Penantian selama dua tahun gadis itu akhirnya terwujud. Dia berhasil menikah dengan sang pujaan hati.
Tapi pernikahan mereka harus diuji oleh sesuatu yang sangat krusial. Bukan orang ketiga, bukan juga soal financial.
" Laaah kok nggak bisa berdiri sih kak?" kata si gadis.
" Ya mana ku tahu kalau dia lemes gitu," jawab si pria kebingungan juga.
Malam pertama yang diharapkan terpaksa ditunda atau lebih tepatnya gagal karena sang pria tidak mampu membuat miliknya bertugas sebagaimana mestinya.
" Bagaimana cara membuat itu berdiri," pikir si gadis.
" Apa aku harus melepaskannya karena ketidakmampuanku?" batin si pria.
Bagaimana dua anak manusia ini mengarungi pernikahannya? Akankah mereka berhasil mengatasi ujian berat itu?
Atau menyerah dan memilih saling melepaskan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Suamiku Impoten 09
Airin yang ditinggal Akhza pergi keluar kota seketika lesu. Rencananya membawa sang suami ke Dokter Boy harus gagal. Padahal pagi ini dia sudah iin full seharian untuk tidak berangkat.
Tapi Airin tetap akan mendatangi klinik Dokter Boy. Ia juga sudah membuat janji dengan klinik tersebut, jadi saat ini Airin langsung pergi ke sana.
Ting tong
Airin menekan bel klinik, seseorang keluar dari dalam klinik. Wanita yang Airin duga adalah perawat itu mempersilahkan Airin untuk masuk.
Airin langsung diantar ke ruangan dokter. Ia menunggu dengan perasaan gelisah. Berkali-kali Airin membuang nafasnya kasar.
" Kenapa kok tegang amat?'
Seorang pria tidak tua tapi tidak juga muda muncul dari kamar mandi ruang dokter tersebut. Kalau tidak salah usia pria yang Airin duga adlah dokter Boy itu sekitar 40 tahunan.
" Selamat pagi dokter."
" Pagi nak, Apa yang bisa aku bantu."
Dokter Boy begitu ramah menyambut Airin. Seketika Airin yang dari tadi gelisah langsung merasa nyaman saat panggilan nak disematkan oleh dokter itu.
" Ini soal suami saya dokter. Kami pasangan yang baru menikah. Belum ada seminggu pernikahan kami, tapi suami saya tidak mampu melakukan hubungan."
Dokter Boy mendengarkan cerita Airin dengan seksama. Ia sama sekali tidak memotong apa yang dikatakan Airin hingga gadis itu selesai dengan keluhannya.
" Awalnya semua bagus dok, punya diabbisa menegang tapi tiba-tiba setiap mulai eksekusi langsung loyo. Dan itu terjadi berulang."
" jadi apakah sampai sekarang kalian belum bisa melakukannya?"
Airin mengangguk malu, ia tertunduk. Dokter Boy pun diam sejenak mencoba menganalisa apa yang terjadi.
" Apa suamimu itu perokok atau peminum?"
pertanyaan Dokter Boy di tanggapi dengan gelengn kepala. Dokter Boy lalu kembali bertanya, " Apa suamimu itu vegetarian,maksudku dia tidak mengonsumsi segala macam daging?"
Airin terdiam, ia mencoba mengingat tentang pola makan Akhza. Dan seketika dia ingat bahwa Akhza memang tidak mengonsumsi segala makanan yang mengandung daging.
" Apa ada masalah soal itu dok.Saya baru ingat suami saya tidak makan bahan makanan dari daging."
" Vegan memang bagus tapi, ternyata ada sebuah penelitian mengatakan bahwa pri vegan bisa mengalami peniss loyo atau Disfungsi Ereksi. Dalam Jurnal yang diterbitkan oleh The Journal of Sexual Medicine menjelaskan bahwa mengonsumsi sayur dan buah tanpa mengonsumsi daging dapat membuat seseorang kekurangan vitamin D. Dimana vitamin D sangat penting bagi kesehatan peniss pria*. Jadi mungkin mulai sekarang bisa mengenalkan suami mu untuk mengonsumsi daging."
(* sumberr: suara.com, lebih jelasnya bisa dibaca di sana)
Airin mengangguk paham, mungkin memang itu permasalahan utamanya. Ia pun akan mengajak Akhza mulai makan daging mulai dari sekarang.
