NovelToon NovelToon
Transmigrasi Leader Mafia Ke Tubuh Istri Culun

Transmigrasi Leader Mafia Ke Tubuh Istri Culun

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:33.3k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

Dikhianati sahabat dan kekasihnya, Clarissa Anggreni mati dengan membawa dendam.

Takdir memberinya kesempatan kedua dalam tubuh Alisha Kirana Maharani, seorang istri culun yang direndahkan keluarganya sendiri.

Mereka mengira Alisha lemah.

Mereka tidak tahu bahwa jiwa yang kini menghuni tubuh itu adalah seorang ratu mafia yang siap membalas semuanya.

Apakah ia akan berhasil membalas dendam??Atau kembali kehilangan segalanya??

⚠️ Cerita ini adalah karya asli Alia Chans. Dilarang keras menyalin, menjiplak, mengunggah ulang, atau mengambil sebagian maupun seluruh isi cerita tanpa izin penulis. Hormati karya dan hak cipta penulis. ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Racun

Malam harinya.

Giovan masuk ke dalam kamarnya. Setelah kejadian tadi pagi, dia memang langsung pergi ke kantornya dan sekarang dia baru saja pulang kerja.

Tak.

Dia meletakkan jam tangan mahalnya, dan membuka dasinya lalu menggulung lengan kemeja hingga ke siku.

"Huft, melelahkan sekali," gumum Giovan seraya menjatuhkan bokongnya di sofa.

"Baru pulang?" tanya Alisha membuat mata Giovan yang tadinya tertutup kini terbuka perlahan.

"Hahh, s-siapa kau?!" tanya Giovan yang kaget sekaligus takut.

Alisha yang sedang memakai masker wajah tampak mengerutkan alisnya.

"Ini aku, Alisha!" ucapnya.

"Hha, A-Alisha?"

Giovan memerhatikan kaki Alisha yang tampak di lantai dan baju lingerie putih yang gadis itu kenakan lalu... Ah, sial. Giovan justru tak sengaja melihat sebuah belahan Samantha dan Rachel milik Alisha.

"Ciih, kau ini kenapa?" bingung Alisha.

Alisha melepaskan masker wajahnya dan masuk ke dalam kamar mandi Giovan. Lalu tak lama Alisha kembali keluar dengan wajah yang tampak lebih cerah dan glowing.

Giovan memerhatikan setiap gerak-gerik Alisha. Gadis itu baru saja duduk di pinggir ranjangnya dan mengambil sebuah lotion pelembab tubuh, lalu memakainya di tangan dan juga kakinya. Saat melihat Alisha mengelus kakinya sendiri, jakun Giovan jadi naik turun karena melihat kaki istrinya yang mulus.

"Sial, kenapa hawanya jadi panas gini sih!" gumam Giovan.

Giovan segera bangkit dari sofa-nya dan berniat untuk memasuki kamar mandi.

"Ehh, Gov, tunggu!" tahan Alisha.

"Apa?"

"Tidak jadi!"

Giovan berdecak. Pria itu segera masuk ke dalam kamar mandinya untuk membersihkan seluruh tubuhnya. Saat sedang berdiri di hadapan shower, dia jadi terbayang-bayang dengan kaki Alisha yang mulus dan belahan gunung gadis itu yang berisi.

"Aahkk, sialan! Jadi bangun," gumam Giovan sambil menundukkan kepalanya.

Giovan juga pria normal, tapi dia tidak pernah sesange ini hanya karena melihat sebuah kaki mulus dan belahan dada. Tangan Giovan bermain di sosisnya yang panjang. Namun, saat sedang asik-asiknya bermain, tiba-tiba saja...

"Ah, ahh."

Ceklek.

Giovan tersentak ketika melihat istrinya main masuk ke dalam kamar mandi begitu saja.

"Wow, bokong yang indah, Giovan," kekeh Alisha.

Baru saja Alisha masuk, ia langsung disuguhkan pemandangan yang indah oleh suaminya itu.

