NovelToon NovelToon
Mendadak Menikahi Mantan

Mendadak Menikahi Mantan

Status: tamat
Genre:Suami ideal / Dijodohkan Orang Tua / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Tunangan Sejak Bayi / Romansa / Cintapertama / Tamat
Popularitas:418.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rositi

Dijodohkan sejak bayi, kemudian sempat dekat bahkan pacaran, sebelum akhirnya terpaksa memilih berpisah, Calista tidak menyangka jika pada akhirnya, ia akan kembali bahkan menikah dengan Sabiru, pria berusia 33 tahun yang sempat membuatnya sibuk menghindar.

Sebab demi melindungi Calista yang usianya terpaut enam tahun lebih muda darinya, Sabiru yang selalu bertaruh segalanya asal Calista baik-baik saja, berakhir mengalami patah tulang kaki maupun tangan kanan, selain pengusaha muda sangat bertanggung jawab itu yang juga sampai terkena cacar. Keadaan tersebut membuat Calista dan Sabiru harus secepatnya menikah, agar Calista bisa merawat Sabiru dengan leluasa, seperti yang Calista harapkan.

Menjalani pernikahan karena keadaan yang memaksa, dengan sosok yang pernah ada rasa dan selalu menjadikannya sebagai satu-satunya cinta. Ingin menghindar, tapi rasa peduli apalagi rasa sayang makin lama jadi makin besar. Semua itu membuat Calista menjalani setiap detik waktu yang dimiliki dengan dada berdebar-debar. Terlebih, sekadar menatap saja, Sabiru selalu melakukannya penuh cinta.
💗Merupakan bagian novel : Muslimah Tangguh Untuk Sang Mafia & Mempelai Pengganti Ketua Mafia Buta yang Kejam 💗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rositi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9 : Boleh Lagi?

Boleh lagi? Itulah yang Sabiru katakan sekaligus minta ketika Calista keluar dari kamar mandi dan istrinya itu memang baru beres mandi.

Sabiru masih duduk menunggu di kursi rodanya. Ia menatap tak sabar sang istri penuh cinta.

“Boleh lagi gimana, Mas?” balas Calista yang langsung canggung sekaligus berdebar-debar karena untuk kali pertama, dirinya tampil tidak memakai kerudung di hadapan Sabiru.

Kali ini, Calista yang terbiasa tampil tertutup, membungkus kepalanya menggunakan handuk karena ia memang baru saja keramas. Hingga untuk kali pertama juga, ia membiarkan lehernya dilihat Sabiru.

Detik selanjutnya, Calista menyadari, bahwa kini dirinya tak lagi bersin parah jika dekat dengan Sabiru. Yang tersisa hanya ketegangan tak berujung dan selalu membuat dadanya berdebar-debar.

“Asli, ini aku beneran sudah enggak bersin? Ini aku beneran sudah sembuh? Dan penyebabnya beneran ci*uman dari Mas Bi?” pikir Calista yang sudah langsung kaget lantaran tangan kiri Sabiru meraih jemari tangannya.

“Jangan tegang,” pinta Sabiru.

“Tangan Mas seperti mengandung arus listrik!” balas Calista sengaja berkeluh kesah.

Mendengar itu, Sabiru langsung tersipu. Sabiru berangsur merangkul sekaligus mendekap tubuh Calista menggunakan tangan kirinya yang masih bisa melakukan segala sesuatunya dengan leluasa.

“Masya Allah, jantungku enggak aman,” batin Calista kali ini uring-uringan sendiri.

“Bentar, Mas. Aku jadi kebelet pipis,” ucap Calista terpaksa pamit dan buru-buru pergi dari sana. Ia sampai berlari, padahal jarak kamar mandi dengan kebersamaan mereka tak kurang dari dua meter.

“Apa yang bisa bikin kamu nyaman?” tanya Sabiru ketika akhirnya, Calista keluar dari kamar mandi.

Entah kenapa, pertanyaan Sabiru barusan dan terdengar berat khas orang lelah bahkan frustrasi, sangat berbeda dari sebelumnya, langsung membuat jantung Calista berdetak lebih lambat. Rasa takut akan kehilangan cinta Sabiru, seketika menguasai hati wanita itu.

