NovelToon NovelToon
Legenda Kebangkitan Wang Fei

Legenda Kebangkitan Wang Fei

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Jin kazama

Seorang pemuda bernama Wang Fei yang dianggap lemah dan tertindas berusaha mendobrak batasan dan ingin menentukan nasibnya sendiri dengan menjadi lebih kuat.



"Jika langit tidak adil dan ingin membatasi takdirku, maka aku bersumpah akan meruntuhkan langit itu.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jin kazama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 19. Keterkejutan Wang Fei.

Bab 19. Keterkejutan Wang Fei.

"Memang layak disebut sebagai Senjata Artefak Bintang 5, kekuatannya sungguh luar biasa," ucap Wang Fei dengan kagum.

Sebelumnya, karena dirinya hanya berada di Ranah Penempaan Tubuh, dia sama sekali belum bisa merasakan ketajaman dan kekuatan yang terkandung dalam pedang di hadapannya. Namun sekarang, setelah memasuki Ranah Pengumpulan Qi dengan jiwa yang setara dengan Ranah Gerbang Bumi Level 1 tahap awal, dia bisa merasakannya dengan sangat jelas.

"Bagaimanapun juga, ini adalah pedang pemberian Ibu," gumamnya sambil mengelus bilahnya.

Untuk sejenak, pikirannya menjadi sangat rumit. Meskipun ingin mencoba berlapang dada dan tegar, sebagai seorang anak, hati kecilnya masih terus menjerit dan merintih dalam keheningan.

"Kenapa kalian berdua harus pergi?

Kenapa begitu lama? Apakah kalian tidak merindukanku? Apakah kalian tidak menyayangiku lagi? Aku sangat merindukan kalian berdua!" bisiknya dengan suara parau.

Namun, detik berikutnya, wajah kedua orang tuanya yang pergi dengan penuh keengganan, terutama air mata ibunya yang berlinang, kembali terngiang di dalam benaknya.

Setelah menggelengkan kepala dengan kuat, dia berteriak sambil mengutuk dirinya sendiri.

"Sial! Pikiran bodoh macam apa yang ada di kepalaku! Tidak mungkin mereka tidak menyayangiku. Lagi pula, yang harus aku lakukan bukanlah mengeluh, tetapi bekerja keras untuk menjadi lebih kuat. Pada saat itu, aku sendiri yang akan mencari mereka dan bertanya kenapa mereka pergi meninggalkanku!"

Setelah menenangkan pikirannya, Wang Fei pun berkomunikasi dengan Xue Jian.

"Xue Jian! Bagaimana dengan pedang ini? Apakah ini cukup untuk membentuk tubuh fisikmu?" tanyanya penuh antisipasi.

Mendengar itu, Xue Jian sedikit bergetar. Melalui koneksi jiwa keduanya, Wang Fei pun akhirnya mengangguk dan tersenyum kecil.

"Oh... ternyata bisa berhasil, ya? Baguslah kalau begitu!" ucapnya sambil menghela napas lega.

Detik berikutnya, tanpa ragu sedikit pun, Wang Fei segera mengeluarkan Api Petir Tiga Warna di telapak tangannya.

"WUSH!"

Seketika api berkobar dengan dahsyat. Kekuatan peleburan antara api biru, petir, dan kekuatan gelap yang mengandung daya pelahap pun dengan ganas segera melalap pedang tersebut.

Xue Jian sendiri juga sangat kooperatif. Ketika pertama kali api itu menyala, dia sudah melayang di samping pedang hitam.

Di samping itu, Wang Fei sudah berkeringat deras. Mengontrol nyala api agar tetap stabil dalam jangka waktu yang lama ternyata sangat menguras tenaga dan jiwanya.

Namun demi membentuk fisik Xue Jian, dirinya menggertakkan gigi dan terus bertahan.

Empat jam kemudian.

Di bawah usaha kerasnya yang pantang menyerah, akhirnya semuanya terbayar. Tidak lama kemudian, pedang hitam pun meleleh menjadi cairan besi hitam.

