NovelToon NovelToon
Mengejar Kekasih Masa Lalu

Mengejar Kekasih Masa Lalu

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Supernatural / Cintamanis / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:29.5k
Nilai: 5
Nama Author: Qiyaamah

- Cerita Tidak diselesaikan -

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qiyaamah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Para Hantu

Sesampainya di rumah. Clara langsung merebahkan tubuhnya yang lelah tersebut ke atas kasurnya yang empuk dan besar, di dalam pikirannya ia terus membayangkan wajah laki-laki idamannya bernama Verrel tersebut.

"Clara!" seru Caroline yang tiba-tiba datang menembus tembok.

"Astaga ini hantu! datangnya pasti ngagetin terus," gumam Clara sambil memusut dadanya yang kaget mendengar suara nyaring Caroline.

"Heheh. Habis kamu kebiasaan melamun sih," ucap Caroline sambil menyengirkan giginya yang berjejer rapi.

"Mana si teman hantumu tadi? katanya mau tinggal disini," tanya Clara sambil melihat ke sekeliling ruangan.

"Itu dia!" sahut Caroline sambil menunjuk ke arah lemari baju.

Seketika muncul sesosok perempuan berbaju putih panjang dengan rambut terurai dan wajah yang memucat mendekati mereka berdua.

"Hay Clara..." ucap hantu yang bernama Siti tersebut.

"Ya ampun...kamu ngapain sembunyi di lemari baju?"

"Cuma mau duduk santai aja, bajumu indah indah sekali kulihat," sahut hantu perempuan tersebut dengan suara datar yang kemudian duduk di sebelahnya.

"Haha. Ada-ada saja," lanjut Clara sambil menggelengkan kepalanya.

"Oh ya. Aku belum kenalan lebih jauh sama kamu. Namamu Siti..meninggal karena apa?"

"Karena gantung diri," sahut hantu perempuan tersebut yang kemudian menundukkan kepalannya.

"Maaf ya nanya begitu." Ia merasa tidak enak karena melihat Siti yang tiba-tiba bersedih.

"Nggak papa kok. Aku senang ada manusia yang mendengarkanku."

"Syukurlah. jadi kalo aku boleh tau kamu gantung diri alasannya apa?"

"Ngapain sih Clara nanya-nanya begitu! kamu kan bisa liat masa lalu, tinggal cari tahu sendiri aja ih!" tegur Caroline, yang merasa risih.

"Nggak papa Caroline. Ini bisa menghilangkan beban si hantu yang menumpuk juga lo. Hayoo coba bayangin dulu aku nggak deketin kamu di taman dan nggak ngajak kamu pulang. Pasti kamu terus terusan nangis di sana, sambil terus menyesali nasibmu," sahut Clara yang menguatkan argumennya.

Caroline pun terdiam, ia yang semula berdiri akhirnya terduduk di samping Siti.

"Jadi boleh aku tau kenapa kamu bunuh diri Siti?" lanjut Clara menanyakan pertanyaannya yang sempat terpotong tadi.

Siti mengganguk. Mulutnya lalu membuka, "aku bunuh diri sekitar 15 tahun yang lalu saat itu bertepatan dengan hari ulang tahunku yang ke 20, malam itu aku merencanakan untuk mengungkapkan perasaanku kepada teman kampusku yang sudah lama aku sukai, aku datang ke depan kosan-nya. Mengetuk pintu rumahnya sambil membawa beberapa gorengan yang kubeli di dekat rumahku,"

"Tapi alangkah kagetnya aku.. ternyata... saat ia membuka pintu rumahnya, ia menggendong seorang anak kecil. Aku lalu menanyainya dan ia pun menjawab bahwa itu adalah anaknya, hal yang makin mengagetkan aku adalah seorang perempuan dari arah dalam rumah berteriak memanggilnya dengan sebutan sayang, aku yang terkejut lalu menangis dan berlari meninggalkan tempatnya. Aku terus berlari sampai akhirnya aku berada di sebuah jembatan yang dibawahnya mengalir sungai yang sangat dalam dan deras. Tanpa berpikir panjang aku pun melompatkan diriku," terang Siti sambil menangis.