“Mas, kenapa?” lembut Calista sengaja jongkok di hadapan Sabiru, demi menyamakan tinggi wajah mereka.

“Kamu jangan tegang terus. Jangan sampai, bersamaku justru bikin kamu enggak nyaman apalagi tersiksa,” lembut Sabiru sambil mengelus-elus pipi kanan Calista yang sampai ia bingkai menggunakan tangan kiri.

“Setia orang punya titik jenuh bahkan mas Bi. Jangan sampai, Mas Bi lelah menghadapi kegugupanku yang selalu enggak bisa anteng saat bersama Mas Bi. Ditambah lagi, Mas Bi punya semua yang wanita inginkan dari pasangan. Takutnya Mas Bi justru menemukan kebahagiaan yang Mas Bi cari, dari orang lain,” pikir Calista.

“Malah melamun,” lembut Sabiru sampai detik ini masih mengelus-elus pipi kanan Calista.

Meski tidak bisa menyudahi rasa tegangnya, berbekalkan ketakutannya Sabiru akan lelah jika ia terus tidak bisa tenang saat bersama Sabiru, Calista sengaja meraih tangan kiri Sabiru kemudian turut mengelusnya.

“Aku mau belajar,” lirih Calista malu-malu, tapi sang suami justru tertawa geli karenanya.

“M—mas, ih ...,” rengek Calista refleks manja dengan ekspresinya yang sudah langsung membuat seorang Sabiru bam*uk kepayang.

Sabiru menarik tangan kirinya dari pipi kanan Calista. Menggunakan jemari tangan kirinya itu, ia menirukan bentuk hati dan detik itu juga, wajah sang istri yang memang putih bersih tanpa sentuhan rias, menjadi merah merona.

“Boleh lagi?” Itulah yang lagi-lagi Sabiru katakan.

“Mas, dari tadi Mas bilang gitu. Maksudnya, boleh lagi apa, sih?” lirih Calista menyikapi dengan sangat serius.

Selain jadi tersipu, Sabiru juga berakhir tertawa. “Aku mau ci*um lagi!” ucapnya setelah ia agak bisa mengontrol tawanya.

Deg-degan, itulah yang Calista rasakan. Namun sekali lagi, ia berusaha menyeimbangi kemanisan Sabiru. “Memangnya Mas enggak takut, bengekku pindah ke Mas kalau Mas nyi*um aku terus?”

Sabiru yang kembali tersipu, berangsur menggeleng. “Aku rela bengek asal dapat ciu*man dari kamu terus!” yakinnya dan malah membuat Calista menunduk malu, selain istrinya itu yang juga berakhir tertawa.

Sabiru yang terlanjur gemas, sengaja menarik tangan kanan Calista. Ia membuat Calista berakhir di pangkuannya. Awalnya Calista panik dan sangat mengkhawatirkan kaki kanan Sabiru, tapi ci*uman bru*tal yang Sabiru lakukan di wajah hingga leher Calista, sukses membuat Calista kegelian. Calista jadi tidak sempat mengkhawatirkan keadaan kaki kanan Sabiru lagi. Karena ulah Sabiru yang membuat Calista kegelian itu, juga membuat keduanya tertawa lepas satu sama lain.

Terakhir, Sabiru menatap Calista penuh cinta. Tatapan yang berlangsung sangat lama sekaligus malu-malu. Tatapan yang juga baru berakhir ketika bel di rumah bunyi. Karena dengan kata lain, seseorang bahkan lebih datang di luar sana dan menjadi pelaku bel bunyi.

“Mas undang orang apa pesan sesuatu?” tanya Calista berangsur turun dari pangkuan sang suami meski ia duduk persis di paha kiri Sabiru.

“Sepertinya tukang CCTV. Soalnya dari kemarin, alasan Rain di sini juga buat pantau pemasangan CCTV,” jelas Sabiru.

“Tinggal pasang yang di mana saja? Enggak sampai ke kamar-kamar, kan? Aku wajib keringin rambutku dulu, biar enggak masuk angin sebelum kembali pakai kerudung. Nah, masya Allah dada, leher dan dadaku jadi bertabur warna merah,” ucap Calista berakhir kaget. Namun, tersangka dari keadaan dada dan lehernya yang sudah bertabur warna merah, justru tersenyum puas.

