judul lain : Sìmíng (empat takdir)
Chen Chuchu adalah seorang penulis novel daring yang tidak pernah mempublikasikan wajahnya di depan umum.
Suatu hari dia menulis ulang cerita lama yang tidak pernah ia lirik sebelumnya.
Siapa sangka, sebelum memperbaiki akhir tragis dari cerita itu, dia malah bertransmigrasi ke dalam dunia buku tersebut dan menjadi antagonis kedua yang mati di awal cerita.
Dia bahkan tidak sendirian. Selama perjalanan dia ternyata menarik teman-temannya masuk ke dalam dunia buku itu juga.
Selama prosesnya mengubah alur cerita yang berakhir tragis, Chuchu merasa penyimpangan alurnya semakin tidak masuk akal dan terasa aneh.
Misteri satu-persatu mulai terkuak.
Apakah ini dunia ilusi yang ia buat, ataukah dunia nyata?
Saat ingatan lama bangkit, dia mulai meragukan dirinya. Siapakah dia? seorang dewi dari masa kuno, atau antagonis kedua yang berhati hitam, atau hanyalah manusia biasa di dunia modern yang menginginkan kenyamanan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TAOYUEDAO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8
Sebenarnya Chen Chuchu tidak mengingatnya, tapi dia mengenalnya.
Luo Nv adalah ratu iblis dalam cerita ini. Dia membawa kehancuran dan malapetaka bagi Zhou agung.
Dan Chen Chuchu mengenalnya, karena dia adalah karakter yang hidup oleh tangannya. Dia yang membuatnya hidup.
Sebutannya sebagai 'Xiao Shenjun'* Chuchu pikir karena dia adalah yang menciptakannya. Tapi bagaimana dia bisa tahu itu?
*dewa kecil
Sebuah karakter tidak akan tahu penciptanya, dia bahkan tidak akan tahu bahwa dia adalah makhluk yang hidup dalam sebuah skenario di tangan sang penulis.
Penyimpangan Dunia Ronghai, semakin lama semakin aneh.
Chen Chuchu menjadikan dirinya umpan, mengulik informasi tentang para iblis. Walau itu berbahaya, Chuchu tidak akan tahu jika tidak mencobanya.
"Xiao Shenjun, kau benar-benar tidak berubah sama sekali? Setelah tiga ratus ribu tahun dan berkali-kali reinkarnasi, bagaimana rasanya?" Dia mendekat ke arah telinga Chuchu seolah-olah ingin berbisik, tapi matanya segera melirik ke arah Li Ziyu, "bagaimana rasanya bersama dengan musuhmu?"
Kata-katanya sangat rumit, tapi Chuchu merasa itu penuh dengan makna yang tersembunyi yang begitu misterius.
Chen Chuchu tidak membalasnya dan hanya terdiam dengan wajah serius yang bertanya-tanya.
Itu membuat Luo Nv tertawa.
"Xiao Shenjun, kita bertemu kembali setelah sekian lama. Aku akan memberikan hadiah"
Wajah yang tersenyum itu sangat menyeramkan, semakin lebar dan semakin menakutkan.
Jari-jarinya yang mengeluarkan cakar terulur ke wajahnya dan menggoresnya hingga mengeluarkan darah.
Saat darah itu jatuh ke tangan Luo Nv, dia bercahaya. Begitu Darahnya mencapai tanah, sebuah energi spiritual yang hebat langsung menghantam mundur Luo Nv dari tempatnya berdiri.
Semburan darah segar keluar dari mulutnya, Li Ziyu yang masih memiliki sedikit kesadaran segera menggerakkan pedangnya dengan energi spiritual nya. Pedang putih itu langsung menancap di dada bagian belakang Luo Nv.
Dia sudah di pukul mundur oleh darah spiritual Chuchu dan langsung mendapat tikaman dari belakang. Mereka berdua membuat 'Ratu Qingqiu' itu terluka parah hanya dengan sebuah serangan.
Dengan terpaksa, dia kabur membawa pengikutnya kembali ke tempat persembunyiannya.
Setelah ia menghilang, dia masih meninggalkan gema suaranya untuk Chen Chuchu.
"Xiao Shenjun, kita akan bertemu kembali. Sebelum waktu itu, tetaplah hidup. Kematianmu harus berada di tanganku!"
Setelah mendengar itu, malam kembali tenang dan Chen Chuchu tidak bisa menahan kelelahannya. Tubuhnya ambruk seketika.
***
Ketika dia membuka mata, dia hanya melihat kegelapan.
Kegelapan? Tidak, ini bukan kegelapan, tapi asap yang menghalangi pandangan.
Terlalu tebal hingga membutakan dan menyesakkan.
Chuchu mengibas-ibaskan tangannya menghalau asap hitam itu. Tapi saat ia berjalan ke depan, asap itu tiba-tiba menghilang. Secara samar dia melihat bangunan bercahaya dan awan kristal, dan saat dia melihat ke atas, sesuatu yang besar meliuk turuk ke arahnya.
Naga! Itu adalah naga putih yang sangat besar dan megah.
Dia datang ke arahnya dan sangat dekat. Saat naga itu benar-benar sudah berada di depan wajahnya, naga itu menghembuskan napas panas yang berat.
Dia berkata, "jangan lupakan identitasmu..."
Srak!
