NovelToon NovelToon
Aku Bukan Wanita Mandul

Aku Bukan Wanita Mandul

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Elvy Anggreny

Kesalahan di masa remajanya membuat Dewi harus menerima konsekuensi dari semua itu. Memiliki dua orang anak tanpa suami membuat Dewi menjadi bahan pembicaraan di kampungnya. Hingga suatu hari dia menerima lamaran dari saudara ayahnya yang memiliki seorang anak laki laki. Bertahun-tahun berumah tangga Dewi dan Randi belum memiliki anak. Segala cara mereka melakukan, pengobatan tradisional sampai ke dokter kandungan yang terbaik di kota mereka tidak menunjukkan tanda-tanda kehamilan.
Dewi mulai lelah menghadapi tuntutan suami dan keluarga suaminya yang menginginkan keturunan. Hingga semua keluarga besarnya berprasangka buruk pada Dewi, mereka mengatakan kalau Dewi itu mandul karena minum obat ketika belum bersuami.

Suami Dewi juga mulai terpengaruh dengan pembicaraan orang orang. Pertengkaran menjadi hal biasa. Setiap kali ada pertemuan keluarga, mereka selalu mengatakan agar Randi menikah lagi. Agar bisa memiliki anak.


Bagaimana kisah selanjut

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elvy Anggreny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Diam diam Dewi keluar dari kamar, Dewi sengaja ke belakang karena Dewi tidak ingin mereka tau kalau Dewi ada dalam kamar dan mendengarkan semua pembicaraan mereka.

"Kak... Malam ini saya mau ke rumah Ayah. Saya nginap di sana aja " Kata Dewi ketika melihat Randi.

"Ini udah malam, kalau mau ke sana saya temani aja ya "

"Nggak usah kak, saya pengen sendiri. Kak Randi di sini saja ". Dewi berlalu masuk mengambil tas dan kunci motornya.

"Ayah sama ibu sepertinya udah tidur. Saya nggak pamit kak" Dewi berlalu melajukan motornya.

Randi menatap motor Dewi, dia menarik nafas panjang.

"Istri mandul kakak kemana ?" Tanya Reni, Kejam sebenarnya kata kata Reni. Dia memang tidak menghargai Dewi sama sekali sebagai istri kakaknya. Randi pun diam jika istri nya di katakan seperti itu.

"Nginap ke rumah Ayahnya "

"Loh kenapa kakak nggak ikut? Kan sekalian ketemu calon istri?" Kata Reni sambil menaik turunkan alisnya, mendengar kata kata Reni tiba tiba di saja Randi ingin ke sana juga.

"Kamu pinter juga ya dek "

"Iya dong kak" Kata Reni bangga, padahal sebentar dia juga akan jadi seorang istri.

Randi segera meraih helem dan jaketnya langsung menyusul Dewi. Randi melaju dengan kecepatan tinggi. Dia hampir memasuki jalan menuju kampung mertuanya namun Randi melihat motor istrinya di pinggir jalan..

"Sepertinya Dewi kehabisan bensin" Batin Randi.

Di depan motor Dewi ada satu mobil warna putih. Randi melihat seorang pria turun dari mobil menghampiri Dewi. Terlihat dia menyapa Dewi. Kening Randi berkerut melihat Dewi yang menghindari pria itu.

Randi menggunakan masker, dia melihat pria itu berusaha berbicara dengan Dewi.

"Wi..

Dewi bergeming di tempat, tubuh Dewi kaku. Dia tidak tau apa yang dia rasakan, dia sangat marah dan benci mendengar suara itu, sampai Dewi sama tidak melihatnya.

Dewi menganggap pria itu sudah lama tiada, Dewi telah membunuh setiap rasa yang pernah bersarang dalam dada untuk lelaki itu

Dewi beranjak pergi tanpa melihat dan mengatakan apapun pada pria itu.

"Dewi Apa kabar, kebetulan sekali kita bertemu di sini?" Pria itu ingin mencegahnya tapi suara Rama menghentikan niatnya.

"Siapa dia? Kenapa Dewi bersikap seperti itu" Batin Randi.

"Sayang, motornya kenapa?" Randi tiba-tiba menghampiri Dewi. Dewi dan pria itu sama sama melihat Randi dan Dewi sangat terkejut Randi yang tiba-tiba muncul.

"Dia..? Wajahnya mirip Yan, Apakah dia Ayahnya Yan dan Arumi ?" Randi membatin lagi.

"Loh kak, kok bisa di sini?"

"Ya nggak mungkin saya biarkan istri saya jalan sendiri, kamu tadi langsung aja jalan" Randi sengaja bicara seperti itu.

