NovelToon NovelToon
KITA,LUKA DAN DUNIA LUAR

KITA,LUKA DAN DUNIA LUAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:272
Nilai: 5
Nama Author: Selya

Namaku Arsyila Nadira
Keluarga ku masih utuh Namun retak.

Di rumah ini aku punya dua nama,
"beban keluarga"saat piring pecah karena Ayah melemparnya ke Ibu.
Dan "tidak ada"saat mereka berdua lupa, aku masih duduk di meja makan saat mereka bertengkar.

Ibuku yang punya banyak hutang membuat amarah ayah melonjak setiap hari.

Aku terpaksa terjun sebagai 'wanita malam '
untuk merubah ekonomi keluarga ku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Selya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 9

 Entah kenapa Rey jadi sangat peduli pada Arsyila, walaupun usianya terpaut lima tahun lebih tua.Tapi Rey sangat menyukai kepribadian Arsyila yang peduli dengan orang tua nya.Pebisnis muda dari kota Bogor itu jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Arsyila.

Walaupun Rey sudah pernah menikah namun gagal mempertahankan hubungan nya karena wanita nya selingkuh dengan pria lain.Hati Rey yang hancur satu tahun silam telah tergantikan oleh satu nama di hatinya,Arsyila—si gadis tangguh di mata nya.

.

Semua mulut di rumah Arsyila bungkam kala pagi itu,sikap dingin Ayah nya terasa menombak dadanya hingga terasa sesak.Tamparan kemarin yang Ayah berikan masih membekas di pipi Arsyila.

"Ayah pasti marah besar dan tidak percaya dengan ucapan ku semalam,"ujar Arsyila yang menenteng handuk di tangannya.

Ibu yang sama sekali belum terlihat pagi itu.Arsyila ingin melangkahkan kakinya ke kamar mandi,namun ibunya yang dari tadi tidak terlihat membuatnya cemas.Arsyila mencoba mendatangi kamar ibunya.

Benar saja... Ibunya sakit.Badan nya demam menggigil.Mungkin karena teringat ucapan Juragan Pendi yang kejam itu dan takut Arsyila tidak bisa melunasi semua hutang nya hari ini juga.

"percaya Syila Bu... Syila akan pergi.Kalau syila belum menemukan uang nya Syila gak akan pulang,"ujar Arsyila yang memeluk ibunya.

Arsyila bergegas mandi dan ganti baju.Padahal ia belum tau arah tujuan yang jelas,dia akan memulai dari mana,siapa yang akan dia tuju terlebih dahulu.Pikiran nya kacau,yang terpenting adalah cari jalan keluar hari ini juga.

Baru saja ia melangkah kan kakinya satu kilometer dari rumah.Mobil Rey terus membunyikan klaksonnya,membututi Arsyila hingga Arsyila memberhentikan langkah kakinya.

"Syil... Hey berhenti dulu !"Teriak Rey dari dalam mobil yang kaca depan nya terbuka.

"aku gak punya waktu untuk ngeladenin kamu,"jawabnya dengan sinis.

"jangan gegabah Syil,aku tau kamu sedang stres.Ayo masuk mobil dulu...,"Teriak Rey dengan tatapan penuh harap.

Arsyila akhirnya menuruti perkataan Rey,padahal awalnya dia akan pergi ke kos Melly.Arsyila tak tahan lagi menahan beban pikirannya sendirian,ia tanpa sadar menangis bersandar pada pundak Rey.

"udah gapapa nangis aja supaya kamu lega.Syil...,"ucapnya sambil terus menyetir.

Rey membawa nya ke taman untuk meluapkan emosi Arsyila.Rey mencoba menanyakan pelan-pelan tentang hal yang ia lihat semalam,tanpa basa-basi.

"berapa hutang ibu mu pada rentenir itu ?"Tanya Rey tanpa basa-basi.

Arsyila terdiam sejenak,menatap wajah Rey penuh keraguan.Berpikir jika Arsyila menerima bantuan nya maka malam ini Arsyila harus memasrahkan keperawanan nya pada Rey.

"kenapa kamu menatap ku seperti itu Syil.Aku bukan laki-laki hidung belang yang kamu pikir,"Ujar Rey dengan suara lantang.

Lalu pandangan Arsyila menunduk dan kembali bersandar pada pundak Rey.

"aku cuma punya dua puluh lima juta yang kamu kasih malam itu.Dan itu cuma dua puluh lima persen dari hutang ibu,"jawabnya sambil menangis.

