NovelToon NovelToon
Cinta Yang Terluka Karena Gangguan Jin Dan Sihir

Cinta Yang Terluka Karena Gangguan Jin Dan Sihir

Status: tamat
Genre:Spiritual / Matabatin / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Dendam Kesumat / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:85.8k
Nilai: 5
Nama Author: Alinatasya21

Alina Cahya Kirani berkali-kali harus gagal menikah, sebab sakit non medis yang dialaminya. Seorang yang pernah menjadi masa lalunya telah tega mengirimkan sihir dan guna-guna padanya. Hingga menyebabkan setiap pemuda yang hendak mendekatinya, dan akan segera melamarnya pun mundur perlahan dan menjauhi Alina bahkan tiba-tiba membenci Alina, sebab gangguan Jin dan Sihir yang kerap kali menghalanginya ketika hendak berdekatan dengan lelaki mana pun, hingga membuat Alina harus terluka dan menelan pil pahit lantaran harus gagal menikah untuk yang kesekian kalinya. Akankah Alina menemukan sosok pemuda yang tulus mencintai dan menerima segala kekurangannya? ataukah ia akan terus menderita dan hidup dalam bayang-bayang masa lalunya? mari simak kisahnya dalam novel CINTA YANG TERLUKA KARENA GANGGUAN JIN DAN SIHIR!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alinatasya21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 . Penuh Dengan Misteri

Langkah kaki misterius tersebut pun semakin mendekat di ambang pintu, Bagaskara berusaha menguasai ritme jantungnya begitu pun Maharani ia merapikan kerudungnya yang terlihat acak-acakan oleh ulah Bagaskara yang mencumbuinya penuh nafsu. Gadis malang itu pun menjaga jarak dengan Bagaskara seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa diantara mereka. Walaupun sebenarnya ia merasa rugi telah memberikan ciuman pertamanya kepada sosok pria dewasa yang statusnya adalah seorang guru untuknya, namun Maharani tidak menyadari kenapa ia tiba-tiba terhipnotis dengan pesona Bagaskara Ardhana Putra sehingga ia menuruti keinginan pemuda tersebut. Semuanya seolah penuh dengan misteri, yang hanya dengan seperkian detik mencabik dan merampas jiwa mudanya.

"Assalamu'alaikum," terdengar suara dari luar.

"Wa'alaikumsalam warrahmatullahi," jawab Bagaskara dan Maharani. Keduanya pun saling melemparkan pandangan.

Bagaskara didera ke khawatiran yang luar biasa ketika melihat siapa yang datang, ia merasa takut jika kedoknya sampai terbongkar di hadapan wanita yang di cintainya.

"Alina Cahya Kirani, kau! kenapa kemari? Mas kan sudah bilang akan datang ke rumah mu ba'da isya nanti." Bagaskara berusaha untuk tenang, sebab hanya ia dan Maharani yang berada dalam ruangan tersebut. Ia khawatir Alina berpikiran yang tidak-tidak padanya dan Maharani.

"Memangnya kenapa jika Alina kemari? kenapa Mas Bagas terlihat gugup? Alina hanya ingin mengantarkan bubur kacang ijo ini untuk Tante Laras. Ibu yang menyuruhnya," ucap Alina santai. Ia pun meletakkan rantang berisi bubur kacang ijo tersebut diatas meja.

"I-iya, terima kasih. Tapi Mama Laras sedang keluar, kumpul arisan dengan teman-temannya. Mas sendirian di rumah habis mengajar anak-anak mengaji," ujar Bagaskara dengan melirik sekilas ke arah Maharani yang sedang tertunduk lesu mengingat kejadian intim yang terjadi di antara mereka barusan.

"Maharani, apa kau sudah selesai mengaji? kenapa masih di sini? tidak baik berduaan dengan yang bukan mahramnya di sini, apalagi status kalian adalah guru dan murid." Alina bicara dengan nada penuh penegasan.

Entah kenapa Alina merasa sangat cemburu dengan Maharani yang masih betah duduk di kursi yang tidak jauh dari Bagaskara Ardhana Putra sepupunya, sekaligus menyandang predikat sebagai kekasihnya, meskipun dengan diam-diam tanpa ada yang mengetahuinya.

