"Kau tidak punya pilihan lain selain menikah dengan ku Embun."ucap Alfaro.
Sementara gadis yang kini tengah menundukkan kepalanya itu tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Hanya karena satu peristiwa yang terjadi di malam kelahirannya gadis itu harus terjebak bersama seorang pria yang tidak pernah ia kenal sebelumnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erny Su, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
"Sayang apa ini."ucap Alfaro yang melihat makanan yang menurutnya tidak lazim dimakan di malam hari.
"Al aku tidak punya bahan makanan saat ini dan yang ada cuma ini, kamu bisa coba dulu setidaknya telur nya saja agar kamu tidak kelaparan."ujar Embun.
"Aku lapar karena aku ingin makan kamu."ucap Alfaro.
"Tapi Al aku"
"Cukup babe jangan katakan alasan itu lagi, baiklah aku makan."ucap Alfaro yang kini mulai mencicipi nasi goreng yang super biasa yang tidak pernah Alfaro temui karena bumbunya itu hanya bawang putih saja di orak-arik dengan telur dan nasi meskipun tetap ada tambahan dari bumbu racik buatan Embun sendiri tapi tetap saja aneh karena Alfaro tidak melihat adanya toping nasi goreng yang disajikan secara lengkap seperti di rumah nya.
Untuk beberapa saat kemudian Alfaro pun menghentikan kunyahan di mulutnya hingga beberapa detik kemudian ia kembali menyendok lagi dan lagi hingga nasi goreng itu ludes tak bersisa.
"Besok kamu belanja kebutuhan dapur aku transfer uang nya."ucap Alfaro yang kini sudah bersiap untuk pulang.
"Tidak usah Al, uang nya masih ada kok, lagian juga kamu tidak ada disini jadi untuk apa belanja."ucap Embun yang kini berkata apa adanya.
"Kamu ini bicara apa, apa kamu tidak makan saat tidak ada aku?"tanya Alfaro.
"Aku tentu saja makan, dan aku bisa beli makanan dimana saja saat aku lapar."ucap Embun.
"Tidak boleh kecuali saat bersama ku dan restaurant nya jelas, jika kamu malas masak aku akan siapkan koki."ucap Alfaro.
"Al itu terlalu berlebihan aku bisa makan nasi bungkus yang aku beli dengan harga dua puluh ribu saja dan itu sudah cukup untuk ku."ucap Embun.
"Sayang kamu lupa kamu ini istri siapa? Berani sekali kamu merendahkan martabat ku seperti itu!"ujar Alfaro.
"Merendahkan, merendahkan bagaimana aku justru sedang menghemat uang suamiku agar kamu tidak merasa dirugikan setelah kita bercerai nanti."ucap Embun.
"Dua puluh ribu untuk satu kali makan itu adalah sebuah penghinaan bagiku, kau tau betapa penghasilan ku perhari dan berapa banyak uang ku selama ini."ucap Alfaro yang dibalas gelengan kepala oleh Alfaro.
"Al kamu tau seberapa sulitnya hidup ku selama ini, aku tidak akan pernah melakukan pemborosan hanya karena saat ini aku pegang banyak uang. Karena aku tau semua ini tidak selamanya ada, suatu hari nanti kita akan berpisah jadi saat itu terjadi aku tidak akan pernah merasa kehilangan."ucap Embun yang memang ada benarnya.
"Embun sebaiknya kamu baca ulang surat kontrak itu, kau tau aku sudah menyiapkan semuanya untuk mu termasuk untuk anak kita kelak meskipun kita sudah tidak bersama lagi."ucap Alfaro tegas.
"Aku tidak ingin punya anak darimu Al, aku tidak ingin anakku bernasib sama dengan ku."ucap Embun yang kini menjauh dari Alfaro sebelum pria itu kembali menampar wajah nya seperti sebelumnya.
"Babe jangan keterlaluan aku bukan ayah mu yang akan menelantarkan anakku, aku akan membesarkan dia setelah kita tidak bersama lagi nantinya."ucap Alfaro yang kini menghampiri Embun.