"Sudah Siti jangan menangis," ucap Caroline yang mencoba menenangkan.

"Clara. Jika sekarang kamu mencintai seseorang, kamu harus mencari tau semua tentang dia. Jangan langsung menyatakan perasaan seperti aku. Itu adalah hal bodoh." Clara pun terdiam ia lalu teringat kembali dengan Verrel.

"Memang aku sekarang sedang menyukai seseorang..tapi desas desusnya dia menjalin hubungan dengan wanita lain, dan aku cukup patah hati mendengarnya," sahut Clara yang suaranya tiba-tiba terdengar lemas.

"Clara. Apa gunanya kemampuanmu itu. Kamu kan bisa liat aura, bisa liat masa lalu, dan bisa liat masa depan meskipun samar, gunakan dong .." celetuk Caroline.

"Iya, tapi ntah kenapa aku merasa nggak yakin dengan kemampuanku sekarang."

"Nggak yakin gimana? jatuh cinta udah benar-benar mengontrol kamu banget kayanya. Kamu kan bisa tau dia jalin hubungan atau nggak lewat hal simple yaitu warna aura, kok kamu malah bingung segala sih?" terang teman hantunya yang mulai cerewet.

"Iya aku tau, aku sudah liat si cewe auranya pink dan Pak Verrel auranya biasa aja."

"Nah itu!! sudah cukup semuanya! dia belum punya pacar!"

"Iya sih.. emang belum tapi..."

"Tapi apa lagi sih?! susah emang kalo orang lagi jatuh cinta. serba ribet," ucap Caroline sambil berdecak.

"Ya udah malam ini kita ke bangunan kosong diujung komplek! nanti aku kenalin kamu sama komunitas kuntilanak yang aku kenal," lanjut Caroline.

"Komunitas kuntilanak?" tanya Clara heran.

"Iya.. Komunitas kuntilak yang semua membernya mati karna patah hati, biar bisa jadi pembelajaran buat kamu lah," sahut Caroline dengan santai.

"Seumur hidup aku berkecimpung dengan bakat supranatural yang kumiliki ini, baru tau ada komunitas kuntilanak spesialis patah hati," ucap Clara diiringi gelak tawanya.

"Aku juga baru tau. Di New York kan emang nggak ada. Cuma di Indonesia aja nih hantunya unik-unik," tambah Caroline yang juga tertawa. Siti pun yang mendengar perbincangan mereka ikut tertawa pula.

****

Malam harinya Clara pun keluar rumah menuju bangunan kosong yang diucapkan oleh Caroline tadi siang. Mereka bertiga pergi beriringan, dengan kaki Caroline dan Siti yang tidak menapak.

beberapa menit kemudian...

"Nah. Ini tempatnya! ayo kita masuk clara!" ucap Caroline yang terlihat bersemangat. Mereka bertiga pun kemudian memasuki bangunan yang nampak sudah rapuh dan tidak terawat tersebut.

"Caroline dimana teman-temanmu?" tanya Siti yang melihat ke sekitarnya.

"Bentar. Kupanggil dulu," sahut hantu eropa tersebut.

"Yuhuuu squadd, where are youuuuu," lanjutnya dengan suara yang nyaring.

Seketika desiran angin terasa begitu kencang melewati tubuh Clara. Tiba-tiba saja di depannya muncul segerombolan hantu-hantu perempuan bergaun putih dan merah berambut panjang dengan berbagai macam bentuk muka.

"Caroline siapa ini?" tanya salah satu hantu perempuan tersebut.

"inilah temanku Clara. Si manusia berkemampuan khusus, sedangkan ini adalah Siti. Aku baru mengenalnya tadi pagi," sahut Caroline.

