Jangan lupa follow Ig noer_azzura16 for visualnya ya.
Diandra menjadi sugar baby seorang pria dingin selama tiga tahun lebih ketika dia berada di luar negeri. Selain nama dan nomor ponselnya, Diandra sama sekali tidak tahu apapun tentang pria itu.
Namun, tiba-tiba ayahnya menyuruhnya kembali, setelah mengasingkannya selama 7 tahun, ketika adik tirinya akan bertunangan.
Diandra yang memang punya dendam pada ayahnya dan keluarga baru ayahnya itu. Memutuskan kembali, ada dendam yang harus dia tuntaskan.
Namun, siapa sangka. Jika tunangan sang adik tiri, ternyata adalah seseorang yang mengenal Diandra luar dan dalam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
09- MCI 09
Diandra sungguh terpengaruh oleh ucapan Celine. Apa yang di katakan oleh sahabatnya benar sekali. Kenapa dia harus membiarkan Genelia menikah dengan Raez. Enak sekali dua teh hijau itu. Yang satu mengambil semua harta keluarga Wicaksana yang seharusnya menjadi milik Diandra.
Satu lagi menikah dengan orang yang sangat kaya. Akan menjadi nyonya muda keluarga yang sangat terpandang, hidup nyaman, aman dan berlebihan, bukan berkecukupan lagi, tapi sudah sangat berlebihan.
"Kamu benar! kenapa aku harus membiarkan Genelia mendapatkan keberuntungan itu?" gumam Diandra.
Celine menjentikkan jarinya.
"Nah itu dia, apalagi pria itu kelihatannya perduli padamu. Dia datang padamu dan memberimu kartu ketika melihat pakaianmu kurang bahan..."
"Kamu sedang menyindirku?" sela Diandra.
Celine tersenyum canggung.
"Bukan begitu, Di. Masalahnya kamu kembali ke sini kan memang untuk balas dendam pada keluarga ayahmu itu. Seandainya, teh hijau junior itu menikah dengan Dave Mahendra. Coba pikir! apa kamu masih bisa balas dendam?" tanya Celine.
Diandra berdecak kagum. Celine memang luar biasa. Dia tidak memikirkan sampai kesitu, dia hanya punya rencana menggangu ketentraman hidup keluarga itu dan mengambil alih bisnis perusahaan Kusuma.
"Kamu genius Celine. Benar juga! bukankah merebut calon suami Genelia akan membuat wanita itu frustasi? kamu benar sekali. Begitu juga bisa membuat mereka kesal kan? aku akan lakukan itu! tapi sebelumnya, aku akan pindahkan semua isi kartu ini menjadi barang berharga. Siapa yang akan tahu isi pikiran orang lain kan?" tanya Diandra yang segera di angguki oleh Celine.
"Tapi aku tak bisa menemanimu ya, aku harus mengurus sertifikat Haikal!" kata Celine.
"Oke, aku akan belikan sesuatu untuk mu!"
**
Sementara itu di kantornya, di sebuah perusahaan yang begitu besar. Begitu mewah dan begitu modern.
Suara notifikasi muncul beberapa kali di ponsel Niko, asisten Raez.
"Tuan, kartu yang kemarin..." kata Niko tertahan.
Raez lebih dulu meraih ponsel itu, dan melihat apa yah tertera di layar. Raez di buat geleng-geleng kepala.
"Wanita ini tak perlu diajari bagaimana caranya menghabiskan uang!" gerutu Raez.
Barusan dia melihat notifikasi terpakainya kartu yang dia berikan pada Diandra. 800 juta untuk membeli mobil baru. 200 juta untuk membeli 2 set perhiasan. 1 milyar yang diberikan oleh Raez, malah di habiskan dalam waktu kurang dari 2 jam saja oleh Diandra.
Diandra membawa paper bag berisi kotak perhiasan dari mall ke dalam mobilnya.
"Ya ampun, lelahnya menghabiskan uang orang!" ujarnya yang segera meninggalkan mall itu.
Diandra merasa mobil yang dia kendarai sangat nyaman. Jadi dia menginjak pedal gas agak kencang. Di saat yang sama, ponselnya berdering. Itu panggilan dari Celine, sayangnya saat dia akan menerima panggilan itu, dia kurang fokus, dan....
Brakk
"Hahhh"
Diandra menabrak. Sebuah mobil mewah di lampu merah.
"Aduh, bagaimana ini. Lamborghini lagi, habislah aku!"
Diandra was-was sekali. Masalahnya dia menabrak bagian belakang sebuah Lamborghini. Harganya bahkan 4 kali lipat mobil yang baru dia beli itu.
"Bagaimana ini, pura-pura pingsan saja!" gumamnya yang langsung meletakkan kedua tangannya di atas setir kemudi, lalu meletakkan kepalanya.
'Pahit, pahit, pahit' batinnya dalam hati.
Seorang pria keluar dari mobil Lamborghini itu. Jaket bermerek yang pernah di pakai oleh Kim Mingyu, dari salah satu brand ternama membuat pria itu semakin terlihat tampan.
Pria itu berjalan dengan gaya cool, ke arah mobil Diandra.