"Kau, mau apa kau ke sini?!" tanya Giovan yang enggan membalikkan tubuhnya.

"Tenang saja, aku hanya ingin mengambil krimku!" jawab Alisha.

Mata Alisha melirik ke arah Giovan. Walaupun kaca kamar mandi itu sedikit buram, namun ia masih bisa melihat jelas Giovan sedang apa.

"Giovan."

"Hm?"

"Kau bangun, ya?"

"Hah?"

"Mau kubantu?" tanya Alisha.

Alis Giovan mengerut karena ia tak mengerti dengan kata-kata Alisha.

"Membantu? Membantu ap..." ucapan Giovan terhenti saat ia melihat wajah istrinya yang sudah nongol di balik kaca.

"Membantu mengeluarkan mayonesmu!" ucap Alisha sambil melirik ke arah kaki Giovan.

"Astaga, Alisha!!"

"Hahaha!"

---

Setelah keluar dari kamar mandi, Alisha tak henti-hentinya tertawa. Ia menertawakan punya suaminya yang kecil.

"Berhentilah tertawa, Alisha!" teriak Giovan di dalam kamar mandi.

"Hahaha!" Bukan menghentikan tawanya, Alisha justru kembali tertawa.

Sedangkan Giovan yang masih berada di dalam kamar mandi jadi malu sendiri pada istrinya. Bahkan pipinya sampai memerah karena Alisha mengintip dirinya.

"Ahk, sialan! Seharusnya dia yang malu!" gumam Giovan.

Giovan menarik napasnya dalam-dalam dan mengeluarkannya secara perlahan.

"Yok bisa yok, tinggal keluar aja!"

Ceklek.

Giovan keluar dari kamar mandinya hanya dengan handuk yang melilit di pinggangnya dan memperlihatkan dada bidangnya yang jelas.

Alisha sempat terpana ketika melihat otot-otot itu, namun ketika mengingat kejadian di kamar mandi tadi membuat Alisha kembali tertawa.

"Hahaha!"

Alis Giovan naik satu, lalu pria itu berdecak sebal karena Alisha lagi-lagi tak menyiapkan bajunya.

"Giovan, Giovan!"

"Hm."

"Giovan, ang ang ang!" kekeh Alisha menirukan tawanya elang.

"Ciih, berhentilah tertawa, Alisha! Suaramu itu bisa mengganggu orang lain," ucap Giovan.

Padahal kamarnya itu terdapat peredam suara. Jadi, mau seberisik apa pun Alisha, tetap saja tidak akan kedengaran.

Alisha seketika menghentikan tawanya dan menjatuhkan tubuhnya di atas kasur Giovan.

"Ya maaf, aku hanya merasa lucu saja gitu. Kau mempunyai tiw twi yang kecil tapi berani-beraninya selingkuh!" ujar Alisha.

Mata Giovan melebar. "Apa yang Alisha katakan tadi? Milik Giovan kecil? Astaga, tidak tahukah Alisha jika punyaku itu sepanjang 24 cm?" batin Giovan.

"Kau bilang apa, hm?" tanya Giovan yang mendekati istrinya di atas ranjang.

"Punyamu kecil, paling juga cuma tiga cm atau engga..." ucapan Alisha terhenti saat ia menyadari jika Giovan berjalan mendekatinya.

"Mau apa kau?!" tanya Alisha yang panik. Pasalnya saat ini Giovan terlihat seperti seseorang yang hendak memperkosanya.

Giovan berdiri di hadapan Alisha dan menarik handuk yang ia pakai hingga membuat handuk tersebut terjatuh ke lantai.

"Bagaimana? Apa segini kecil?" tanya Giovan.

Mata Alisha melebar. Sesaat ia menahan napasnya sendiri. Tidak, tadi saat Alisha mengintip milik Giovan tidak sebesar itu.

"Kau suka?" tanya Giovan lagi.

