Kebahagiaan Ayu dan Queen terenggut saat nyawa sang mama meregang nyawa di meja operasi karena melahirkan adik mereka.
Derita Ayu dan Queen di mulai saat ayah mereka Aditya menikah dengan Lisa dan tak lama dijebloskan ke penjara karena fitnah yang dilakukan oleh Rudi mantan pacar Lisa Ibu sambung mereka.
Sikap Lisa yang manis sebagai ibu sambung berubah menjadi iblis yang menakutkan buat Ayu dan Queen karena hasutan Rudi hingga membuat nyawa Queen melayang karena kekejamannya.
Kematian Queen dan siksaan yang dilakukan Lisa dan Rudi merubah sifat Ayu 180 derajat menjadi seorang pendendam, dan introver kepercayaannya terhadap orang lain luntur. Tidak ada lagi kasih sayang dalam kamus Ayu. Puncak dari semua ke kebiadaban Lisa dan Rudi adalah saat Ayu hampir di perkosa Rudi dan kepergok Lisa.
Rudi berdalih dia rayu oleh Ayu, seketika hal ini membuat Lisa kalap dan hampir membunuh Ayu.
Ayu berusaha kabur dan bertemu seseorang yang akan merubahnya untuk balas dendam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ayah Di Penjara?
Waktu menunjukkan pukul 11 siang, Lisa terlihat santai tanpa peduli dengan urusan rumah tidak selayaknya seorang ibu rumah tangga yang mulai menyiapkan makan siang untuk kedatangan putra-putrinya dari sekolah. Tapi Lisa malah asik berselancar di dunia maya tanpa jelas tujuan dan gunanya di kursi malas.
Nimbrung ke grup chat satu keluar ke grup chat lain hanya untuk hahaha hihihi dengan dalil untuk menghibur diri atas musibah yang menimpanya. sambil terus menghisap rokok dan menikmati segelas anggur merah dia seperti ini merupakan semua masalah yang sedang mendera keluarga barunya.
Ting tong
Bunyi bel pintu mengalihkan pandangannya dari benda pipih di tangannya, dahinya berkerut terlihat heran dan sedang berpikir siapa pagi-pagi tamu yang bertandang ke rumahnya.
"Apa mungkin orang kepolisian mau menggeledah rumah ini," tebaknya sedikit cemas.
Dengan malas Lisa beranjak dari tempatnya lalu berjalan mendekati pintu, dari balik pintu Lisa mengintip orang yang sedang ada di luar rumah.
"Hhffff! Kirain siapa." gumam Lisa bernapas lega saat tahu orang yang datang adalah Rudi mantan kekasihnya.
Ceklek
Begitu pintu terbuka tampak Rudi tersenyum sambil mengerlingkan sebelah matanya.
"Met siang Sayang." sapa Rudi tanpa canggung.
"Ada berita apa sampai membawamu kesini pagi-pagi?" tanya Lisa dengan sinis.
"Nyonya rumah yang terhormat, ini sudah siang bukan pagi lagi hahaha. Apa kamu tak persilahkan aku masuk dan hanya berdiri di depan pintu?" tanya Rudi menggoda di sela tawa.
"Caramu tertawa seperti sedang menertawakan nasib sial ku." ucap Lisa menohok.
"Jangan berprasangka buruk kepadaku Lis. Kedatanganku ke sini malah ingin menolong mu bukan mentertawakan nasibmu." balas Rudi mengelak.
"Oh ya Lis. Apa kamu sudah menjenguk suaminya? Bagaimana keadaan?" tanya Rudi berbasa-basi.
"iya," jawab Lisa malas.
"Pasti dia menyangkal semua tuduhan terhadapnya," tebak Rudi mencibir.
"Dia bilang dia tidak melakukan korupsi dan menyembunyikan atau menggelapkan uang itu." kata Lisa terlihat ragu.
"Apa kamu percaya?" pertanyaan Rudi membuat Lisa semakin bingung antara mempercayai suaminya atau mulai terpengaruh oleh perkataan Rudi.
"Entahlah, aku juga gak tau. Lagian statusnya masih tersangka belum belum terdakwa." elak Lisa.
"Lisa sayang, mana ada maling ngaku maling sudah pasti penjara penuh. Bukti-bukti akurat sudah menunjukkan kalau dia menggelapkan uang itu. Dan aku yakin dia sengaja tidak memberitahumu di mana uang itu berada karena dia belum percaya sepenuhnya padamu, apakah kamu benar-benar bisa menjadi istri dan ibu buat anak-anaknya yang baik dan mau mengikuti keinginannya." Rudi mulai memprovokasi pikiran Lisa.
Lisa mengernyitkan dahi berpikir keras tentang apa yang dikatakan Rudi.
"Masa sih dia nggak percaya sama aku? Terus buat apa dia menikahi ku?" tanya Lisa pada Rudi sekaligus pada dirinya sendiri makin bingung.
"Lisa, cowok di mana-mana sama saja, antara hati dan ucapannya kadang bertolak belakang. Mungkin dia bilang menyayangimu atau membutuhkan tapi sebetulnya itu adalah cara dia mengetes dirimu, seberapa pantas kamu untuk dia. Dan aku rasa uang itu sengaja dia simpan untuk kedua putrinya atau mungkin seandainya kamu tidak cocok di kemudian hari dia akan mencari emm...kamu tahu lah." hasut Rudi makin menjadi sambil tersenyum licik.
