Cinta pertama, semua orang pasti pernah merasakan, itulah yang di rasakan Briana gadis cantik yang baru saja menginjakkan kakinya di sekolah menengah atas atau SMA.
Briana dia mengagumi kakak kelasnya yang merupakan ketua team basket, hanya saja sampai si pria lulus sekolah Briana tidak pernah mengungkapkan perasannya dia hanya menyimpan rasa suka itu di hatinya.
Hari-hari di sekolah Briana lewati dengan santai walau permasalahan mulai muncul namun dia tidak pernah ambil pusing.
Tiga tahun sudah dia sekolah disana dan saat masuk universitas Briana di pertemukan lagi dengan sang pujaan hati.
Apakah Briana mengambil kesempatan ini untuk mendekati sang pujaan hati?....
Yu baca kisahnya.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astri Reisya Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di panggil sayang sama Rio.
Setelah gosip itu tersebar hidup ku merasa tak nyaman karena setiap gerak-gerik di sekolah selalu saja jadi bahan bahan pembicaraan. Hari ini Zahara tidak masuk dan itu membuat aku harus ke kantin sendiri karena lapar, biasanya selalu Briana yang membelikan aku makanan. Aku berjalan menuju kantin sendirian namun tiba-tiba seseorang menabrak ku dan di terjatuh. Aku pun hendak membantu namun si cewek yang nabrak aku tadi seolah-olah menyalahkan aku.
"Kakak kenapa dorong aku? " tanya si cewek yang jatuh.
"Dorong, maksud Lo apa? " bingung ku.
"Kakak tadi sengaja kan nabrak aku? " tanya cewek itu pada ku.
"Jangan asal nuduh ya!, bukannya lo yang tadi nabrak gue, " ucap ku.
"Briana, lo gak labrak tuh cewek hanya karena dia jadi cewek nya Yudistira, " ucap salah satu murid yang sedang melihat perdebatan ku dengan cewek yang nabrak aku tadi.
"Jadi dia cewek nya Yudistira, " ucapku dalam hati.
"Kalau kakak benci aku hanya gara-gara kak Yudistira putusin kakak karena aku, aku minta maaf dan aku bakal minta kakak Yudistira buat balikan sama kakak, " ucap si cewek dengan wajah merasakan bersalah.
Aku menarik nafas panjang lalu berkata, "Yudistira mau pacaran sama siapa aja itu bukan urusan gue, karena gue sama dia hanya teman itu aja, ".Aku pun langsung pergi setelah mengatakan itu namun aku terkejut saat melihat Yudistira ada di belakang ku.
Yudistira melangkah ke arah ku namun dia hanya melewati aku dan mendekati aku.
" Kamu gak apa-apa? "tanya a Yudistira pada cewek itu.
Aku hanya mengangkat sudut bibirku lalu pergi dari tempat itu kembali ke kelas dan aku urungkan untuk ke kantin karena suasana hati ku menjadi kesal. Aku gak habis pikir ngapain tuh cewek cari masalah sama gue.
Jam pulang pun tiba dan aku pun melangkah menuju gerbang namun saat di lapang basket tiba-tiba Yudistira menghadang jalan ku.
"Ada apa? " tanya ku.
Namun bukannya menjawab dia malah menarik tanganku dan membawa ku ke parkiran.
"Maksud lo apa dengan ngelabrak Tania? " tanya Yudistira.
"Dia ngadu apa sama lo sampai-sampai lo nuduh gue kaya gini? " aku bukannya menjawab melainkan balik bertanya.
"Lo jawab aja, gak usah balik nanya, " bentak Yudistira.
Aku tersenyum miring mendengar ucapan Yudistira yang seolah-olah nuduh aku yang mencari masalah dengan ceweknya. Aku maju lebih dekat dengan Yudistira lalu menatapnya.
"Lo baru kenal tuh cewek dua bulan , dan kita sudah satu tahun. Tapi lo lebih percaya sama tuh cewek hanya karena dia pacar lo, " ucap ku.
Yudistira tidak membalas ucapan ku dan aku berkata lagi.
"Gue senang lo punya pacar tapi seharusnya lo bersihkan dulu gosip tentang kita pacaran agar tidak membuat cewek lo cemburu, " lanjut ku lalu hendak pergi namun Yudistira malah menarik tangan ku.
"Lepasin gak? " pinta ku.