"I-iya, Kak Alina ma-af aku memang hendak beranjak pulang." Maharani terlihat gugup. Alina pun bergantian melirik ke arah Bagas dan Maharani yang nampak terlihat mencurigakan. Namun, ia tidak punya bukti harus menuduh yang bukan-bukan pada dua anak manusia yang kini berada di hadapannya.

"Baiklah, kau segera pulanglah!" ucap Alina ketus.

Entah kenapa semenjak Bagaskara menghembuskan buhul-buhul cintanya, lewat mantra-mantra yang di amalkannya membuat Alina mudah marah, murung dan cemburu jika Bagaskara bersama dengan yang lainnya. Sangat sulit bagi Alina mengontrol emosinya. Energi negatif atau aura mistis tersebut semakin merasuk dalam hati dan pikirannya. Padahal sebelumnya, Alina terkenal sangat lembut dan penuh kesantunan. Dan anehnya, jika tidak melihat Bagaskara ia di dera rindu setengah mati yang seolah-olah menyiksa jiwanya.

Maharani segera pulang setelah menyalami Alina dan juga Bagaskara yang ia anggap sebagai gurunya, walaupun ia harus menahan dirinya agar jangan sampai membongkar rahasianya bersama Bagaskara terhadap siapapun.

Setelah Maharani hilang dari pandangan mereka, Alina menginterogasi Bagaskara Ardhana Putra dengan tatapan yang penuh dengan intimidasi.

"Mas Bagas, kenapa kau masih betah berduaan dengan Maharani? apa yang kalian lakukan berdua? para santri yang lainnya sudah pulang, sedangkan Tante Larasati tidak ada di rumah?" ucap Alina dengan tatapan mengintimidasinya terhadap Bagaskara Ardhana Putra.

"Sayang, dengarkan Mas! Mas dan Maharani hanya sebatas guru dan murid, ia mengaji di urutan terakhir sebelum dirimu datang," ucap Bagaskara dengan berlutut di hadapan kekasihnya tersebut. Di genggamnya jemari tangan Alina membuat tubuh Alina terasa melayang ke puncak nirwana yang menenggelamkannya pada cinta terlarang antara keduanya yang kini masih terjalin meski sempat untuk mereka mengakhiri ikatan cinta di antara mereka. Namun, karena hembusan buhul-buhul cinta lewat ajian pengasihan yang dihembuskan oleh Bagaskara terhadap Alina membuat Alina batal memutuskan hubungan dengan Bagaskara Ardhana Putra.

Ketika memandang wajah dan manik mata Bagaskara Ardhana Putra, Alina kembali terlihat lemah. Perasaannya tiba-tiba berubah penuh cinta terhadap Bagaskara.

"Mas, kau terlihat sangat menarik sekali!" ucap Alina tiba-tiba.

Bagaskara duduk di kursi sofa, tempat di mana kekasih hatinya tersebut duduk. Ia pun merapatkan dirinya agar lebih dekat dengan adik sepupu yang sangat digandrunginya itu.

"Alina, tatap mata Mas!" Alina yang sedang terhipnotis oleh pesona Bagaskara pun seketika menuruti keinginan Bagaskara. Hingga manik mata keduanya pun saling bertemu pandang.

Bagaskara mendekatkan wajahnya pada Alina, ia pun perlahan menarik dagu wanita yang sangat dicintainya itu. Selama satu tahun berpacaran baru sekali ini Bagaskara ingin melakukan hal yang nekad terhadap Alina.

Bagaskara ingin memberikan sentuhan hangat di bibir manis milik Alina, namun entah kenapa menatap wajah ayu nan teduh tersebut membuat Bagaskara mengurungkan niatnya. Ia pun mengikis jarak di antara mereka. Bagaskara benar-benar tidak ingin menodai kesucian wanita yang sangat dicintainya itu. "Maafkan Mas, Alina!" ucap Bagaskara sehingga Alina tersadar dari keterpanaannya.

"Maaf untuk apa, Mas?" tanya Alina yang baru tersadar dari pengaruh aura negatif yang di hembuskan oleh Bagaskara padanya diluar kesadarannya.

"Maaf untuk segalanya, maaf jika Mas tanpa sadar telah menyakiti mu! Mas sangat mencintai mu!" ucap Bagaskara dengan mengusap lembut pucuk kepala Alina yang terhalang hijab.

Alina menampakkan senyuman indah yang menghiasi wajahnya, membuat Bagaskara terpukau akan kecantikan alami adik sepupu yang sangat dicintai olehnya itu.