Dengan sigap, Xue Jian segera menyerap seluruh cairan itu hingga akhirnya secara perlahan bilahnya yang patah mulai memanjang dan menunjukkan bentuk fisiknya yang utuh.

Melihat Xue Jian yang perlahan menunjukkan tanda-tanda pemulihan, mata Wang Fei langsung berbinar. Hatinya dipenuhi semangat. Untung saja dia harus berkonsentrasi penuh untuk mengontrol nyala apinya. Jika tidak, pasti dia akan berseru dengan gembira dan mengatakan,

"Wow... Xue Jian! Kau benar-benar pulih! Ini hebat!"

Waktu terus berjalan, peluh terus bercucuran. Sekuat apa pun Wang Fei, pada akhirnya kelelahan tetap menghampiri. Wajahnya mulai memucat, namun melihat wujud Xue Jian yang menjadi semakin sempurna, dia nekat dan menggertakkan gigi.

"Sedikit lagi! Sedikit lagi! Aku harus bertahan!" ujarnya dalam hati penuh tekad.

Hingga akhirnya, ketika satu jam berlalu, semua usahanya membuahkan hasil. Cairan besi hitam akhirnya terserap sepenuhnya dan saat ini sebuah pedang panjang berukuran 1,25 meter bergetar ringan di udara.

Auranya tampak lebih hidup, namun kesan liar yang haus darah, niat membunuh, serta hawa kematian yang terkandung di dalamnya sama sekali tidak menurun.

Itu justru menjadi semakin gila lagi. Karena bagaimanapun, saat ini wujudnya telah kembali seperti sedia kala.

Tiba-tiba terdengar suara yang sangat lemah.

"Bagus... Xue Jian, syukurlah. Tubuh pedangmu akhirnya berhasil aku selesaikan."

Dialah Wang Fei yang pada akhirnya tidak mampu bertahan karena pengurasan kekuatan jiwa.

Ketika sosoknya nyaris tumbang, Xue Jian segera bergetar. Aura gelap menggumpal menjadi asap hitam yang menguar ke seluruh ruangan. Ketika asap itu mulai menyusut, sesosok pemuda dengan fisik dan wajah yang sama seperti dirinya muncul dan segera melesat untuk menopangnya.

Bedanya, wajah itu datar dan dingin. Di saat yang sama, aura kematian terus merembes keluar dari sekujur tubuhnya.

Dan ketika matanya menatap Wang Fei, ada kilatan serta seulas senyum tipis yang sangat kontras dengan penampilannya.

Lalu dengan intonasi yang datar dan serak, sosok itu berkata,

"Terima kasih atas kerja kerasmu, Kakak. Sekarang beristirahatlah, aku akan menjagamu!"

Ya... saat ini Xue Jian telah berhasil mengubah wujudnya menjadi manusia. Ah, tidak... lebih tepatnya memadatkan jiwanya menjadi nyata hingga setara dengan tubuh fisik.

Setelah memapah Wang Fei untuk beristirahat, sosok itu kembali berucap.

"Karena Kakak sedang beristirahat, maka ini adalah saat yang tepat untuk melakukan resonansi fisik dan jiwa."

Detik berikutnya, sosoknya segera kembali berubah menjadi pedang hitam yang langsung menyusup masuk ke dalam dada Wang Fei.

"WUSH!"

Apa yang dilakukan oleh Xue Jian ini sebenarnya sangatlah berisiko. Akan tetapi, karena dia sudah pernah mencoba metode ini kepada tuannya yang terdahulu dan semuanya berjalan dengan lancar, dia pun ingin kembali mencobanya kepada Wang Fei.

Yang dimaksud dengan penyatuan fisik dan jiwa di sini adalah menempa tubuh menjadi Tubuh Pedang, sementara resonansi jiwa adalah penyatuan dua jiwa untuk membentuk dua kepribadian yang berbeda dalam satu wadah. Jika itu berhasil, maka Wang Fei akan memiliki sebuah kemampuan baru, yaitu memadatkan Jiwa Pedang.