"Istri? Dewi.. Kamu udah menikah? " Tanya pria itu tidak percaya.

"Iya bang, Dewi Ini istri saya. Perkenalkan saya Randi suami Dewi" Randi mengulurkan tangannya. Lama pria itu menatap Randi.

"Saya Rama " Jawab Rama.

"Temannya Dewi ya ?"

"Kak...ayo jalan... "

Tanpa menunggu apa kata suaminya dan tanpa pamit pada Rama, Dewi melaju dengan cepat. Randi juga segera mengikuti Dewi. Rama menatap punggung Dewi sampai motor Dewi menghilang.

"Gimana sayang?" Tanya istri Rama ketika Rama masuk dalam mobil

Rama hanya menggeleng dengan helaan nafas panjang. Rama termenung, semua kenangan bersama Dewi berputar kembali di kepalanya. Ada penyesalan yang dia rasakan.

Tujuan mereka ke sini ingin mencari Dewi, selama beberapa hari ini Rama terus berusaha mencari alamat Dewi tapi tak ada.. Karena Dewi memang orang yang tidak memiliki teman selain teman kerjanya dan hanya Amalia satu satunya teman Dewi yang sangat dekat dengan Dewi.

Di media sosial pun Dewi tidak menggunakan fotonya sebagai foto profil. Dewi betul betul menutup semua tentangnya.

Rama hanya ingat nama kampung Dewi dan nama Ayah Dewi. Ketika Rama bertemu Ayah Dewi, Rama hanya bertanya alamat rumah Dewi. Hingga Rama melihat Dewi di pinggir jalan.

"Sayang, Kita coba pelan pelan ngomong sama Dewi. Emang nggak mudah sayang. Dua kali di tinggal dalam keadaan hamil. Kalau saya juga seperti itu, saya yakin nggak bakalan bisa memaafkan kamu" Kata istri Rama.

"Iya sayang, Jujur saja saya nggak berani ngomong sama Dewi atau kita sudahi saja rencana kita ?"

"Tapi gimana sama Ayah ibu dan keinginan mereka?" Tanya istri Rama

"Saya yakin Dewi nggak bakalan mau, apalagi dia juga sudah menikah sayang. Saya nggak jamin dia bakal mau "

Tarikan nafas dari dua orang yang putus asa, Rama dan istrinya mencari Dewi karena kedua orang tua Rama akhirnya tau kalau Rama memiliki dua orang anak dari Dewi. Sejak pertama kali Dewi hamil, Rama tidak pernah mengatakan apapun.

Rama saat itu memiliki kekasih lain yaitu istrinya saat ini. Setelah menikah pun Rama tidak pernah menceritakan tentang Dewi dan anaknya. Rama benar benar melupakan mereka.

Waktu berlalu, Tanpa sengaja Rama bertemu Dewi. Melihat Dewi yang semakin cantik. Rama tertarik, mengajak Dewi kembali bersama. Dan pertama kalinya Rama melihat anaknya, Bagaimana pinang di belah dua,. mereka memiliki wajah yang sama.

Hingga Dewi mengatakan bahwa dia hamil lagi, Rama bingung dan takut istrinya tau. . apalagi saat itu juga istri Rama sedang hamil. Setelah bertahun tahun menikah.

Rama memutuskan meninggalkan Dewi dan anaknya, dia tidak ingin orang tua dan istrinya tau. Rama menghilang tanpa kabar, mengganti nomor ponselnya. Beberapa bulan setelah itu dokter mengatakan kalau istrinya menderita kanker ovarium. Hingga akhirnya di lakukan pengangkatan rahim. Rama tetap menemani istrinya berobat.

Perlahan-lahan Rama mulai menceritakan tentang Dewi pada istrinya, pada awalnya istri Rama tidak terima dengan pengkhianatan suaminya Rama tapi Rama memberikan alasan yang membuat istrinya memaafkan dia.

Dari mana kedua orang tua Rama mengetahui tentang Dewi dan kedua anaknya, Rama sendiri tidak tau.

*

Kembali ke rumah orang tua Dewi..

Dewi masuk ke dalam rumah peninggalan ibunya, Tak lama kemudian disusul suaminya. Dewi merasa lelah langsung naik ke ranjang.

Randi menatap Dewi, perlahan lahan dia pun ikut berbaring di samping Dewi

"Sayang... pria tadi mirip sekali sama Yan dan Arumi. Apakah dia Ayah kandung mereka?"

Dewi berbalik, menatap langit-langit kamar. Dewi mengangguk.

"Kak... Saya nggak tau kalau dia yang berada dalam mobil itu ".

Randi juga bisa melihat Dewi sama sekali tidak bicara pada Rama. Bahkan saat ini Randi bisa melihat Dewi sangat terluka, ada raut sedih.