"Kenapa menatap ku seperti itu, Mas? lebih baik makan bubur kacang ijo buatan ibu ku. Rasanya enak dan manis sekali seperti diriku!" ucap Alina menyelipkan sedikit candaan pada Abang sepupunya itu.

"Kau memang manis Alina lebih manis dari gula atau pun bubur itu!" ucap Bagaskara dengan menoel hidung Alina dengan penuh kelembutan.

"Dasar gombal! lebih baik makan bubur ini mumpung masih hangat. Eh, sebentar aku ambilkan dulu mangkok dan sendoknya. Jangan dihabiskan, sisihkan untuk Tante Larasati juga."

Alina pun berjalan menuju dapur untuk mengambilkan mangkok dan sendok makan special untuk Bagaskara kekasihnya.

Tanpa sepengetahuan Alina, Bagaskara pun mengikutinya dari belakang.

"Alina, Mas sangat mencintai mu! jangan pernah tinggalkan Mas, tetaplah menjadi kekasih hati ku dan belahan jiwa ku, walau apapun yang terjadi!" pungkas Bagas dengan merengkuh tubuh mungil Alina dengan penuh rasa cinta.

"Mas, kau! kenapa seperti ini? malu jika dilihat orang, bagaimana jika tiba-tiba Tante Laras pulang dan memergoki kita sedang bermesraan seperti ini?" tanya Alina dengan rasa gugupnya ketika tiba-tiba mendapat perlakuan manis dari Bagaskara Ardhana Putra sepupunya.

"Tidak akan ada yang mengetahuinya sayang, kau tenanglah!" Bagaskara meletakkan dagunya di bahu Alina.

"Ia, tapi lepas dulu! bagaimana Alina mengambil sendok dan mangkoknya, jika direngkuh seperti ini?" ucap Alina dengan menolehkan wajahnya yang hampir bersentuhan dengan Bagaskara.

"Iya, iya gadis ku!" ucap Bagaskara dengan melepaskan rengkuhannya dari pinggang Alina yang begitu sangat menggemaskan dalam pandangannya.

Keduanya pun kembali ke ruang tamu sambil menikmati bubur kacang ijo buatan ibu Chintya, ibunya Alina.

"Aammm ... buka mulutnya!" ucap Bagaskara hendak menyuapi Alina sang pujaan hatinya.

Keduanya tidak menyadari jika kebersamaan diantara mereka di dengar dan dilihat langsung oleh sepasang mata dibalik tembok jendela dengan mengendap-endap dari sejak mula Bagaskara dan Alina saling bercumbu rayu.

"Bukankah kak Alina adik sepupunya kak Bagas? mengapa keduanya bersikap seperti sepasang kekasih? benar-benar ada yang tidak beres di antara mereka dua. Mengapa semuanya seolah penuh dengan misteri?" ucap wanita tersebut dengan air mata yang tiba-tiba telah menganak sungai membanjiri pipi mulusnya. Ia benar-benar merasa sangat kecewa dengan apa yang dilihatnya dengan mata kepalanya. Kedekatan Bagaskara dan Alina seolah-olah menoreh luka di hatinya yang paling dalam. Ia pun pergi dari hadapan kedua anak manusia tersebut membawa rasa perih mengguris jiwanya yang seakan terjebak dalam lingkaran asmara yang menyesatkan yang tak tau kemana arah dirinya menuju.

"Kak Bagas aku benci pada mu! kau telah merusak hati dan jiwa ku, juga masa depan ku!" bathin Maharani dengan isak tangisnya, ketika melihat kemesraan Bagaskara dan Alina Cahya Kirani di balik tembok jendela.

