mimisan!! apa anda sakit?" tanya asisten aldy ketika melihat darah segar mengalir dari hidung ara.
ara yang sadar pun langsung ke wastafel untuk membersihkan darah yang mengalir di hidungnya. ia segera menyumpal hidungnya dengan tisu. setelah berhenti, ia kembali kemeja makan tadi. terlihat asisten aldy dan rifqi masih meneruskan sarapannya.
"apa anda sakit nona?"tanya asisten aldy sekali lagi
" ti tidak asisten aldy. tadi kepalaku terbentur pintu saat mau makan tadi. jadi mungkin benturannya menyebabkan mimisan" jawabnya dengan gugup
asisten aldy tampak tak percaya.
ia tau ada yang disembunyikan oleh sang nona. ia bisa tau hanya dengan melihat wajah sang nona yang begitu pucat.
sedangkan suaminya?? jangankan mengkhawatirkan, menengok muka ara saja dia sudah malas.
rifqi pun malas melihat drama dimeja makan itu. ia sera beranjak keluar rumah untuk berangkat kerja disusul oleh sang asisten.