Seorang gadis nakal atau bisa dibilang bad girl yang selalu membuat masalah di sekolah
dipertemukan dengan ketua osis yang ternyata adalah anak dari sahabat Ayahnya. Hingga kejadian tak terduga menjerumuskan mereka ke dalam sebuah pernikahan. Akankah mereka bisa saling mencintai atau malah saling menyakiti?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Culametan Mate Mate
Dorr dorr dorrr
''Intan, buruan bukain pintunya woee!!'' Dengan bersedekap dada Emely terus memukuli pintu rumah Intan dengan keras.
Dorr--pughh pughhh
''Awsss, sakit KAMBEENGGG!!'' Intan berteriak keras saat jidatnya yang semlehoy digetok ama tangan Emely.
''Ckk!! Lama banget sih,'' tanpa mengindahkan keberadaan Intan, Emely langsung masuk ke dalam rumah Intan dan menuju dapur untuk mencari makanan.
'' CULAMETAANN MATE MATE ... CULAMETAANN MATEE MATEE ....'' Dengan gaya ala tiktokers profesional Intan menggoyangkan kedua tangannya sambil bersenandung, niatnya nyindir si dugong, tapi kayaknya gak mempan. Buktinya Emely udah bawa piring yang isinya udah penuh sama makanan dan yang nggk ketinggalan adalah susu energen yang udah Intan buat kini beralih tangan dengan tangan Emely, friendshit emang.
''Woee kutu kebo, susu gue itu.'' Emely melirik ke arah Intan lalu memperhatikan tubuh sahabatnya,'' susu lo masih ada ditempatnya kok, nggk gue colong.''
''Ngeres otak lo Em, terlalu sering main sama si Ulfa sih, ya gitu jadinya.''
''Bodo. Yang penting gue kenyang,'' dengan rakus Emely memakan semua masakan Intan sampai ludes tak tersisa sedikitpun. Sedangkan Intan melongo cengo melihat tingkah sahabatnya yang kaya orang nggk makan selama seabad lamanya.
''Em, gue belum makan tau nggk. Cacing gue demo ini." Kasihan Intan yang memang belum sempat sarapan karena harus membereskan rumahnya yang berantakan.
Sedikit informasi tentang Intan ya.
Vistia Vintani atau yang sering disapa Intan, ia adalah gadis perantuan yang berasal dari Kota Lampung. Karena kepintarannya ia mendapatkan beasiswa di Jakarta. Selama kurang lebih dua tahun Intan tinggal dirumah kontrakan, ia juga bekerja paruh waktu untuk membiayai kehidupannya disini. Orang tuanya selalu mengirim uang bulanan untuknya, tapi karena merasa kasian pada kedua orangtuanya yang bekerja paruh waktu disana, ia memilih untuk bekerja dan menghidupi dirinya sendiri. Setiap pulang sekolah Intan akan bekerja sebagai pelayan disalah satu Cafe di dekat tempat tinggalnya, lalu pada saat malam ia akan membuat kue kering untuk dititipkan di warung atau kantin sekolah.
''Eh, llo buelhum mhaan? Yodhah enthuar ghue therakthir dhiantin dhueeh.'' Ucap Emely dengan mulut yang penuh dengan makanan.
''Udah nggk usah, gue masih ada stok roti kok.'' Intan berjalan ke arah rak piring lalu mengambil dua bungkus roti yang ada di dalam plastik.
''Btw kok tumben banget sih lo pagi-pagi gini ke tempat gue,'' Intan duduk di samping Emely sembari memakan roti yang baru saja ia ambil.
''Kabur tadi gue.''
''Kabur? Dari siapa?''
''Dari Bunda, soalnya tadi pagi gue masak gitukan nah Ayah gue muntah gara-gara makan masakan gue. Ya, daripada entar diomelin Bunda karena udah buat suaminya sakit, lebih baik gue kabur.''
''Lah lucknat lo, bokap sakit malah ditinggal kabur. Setaann apa yang merasukimuuu hingga kau mau masuk ke dapur dan buat memakan sarapan gue.." Dengan santai Intan menggerakkan kedua tangannya dengan gaya meremas-remas plastik sisa roti seakan itu adalah mantan yang patut dihancurkan.
''Jijik dodol! Udah lah yok berangkat keburu telat entar,'' Emely berdiri siap untuk berangkat sekolah.
''Cuci dulu itu piring lo monyet,'' kesal Intan.
''Lo ajalah, soalnya gue nggk biasa.'' Emely cengengesan.
''Yaudah sono tunggu di depan, gue beresin dulu.''
''Unchh tambah cinta deh!!'' Emely mengecup kilat pipi Intan lalu berlari keluar rumah.
Intan hanya menggelengkan kepalanya, pusing memikirkan dari mana asal tingkah konyol Emely itu diturunkan. Padahal ayahnya sangatlah tegas dan ibunya pun juga anggun ya meskipun kadang pecicilan juga. '
gue rasa waktu buat om Dante sama tante Syela nggk baca doa dulu deh, makanya tingkah Emely kaya tuyul yang baru lepas dari kandangnya.' Pikir Intan.
______________________________________
Sabar Tan sabar,,,ngadepin dedemit macem Emely itu harus sabar😂