"Tidak Al aku tidak mau itu."ucap Embun tegas.
"Babe! Aku mencintaimu tidak seperti ayah dan ibu mu, aku hanya tidak bisa terus bersama mu tapi bukan berarti tidak bisa merawat anak ku."ucap Alfaro yang kini kembali terbawa emosi.
"Terserah saja yang jelas aku tidak akan pernah mau mengandung anak darimu sampai kapanpun itu."ucap Embun yang tetap kekeuh menolak.
"Kamu tidak punya pilihan lain honey aku sudah putuskan bulan ini juga kamu harus segera mengandung anak ku."ucap Alfaro yang akhirnya pergi meninggalkan Embun setelah ia mengecup bibir wanita yang kini tengah menatap kepergian nya.
Alfaro sebenarnya enggan untuk pulang ke rumah orang tuanya tapi dia tidak mungkin terus berada di samping Embun yang membuat dia tidak pernah bisa menahan hasratnya karena kecantikan dan kemolekan tubuh Embun sangat lah sempurna baginya.
Alfaro juga ingin memiliki Embun untuk selamanya tapi dia tidak bisa terus bersama dengan wanita cantik itu karena saat semua itu diketahui oleh kedua orang tuanya semua akan segera berakhir dan Embun bisa dipastikan akan lenyap begitu saja.
Embun yang sudah kembali keatas ranjang setelah memastikan semuanya aman wanita itu pun mencoba untuk memejamkan mata meskipun rasanya sungguh sulit.
Sementara Alfaro kini telah tiba dengan cepat di dalam rumah nya itu, tanpa ada yang tau kecuali satpam penjaga rumah.
Alfaro pun langsung bergegas mencuci tangan dan kaki lalu kemudian kembali kedalam kamar dan terlelap dalam tidurnya.
Dia tidak sadar jika saat ini seseorang telah masuk menyelinap masuk kedalam kamar dan melucuti pakaiannya sendiri lalu berbaring di samping Alfaro yang kini tengah bermimpi bersama Embun.
Wanita cantik itu bahkan selalu hadir dalam mimpi Embun meskipun waktu cantik itu tidak pernah seagresif saat ini.
Waktu percintaan itu telah berlalu, dan betapa terkejutnya Alfaro saat mendapati kenyataan bahwa wanita yang kini tengah bersama dengan dirinya adalah wanita yang tidak lain adalah tunangan nya sendiri.
Alfaro menatap tajam kearah wanita yang kini sudah membuat darahnya mendidih karena tidak bisa menerima kenyataan ini hingga dia mengusir wanita itu dengan kasar keluar dari dalam kamar nya dan kini semua orang menyaksikan tubuh molek wanita cantik itu yang hingga menggunakan pakaian dalam juga.
"Oh tuhan sayang kamu sedang apa dan ini bagaimana ini bisa terjadi."ucap kedua orang tua Alfaro yang kini mengetuk pintu kamar putranya itu.
"Al buka pintunya kamu harus jelaskan ini semua."ucap tuan Arkan Wijaya.
"Dad dia menyelinap masuk kedalam kamar ku dan daddy bisa melihat semua ini."ucap Alfaro yang kini terlihat sangat marah saat melihat wanita yang sudah memperkosa dirinya saat dirinya tengah bermimpi tadi.
"Al kamu."ucap ibunya yang kini melihat adegan yang terjadi antara wanita itu dengan Alfaro.
"Aku tidak tau kenapa wanita itu berani melakukan hal itu sekarang juga aku menolak perjodohan itu."ucap Alfaro tegas.
Sementara gadis itu langsung berlutut di hadapan kedua orang tua Alfaro dan memohon agar mereka tidak mengikuti keinginan Alfaro tapi kali ini kedua orang tua Alfaro benar-benar menolak permohonan calon menantunya itu dan saat itu juga asisten tuan Arkan mengurus semuanya.
