NovelToon NovelToon
Legenda Arka Yudistira

Legenda Arka Yudistira

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Fantasi
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: Sastra Aksara

Turnamen Peringkat Langit baru saja dimulai. Di hadapan para penguasa Alam Tiran, Arka Yudhistira melangkah ke arena bukan sebagai pecundang, melainkan sebagai naga yang tengah terjaga.
​Di antara bayang-bayang Ratna, Citra, dan kesetiaan Larasati, Arka siap mengguncang tatanan dunia. Panggung telah siap, pedang telah terhunus, dan sejarah baru akan segera ditulis.
​Inilah awal dari...
​LEGENDA ARKA YUDHISTIRA
​Biarkan dunia bersujud pada sang naga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sastra Aksara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

​Lawan pertama Arka telah berdiri di hadapannya. Tubuhnya sangat kekar, tampak seperti pria berotot baja meski baru berusia dua puluh tahun. Di tangannya tergenggam dua palu gada bundar raksasa.

​Hampir semua orang memiliki pikiran yang sama: Kali ini, Arka pasti kalah.

​Zeno berada di tingkat enam Alam Bumi! Sepasang palunya mampu menghancurkan bongkahan batu besar menjadi serpihan dalam sekejap.

​“Arka… lakukan yang terbaik…” gumam Larasati gugup, jemarinya meremas ujung rok dengan cemas.

​Saat melihat bahwa lawannya adalah Arka, Zeno tampak tertegun sejenak, lalu tertawa terbahak-bahak hingga suaranya mengguncang arena.

​“Aku tak menyangka lawan pertamaku hari ini ternyata adalah kau, bocah. Sepertinya 'kuda hitam' besar ini akan segera berubah menjadi kuda mati di tanganku. Keluarkan senjatamu!”

​“Itu tergantung apakah kau punya kemampuan untuk memaksaku,” jawab Arka datar.

​Andai yang mengatakan itu adalah seseorang dengan tingkat kultivasi di atasnya, Zeno mungkin masih bisa menerima. Namun pemuda di hadapannya hanyalah praktisi di Alam Sejati—dan itu langsung menyulut amarahnya. Tanpa berkata lagi, ia mengayunkan sepasang palu gada raksasanya. Dua gelombang angin dahsyat langsung menghantam ke arah dada Arka.

​Sepasang palu milik Zeno masing-masing berbobot ratusan kilogram. Namun di tangannya, keduanya terasa ringan dan lincah. Deru angin dari setiap ayunan terdengar berat, menggetarkan nyali siapa pun yang mendengar.

​Bang! Bang! Bang!

​Hantaman palu yang amat ganas itu seluruhnya ditangkis oleh punggung tangan Arka. Dentuman yang terdengar sama sekali tidak menyerupai suara senjata menghantam tubuh manusia, melainkan seperti palu raksasa yang menghantam batu karang purba.

​Ekspresi terkejut muncul di wajah Zeno. Kekuatan palunya justru dipatahkan berturut-turut oleh tangan kosong! Bahkan setelah menangkisnya, tak ada luka atau memar sedikit pun di tangan Arka.

​Tubuhnya ini terbuat dari besi?!

​“Aku tidak percaya kau bisa terus menahannya!” Zeno mengaum. Energi di seluruh tubuhnya mengalir liar. Ia menghujani Arka dengan rentetan hantaman yang semakin brutal. Namun tak satu pun menyentuh pakaian Arka; semuanya kembali dipatahkan oleh punggung tangan dan pergelangan tangannya.

​Akhirnya, Zeno meledakkan jurus pamungkasnya. “Petir Menggelegar!!”

​Sepasang palu itu dihantamkan bersamaan, membawa tekanan berkali-kali lipat. Arka tidak menangkis secara langsung, melainkan mundur tiga langkah panjang. Saat kedua palu itu menghantam udara kosong dan saling bertabrakan, kilatan energi pekat melesat lurus ke arah Arka.

​Krakkk!

​Ledakan memekakkan telinga mengguncang arena. Lantai tempat energi menyambar seketika menghitam dan retak. Namun Arka telah melompat jauh ke belakang. Begitu mendarat, ia mengayunkan kedua lengannya—dan menggenggam sebuah pedang raksasa di depannya.

​Untuk pertama kalinya dalam turnamen ini, Arka mengeluarkan senjata beratnya: Pedang Raksasa Penguasa.

​“Apa-apaan itu! Besar sekali! Jadi itu senjatanya?”

“Dia benar-benar memakai pedang berat? Apa dia bisa mengayunkannya?”

​Begitu pedang itu muncul, gelombang kehebohan menyapu seluruh arena. Di tengah gelanggang, wajah Zeno berubah drastis. Detik Arka memegang pedang itu, ia seperti berubah menjadi gunung menjulang tanpa puncak yang terlihat. Sebuah rasa “mustahil untuk menang” diam-diam tumbuh di hati Zeno.

​“Terimalah seranganku!” Arka mengayunkan pedang beratnya mendatar. Dalam sekejap, ia telah melesat menutup jarak.

​Zeno mengerahkan seluruh kekuatan ke kedua lengannya untuk menahan serangan itu. Namun saat palunya berbenturan dengan pedang Arka, ia menyadari betapa konyolnya pikirannya. Gelombang kekuatan agung menerjang lurus. Kedua lengannya mati rasa seketika. Tubuhnya terlempar tinggi ke udara, seolah diterpa badai dahsyat.