1
falea sezi
meski sepupu kn bisa nikah ibunya aja yg aneh
falea sezi
laki gatel g cinta tp punya anak satu munafii
falea sezi
laki plin plan
falea sezi
cpet mati aja bagas
falea sezi
bner mending dicintai aja
falea sezi
cerita ini mirip kisah ku lo thor q lamaran beberapa kali batal kayak liat calon suami itu jd benci kayak. jijik gt akhirnya ibuku sadar ada yg gk beres di bawa lah q ke orang pinter gt masih kerabat jauh trs ternyata q di pasang susuk di alis susuk emas gt kecil bgt katanya susuk ini bkin cwok suka ngejar tp q jd benciii klo uda di seriusin dan tetangga depan rmh yg uda jahat bgt masang susuk dalam diri ku ini thor pdhl dia masih kerabat masih sepupu ibuku.. karena dia iri anak dia kn seumuran ku tp anak nya jelek sedangkan q cantik cowok cowok banyak yg suka q dia iri anak nya gk ada yg suka
Mommy QieS: Subhanallah, sehat-sehat ya Kak. Nanti diruqyah untuk pengobatannya, Kak. Ruqyah yang syar'i lewat ustadz atau ustadzah, bisa juga dibantu dengan ruqyah mandiri ya, Kak. Jangan ke orang pintar lagi karena itu akan memperparah keadaan jika ilmu hitam bertemu dengan ilmu hitam.🙏🙏
total 1 replies
Nindi
untung aja santi susan ngak masuk daftar mana ya thor😁
Mommy QieS: Hahaha, iya Kak. Ini novel aku awal2 menulis dahulu 🤣🤣
total 1 replies
Nindi
aq mampir thor
Mommy QieS: Terimakasih, Kak.🥰😘
total 1 replies
weni lestari
Haduh ada sj cobaan nya
Mommy QieS: Terima kasih sudah mampir, Kak.
total 1 replies
weni lestari
Knp lm sekali gk rukiyah2 , org tua nya kok gak perhatian kondisi anak ny. Mn Alina gk jujur apa yg terjadi dgn diri nya & oleh siapa pelaku nya gk cerita jujur ke org tua nya 🤦🏼‍♀️
~🌛JimSu🌜~
Alhamdulillah tamat! bagus kisahnya apalagi banyak ayat-ayat suci juga yg aq bisa lihat😆😆
Mommy QieS: sama² Kak.😁😊
total 1 replies
Arin
Alhamdulillah akhirnya selesai. Terima kasih karyanya Thor
Mommy QieS: sama² Kak, aku mau lanjut novel Bu Dosen, terjadi kesalahan teknis bab 20 terhapus aku ulangi bab lagi yang di bab 20. Bab 21 insya Allah besok pagi update.😊
total 1 replies
Mommy QieS
mohon maaf, untuk bab yang ini terlalu banyak typo, semalam author nulis sambil terkantuk-kantuk.😁
~🌛JimSu🌜~
bisa2nya minta tolong sama seton di saat akhir hidupnya, ga sadar2
~🌛JimSu🌜~
seram banget min ternyata bersekutu dengan setan memang ada efeknya ya. bersekutu selain dengan Allah swt, awalnya memang enak dijanjikan banyak hal tapi akhirnya ya Allaaah meski ini hanya sebuah novel tapi cukup spooky
~🌛JimSu🌜~: iya. ngeri banget sih ini akhir hidup bagaskara/Good//Good//Good/top banget
total 2 replies
~🌛JimSu🌜~
akhirnyaaaaa
~🌛JimSu🌜~: betuuulll alhamdulillah ya setelah lama beberapa bab gitu/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
Enok Wahyu.S GM Surabaya
lanjut thor
Enok Wahyu.S GM Surabaya
semua ceritanya bagus SDH sarat Islami, tapi kok sayangnya pas acara pernikahan bukan yg scr Islami ya. kalau secara islami kan wkt ijab qobul pengantin TDK berdampingan..yg wanita di dlm..masuk n duduk berdampingan setelah akad diucapkan..sah... 😁
Mommy QieS: hehe, iya Kak. Ini mereka mengikuti adat setempat, tidak mengikuti pemahaman yang fanatik. Sebab, menghargai penduduk kampung pada umumnya. Namun, tetap menjaga jarak. Alina masih dalam proses hijrah, namun tetap menjaga batasannya, ia menjaga jarak dengan pasangannya 😁😁
total 1 replies
~🌛JimSu🌜~
bagus sekali ceritanya. menarik dan mendebarkan, panjang juga aku menunggu saat-saat mereka akhirnya menjadi suami istri. ayo thooor percepat doong
Mommy QieS: terimakasih Kak, sudah menjadi pembaca setia. Insya Allah happy ending di percepat berapa bab lagi tamat.😂😂
total 1 replies
Arin
segerakan lah halalkan Alina untuk Fajar
Mommy QieS: Aamiin ya Allah, Insya Allah berapa episode lagi novel ini akan tamat, Kak. Sampai happy ending Alina Untuk Fajar.😊😘😘
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!