Alfaro pun sedikit merasa lega meskipun saat ini dia langsung masuk kedalam kamar nya dan bergegas membersihkan diri bahkan dia mensterilkan adik kecilnya itu dengan sabun khusus.
...🪵🪵🪵...
Alfaro merasa sangat bersalah dengan Embun setelah malam kejadian itu meskipun dia sendiri tidak sengaja melakukan semuanya itu.
Hingga satu bulan lamanya Alfaro memilih untuk tidak menemui Embun karena dia tidak sanggup menatap wajah Embun meskipun hanya lewat panggilan video call yang tidak pernah ia lakukan selama satu bulan penuh tersebut.
Sementara Embun masih mengira bahwa Alfaro masih marah padanya atas penolakan nya hari itu.
Sampai saat Alfaro kembali dari luar negeri bersama seorang wanita cantik yang merupakan model yang akan bekerja sama dengan nya. Saat itu Alfaro berpapasan dengan wanita yang sangat ia rindukan tersebut sedang bersama seorang pria yang selama ini ia tau tinggal di luar negeri.
Pria itu adalah adik paling muda dari ayah Embun yang dulu selalu diam-diam membela Embun dan melaporkan perbuatan mereka pada ibunya yang tidak lain adalah nenek Embun sendiri.
Alfaro tidak bereaksi apapun dia bahkan berjalan berdampingan dengan model papan atas itu yang kini menjadi pusat perhatian semua orang.
"Ayo uncle sudah siap."ucap pria bernama Ciko tersebut.
"Ah iya uncle."ucap Embun yang kini berjalan di belakang rombongan Alfaro dengan rangkulan di bahu paman kecilnya yang hampir seumuran dengan nya hanya beda beberapa tahun saja.
"Apa mengingatnya?"tanya Ciko.
"Siapa yang paman maksud?"balas Embun yang justru malah menjawab pertanyaan dengan pertanyaan.
"Pria yang tadi bersama model papan atas itu."kata Ciko.
"Oh dia, dia adalah pemilik perusahan fashion terbesar dengan ratusan cabang boutique itu kan."ujar Embun berpura-pura tidak mengenal nya.
"Dia pemuda yang dulu selalu bersama saudara tiri mu yang selalu membuat mu dalam masalah."ucap Ciko.
"Alfaro?"ucap Embun yang masih pura-pura baru mengingat pria itu.
"Sekarang sudah ada uncle yang akan terus ada untuk mu kau bisa balas dendam pada nya."ujar Ciko.
"Hmm... mungkin lain waktu uncle."ucap Embun yang kini ditatap oleh seseorang dengan tatapan mata penuh kemarahan dan Embun tidak tau itu.
Embun pun berlalu menuju kediaman sang nenek yang dikabarkan telah meninggal dunia beberapa bulan yang lalu, Embun merasa sedih mendengar hal itu karena wanita sepuh itu adalah wanita yang selalu menjadi pahlawan baginya meskipun wanita itu juga terkadang tidak bersikap selayaknya seorang nenek padanya.
Sementara pria yang sedari tadi terbakar api cemburu hingga ia memutuskan untuk pergi belakangan setelah Embun berlalu pergi dengan Ciko yang merupakan teman kuliah nya di luar negeri beberapa tahun lalu.
Dia langsung menghubungi Embun dan mengatakan bahwa ia sudah berada di rumah mereka, tapi Embun bilang saat ini dia minta ijin untuk tidak pulang ke rumah karena memiliki urusan.
Tapi kemudian Alfaro berkata bahwa ia akan melakukan sesuatu yang akan merugikan pria yang kini tengah bersamanya itu. Embun pun sadar bahwa Alfaro melihat kebersamaan mereka dan kini dia harus mencari alasan pada Ciko dengan urusan Boutique nya sedang dalam masalah.
Awalnya Ciko merasa curiga dengan sikap Embun yang tiba-tiba saja meminta ijin dengan alasan bahwa saat ini boutique nya mengalami masalah bukankah tadi pagi dia bilang bahwa boutique nya itu sedang berkembang pesat.
