NovelToon NovelToon
Takdir Sang Pewaris

Takdir Sang Pewaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: FT.Zira

Jika sosok Ayah akan menjadi sosok pahlawan bagi seorang anak, hal berbeda justru dirasakan oleh Elang Mahesa.

Selama dua puluh tiga tahun ia tidak tahu mengapa sosok pria yang harusnya menjadi pelita dalam hidup justru selalu merendahkannya. Tak peduli apa pun yang ia lakukan, semua selalu salah di mata sang Ayah.

Hidupnya mulai berubah ketika takdir membawanya masuk ke sebuah perusahaan Arkatama Group. Tanpa rencana, ia justru terlibat dalam konflik keluarga, perebutan perusahaan, dan ancaman yang mengincar keluarga Arkatama. Di saat yang sama, kemunculan seseorang di tengah konflik yang membawa rahasia masa lalu membuat Elang terjebak dalam dua pilihan sulit yang akan mengubah hidupnya selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FT.Zira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9.

Ancaman yang Damar terima tidak mengubah jadwal yang sudah ia susun pada keesokan harinya.

Bima- asisten pribadi Damar- sudah menambah dua orang keamanan di sekitar kediaman Arkatama tanpa sepengetahuan Meira dan Ravian sesuai yang Damar perintahkan pada malam Damar mendapatkan ancaman. Pengawasan terhadap Raksa pun diperketat dengan alasan prosedur rutin perusahaan.

Namun, ketika Bima menyarankan agar kunjungan Damar ke Arkatama Industrial Components dibatalkan, pria itu langsung menolak.

“Kalau aku mengubah jadwal setelah menerima ancaman, mereka berpikir cara itu berhasil.”

“Tapi keselamatan Bapak—”

“Pastikan keluargaku tetap aman dan perketat penjagaan. Bukan pekerjaanku yang dihentikan,” sahut Damar.

Bima akhirnya mengangguk. “Baik, Pak.”

Damar meninggalkan ruangan tanpa memperlihatkan sedikit pun kegelisahan di wajahnya. Ketenangan di wajahnya membuat siapa saja yang melihat percaya bahwa tidak ada hal buruk yang terjadi.

Ancaman itu justru membuat satu keyakinannya semakin kuat. Ada sesuatu di Arkatama Industrial Components yang begitu penting hingga seseorang rela membawa keluarganya ke dalam permainan.

Dan ia akan menemukan siapa orangnya.

.

.

.

Menjelang siang, mobil Damar memasuki halaman Arkatama Industrial Components tanpa pemberitahuan.

Bram yang sedang memeriksa dokumen di ruang kerjanya bahkan baru mengetahui kedatangan sahabatnya setelah Robin datang tergesa-gesa ke ruangannya.

“Pak Damar datang."

Bram mengangkat wajahnya dengan gerakan cepat. “Sekarang?”

“Iya. Beliau sudah menuju ruang direktur,” jawab Robin.

Bram menutup berkas di tangannya. Untuk sesaat, ekspresinya berubah, namun ia segera bangkit.

“Siapkan laporan yang kemarin.”

“Baik.”

Bram melangkah keluar diikuti Robin.

Di sisi lain gedung, tim Daneswara masih melakukan pemeriksaan terhadap catatan gudang dan vendor. Elang berdiri bersama salah seorang supervisor gudang di depan tumpukan dokumen pengiriman.

“Jadi vendor ini baru digunakan empat bulan terakhir?” tanya Elang.

“Iya, Pak.”

“Vendor sebelumnya kenapa dihentikan?”

Supervisor itu tampak berpikir sebelum menjawab, “Kalau tidak salah karena harga mereka terlalu tinggi.”

Elang membuka laporan di tangannya. “Tapi biaya distribusi justru naik setelah vendor lama dihentikan.”

Pria itu kembali terdiam sejenak. “Saya tidak tahu soal itu. Bagian pengadaan yang lebih paham.”

Elang tidak mendesak. “Baik. Saya hanya perlu memastikan alurnya.”

Keira yang berada di beberapa meter dari tempat Elang berdiri memperhatikan percakapan yang Elang lakukan.

Sejak pagi, Elang sudah berbicara dengan beberapa pegawai. Tidak pernah menekan mereka yang dia ajak bicara, tidak pula menunjukkan sikap seolah dirinya lebih tahu. Dia membiarkan orang menjelaskan, lalu membandingkan jawaban mereka dengan data.

Sikap itu berbeda dari banyak analis muda yang pernah Keira pekerjakan. Mereka biasanya cenderung ingin terlihat pintar. Elang justru tampak lebih tertarik menemukan jawaban.

“Kamu memperhatikannya terus.”

Suara pelan Nadia membuat Keira menoleh, hanya untuk menemukan senyum penuh arti tersungging di bibir sahabatnya. Sikap yang hanya Nadia tunjukkan saat tidak ada orang lain di sekitar mereka.

“Aku memperhatikan pekerjaannya,” jawab Keira.