Alisha segera memalingkan wajahnya ke samping. "Jorok! Tutup lagi, gak?!"

Kening Giovan tampak mengerut. "Jorok? Jorok apanya? Punyaku higienis, selalu saja kubersihkan dengan sabun!"

"Yaudah, tutup lagi!"

"Tidak mau!"

"Alisha!!"

"Apa?!"

Alisha memilih untuk turun dari ranjang Giovan sambil menutupi kedua matanya. Sedangkan Giovan dengan santai duduk di sofa, memerhatikan tingkah Alisha yang terlihat konyol.

BRUK.

Alisha tak sengaja tersandung karpet dan membuat tubuhnya terjatuh ke lantai. Giovan yang melihat itu hanya tersenyum kecil hingga matanya dibuat salah fokus pada lingerie yang Alisha pakai. Lingerie mini yang Alisha pakai tersebut tersingkap ke atas dan membuat paha Alisha terekspos juga dalamannya yang berbentuk segitiga.

"Astaga, apaan tuh?" batin Giovan yang ikut memalingkan wajahnya.

Punya Giovan yang tadinya sedang tertidur tiba-tiba saja bangun. "Tidak, tidak! Please jangan bangun di sini dulu!" batin Giovan. Namun, punyanya itu justru semakin berdiri tegak dan membuat Giovan kembali menutupinya sebelum Alisha menyadarinya.

"Aku ke kamar mandi dulu, kau siapkanlah aku piyama tidur!" titah Giovan.

Alisha mendongakkan kepalanya. "Dih, ogah!"

"Jangan malas jadi istri!"

"Bodoamat!"

"Alisha Kirana Maharani!"

"Hadir, pak!" sahut Alisha.

"Stres!" desis Giovan yang langsung menutup kembali pintu kamar mandinya.

BRAK.

"Hahaha!" Alisha tertawa lagi. Ia bangkit perlahan dan membuka walk-in closet milik Giovan.

"Piyama apa ini? Kenapa semuanya warna hitam, apa Giovan gak takut digigit nyamuk?" gumam Alisha.

Akhirnya Alisha memilih mengambil piyama biru navy dan menaruhnya di atas kasur. Lalu dia pun ikut kembali menaiki kasur Giovan dan tertidur nyenyak di atas kasur tersebut.

Ceklek.

Setelah selesai dengan urusannya, kini Giovan kembali ke luar dari kamar mandi. Namun, dia tidak menemukan Alisha.

"Ke mana gadis random itu?" gumam Giovan.

Ia berjalan mendekati ranjangnya, dan barulah Giovan menyadari jika Alisha sudah tertidur di atas kasurnya. Ingin mengusirnya, tapi Giovan tak tega. Alhasil dia membiarkan saja Alisha tidur di tempat tidurnya.

---

Setelah selesai berpakaian, Giovan segera pergi dari kamarnya dan berjalan ke arah tangga untuk menuju ruang kerjanya.

Saat sampai di bawah, tiba-tiba saja ada seorang yang menghampirinya sambil membawa gelas berisi air dan...

Bruk.

"Astaga, Tuan, maaf Tuan!"

Tangan pelayan tersebut dengan lancang memegang dada Giovan untuk membersihkan air yang tak sengaja dia siramkan.

"Oh, shit!" desis Giovan yang tiba-tiba saja ditabrak oleh seorang pelayan.

Pelayan tersebut segera menundukkan kepalanya. "Maaf, Tuan, maafkan saya. Saya..."

"Kau memang sengaja, kan?" tanya Giovan dengan menatap tajam pelayan itu.

"Tidak, Tuan! Saya tidak... Ahhk!"

Tiba-tiba saja Giovan mencekik leher pelayan tersebut dan membuat pelayan itu hampir saja kehilangan napasnya.

"T-Tuan..."

"Kau sedang mencari perhatian kepadaku, hm?" tanya Giovan yang tahu modus dari gadis itu apa.