“Andai aku bisa menciptakan warna lain, ... nanti coba, rutin-rutin eksperimen!” ucap Sabiru.

Calista yang jadi makin gugup berangsur menggeleng tak habis pikir. Ia sengaja mengeringkan rambutnya. Karena jika bukan dirinya yang memantau jalannya pemasangan CCTV, siapa lagi? Calista tak mungkin membuat sang suami melakukannya, meski Sabiru memang langsung pamit untuk mengurus sendiri.

“Mas beneran bisa?” seru Calista sengaja memastikan. Seperti niatnya, selain belajar bersikap manis, ia juga tengah dalam proses belajar menjadi agresif kepada suaminya.

“Bisa. Daripada orang lain lihat kamu tanpa kerudung,” balas Sabiru dengan santainya.

Calista yang masih menoleh dan sampai bertatapan dengan Sabiru langsung tersipu. “Ya sudah, ... aku cepat kok.”

“Enggak usah buru-buru. Kamu enggak usah sampai keluar juga enggak apa-apa,” balas Sabiru yang memang menyikapi dengan sangat santai.

“Bilang saja kalau Mas enggak mau aku dilihat yang lain,” manja Calista.

“Lah itu kamu tahu!” balas Sabiru dengan entengnya. Ia yang awalnya sudah nyaris pergi dari sana menggunakan kursi roda elektriknya, sengaja menoleh dan bahkan agak balik badan, hanya untuk menatap istrinya dengan leluasa. Seperti biasa, setelah terdiam sejenak, Calista menjadi tersipu.

Di luar, yang datang memang orang dari pihak CCTV. Namun, mereka yang jumlahnya ada empat orang, juga sampai disertai Yasnia.

Yasnia yang penampilannya layaknya wanita karier pada umunya berkata, “Bentar yah, mungkin pak Sabiru masih sibuk.” Ia bertingkah seolah dirinya dan Sabiru sangat dekat. Apalagi ketika akhirnya yang membuka pintu juga Sabiru, ia langsung tersenyum semringah kemudian mengulurkan tangan kanannya dan bersiap menyalami tangan kanan Sabiru.

1
sweetie belle
lah ini br tau hyera demen jg ama biru, baca kisah mrk kebalik2 🤣🤣
Nartadi Yana
Luar biasa
Nartadi Yana
wah bahaya lho menyumbangkan Asip tanpa tau yang meminumnya, soalnya itu akan jadi saudara sepersusuan
Nartadi Yana
udah pecat saja itu yasnia mau jadi pelakor
Nartadi Yana
nah ini masalahnya nggak tau bacanya harus yang mana dulu , bila ada urutan kapan outhornya bikin misalkan novel pertama, kedua dan seterusnya ...... aku suka 💗💗💗💗💗
sweetie belle: iy, harusnya gt jd baca jg berlanjut trus gak biz yg ini tus yg ono.. ini aja jujur aq bc dr anak2 akala dulu malahan br lanjur dr ortu mrk wkwkwk
total 1 replies
Nartadi Yana
wah si yasnia pingin jadi istri bos ini
Nartadi Yana
oh alista menghindar karena hyra suka sama sabiru baru ingat akunya
Nartadi Yana
apa alasan Calista menggindar apa ada ulet bulu dan salah paham
Mama lilik Lilik
Luar biasa
anikbunda lala
tingkahnyavsi Rain kok kaya si Azzam ya
anikbunda lala
hahahaha ... keturuanan si ojan asli ini
anikbunda lala
tak kira aqwa ....... ternyata imut2
Azalea New
ceritanya bagus tentang sabiru ma calista, penuuh perjuangan /Heart/
Nadiyah1511
trnyata banyak bngt novelmu yg belum aku baca ya thor,kayanya semuanya bikin greget deh✌️💜
Maulida Hayati
Luar biasa
Nadiyah1511
jadi kangen hyera+elmer💜
Nadiyah1511
Luar biasa
Nadiyah1511
wah kalau pak holis dh bertindak .... selesai kamu yas
Nadiyah1511
waduh serem juga ya mau nan nya s yasinan nih
Nadiyah1511
s rain klu ngomong ya suka bener🤭💜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!