Nadia menahan senyum. “Aku meragukan itu.”

Keira menatap tajam sahabatnya. “Kerjakan laporanmu.”

“Baik, Bu.”

Nadia menjawab dengan nada kembali profesional, berbalik dengan senyum kecil yang sengaja tidak ia sembunyikan.

Keira kembali mengarahkan pandangan pada Elang. Pemuda itu kini sedang memeriksa nomor pada beberapa dokumen pengiriman yang disusun di atas palet.

Tanpa sadar, sudut bibir Keira terangkat tipis.

Beberapa saat kemudian, suasana di area gudang berubah ketika Damar datang bersama beberapa pimpinan perusahaan.

Keira segera menghampiri, lalu mengulurkan tangan. “Pak Damar.”

“Nona Keira Daneswari.” Damar tersenyum tipis, menyambut uluran tangan wanita muda di depannya dengan gerakan mekanis.

“Saya tidak menyangka Anda akan datang hari ini,” ucap Keira setelah menurunkan tangannya.

“Saya ingin melihat sejauh mana pemeriksaannya,” jawab Damar.

"Tentu." Keira mengangguk singkat, kemudian menyerahkan laporan awal yang di tangannya. “Kami menemukan beberapa pola yang perlu diperiksa lebih lanjut, tapi belum cukup untuk menarik kesimpulan.”

“Bagus. Saya tidak membutuhkan kesimpulan cepat. Saya membutuhkan kesimpulan yang benar," sahut Damar saat laporan sudah berpindah tangan.

Damar mulai membuka halaman pertama, membacanya, dan berlanjut membuka lembar demi lembar laporan di tangannya.

Elang yang berada tak jauh dari sana sempat melihat pria paruh baya berdiri di dekat atasannya. Untuk pertama kalinya ia melihat Damar Arkatama secara langsung. Seorang pria berwibawa berusia akhir empat puluhan yang terlihat jauh lebih tenang dibanding orang-orang yang mengelilinginya.

Damar mengarahkan pandangannya ke arah tim Daneswara saat Keira menyebutkan nama mereka. “Ini Nadia. Dan yang sedang menangani data vendor, Elang Mahesa.”

Pandangan Damar berhenti pada Elang.

“Elang?”

Pemuda itu mendekat setelah tugasnya selesai. “Selamat siang, Pak.”

Damar mengangguk. “Yang menemukan ketidaksesuaian dokumen persetujuan kemarin?”

Elang tidak segera memberikan jawaban.

“Dia salah satunya," Keira menyela cepat.

Damar tersenyum. “Kamu masih muda.”

“Masih banyak yang harus saya pelajari, Pak,” sahut Elang tersenyum tipis.

Damar kembali tersenyum. “Pertahankan itu.”

Ia kemudian kembali membahas laporan dengan Keira, tanpa menyadari Bram sudah berdiri beberapa meter di belakang mereka menyaksikan semuanya.

Tatapannya tidak pernah benar-benar lepas dari Elang. Ia tidak mendekat, namun tangan yang berada di sisi tubuhnya perlahan mengepal.

.

.

Pemeriksaan berakhir menjelang sore.

Damar meninggalkan gedung setelah menerima panggilan dari kantor pusat. Beberapa menit kemudian, Keira dan timnya juga bersiap pulang.

Elang baru saja memasukkan laptop ke dalam tas ketika Nadia menghampiri. “Apakah kamu sudah mendapatkan data vendor lama?”

“Sudah. Tapi ada tiga kontrak yang dokumennya belum lengkap." jawab Elang seraya melangkah keluar bersama Nadia.

Begitu keduanya sampai di halaman gedung, mereka melihat Keira sedang berbicara melalui ponsel ketika sebuah mobil hitam melintas di depan wanita, kemudian memberikan anggukan singkat sebelum mobil itu benar-benar pergi.

Keira menurunkan ponselnya setelah sambungan telepon terputus, meminta Nadia dan tiga anggota timnya pulang menggunakan mobil kantor, sementara dirinya bersama Elang menggunakan mobil pribadinya untuk mengantar salinan ke kantor pusat

"Siapa yang menyetujui Vendor Sentra Logistik pada tambahan kontrak empat bulan lalu?" tanya Keira memecah keheningan saat mobil menjauh dari kawasan industri.

"Masih belum jelas, Bu," jawab Elang setelah menutup map di tangannya.

"Persetujuan terakhir berhenti di bagian mana?" tanya Keira.

"Administrasi dan logistik. Tapi, tanda tangan akhirnya belum ditemukan."

Keira mengangguk. "Besok, telusuri dari sana."

"Baik."

Jawaban itu membuat Keira menoleh sekilas sebelum kembali fokus pada jalan di depannya.

"Kamu tidak lelah?" tanya Keira tiba-tiba.

"Lelah," jawab Elang tanpa jeda.

"Tapi wajahmu masih terlihat sama sejak pagi."

"Lalu, saya harus bagaimana?" Elang balas bertanya. "Menangis di depan dokumen?"