Ciko pun memberikan sebuah kartu debit meskipun tidak seistimewa black card tapi Ciko berharap keponakan nya itu tidak lagi hidup dalam kekurangan seperti selama ini.
Ciko selalu bertekad untuk bekerja keras demi memberikan kehidupan yang lebih baik untuk keponakan nya yang tidak pernah diakui oleh keluarga besarnya sendiri sejak ia lahir hingga kini, uang miliknya mungkin tidak sebanyak yang dimiliki kakak nya dari warisan yang ia dapatkan selama ini tapi dia tetap berharap bisa menghidupi Embun dari hasil kerja kerasnya sendiri.
Embun sudah tiba di depan rumah milik Alfaro yang selama ini ia tempati dengan nyaman tapi sana tidak ada siapapun saat ini hingga akhirnya ia menghela nafas panjang.
Embun langsung bergegas menuju kamar nya dan merapikan penampilan nya karena sedikit berantakan.
Embun pun melihat handphone miliknya yang sedari tadi berada di dalam tas miliknya, tapi tidak ada panggilan masuk sama sekali selama Embun berada di dalam perjalanan.
Embun pun pergi ke dapur untuk memasak makan malam untuk nya dan pria itu jika nanti dia datang.
Embun masih memiliki banyak stok daging, telur dan ayam juga seafood meskipun semua itu sudah hampir dua minggu didalam freezer tersebut.
Dia masak semur daging sapi dengan teknik lima tiga tujuh yang kini terlihat sangat menggoda lidah.
Tidak hanya itu dia juga membuat ayam goreng rempah yang juga terlihat menggoda dengan aroma bumbu nya yang khas ada juga tumis brokoli campur wortel dan telur orak-arik yang kini terhidang di meja makan tepat dengan kedatangan Alfaro bersama model yang ia temui tadi siang di bandara.
"Al."lirih Embun.
"Silahkan masuk Alena, ini rumah ku dan dia asisten pribadi ku di rumah ini."ucap Alfaro yang kini membuat Embun mematung di tempatnya.
"Tolong layani kebutuhan nona ini sampai aku selesai mandi dan ganti baju."ucap Alfaro yang kini bergegas menuju lantai atas.
"Nona silahkan duduk apa anda butuh sesuatu?"ucap Embun yang kini dilirik sinis oleh Alena.
"Cukup menyingkir dari hadapan ku karena aku tidak suka dengan pelayan rumah."ucap wanita cantik yang terlihat sangat sempurna itu.
"Ah baiklah."ucap Embun yang kini pergi menuju lantai dua untuk bicara pada Alfaro.
"Al apa maksudnya dengan ini?"tanya Embun.
"Kenapa kau tanyakan hal itu, bukankah ini rumah ku juga jadi aku berhak untuk membawa siapapun kesini?"ucap Alfaro.
"Ya kau benar ini adalah rumah mu dan aku tidak punya hak apapun disini aku juga hanya asisten."ucap Embun yang kini meraih tas yang tadi ia bawa tapi kemudian Alfaro menarik pergelangan tangan Embun hingga Embun terbentur keras dada bidang Alfaro yang kini mencengkram rahang tirus milik Embun.
"Aku tidak suka dengan sikap mu yang seperti ini, mulai detik ini aku tidak akan pernah mengijinkan mu keluar dari rumah ini apalagi bertemu dengan pria lain di luar sana seperti tadi."ucap Alfaro yang kini mendorong Embun hingga ia terduduk di sofa.
"Al kamu tidak bisa lakukan ini padaku, aku tidak melakukan kesalahan apapun dan aku bukan burung yang harus terus dikurung dalam sangkar."ucap Embun yang membuat Alfaro menatap datar kearahnya.
"Kau fikir kau siapa bisa berbicara sesuka hati mu padaku."ucap Alfaro yang kini kembali mencengkram rahang Embun.
ajaran dari mana itu ????????