"Kurang ajar! Tega sekali dia melakukan itu kepadaku, berani-beraninya dia bersikap seperti itu padaku, padahal dari awal aku benar-benar suka dan sayang sama dia apalagi sama anak-anaknya. Dasar cowok brengsek!" umpat Lisa mulai terjebak masuk dalam hasutan Rudi.
Melihat sikap Lisa yang mulai terpengaruh oleh hasutannya, Rudi tersenyum sombong penuh kemenangan.
"Oh ya, aku juga datang ke sini sebetulnya untuk menyerahkan surat-surat penyitaan rumah yang akan diajukan oleh perusahaan tapi karena rasa peduli dan sayang kepadamu aku menangguhkan semata-mata karena kamu tinggal di rumah ini. Satu yang perlu kamu tahu aku masih mencintaimu Lisa." ucap Rudi berbisik telinga Lisa ibarat seperti angin segar baginya di tengah gurun gersang.
Lisa memandang Rudi sambil mengulum senyum manis.
"Makasih Rud, kamu masih peduli padaku." ucap Lisa berterima kasih.
"Gimana kalau aku undang beberapa teman kita ke sini, biar kamu nggak gabut lagi." usul Rudi yang langsung di iyakan oleh Lisa dengan angkutan kepala dan tanda oke dengan kedua jarinya melingkar membentuk huruf o.
Rudi lalu mengirim pesan di WA grup gang mereka untuk datang ke rumah Lisa dan ajakan itu mendapat respon balik yang positif dengan adanya 4 sahabat mereka yang siap meluncur ke rumah Lisa.
"Aku pesan makanan via online aja ya, sekalian kita makan siang bersama. Kamu mau pesan apa Sayang? Mie ayam, bakso, nasi padang, ayam bakar atau apa? Sebutkan biar aku yang memesannya." tawar Rudi pada Lisa.
"Pesan seafood aja cumi asam manis kepiting saus saus padang, sama udang goreng mentega. Oh ya satu lagi, aku pesan ayam bakar. Kalau nasinya nggak usah, di rumah banyak nasi dan jangan lupa minumannya." pesan Lisa sebelum pergi beranjak ke dapur menyiapkan segala keperluan untuk teman-temannya.
Setengah jam kemudian ada 4 orang teman Lisa dan Rudi yang datang berkumpul atas undangan Rudi, rumah Lisa seketika berubah rame dengan celotehan, asap rokok dan bau alkohol yang menguar membuat Lisa lupa dengan permasalahan yang dihadapi.
Entah berapa teguk minuman keras yang Lisa minum, hingga membuatnya sempoyongan dan berbicara ngaco di bawah pengaruh alkohol.
"Gue benci hidup gue saat ini, gue pikir setelah nikah sama mas Adit brengsek itu, hidup gue yang kacau amburadul bakal lurus bahagia seperti istri Solehah lainnya. Ehh malah hidup gue tambah ancur hahaha." ucap Lisa terbahak dalam pengaruh alkohol tanpa beban.
"Dah beb, Lo Jan pikirin masalah Lo hari ini, jadi diri sendiri aja Jan pedulikan apapun yang terjadi. Lo tuh Lisa si ratu club, gak usah ngadi-ngadi mo jadi istri solehah cukup Lo jadi istri solehot aja hahaha." saut April sahabat dugem nya.
Tepat pukul 12.00 keempat sahabat Lisa saat melihat Lisa sudah dalam keadaan mabuk berat dan tertidur di atas sofa. sekarang tinggal Rudi dan Lisa di rumah itu. Rudi menggulung senyum nakal duduk di samping Lisa dan mulai tangannya membelai tubuh Lisa dalam balutan gaun yang sangat minim.
"Kamu seksi sekali sayang, sangat menggoda. Sayang kalau kesempatan ini ku lewatkan begitu saja." gumam Rudi yang sudah sangat bernafsu ingin mencumbu Lisa dalam keadaan mabuk.
Rudi mulai mencium Lisa dengan liar hingga dia tidak menyadari saat dua pasang mata milik Queen dan Ayu sudah berdiri di pintu dengan tatapan kaget.
"Om mau ngapain tante?" pertanyaan Queen langsung membuat Rudi menghentikan aktivitasnya dan terhenyak kaget menjauh dari tubuh Lisa.
"Sialan!" umpat Rudi buru-buru merapikan baju dan menyambar map lalu bergegas keluar dari rumah Aditya.
Saat berhadapan di pintu, Ayu diam dengan bibir tertutup rapat tapi sorot matanya penuh kebencian dan jijik ke arah Rudi, hal ini membuat Rudi menjadi emosi.
"APA! TUTUP MULUT KALIAN KALAU INGIN AYAH KALIAN CEPAT PULANG DARI PENJARA!" ancam Rudi pada Ayu dan Queen.
"Ayah di penjara?" seketika Ayu lemas bersandar di tiang pintu tak percaya.
Sementara Queen hanya tertunduk lesu dan mulai meneteskan air mata.
duh ngeriiiii, pembully an, kekerasan, obrolan serampangan
masih ada typo
duhh anak sekarang ngerii pintar tapi gak ada norma dan atittude jadi nya gitu bisanya mbully omongan nya ngabsen Kebon binatang
dan Lisa... tunggu karmanya