" Jadi apakah tidak perlu terapi atau menjalani pengobatan dok?"
" Sementara lakukan itu dulu saja. Sambil lihat perkembangan. Yang sabar ya, jika dilihat dari ceritamu, ini tidaklah permanen. Hanya sementara. Anggap ini ujian pernikahan kalian."
Airin sangat setuju dengan apa yang dikatakan Dokter Boy. Paling tidak saat ini daia sudah punya jalan keluar dari apa yang dihadapinya. ia pun pamit undur diri dari klinik dokter Boy.
Karena Akhza tidak di rumah dan sang papa sedang keluar juga menemui Ayah Juna, Airin pun memutuskan untuk mengunjungi ayah dan ibu mertuanya. Ia menyempatkan diri untuk membeli beberapa bahan makanan. Ia tahu Mommy Sita sangat suka sekali memasak.
Airin memutuskan berhenti di sebuah supermarket yang ia lewati. Saat hendak turun ponselnya berdering. Ia mengerutkan keningnya, pasalnya nomor itu tidak dia kenal.
" Hallo selamat pagi."
" Aaah halo Nona Airin, ini saya Pram CEO Argo Bumi. Bisakah kita bertemu?"
Airin jelas terkejut mengetahui Pramudia menghubunginya secara pribadi. Seingatnya, dia tidak memberikan nomor ponsel pribadinya. Yang ia berikan kepada Crish asisten pribadi pram adalah nomer ponsel yang ia gunakan untuk pekerjaan.
Airin menjadi sedikit gambling antara mau menemui Pram atau tidak. Disatu sisi saat ini dia sedang tidak bekerja karena ia mengambil libur sehari penuh. Tapi di sisi lain Airin takut jika ini penting.
" Hallo nona Airin, bagaimana? Apakah bisa?"
" Sebelumnya maaf Tuan Pram, saat ini saya sedang cuti. Jadi saya tidka standby di kantor. Jika Anda merasa sangat penting, saya akan memberikan nomor ponsel Pak Rey. Jadi Anda bisa membicarakan pekerjaan langsung dengan beliau."
" Aah begitu ya, baiklah jika begitu. Maaf menganggu waktu libur nona."
Airin akhirnya memutuskan untuk tidak mengikuti keinginan Pram. Ia memilih untuk menemui Rama dan sita. Lagi pula dia juga belum berkunjung ke sana setelah resmi menikah dengan Akhza.
Airin mengambil beberapa bahan makanan juga buah-buahan. Setelah dirasa cukup dia pun menuju kasir untuk membayar.
" Aku harap Kak Akhza segera pulang."
Di seberang sana Pramudia sungguh merasa kecewa atas penolakan Airin. Tampaknya ketampanannya kali ini tidak cukup mampu untuk membuat Airin tertarik. Namun, hal itu malah membuat Pram semakin penasaran terhadap Airin. Biasanya para gadis yang biasa ia sapa akan langsung merespons, apalagi jika ia mengajak para gadis itu akan langsung menyetujui.
Tapi sepertinya itu tidak berlaku buat Airin. Dengan tak ada disitu menolak untuk bertemu dengan Pram.
" Ini sungguh sangat menarik, semakin sulit di dekati semakin aku tertantang untuk bisa mendapatkan gadis itu. Bukanlah ini namanya satu dayung dua pulau terlampaui. Niatnya ingin kerjasama tapi siapa sangka bisa mendapatkan gadis cantik."
Sepertinya tekad Pram sangat kuat untuk bisa mendapatkan Airin. Dan tampaknya Pram belum tahu bahwa Airin adalah wanita yang sudah memiliki status menikah. Dnegan kata lain Airin bukan lagi wanita single, dia sudah memiliki suami.
Tapi apakah Pramudia akan mundur jika tahu status Airin. Atau, dia tidka peduli akan hal itu dan tetap pada pendiriannya mengejar wanita yang sudah menjadi targetnya?
Satu hal yang menjadi prisip Pram, ia tidak akan berhenti mengejar sesuatu yang dia inginkan. Apalagi jika itu sudah ditargetkan olehnya.
" Aku akan mendapatkanmu, bagaimanapun caranya."
TBC
terimakasih untuk tulisan indah mu thor