Jawaban tak terduga itu membuat Keira tertawa pendek.

Elang menoleh hampir seketika. Untuk pertama kalinya sejak ia bertemu wanita yang kini menjadi atasannya, ia melihat wanita itu tertawa.

"Kenapa melihatku begitu?" tanya Keira melirik ke arah Elang sekilas.

"Saya baru tahu Bu Keira bisa tertawa."

Senyum di bibir Keira lenyap. "Turun."

Elang menahan tawa. "Saya tarik ucapan saya."

Keira menggeleng, tetapi sudut bibirnya kembali terangkat tipis. Perjalanan berlanjut dalam suasana lebih ringan. Sampai Elang melihat sesuatu puluhan meter di depan mereka.

Alis Elang mengeryit. "Bu Keira."

"Hmm?"

"Mobil hitam di depan-"

Keira segera mengikuti arah pandang Elang sebelum pemuda itu menyelesaikan kalimat dan segera melihat mobil yang ia kenali.

"Itu mobil Pak Damar."

Elang menatap mobil itu lebih lama. Mobil hitam itu bergerak sedikit ke kanan, lalu kembali ke jalur semula, detik berikutnya bergeser terlalu ke kiri sampai keluar jalur.

"Kejar," ucap Elang datar tanpa mengalihkan pandangan.

Keira tidak menjawab, tetapi kakinya segera menginjak pedal gas lebih dalam. Instingnya selaras dengan Elang bahwa ada yang tidak beres dari mobil Damar. Terutama setelah ia melihat mobil itu bahkan tidak mengurangi kecepatan saat tikungan sudah ada di depan mata.

Mobil Damar berbelok tajam, sempat menyerempet mobil lain yang datang dari arah berlawanan dan kembali ke jalur semula. Detik berikutnya, keseimbangan mobil gagal mempertahankan keseimbangan saat sebuah truk datang dari arah berlawanan.

. . .

. . .

To be continued...

1
Patrick Khan
aku ingin kasih tau q ini anakmu pak damar😁😁😁
Zhu Yun💫
langsung saja minta tes DNA biar terbongkar, Lang /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Zhu Yun💫
Yang bener kalau dinikahkan baru dia akan punya rasa tanggung jawab pak Raksa... kalau cuma dijodohkan doang nanti dia bisa jawab gini sama calonnya kalau lagi berantem 'Kita itu baru tunangan, jadi kamu gak usah ngatur-ngatur aku.' Nah beda kalau udah nikah dan rasa tanggung jawab itu pasti bakal ada 'Kamu adalah Istriku, tanggung jawabku' 🤭🤭🤭
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
〈⎳ FT. Zira: asiap kaka/Joyful/
total 1 replies
Muft Smoker
persis seperti anak mu si ravian😏😏
〈⎳ FT. Zira: bener🤣
total 3 replies
Zhu Yun💫
Aku hafalinnya Tresna.. Tresna... Tresna aja ... biar gampang lah /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
〈⎳ FT. Zira: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Patrick Khan
perjodohan..emang sopo yg mw ambek ravian 🤣🤣🤣lakik modelan gitu
Patrick Khan: 😁😁😁😁😁😁😁😁
total 2 replies
Zhu Yun💫
Karena yang manis kan kamu, Lang /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
〈⎳ FT. Zira: devinisi cwe gombalin cwo yak/Facepalm/
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
mulai maju nih si keira
〈⎳ FT. Zira: sebelum direbut orang kak🤣🤣
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
rame yah di novel ini
〈⎳ FT. Zira: banyak tokohnya🤣
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
aturannya selidiki dulu elang diam2. pura2 aja dl ga tau apa2
〈⎳ FT. Zira: udah gedek duluan dia kak,gak mau drama🤭
total 1 replies
Muft Smoker
org luar menurut mu ,,
tp kebenaran gx mungkin akan tertidur trus ,,
suatu saat kebenaran tu akan terbangun dr tidur ny ,,
〈⎳ FT. Zira: 🤣/Facepalm/
total 3 replies
Muft Smoker
waah si bram udh jdi kambing guling niih ,, 😒😒😒😒
Muft Smoker: 🤭🤭🤭🤭😁😁😁🫰🫰
total 8 replies
Muft Smoker
krn ravian emnk bukan anak ny pak damar ,, pak gatra ,,
kalo kebenaran udh terungkap apa km msh akan bertindak seperti ini????
〈⎳ FT. Zira: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
Muft Smoker
waaaah actor Dunia lgi berbicara ,, 😒😒😒
〈⎳ FT. Zira: aduh/Facepalm/
total 3 replies
Zhu Yun💫
Beneran ulah Bram atau ada orang lain lagi dibelakangnya /CoolGuy/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
sudah kudugong👏
Patrick Khan
lanjut
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
vote mumpung inget
〈⎳ FT. Zira: tengkyuuu miii/Kiss//Kiss/
total 1 replies
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
akting
〈⎳ FT. Zira: aktingnya... harus🤣
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!