"Gue gak ada perasaan sama tuh cewek, " ucap Yudistira membuat aku mengerutkan kening.
"Gue pacaran sama dia hanya ingin tau reaksi lo, karena gue suka sama lo, tapi selama ini lo seolah-olah gak peka dengan perasaan gue, " ucap Yudistira.
"Gue bukan gak peka tapi gue udah terlanjur anggap lo sahabat gue dan gue gak mau persahabatan kita hancur hanya karena perasaan, " penjelasan ku.
"Gue minta sama lo jangan pernah sakiti cewek itu karena gue lihat dia sangat menyukai lo, " nasehat ku lalu berbalik hendak meninggalkan Yudistira namun aku terkejut melihat pacar Yudistira berdiri di belakang ku.
"Tania, " ucap Yudistira kaget dan melihat ke arah ku.
Tania lari dan Yudistira segera mengejarnya dan aku hanya bisa membuang nafas kasar karena besok aku harus menghadapi masalah besar. Aku berjalan ke luar gerbang dengan lesu, namun tiba-tiba sebuah motor berhenti di hadapan ku membuat aku kaget.
"Rio, " kaget ku.
"Ayo naik, gue antar balik, " ucap Rio dan aku pun naik karena aku gak di jemput hati ini.
Sepanjang jalan aku berpikir apa yang akan terjadi besok.
"Mau langsung pulang atau mau keliling dulu? " tanya Rio ya g sepertinya tau perasaan ku.
"Temani gue makan aja deh, " jawab ku.
"Siap tuan putri, " balasnya dan aku hanya tersenyum.
Rio menghentikan motornya di resto siap saja dan aku pun turun lalu masuk bersama Rio.
"Lo duduk aja biar gue yang pesan, " ucap Rio dan aku pun memilih tempat duduk sementara Rio dia antri buat pesan makanan.
Tak butuh waktu lama Rio sudah datang dengan membawa makanan.
"Makanan udah siap tuan putri, " ucap Rio lalu menyerahkan makananku.
Rio duduk di hadapan ku dan aku langsung memasukan ayam ke mulut ku.
"Lo lagi ada masalah? " tanya Rio yang sepertinya ngerti perasaan gue.
"Di sekolah gue jadi bahan pembicaraan satu sekolah, " jawab ku.
"Yudistira? " tebak Rio.
"Lo tau? " tanya ku.
Rio dia memakan makanannya sebelum menjawab pertanyaan ku.
"Yudistira pernah cerita sama gue kalau dia suka sama lo, namun dia gak berani ungkapin nya karena dia merasa kalau lo sepertinya gak peka jika dia suka sama lo, " jawab Rio.
"Terus lo juga sama punya perasaan sama gue? " tanya ku karena aku gak mau salah lagi.
"Dih percaya diri banget, gue gak suka sama lo tapi gue suka sama Zahara gue dekati lo cuman ingin tau info dia, " jawab Rio.
Aku hanya tersenyum jadi lo dekati gue mau cari info tentang dia?, ya udah lo dekati langsung aja dia lagian setau gue dia juga naksir lo, "beritahu ku membuat Rio tersedak.
" Biasa aja kaki jangan senang gitu, "ucap ku sambil memberinya minum.
" Gue gak ada perasaan apa-apa sama Yudistira, gue cuman anggap dia kaya lo. Gue tau dia suka sama gue tapi gue gak mau persahabatan gue sama dia menjauh hanya karena perasaan suka, "penjelasan ku.
"Gue udah ada cowok yang gue suka, walau gue tau kemungkinan itu kecil buat gue bisa dapetin dia namun untuk saat ini gue belum kepikiran buat pacaran, " lanjut ku.
"Lo masih suka sama Zidan? " tanya Rio.
"Enggak, siapa bilang? " tanya ku balik.
"Ya kan yang gue tau lo dulu pernah naksir dia, " jawab Rio.
"Siapa bilang gue naksir gue cuman bilang gue suka gaya dia itu doang, " balas ku.
"Gue udah kenyang, sekarang anterin gue balik, " ucap ku lalu bangkit namun aku kaget saat melihat Yudistira masuk dengan ceweknya.
Rio pun melihat itu dan entah kenapa tiba-tiba Rio memegang tangan ku.
"Ayo sayang kita balik, " ucap Rio membuat aku kaget dan dia langsung menarik tangan ku.