​Boom!!!

​Ia menghantam penghalang energi di belakang arena, lalu jatuh terguling. Ketika akhirnya berdiri, palunya telah lama terlepas dari genggamannya.

​“Masih ingin bertarung?” tanya Arka ringan. Ia mengetukkan ujung pedangnya ke lantai, menciptakan retakan panjang yang menjalar di lantai arena yang amat keras.

​Zeno membungkuk pelan, napasnya tersengal. “Aku mengaku kalah… Kau mampu menguasai pedang berat yang bahkan tak sanggup kugunakan. Aku kalah dengan sepenuh hati.”

​“Zeno mengaku kalah! Arka Yudistira dari Kerajaan Surya Kencana menang!!”

​Hasil itu mengejutkan semua orang. Namun Arka tidak berhenti di situ.

​Pertandingan kedua... Arka menang!

Ketiga... menang!

Keempat... Kelima... Kedelapan... hingga kemenangan kesepuluh!

​Semakin banyak kemenangan yang ia kumpulkan, semakin besar perhatian yang tertuju padanya. Keterkejutan berubah menjadi keguncangan, lalu akhirnya menjadi rasa tidak percaya yang mendalam. Arka membalas tawa cemoohan di hari pertama dengan tamparan keras yang tak bersuara.

​Saat kemenangan kesepuluh diraih, Satya Wibowo bahkan berdiri dengan mata berkaca-kaca. Sepuluh kemenangan cukup untuk menempatkan Arka dalam seratus besar peringkat individu! Sejarah tak pernah mencatat perwakilan kerajaan masuk seratus besar. Kini, sejarah itu dihancurkan oleh Arka.

​Larasati menutup bibirnya dengan kedua tangan, air mata bahagia membasahi pipinya. Ayah… apakah Ayah melihatnya? Arka telah membawa kita ke seratus besar… Impianmu akhirnya terwujud.

​Namun di area duduk Perguruan Langit Membara, wajah Juan suram hingga hampir meledak oleh amarah. Ia ingin melihat Arka disiksa, namun yang ia lihat justru Arka yang terus mencuri sorotan.

​“Kakak, tak perlu semurka itu,” ujar Fikri tenang. “Dia menang hanya karena keberuntungan. Jika ia bertemu murid sepuluh perguruan teratas, dia pasti dihancurkan.”

​“Hmph!” Juan mendengus tajam. “Saat kau di tingkat sepuluh Alam Sejati, mampukah kau mengalahkan praktisi tingkat enam Alam Bumi?!”

​Fikri terdiam sesaat, lalu tersenyum licik. “Kalau begitu, dia memang monster. Tapi aku berharap dia terus menang sampai masuk tiga puluh dua besar. Jika dia bertemu denganku di babak gugur… aku punya cara untuk menghancurkannya menjadi sampah. Sensasi menghancurkan seorang jenius… Kakak tentu tahu betapa nikmatnya itu.”

​Angin berembus kencang di malam yang pekat. Cahaya bulan redup, bintang-bintang jarang bertaburan—malam yang sempurna untuk bergerak diam-diam.

​Besok adalah hari terakhir babak kedua penyisihan grup. Dengan sepuluh kemenangan beruntun, Arka telah memastikan satu tempat di jajaran seratus besar pendekar muda terbaik. Baginya, itu bukanlah hal istimewa, namun bagi Satya Wibowo, kebahagiaan itu meluap tanpa kendali; senyumnya tak pernah lepas sejak sore tadi.

​Larasati pun tak kalah gembira. Dan ketika seorang gadis secantik dia sedang berbahagia... segalanya tentu menjadi jauh lebih mudah bagi Arka.

​Mungkin... malam ini dia akan menyerah padaku, pikir Arka dengan seringai nakal di wajahnya. Ia baru saja meloncat turun dari ranjang, bersiap menuju kamar Larasati, ketika pintu kamarnya tiba-tiba diketuk.

​“Kakak Ipar, sudah tidur?” suara Banu terdengar dari luar.

Arka membuka pintu. “Banu, ada apa?”

​“Oh, tadi Kakak datang dan menitipkan ini untukmu.” Banu mengeluarkan sebuah cincin penyimpanan kecil dan menyerahkannya.

1
Jojo Shua
😄🔥✅️
Jojo Shua
👍🥛
Jojo Shua
👍🫰☕️
Jojo Shua
🫰☕️
Jojo Shua
👍👍
Jojo Shua
👍
Jojo Shua
☕️☕️☕️☕️
Jojo Shua
☕️☕️☕️
Jojo Shua
☕️☕️
Jojo Shua
☕️
Uswatun Hasanah
ratna ratna ratna
Uswatun Hasanah
arka arka arka
Jojo Shua
🔥🔥
Jojo Shua
🔥
Jojo Shua
👍✅️🫰
Jojo Shua
👍🔥
Uswatun Hasanah
dua duanya dilahap
Jojo Shua
Gak boleh dibunuh si Yeti, merusak ekosistem
Jojo Shua
Moyangnya Yeti
Jojo Shua
kalau 4 chapter sekaligus biasax pembaca lupa kasi ole" ke author
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!