Jadi saat ini, Xue Jian bukan lagi hanya ingin menjadi senjata roh biasa bagi Wang Fei, melainkan senjata jiwa yang sepenuhnya menyerahkan nasib serta hidup dan matinya kepada Wang Fei.

Sungguh tak terduga. Bagi sebuah pedang roh, ini merupakan pengorbanan yang sangat besar. Dan Xue Jian yang melakukan itu tampak tegas serta sukarela.

Dia mungkin hanyalah jiwa dari sebuah pedang spiritual, akan tetapi dia sangat pandai menilai kepribadian seseorang. Sikap Wang Fei jauh melebihi ekspektasinya. Bahkan tuannya yang terdahulu saat seusia Wang Fei tidak setegas dan setulus dirinya ketika bertindak.

Inilah alasan dia bersedia mengikuti Wang Fei dengan sepenuh hati.

"Aku yakin suatu hari nanti Kakak pasti akan bangkit. Dan dengan bakatnya, dia pasti bisa menjadi yang terkuat serta berdiri di puncak dunia seni bela diri."

Tidak lama setelah Xue Jian masuk ke dalam tubuhnya, tiba-tiba tubuh Wang Fei bergetar pelan. Saat ini dia sangat kelelahan sehingga kesadarannya benar-benar tenggelam dan terlelap.

Dalam kondisi itu, Xue Jian yang berada dalam bentuk pedang segera berubah menjadi asap hitam pekat yang merupakan manifestasi dari jiwanya.

Kemudian sosoknya segera menyatu dengan jiwa Wang Fei yang sedang terlelap.

Karena sebelumnya keduanya sudah menjalin ikatan, jiwa mereka sudah saling akrab. Alih-alih merasa terancam, jiwa Wang Fei justru seolah menyambut kedatangannya. Setelah menyatu sepenuhnya, terjadilah perubahan yang sangat besar pada tubuh Wang Fei.

Saat ini, di dalam tubuhnya sedang bergolak aura liar yang dipenuhi oleh hawa kematian yang ganas.

Di saat yang sama, sejumlah besar energi Qi yang penuh dengan Niat Pedang Pembantaian mengalir deras ke seluruh tubuhnya.

Tak perlu dipertanyakan lagi, Niat Pedang Pembantaian itu sendiri merupakan perwujudan dari seluruh aura yang terakumulasi dari dendam yang terus menumpuk di dalam tubuh Xue Jian. Ketika kekuatan itu meledak sepenuhnya, niat membunuh, aura haus darah, serta hawa kematian yang mengerikan menyatu dan membanjiri tubuh Wang Fei layaknya ombak raksasa yang menghantam karang.

Akibatnya, terjadi perubahan besar dalam tubuh Wang Fei.

Yang pertama adalah tubuhnya mengalami transformasi menjadi jauh lebih kuat.

Jika sebelumnya dia melatih kultivasi tubuh yang bernama Tubuh Iblis Hegemon Penelan Langit, sekarang teknik itu telah berubah menjadi versi baru yang lebih ganas dan lebih mengerikan.

Itu adalah Tubuh Pedang Iblis Penelan Langit.

Dalam sekejap, auranya kembali melonjak dengan dahsyat.

"BOOM!"

Seperti bendungan yang jebol, kekuatan yang begitu ganas, liar, dan tirani terpancar sepenuhnya. Dantiannya yang telah terisi penuh diselimuti oleh retakan halus yang tak terhitung jumlahnya.

Detik berikutnya, ledakan teredam terus menggema tanpa henti.

"BOOM! BOOM! BOOM!"

Seketika arus energi yang begitu besar mengalir masuk dan menyebar ke seluruh tubuhnya. Merasakan hal itu, kekuatan penelan langsung bertindak sigap dengan menyerap dan menstabilkan kondisinya.