Hantu perempuan berwajah setengah rusak itu mengangguk dan kemudian tersenyum.

"Clara .. kamu bisa menolong kami?" ucap salah satu hantu perempuan yang lain berbaju merah.

"Maaf nggak bisa. Kalian harus menerima takdir kalian masing-masing, aku nggak bisa mengubah keputusan Tuhan," terang gadis manusia tersebut.

"Tapi Clara..kami menyesali perbuatan yang telah kami lakukan dulu. Kumohon Tolong..." lirih perempuan berbaju merah yang tidak menapak lantai tersebut.

Seketika seluruh hantu-hantu perempuan yang ada di depannya itu mendekati dan menggerumbunginya sambil menangis pilu.

"Stop! sudah ku bilang aku nggak akan mengubah apa yang sudah terjadi. Tapi kalau mengurangi sakit di tubuh kalian aku usahakan bisa," tegas Clara.

Semua hantu perempuan tersebut memundurkan tubuh mereka dan berhenti menangis.

"Semuanya berjejer!" seru Caroline. Seluruh hantu tersebut kemudian membuat antrian panjang kebelakang.

"Ceritakan masa lalu kalian dan bagian mana yang sakit di tubuh kalian, nanti akan Clara kurangi rasa sakitnya," lanjut Caroline layaknya petugas kereta.

"Kenapa harus menceritakan masa lalu kepadanya ? aku nggak bisa, aku nggak sanggup..." lirih hantu perempuan berwajah rusak dengan gaun putih.

"Mau dikurangi sakitnya Nggak Rara?? Clara bakal bantu kamu, tapi dia juga perlu pembelajaran hidup dari kamu," jelas hantu berambut pirang tersebut. Hantu bernama Rara itu pun terdiam, ia lalu maju mendekati Clara yang duduk di bagian tangga bangunan tersebut.

Hantu perempuan itu kemudian duduk di samping Clara.

"Bagian mana yang sakit?" tanya Clara.

"Di leher, rasanya seperti tercekik," jawab Rara.

"Kamu bunuh diri kan?" lanjut gadis berkulit putih tersebut.

"Iya..." ucap Rara yang tertunduk lesu.

"Coba ceritakan dulu kisahmu Rara," sambung Clara.

"Saat aku masih hidup, aku mencintai seseorang. Namun aku dulu sangat tidak pintar. Aku terlambat memperjuangkan seseorang yang kucintai dan lebih memilih untuk menunggu, karena bagiku perempuan itu memang harus menunggu. Namun ternyata tidak selamanya hal itu benar, setelah setahun menunggunya ternyata aku mendengar kabar bahwa dia akan menikah dengan perempuan yang di jodohkan oleh orang tuanya. Hatiku sakit, aku pun kalap mata dan akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidupku," terang Rara. Setelah bercerita hal tersebut hantu perempuan berwajah pucat itu pun menangis menjerit.

Clara pun terdiam, ia lalu teringat dengan Verrel kembali. Laki-laki yang selama ini hanya ia kagumi dalam kediamannya.

"Hey sudah-sudah jangan menangis.." tegur Caroline, "Clara tolong hilangkan rasa sakitnya," tambahnya.

Clara lalu mengangguk dan kemudian memejamkan matanya. Ia pun menghadapkan telapak tangannya ke depan kening Rara. Mulutnya lalu berkomat-kamit dengan panjang.

Beberapa menit kemudian..

"Gimana? udah enakan?" tanya Clara.

"Iya. Nggak sakit lagi, makasih ya Clara.." ucap hantu bernama Rara tersebut sambil memegang-megang lehernya. Clara lalu menjawab dengan sebuah senyuman.

"Nextttt.." seru Caroline. Antrian berikutnya pun berjalan mendekati Clara. Namanya Vira. Ia memiliki permasalahan yang sama pula seperti hantu bernama Rara tadi.

Clara pun dengan sigap membantu mengurangi rasa sakit yang dirasakan oleh hantu perempuan berwajah pucat tersebut

dan hal itu terus berlanjut hingga satu jam lamanya.