"T-tidak, Tuan!" bohong si pelayan.

"Jangan bohong!"

BUGH.

Dengan asal Giovan melemparkan tubuh pelayan tadi begitu saja.

"Jika kau mengulanginya lagi, maka aku akan membunuhmu!"

"M-maaf, Tuan."

Giovan menatap piyamanya yang basah dan segera meninggalkan pelayan tadi untuk mengganti bajunya.

"Perlu bantuan, Tuan?" tanya si pelayan.

"Tidak! Kau ingin mati, hah?!" jawab Giovan dengan kesal.

"Ampun, Tuan, maafkan saya."

"Ciih."

Giovan berdecak dan segera pergi dari hadapan pelayan tadi. Sedangkan si pelayan tersebut diam-diam tersenyum miring.

---

Ceklek.

Alisha mengalihkan tatapannya pada Giovan yang baru saja masuk.

"Kau tidak tidur?" tanya Giovan.

"Tidur, hanya saja aku terbangun lagi."

"Ohh."

"Gov," panggil Alisha.

"Hm."

"Aku lapar."

"Ya makanlah, Alisha!"

Alisha turun dari ranjangnya dan mendekati Giovan yang sedang mengganti pakaian.

"Kenapa diganti lagi bajunya?" tanya Alisha.

"Ciih, si pelayan itu menyiram tubuhku dengan air!" jawab Giovan.

"Hah, mana coba lihat!"

Alisha segera menarik baju Giovan. Tidak ada yang salah dengan baju tersebut karena terlihat memang basah oleh air. Tapi, Alisha (Clarissa) sebagai seorang pemimpin mafia tentu saja bisa membedakan mana air dan mana racun.

"Ini bukan terkena air biasa!" ucap Alisha.

"Hah?"

Alisha segera membawa baju itu ke arah cahaya yang lebih terang. Dan benar saja. Bekas baju Giovan yang basah itu langsung berubah menjadi hijau, padahal baju Giovan biru navy.

"Ini racun, Gov!" pekik Alisha.

"Apa?!"

Tak lama Giovan merasakan sesak yang teramat. "Ali... Alisha, t-tolong!"

"Tenanglah, aku akan membantumu!" ucap Alisha yang langsung berlari ke luar kamar.

Bruk.

Giovan terkulai lemas di lantai. Perlahan mulutnya mengeluarkan busa dan tak lama dia tak sadarkan diri.