Hasilnya sungguh luar biasa.

Dalam waktu singkat, kekuatannya meningkat dengan sangat drastis.

Tubuh Pedang Iblis Penelan Langit kini berhasil menembus tahap menengah. Artinya, sekarang kekuatan fisik Wang Fei dapat digandakan hingga enam kali lipat.

Tidak hanya itu, ranah kultivasinya yang sebelumnya hanya berada di Pengumpulan Qi Level 2 tahap puncak kini secara mengejutkan langsung menembus Pengumpulan Qi Level 7 tahap menengah.

Naik lima level besar berturut-turut.

Yang lebih mengejutkan lagi adalah jiwanya.

Jiwa yang sebelumnya setara dengan Ranah Gerbang Bumi Level 1 tahap awal kini tanpa hambatan langsung menembus ke Level 2 tahap menengah.

Terlepas dari semua itu, hal yang paling mengejutkan adalah perubahan yang terjadi pada Jiwa Perang Shio Kerbau miliknya.

Itu tidak lagi menyala dengan tiga bintang seperti sebelumnya, melainkan enam bintang yang sangat terang.

Bahkan bayangan kerbau itu kini menjadi semakin nyata, kokoh, dan terlihat sangat perkasa.

Saat terbangun nanti, jika Wang Fei mengetahuinya, bisa dipastikan dia akan sangat terkejut.

Dan lagi, Qi yang ada di dalam tubuhnya bukanlah Qi biasa, melainkan Qi Pedang Pembantaian.

Dengan perubahan drastis yang begitu kentara ini, dia yakin saat menghadapi lawan yang sama atau bahkan lebih tinggi darinya, dia akan memiliki kepercayaan diri mutlak untuk menaklukkan mereka.

Waktu terus berjalan.

Sementara Wang Fei masih tertidur pulas di atas ranjangnya, atau lebih tepatnya sedang memulihkan kondisi setelah mengalami kelelahan ekstrem akibat memaksakan diri membentuk wujud Xue Jian.

Tepat ketika tengah malam tiba, matanya sedikit berkedut dan bergetar.

Saat mata itu perlahan-lahan terbuka, semuanya tampak sangat berbeda.

Baik penglihatan, pendengaran, penciuman, maupun indra lainnya, semuanya meningkat dengan tajam.

Bahkan yang paling mengejutkannya adalah ketika kesadarannya meluas, jangkauannya mencapai tingkat yang sangat tinggi.

Saat ini persepsi jiwanya mampu menjangkau hingga sepuluh kilometer.

"Hah? Apa yang sebenarnya terjadi padaku?" serunya tak percaya.

Dan ketika dia memeriksa kekuatannya, matanya langsung melebar karena keterkejutan.

"Hah... kultivasiku telah menembus Level 7 tahap menengah? Dan juga... apa-apaan ini? Jiwa Perang Shio Kerbauku? Apakah itu telah berubah menjadi bintang enam? Serius? Apa yang sebenarnya terjadi?"

serunya dengan penuh keterkejutan.

1
Dewa Malaikat
Lanjuut ya thor
Ilham Akbar
Bahasanya mudah dimengerti & semoga ceritanya bagus
utk itu saya uplaus satu vote
Dewa Malaikat
lanjut ya thor. jangan mandek tengah jalan
Dewa Malaikat
mantul thor ceritanya.
Jojo Shua
😍🔥
Jojo Shua
😍
Aman Wijaya
gaaas njeduk Thor lanjut terus
Aman Wijaya
jooooz pooolll lanjut terus Thor
Aman Wijaya
semangat semangat semangat Thor lanjut
Aman Wijaya
lanjut
Aman Wijaya
gaaas pooolll terus
Aman Wijaya
lanjut terus Thor
Jerry K-el
nunggu banyak dulu, minimal 100 bab br sy coba baca💪💪💪💪thorrrr
Night Guard
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!