NovelToon NovelToon
My Bodyguard Is A Secret Agent

My Bodyguard Is A Secret Agent

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Action / Mata-mata/Agen
Popularitas:33.1k
Nilai: 5
Nama Author: Hana Reeves

Kisah Princess Mahreen dan Collin Lange

Mahreen Al Khalifa putri bungsu Malik dan Milly Al Khalifa adalah putri Sheikh yang suka hidup bebas tanpa aturan istana hingga Malik harus memberikan Collin Lange sebagai bodyguardnya. Tanpa keluarga Al Khalifa tahu, Collin adalah agen MI6 yang menyamar masuk ke istana Al Khalifa untuk mencari buronan internasional yang bersembunyi di Bahrain. Mahreen dan Collin bagaikan air dan minyak hingga gadis itu tahu misi sebenarnya pria tersebut. Setelah Collin menyelesaikan misinya, dia kembali ke Inggris namun Mahreen bertekad untuk mendapatkan bodyguardnya yang ternyata agen rahasia itu kembali ke dalam pelukannya.

Generasi Delapan Klan Pratomo

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lampu

Collin menyetir mobilnya dengan santai sementara Mahreen berusaha untuk tidak tertawa. Tapi endingnya malah lolos juga. Collin pun menoleh ke arah Mahreen yang cekikikan.

"Ada yang lucu Princess?" tanya Collin.

"Tidak ... tapi ... seharusnya kamu melihat bagaimana wajah tidak percaya Mats saat kamu banting," gelak Mahreen. "Dia tidak menduga akan melayang dan jatuh ke bumi."

Collin tersenyum smirk. "Dia pantas mendapatkannya."

Mahreen menatap Collin. "Kamu kalau tersenyum, manis juga."

Collin kembali memasang wajah datar. "Tidak juga."

"Ah, justru gaya kamu yang seperti ini, membuat banyak cewek penasaran. Kamu tahu kan, semakin dingin tuh cowok, semakin penasaran. Begitu juga dengan cowok kalau melihat cewek yang tidak bisa digapai, akan dikejar terus. Benar?" kerling Mahreen.

"Karena pria itu sudah ditakdirkan menjadi seorang pemburu. Saya masih menerapkan hal itu. Kalau saya yang diburu, itu aneh," jawab Collin.

"Jadi, apakah kamu pernah berburu?" tanya Mahreen.

"Pernah ...."

"Lalu?"

"Tidak berhasil karena dia memilih pria lain."

Mahreen melongo. "Shut up! Kamu ... ditolak? Serius?"

Collin mengangguk.

"Dengan fisik kamu yang membuat teman-teman aku panas dingin macam cacing kepanasan?" Mahreen menganga. "Woah! Sangat mengejutkan. Apakah cewek itu punya selera lebih dari kamu?"

"Bisa dikatakan ... demikian." Collin memilih tidak menjawab lebih lanjut. Tidak mungkin kan aku bilang kalau Kayleen lebih memilih Athrun yang tajir melintir dibandingkan aku yang hanya agen MI6 dan gajiku hanya 0,0001% dari kekayaannya.

Mahreen masih menatap Collin dengan wajah tidak percaya. Bagimana ada cewek yang menolak Collin. Pengawalnya memang dingin tapi soal fisik, dia mendapatkan nilai 8,5 dari Mahreen. Belum sesempurna Maxi ataupun Opa Bayu tapi okelah.

Dan sekarang ada cewek yang menolak Lange? Itu cewek bodoh atau bagaimana sih? - batin Mahreen.

Collin tidak berbicara apapun dan menjalankan mobilnya menuju gedung apartemen Mahreen. Dia melirik ke arah gadis yang masih mode berpikir itu.

Bagaimana aku harus bilang padamu, Princess. Gadis yang menolak aku adalah kakak sepupu kamu? - batin Collin.

***

Malam ini Mahreen memilih belajar hingga larut malam agar besok dia bisa menjawab quiz-quiz demi bisa mendapatkan nilai tambahan sebelum pergi ke acara pernikahan sepupunya, Ariella dan Akarsana. Mahreen tidak menduga jika Ariella yang tadinya berpacaran singkat dengan sahabat sepupunya, malah menikah dengan pria yang tanpa sengaja bertemu dengannya saat liburan ke Indonesia.

Mahreen tersenyum sendiri karena dia tidak menduga jika yang namanya jodoh itu sangatlah unik. Bahkan jatuhnya menjadi sangat tidak terduga.

Tiba-tiba hidungnya mencium bau mie instan dan dia melihat jam di meja belajarnya. Hampir tengah malam. Dia pun memilih keluar dari kamar karena siapapun pasti terganggu dengan harum mie instan bukan?

Benar saja. Dia melihat Collin makan mie instan. Tapi tidak itu saja ....

***

Malam itu apartemen Mahreen berubah seperti arena debat acara televisi, hanya saja tanpa penonton dan tanpa hadiah hiburan.

“Lange! Kenapa sendok dessert-ku dipakai buat makan mi instan?!” bentak Mahreen dari dapur.

Collin yang sedang duduk santai di sofa sambil memainkan ponselnya langsung menoleh bingung. “Lho? Memangnya sendok itu punya kasta bangsawan?”

Mahreen muncul dengan wajah kesal sambil mengangkat sendok kecil berwarna emas. “Ini sendok khusus dessert! Bukan buat kuah mi!”

“Dia tetap sendok, Princess. Tidak tiba-tiba berubah jadi garpu kalau dipakai buat mi.” Collin masih makan dengan santainya.

Mahreen memelototinya. “Masalahnya bukan itu!”

“Nah, itu dia yang aku bingung. Masalahnya apa?” Collin menoleh ke arah Mahreen yang berkacak pinggang.