"Mungkin kebetulan aja sayang,dia melihat kamu "

" Padahal dialah orang yang ingin saya jauhi kak"

"Nggak usah di pikirkan lagi, Sekarang tidur aja" jawab Randi tidak ingin membicarakan tentang pria

Dewi menutup kedua matanya, bayangan Rama yang meninggalkan dia dan kedua anaknya terus berputar di kepala Dewi.

Dewi sangat mencintai Rama. Dua kali di tinggal tak membuat Dewi bisa melupakan Rama. Tak ada yang tau bagaimana Dewi berusaha melupakan Rama, merayu pada Tuhan agar menghapus rasa cintanya.

Di saat Dewi sudah iklas dengan semua yang terjadi pada dirinya, Hari ini dia di pertemukan lagi dengan Rama.

Dewi ingin sekali marah saat melihat Rama, namun Dewi berpikir itu tidak ada gunanya lagi.

Keesokan paginya Dewi dan Randi pergi ke rumah Ibu sambung Dewi yang kedua. ibu Nuri.

Randi dan Dewi duduk bersama Ayah dan ibu tiri Dewi.

"Nak... kemarin seseorang mencari kamu, bertanya alamat kamu" Kata Ayah Dewi

"Dia bermobil juga Ayah ". Sambung ibu Nuri.

Dewi melirik Randi yang sedang menatapnya dan Randi sudah bisa menebak itu pasti pria yang dia temui semalam.

Mariam mengantarkan 4 cangkir teh dan kopi, Dewi melihat Mariam tersenyum pada Randi, tatapan Randi tidak lepas dari Mariam hingga Mariam menghilang di balik pintu.

"Saya nggak kenal mereka Ayah " Jawab Dewi

"Tapi Ayah kasih alamat kamu di kota Nak"

"Iya Ayah.."

Randi sedang membalas pesan dari seseorang "Ayah ibu, saya kebelakang sebentar. perut saya mules" Kata Randi

Randi pun menghilangkan di balik pintu itu, Hampir 30 menit Randi ke toilet. Ayah dan ibu Dewi tau kemana Randi sebenarnya. Mereka terus mengajak Dewi bicara agar Dewi tidak mencari Randi.

Tak lama kemudian Randi sudah kembali

"Kakak tidur ya di toilet, Kok lama sekali"

"Oh nggak sayang, tadi lagi bantuin Maya dan Mariam. Ember yang di pakai angkat air jatuh kedalam sumur "

"Ohh iya kak...."

Mereka di sana sampai makan siang, setelah itu Dewi dan Randi kembali ke rumah orang tua Randi.

Dewi kembali harus berhadapan dengan tante Randi yang selalu ingin tahu tentang Dewi.

"Dewi...kamu yakin udah ke dokter kandungan yang terbaik?" Tanya tante Randi.

"Iya sudah Tante, kak Randi juga ikut kok, di sini maupun di Bali"

"Tapi kok nggak ada perubahan ya? Apa jangan-jangan kamu ini beneran mandul ya Wi?"

Dewi mendengar suara tawa dari belakang nya..

"Tante, saya nggak tau tante sama yang lainnya mengerti nggak kata mandul ? Tante mungkin lupa, saya ini punya dua orang anak. Gimana ceritanya saya di bilang mandul ?"

"Atau kamu minum obat supaya nggak hamil Wi ?"

"Nggak..., hum tante, sebaiknya tante nggak usah memikirkan saya. Apapun yang tante pikirkan tentang saya. Itu semua nggak bener "

"Masa kalau nggak minum obat, kamu nggak hamil Wi " Dewi menarik nafas dalam-dalam.

"Tante... sebaiknya tante urus anak gadis tante saja. Bukankah dia juga tidak baik baik saja di asrama ?"

"Kenapa sama Gisel Tante?" Tanya Rani

Dewi melihat mereka semua..

"Gisel kedapatan berdua sama anak kepala asrama di dalam toilet tanpa busana" Jawab Dewi blak blakan.

"Apa.....?"

.

.

.

.

Bersambung......

Ayo... Jangan lupa tinggalkan jejak ya readers 😘 😘

1
Aliya Awina
pasti Jack yg lewat
Aliya Awina
betul2 keluarga Firaun
Aliya Awina
takut ketahuan konon tpi gak bisa klu gak deket dasar laki laki munafik kau rendi
Aliya Awina
keturunan konon macam saja kau org kaya
sudahlah miskin belagu pulak tuh
Aliya Awina
gimana ceritanya dorang bilang klau si Dewi mandul sudah jelas2 Dewi sudah perna melahirkan 2 kali malah.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!