******

"Terimakasih ya Clara," ucap Rara, "kami sudah tidak terlalu merasakan kesakitan lagi," lanjutnya.

"Sama-sama, terimakasih banyak untuk pembelajaran hidup yang kalian berikan. Aku berjanji tidak akan pernah menyerah selama aku masih hidup!" ucapnya dengan semangat yang membara.

Clara lalu berpamitan kepada sekumpulan hantu wanita tersebut. Ia lalu berjalan pergi bersama Caroline dan Siti menuju rumah mewahnya yang cukup dekat dari bangunan kosong tersebut.

"Gimana Clara? udah tenang?" tanya Siti.

"Iya sudah. Malam ini aku akan memotong rambut panjangku, sebagai lambang semangat baruku. Aku pasti mendapatkan Pak Verrel!! dia pasti akan menyukaiku!!!" ucapnya dengan nyaring sambil menjulurkan tangannya yang mengepal ke atas.

"Semanggaaaattt !!!" seru Caroline.

1
kim widi
yaahhh gak demen dah lg enak2 baca pindah tempat 🤦🏻🤦🏻
🌹Dina Yomaliana🌹
Hai kakak👋 aku datang di cerita mu ya🥰😉 semangat terus up ceritanya💖💖💖💖

Salam kenal dari cerita ku😊😊😊😊
~ Adikku Sayang Adikku Malang
~ Sungguh Tak Terkira

Semangat berkarya untuk kita semua🤜🤛
Anggita Azwina
5 like.... mampir di karya ku juga ya thor gadis bermata bening itu istriku menunggu
zsarul_
hai thorr aku mampir nihh 🤗
semangatt
yuk baca juga cerita aku yang judulnya CONVERGE!!
dijamin baper deh bacanyaa ❤️
mari saling support 😍
thanks
montir kampung arema ban
ko mlh jd dokter para hantu sih 😁😁😁
Author SUPERSTAR: Hi kak, baca Aku (Bukan) Wanita Murahan yuk💙💙
total 2 replies
Anggita Azwina
7 like n rate 5.mampir di karya ku juga y.... gadis bermata bening itu istriku menunggu
Nureti
hai kak 👋
sukses iya kak untuk karyanya

jangan lupa mampir di karyaku yang yang menceritakan cowok letoy yang selalu di tolak sama cewek dalam judul THE FAILED PLAYBOY.

Terimakasih 🙏
Hasniati Canie
up
ini_aku
Semngat, Next thor
Jgn lupa mampir dikaryaku juga
judulnya " PART OF YOU "
Darah Biru (Bangsawan)
Like + rate bintang ⭐⭐⭐⭐⭐👍🏻 saling mendukung ya Thor 👍🏻
Darah Biru (Bangsawan)
lanjut like 👍🏻
Darah Biru (Bangsawan)
mantap 👍🏻
Darah Biru (Bangsawan)
semangat 👍🏻
Darah Biru (Bangsawan)
like like 👍
Darah Biru (Bangsawan)
Permisi Thor penduduk bunian mampir 😇 fav and like 👍❤️
Zizi Suartini
Go author! go author go! Biar author semangat, aku kasih ini :* saranghae
SizzlingTeapot
Ceritanya menarik, nih! Boleh kali thor dilanjut?
Mata Diam
Kita emang nunggu crazy up, tapi author jangan cape-cape, ya! Jangan lupa makan, thor!
Grace Shower
wahhh..bagus banget ceritanya,q suka banget.....cepat lanjutin ceritanya yha mbm.q tunggu kelanjutan ceritanya,seru banget.....
Rill'ss: iya kpan nih lanjutanx kak...aku masih nunggu..
total 2 replies
Grace Shower
thor, jangan khianati kita ya:( pokoke ditunggu lanjutannya
Qiyaamah: siap ka.. bantu like dan vote juga ya thanks😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!