---

Bersambung

1
Memyr 67
𝗂𝗇𝗂 𝖿𝗅𝖺𝗌𝗁𝖻𝖺𝖼𝗄 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝖾𝗉𝗎𝗌𝗈𝖽𝖾 𝗍𝖾𝗋𝖻𝖺𝗅𝗂𝗄
Alia Chans: itu cerita berlanjut kk, kalo baca dari awal tanpa skip pasti nyambung😉
total 1 replies
Memyr 67
𝗆𝖺𝗂𝗇 𝗆𝖺𝗂𝗇 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝗋𝖺𝗍𝗎 𝗆𝖺𝖿𝗂𝖺. 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝗆𝗂𝗇𝗍𝖺 𝖽𝗂𝖻𝗎𝗇𝗎𝗁 𝗌𝖺𝗇𝗀 𝗋𝖺𝗍𝗎
Memyr 67
𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄 𝖾𝖽𝗐𝖺𝗋𝖽. 𝗂𝗍𝗎 𝖼𝗅𝖺𝗋𝗂𝗌𝗌𝖺. 𝗁𝖾𝗁𝖾
Memyr 67
𝖺𝗒𝗈 𝖿𝗂𝗈𝗇𝖺. 𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝗆𝖺𝗎 𝗇𝗀𝖾𝗋𝗃𝖺𝗂𝗇 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺? 𝗌𝗂𝖺𝗉 𝖽𝗂𝖻𝗎𝗇𝗎𝗁 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺 𝗒𝖺?
Memyr 67
𝗄𝖺𝗍𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗇𝖾𝗆𝖻𝖺𝗄 𝗉𝗂𝗋 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝗒𝗀 𝖽𝗂𝗍𝖺𝗍𝖺𝗉 𝖺𝗉𝖾𝗅? 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗌𝗎𝗅𝖺𝗉 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗌𝗂𝗁𝗂𝗋 𝖺𝗉𝖺?
Memyr 67
𝖻𝖺𝗌? 𝖻𝖺𝗀𝖺𝗂𝗆𝖺𝗇𝖺 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝖻𝗋𝖺𝗆𝖺𝗇𝗍𝗒𝗈 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝖽𝗂𝗉𝖺𝗇𝗀𝗀𝗂𝗅 𝖻𝖺𝗌?
Memyr 67
𝗍𝖺𝖽𝗂 𝗏𝗂𝗓𝗄𝖺𝗒𝖺 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗏𝗂𝗌𝖼𝗈𝗎𝗇𝗍 𝗅𝖺𝗀𝗂. 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗅𝗂 𝗅𝖺𝗀𝗂 𝗍𝗒𝗉𝗈 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗇𝖺𝗆𝖺𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗄𝗎 𝖻𝖺𝖻𝖺𝗒
Memyr 67
𝖺𝗄𝗎 𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝖻𝖺𝗂𝗄 𝗂𝗇𝗂. 𝗆𝖾𝗆𝖻𝖾𝗋𝗂 𝗅𝗂𝗄𝖾 𝗌𝖺𝗆𝗉𝖺𝗂 𝖾𝗉𝗂𝗌𝗈𝖽𝖾 𝗂𝗇𝗂. 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗍𝖺𝗎 𝗇𝖺𝗇𝗍𝗂 𝗇𝖺𝗇𝗍𝗂
Memyr 67
𝗏𝗂𝗌𝖼𝗈𝗎𝗍? 𝗍𝖺𝖽𝗂 𝗏𝗂𝗓𝗄𝖺𝗒𝖺 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗏𝗂𝗌𝖼𝗈𝗎𝗇𝗍? 𝖻𝖺𝗋𝗎 𝗆𝗎𝗅𝖺𝗂 𝖽𝖺𝗁 𝗍𝗒𝗉𝗈
Alia Chans: pliss, kecepatan ngetik kk /Smile/
total 1 replies
Memyr 67
𝖻𝗂𝗇𝗀𝗎𝗇𝗀 𝖺𝗄𝗎. 𝖾𝖽𝗐𝖺𝗋𝖽 𝗂𝗍𝗎 𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄𝗇𝗒𝖺 𝗀𝗂𝗈𝗏𝖺𝗇𝗂? 𝗄𝖾𝗇𝖺𝗉𝖺 𝗉𝖾𝗋𝗎𝗌𝖺𝗁𝖺𝖺𝗇 𝖾𝖽𝗐𝖺𝗋𝖽 𝖽𝗂𝖻𝖾𝗋𝗂𝗄𝖺𝗇 𝗄𝖾 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺?
Alia Chans: Kan mereka pasutri kk🤭😉
total 1 replies
nia_minyoongi
sukses selalu yaa.... makasih sudah mampir di novelku 😊
nia_minyoongi
suka yang alurnya mafia gini, 😍😍
nia_minyoongi
hi... aku mampir...
😍😍
nia_minyoongi
hi... aku mampir...
😍😍
Alia Chans: thank you😉
total 1 replies
Liflow White
bukannya prabu sudah mati kok hidup lagi, aku gak faham.
Alia Chans: blum mati kk🤭

mereka di bab sebelumnya kabur😉
total 1 replies
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
ada ya racun itu beneran gt
Alia Chans: ada mungkin🤭
total 1 replies
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
bikin cinta lalu hempaskan gt
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
bener tuh di catok biar lurus mulutnya eh sekalian otaknya di catok
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
NNT jadi pekara kalau gio ketemu El ya kan
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!