Mahreen menarik napas panjang seperti guru TK yang sedang menghadapi murid paling bandel sedunia. “Estetika, Lange! Estetika!”

Collin bangkit dari sofa. “Saya makan mi jam sebelas malam sendirian sambil pakai kaus kusut. Estetika sudah mati dari awal.”

Mahreen menunjuk dramatis ke arah wastafel. “Dan kenapa pancinya kamu tinggal di sana?!”

“Aku mau cuci.”

“Kapan?”

“Nanti.”

“Kapan nanti?!”

Collin berpikir sejenak. “Secara filosofi ... nanti itu fleksibel. Princess, aku masih makan ini. Biar sekalian dan tidak boros air."

Mahreen sampai menepuk dahinya. “Ya Tuhan. Bagaimana bisa aku mendapatkan pengawal seperti ini?”

Collin ikut mulai kesal. “Anda tuh suka membesar-besarkan hal kecil.”

“Oh jadi sekarang aku berlebihan?”

“Iya!”

“Bagus!”

“Bagus!”

Mereka saling diam dua detik.

Lalu Collin menunjuk meja ruang tamu. “Dan Anda juga salah!”

Mahreen terkejut. “Hah?! Aku salah apa?”

“Itu lilin aroma terapi.”

“Kenapa dengan lilinku?”

“Namanya ‘Ocean Serenity’, tapi baunya kayak cucian handuk hotel!”

Mahreen langsung tersinggung. “Ini mahal!”

“Saya lebih nyaman mencium sabun mandi atau parfum Jo Malone daripada itu.”

Mahreen mengambil bantal sofa lalu melemparkannya tepat ke wajah Collin.

BUGH.

Collin menurunkan bantal perlahan. “Oh, jadi kita sudah masuk fase kekerasan domestik?”

“Itu bantal!”

Collin meletakkan mangkuk mie yang sudah habis lalu balas melempar boneka kecil ke arah Mahreen. Boneka itu malah memantul mengenai lampu meja hingga lampunya mati.

Keduanya langsung diam.

“Kamu merusak lampunya,” kata Mahreen pelan.

“Itu boneka ringan! Kenapa lampunya rapuh banget?!” sungut Collin kesal.

Mahreen menyalakan lampu lagi berkali-kali. Tidak menyala.

Collin mulai panik kecil. “Jangan bilang itu lampu impor lagi ....”

Mahreen menatapnya datar. “Dari Italia.”

Collin langsung mengambil dompetnya. “Oke, saya minta maaf. Saya salah, Princess. Akan saya ganti separuh. Nanti gajian saya ganti full."

Mahreen masih cemberut. “Dan sendok dessert-ku?”

“Saya janji mulai sekarang mi instanku akan makan pakai tangan," jawab Collin takzim.

Mahreen menahan tawa.

Collin menyipitkan mata curiga. “Nah! Anda mau ketawa kan?”

“Aku nggak ketawa.”

“Barusan bibirmu gerak.”

“Itu refleks.”

Collin mendekat sambil nyengir jahil. “Princess kalau mau ketawa, ketawa saja sebelum ketawa dilarang.”

Mahreen akhirnya benar-benar tertawa kecil sambil mendorong wajah Collin menjauh.

“Nyebelin banget sih kamu.”

“Tapi tetap tinggal serumah sama saya.”

Mahreen menghela napas panjang lalu duduk di sofa. “Besok beli lampu baru.”

Collin langsung mengangguk cepat. “Siap, Yang Mulia Sendok Dessert.”

***

Yuhuuuu up Siang Yaaaaaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu

1
Septi Lahat
hadeuh, jgn smpe knp2 princess marning qu
amilia amel
ayo Lange buktikan kalo kamu pengawal tangguh dan bisa dipercaya menjaga princess Mahreen
Elsa Fanie
aduh aduh gimana ini,, cepat Collin cool tembak j itu bam mobil ny deg-deg ser ini
diyah
lagi mb hana.. dessert ini lg😁🤭
This Is Me
Collin...kamu kok bisa kecolongan gini😱😱
Meeta Baggio
Kan, akhirnya kedianjuga Mahreen di culik, semoga collin sempet menembak pelaku sebelum di bawa ke dalam mobil
Marsiyah Minardi
Ya kejadian juga Princes Mahreen diculik ,ayo Collin pertaruhkan nyawamu tuk menyelamatkan sang princes 😭😭
Yuli Budi
ya Allah aq deg deg an, smoga selamat marning
Elsa Fanie
😁😁😁😁 kacau kacau berdua itu ,
amilia amel
agak sesak napas ya Lange diusili terus sama princess Mahreen 🤣🤣🤣
Septi Lahat
beneran nih si maning jahil bnget deh,,koeceheng gerong jganlah dipancing mahreen!!!! 😅
Gita Mitha Pertiwi
jahil sekali 🤣🤣🤣
Meeta Baggio
kacauu kamu collin, pake segala nanya ukuran dada lg,siap2 saja konsentrasi kamu jgn sampe kacauu dan ga fokus yaa
Gita Mitha Pertiwi
wah sudah mulai ini🤭
amilia amel
hadiah yang tak terduga tapi bakalan nagih ya Lange 😅😅
Meeta Baggio
Terpesona haa.....wow hadiah yg sangat special dr Marning buat sang pengawal.
Elsa Fanie
wah ada apa tuh yg g bisa d lupa kan,tenang jake aman aman insyaallah 😁
Tri Yoga Pratiwi
bapak Malik kalo tau itu bakal ngamokk 🤣
This Is Me
🤣🤣🤣🤣 kalo gak enak jangan dimakan
#eh
Meeta Baggio
Tetap waspa Colin bahaya masih mengintai Marning
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!