Sebelum ia bisa memproses kata-katanya, dia telah terbangun.
"Identitasku? Apa maksudnya... Identitasku sebagai penulis Dunia Ronghai?"
Chen Chuchu melihat ke sekelilingnya, kepalanya jadi berdengung setelah bangun. Dia seolah melupakan sesuatu, tapi begitu susah untuk mengingatnya kembali.
Seperti saat kamu meminum alkohol di malam hari begitu banyak dan telah melakukan tindak kriminal pada rekan kerjamu, tapi begitu bangun kau melupakannya.
Rasanya begitu bersalah.
Dia kembali mengingat. Misinya! Belum ada pemberitahuan misi selesai ataupun gagal.
Saat ini dia tidak begitu peduli, tapi dimana orang-orang? Tidak ada siapapun yang merawatnya saat pingsan? Apa dia masih benar-benar seorang nyonya kecil di kediaman ini?
Bahkan orang yang ia harapkan ada di sisinya saja tidak terlihat batang hidungnya.
"Dimana Li Ziyu?"
***
Selama dua hari, Li Ziyu mengurung dirinya di ruang kerjanya. Misinya yang gagal lebih dulu diumumkan.
Untuk menjaga ketenangan, dia mengunci diri di ruang pribadi tanpa sepengetahuan siapapun.
Segera setelah alarm berbunyi di kepalanya, dia memasuki ruang dimensi dan bertemu dengan wajah cemberut A'Qi.
Tapi kali ini Ruang Dimensi berubah drastis, dia seolah berada di atas langit. Di aula besar dan megah namun di kelilingi awan hitam yang pekat.
"Dimana kita?"
[Aula penghakiman]
"Wow cukup keren"
A'Qi memutar matanya, dia sangat marah karena Li Ziyu dengan bodohnya, demi menolong Chen Chuchu rela mengorbankan dirinya. Padahal A'Qi sudah sangat senang jika Dia mendapatkan hadiah kali ini, hadiah yang sangat luar biasa. Tapi, dia malah membuang kesempatan itu.
[20% misi telah dilaksanakan, itu tidak sepenuhnya gagal. Jadi hukuman akan dikurangi sebanyak tugas yang diselesaikan]
[Lima dari sepuluh cambukan 'Tian Lei'*]
*Petir langit
Li Ziyu menghela napas pasrah. Dia pernah mendengar cerita tentang Tian Lei, tapi dia tidak pernah tahu seberapa dahsyat sambarannya?
Sekarang, dia bisa merasakannya sendiri.
Ziyu menepuk kepala A'Qi, "tenang saja, ini hanya lima Sambaran, aku tidak akan mati"
[Ya, kau tidak akan mati. Tapi jika kau tidak memiliki Yuan dan, maka hidup mu akan langsung tamat]
"Iya, iya. Terima kasih pada sistem yang selalu membantuku"
[Sudah. Cepatlah dan segera masuk ke sana, aku mau istirahat]
Li Ziyu tersenyum kecil dan melangkah masuk ke dalam aula besar.
Saat genderang dibunyikan, petir-petir mulai menyambar dimana-mana. Kilatnya menyambar dalam kegelapan awan hitam di sekitar aula.
Li Ziyu tidak takut sakit, tapi dia lebih takut jika melihat Chen Chuchu yang menderita.
Tangan dan kakinya sudah di rantai, dan kali ini adalah persiapan yang terakhir.
Begitu satu tabuhan genderang di pukul, satu petir menyambar tubuhnya tanpa aba-aba.
Pukulan kedua, petir kembali menyambar tubuhnya.
Baru dua cambukan petir dan dia sudah merasa akan mati seperti ini. Bayangkan saja jika saja tidak mendapatkan Yuan dan? Dengan tubuh manusia biasanya, apa dia bisa bertahan? Mungkin dalam satu Sambaran petir tubuhnya bisa langsung tercerai berai.
Disaat Li Ziyu menerima hukumannya, Chen Chuchu juga masuk ke dalam Ruang dimensinya.
Pemberitahuan misi berhasil telah masuk, dengan kegembiraan dia menemui Lingling dalam ruang dimensi.
"Apa hadiahku? Apa hadiahku?"
Xiao Lingdang menarik sebuah kotak hadiah tanpa menyentuhnya, seperti kekuatan telekinesis. Menyerahkannya ke depan Chen Chuchu.
[Buka dan lihatlah sendiri]
Chen Chuchu dengan semangat membuka kotak hadiah itu, tepat saat ia membuka tutup kotaknya, sesuatu terbang keluar dengan sangat cepat dan tidak terkendali.
Dia bergetar dan melayang, terbang ke kiri dan ke kanan. Baru setelah beberapa Kali terbang dan pusing, dia kembali ke hadapan Chuchu.
Mata Chuchu sudah membulat dan dia menahan napas karena kaget saat pedang itu terbang keluar.
Dia tidak bisa menahan ketakjuban dan ketidak percayaan.
Pedang itu berbentuk sangat elegan, gagangnya terbuat dari permata yang sangat indah, bilah pedangnya menyemburkan aura dingin dan sejuk, ada pola tetesan hujan di atasnya. Warnanya semurni awan kristal dan sehalus giok. Dia adalah pedang dewa.
"Yuguang Jian?*"
*Pedang cahaya hujan.