"kirim nomor rekening mu sekarang !"ucap Rey dengan tegas.

Arsyila menjadi bingung, laki-laki yang sekarang duduk di sampingnya ternyata laki-laki baik hati yang Arsyila temui.Tanpa meminta imbalan apapun dan hanya berniat membantu Arsyila yang dalam keadaan terdesak sekarang.

Rey merebut handphone Arsyila dan langsung mengirim uang ke rekening Arsyila.

"aku janji ini adalah hutang Budi... Aku akan melakukan apa saja,"jawab Arsyila dengan nada serius.

"aku cuman butuh penjaga ibu di rumah.Ibuku tinggal seorang diri ketika aku mengurus bisnis dan adik perempuan ku yang masih duduk di sekolah dasar membutuhkan teman belajar,"Ujar Rey dengan nada serius.

Arsyila menjadi lebih canggung,ia berbicara dengan seorang pengusaha kaya.Pantas saja uang sebesar itu dikasih ke Arsyila dengan mudah nya.

"apapun Rey... Apapun.Kan aku sudah bilang tadi,"jawab Arsyila dengan tegas.

"kalau begitu aku antar pulang dulu.Selesaikan urusan keluargamu dan aku minta resign dari pekerjaan mu dulu,dan kalau semua sudah selesai kamu bisa datang ke alamat ini,"sambil menunjukan Alamat rumahnya.

"kamu percaya aku kan Rey.Aku janji tidak akan kabur... Setelah urusanku selesai aku akan datang ke rumah mu,"Jawab Arsyila dengan perasaan bungah.

Rey bukan hanya menyelamatkan keluarga nya,namun menyelamatkan nya dari hiburan malam yang terpaksa di jalani oleh Arsyila karena sebuah tuntutan.

...

Juragan Pendi dan anak buahnya rupanya telah mengepung rumah Arsyila.Ayah dan ibunya yang terlihat sedang berdebat di depan rumah dengan di saksikan oleh para tetangga yang sengaja menguping pembicaraan mereka.

"mana janji anakmu yang omong kosong itu !"Ucap juragan Pendi dengan suara lantang.

"jangan ambil rumahku ku mohon... Tunggu Syila sebentar lagi,"ibunya memohon sambil mencium kaki juragan Pendi.

Arsyila langsung mempercepat langkah kaki nya.

"bangun Bu !"Teriak Arsyila.

"tanggung jawab kamu Syil... Dasar anak beban.Janji kamu semalam cuma akan menyeret orangtua mu hidup di jalanan,"ucap Ayahnya dengan penuh Amarah.

Arsyila tidak peduli.Dia langsung meminta nomor rekening juragan Pendi tanpa basa-basi.

"ha-ha-ha darimana bocah ingusan seperti mu mempunyai uang sebanyak itu ?"Juragan Pendi malah menertawakan nya sambil menyerahkan nomor rekening nya.

Namun seketika suasana menjadi hening.Raut wajah Juragan Pendi yang terdiam sejenak melihat notifikasi di ponselnya.

"pergi sana jangan pernah menginjakan kaki di rumah ini lagi !" Teriak Arsyila.

Glekk... Mata juragan Pendi menjadi segar melihat notifikasi uang masuk yang ia harapkan,lalu dengan wajah sinis nya ia langsung pergi meninggalkan rumah Arsyila.

"ayo pergi,"Perintah juragan Pendi pada anak buah nya.

Ayahnya menjadi diam membisu.Selama ini dia tak menyangka Arsyila punya simpanan sebanyak itu di rekening nya.Pikiran nya mulai kemana-mana,Ayahnya mengira Arsyila punya simpanan laki-laki kaya raya.

"hah darimana dia dapat uang sebanyak itu ?"Gumam Ayahnya lirih.

Arsyila menyuruh ibunya masuk dan bersikap dingin pada Ayahnya.Padahal Ayah ingin sekali bertanya padanya,namun kata-kata nya yang telah menyakiti hati Arsyila dan tamparan kerasnya kemarin membuat dirinya malu pada Arsyila.

"ah terserah lah yang penting hutang Asih ke rentenir itu lunas,"gumam Ayahnya lirih.

Rey telah menyelamatkan keluarga nya dari jeratan hutang pada juragan Pendi.Arsyila sangat berhutang Budi padanya.Arsyila berat hati akan mengajukan resign di pekerjaan nya besok,ia harus bilang apa pada putri dan Rizki kalau dirinya mendadak resign tanpa alasan yang jelas.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!