Duk Duk Duk
"Hei..."
Diandra yang masih pura-pura pingsan merasa sedikit takut.
"Hei, kamu masih hidup?"
Tapi mata Diandra perlahan terbuka. Kenapa rasanya suara itu tidak asing.
Diandra pun mencoba membuka matanya semakin lebar, dan segera menoleh ke luar jendela mobilnya.
"Max!" pekik Diandra yang segera melepaskan sabuk pengamannya.
Begitu pintu mobil terbuka, dan Max melihat Diandra, Max bahkan langsung meraih Diandra ke pelukannya.
"Di, Diandra!" katanya memeluk erat Diandra.
Diandra lega sekali, setidaknya akan ada ganti rugi dengan diskon persahabatan kan disini!
Diandra menarik tubuhnya, Max tampak senang sekali. Pria itu tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya bertemu dengan Diandra.
"Kamu ternyata kembali ke negara ini juga? kapan kamu datang? tinggal dimana? kamu pulang untuk apa? keluargamu itu..."
"Max, satu-satu! aku harus jawab yang mana dulu?" sela Diandra.
"Iya benar, aku senang sekali bertemu denganmu. Ini mobil siapa? apa lecet?" tanya Max khawatir.
Pria itu bahkan melangkah ke arah depan mobil, untuk melihat apakah bagian depan mobil itu lecet atau tidak.
"Ini mobilnya Celine. Sahabatku yang aku ceritakan padamu waktu itu!"
"Oh, ini agak lecet. Baru ya?" tanya Max lagi.
"Iya, itu mobil kamu rusak tidak?" tanya Diandra gugup.
"Jangan dipikirkan, aku juga sudah bosan. Biarkan saja..." Max menjeda ucapannya sebentar, dia memikirkan sesuatu.
"Tapi, kalau memang kamu mau ganti rugi aku yang terkejut tadi. Kamu bisa traktir aku makan siang. Aku sudah reservasi restoran dekat sini. Tadinya aku mau makan siang dengan pamanku. Tapi, mendadak dia ada meeting. Bagaimana?" tanya Max penuh harap.
"Kalau aku traktir makan siang, masalah mobil itu..."
"Aku anggap selesai! ayo aku mau coba mobil baru teman kamu ini!" kata Max yang bahkan sudah masuk ke kursi penumpang di samping kursi pengemudi.
"Tapi mobil kamu?" tanya Diandra.
"Gampang, aku akan telepon supir. Ayo Diandra, nanti aku berubah pikiran dan meminta ganti rugi lain, kamu kebingungan!" kata Max.
Diandra pikir, Max benar. Sebaiknya jangan mengulur waktu ketika keberuntungan sedang memihakmu. Untung saja itu mobil Max, kalau orang lain. Habislah Diandra.
Mereka tiba di sebuah restoran yang sangat mahal. Ruangan VIP hanya untuk para member yang bahkan sudah reservasi sebelumnya.
Max menarik kursi untuk Diandra duduk.
"Jadi, kamu sudah mulai bekerja di perusahaan keluarga mu?" tanya Diandra.
Max, duduk disebelah Diandra. Pria itu bahkan menggeser kursinya supaya lebih dekat dengan Diandra.
"Iya benar, sudah dua hari ini. Pamanku cerewet sekali, pusing aku!"
Diandra terkekeh.
"Dia ingin kamu sepertinya, mungkin. Bukannya dia paman favoritmu?" tanya Diandra.
Max mengangguk,
"Iya, setidaknya dia yang paling dekat denganku. Biarpun sibuk, dia selalu menyempatkan diri mengobrol denganku. Bahkan aku lebih suka bercerita apapun padanya di banding pada ayahku" kata Max.
"Sepertinya hubungan kalian sangat baik?" tanya Diandra.
"Tentu saja, usia kami tidak terlalu jauh. Cuma beda 6 tahun..."
Max belum menyelesaikan ucapannya ketika ponselnya berdering.
"Halo paman, oh iya... aku masih di restoran. Baiklah!"
Diandra penasaran dengan percakapan Max.
"Pamanku, dia kebetulan sudah selesai meeting. Ada di luar, aku buka pintu untuknya dulu ya..."
"Max, apa sebaiknya aku pergi saja?" tanya Diandra canggung.
"Tidak apa-apa, dia sudah di depan!" kata Max yang membuka pintu ruangan VIP itu.
Ceklek
"Paman!"
"Kamu bawa teman?"
Mata Diandra melebar, suara itu lagi.
"Iya, dia gadis yang aku ceritakan di Madrid itu. Diandra!"
"Diandra, ini pamanku. Raezwell Dave Mahendra!"
'Oh tidakkkk! kenapa pamannya Max, harus dia sih?' batin Diandra yang sebenarnya tak sanggup menerima kenyataan di depan matanya.
***
Bersambung...
Ternyata Raez sudah tau jika Diandra berbohong soal hamil palsu.. 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ucapan Diandra bikin ngakak.. Raez lagi esmosi, bisa² nya di ngelece..🤣🤣🤣🤣🤣
Takdir mereka di tangan author, aku mah pasrah aja bacanya 🤣