NovelToon NovelToon
Nikahi Aku, Kak!

Nikahi Aku, Kak!

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahkontrak / Perjodohan / Cintamanis / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Teen Angst / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.4
Nama Author: Three Ono

FOLLOW IG AUTHOR 👉@author Three ono

Sebuah kecelakaan menewaskan seluruh keluarga Arin. Dia hidup sebatang kara dengan harta berlimpah peninggalan orangtuanya. Tapi meski begitu dia hidup dalam kesepian. Beruntungnya ada keluarga sekretaris ayahnya yang selalu ada untuknya.

"Nikahi Aku, Kak!"

"Ambillah semua milikku, lalu nikahi aku! Aku ingin jadi istrimu bukan adikmu."

Bagaimana cara Arin mendapatkan hati Nathan, laki-laki yang tidak menyukai Arin karena menganggap gadis itu merepotkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Three Ono, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Lia terharu tiap kali melihat Arin yang hampir sama persis seperti sahabatnya semasa kuliah dulu. Teringat bagaimana kebaikan Rara dan kedekatan mereka dulu. Biar bagaimanapun Rara banyak berjasa dalam hidup Lia. Dan hubungannya dengan Sakka sang suami juga membaik berkat nasehat Rara.

"Aunty, kenapa aunty menangis?" Arin mengusap pipi Lia yang basah karena air mata yang keluar tanpa permisi.

"Tidak apa-apa sayang, aunty hanya terlalu rindu padamu." Bohong, Lia hanya tidak mau membuat gadis itu bersedih karena ia membahas orang yang telah tiada.

Mendengar hal itu, Arin langsung memeluk Lia. Sungguh Arin suka sekali merasakan kehangatan pelukan seorang ibu. Dengan Febby juga dia sering minta dipeluk seperti itu jika sedang sedih.

Lia pun tidak bisa membendung air matanya lagi saat memeluk Rara. Rasa rindu dan kasihan bercampur jadi satu. Kasihan sekali Arin harus tumbuh besar tanpa sosok seorang ibu dan ayahnya. Lia paham betul bagaimana rasanya hidup tanpa orang tua meski banyak orang-orang yang sayang disekelilingnya. Tetap tidak ada yang bisa menggantikan sosok orang tua kita.

Tapi untungnya, Arin bisa menjadi gadis yang tumbuh dengan baik meski kurang kasih sayang.

Rezza tidak banyak bicara kalau menyangkut perasaan perempuan. Dia tau bagaimana kedekatan mamahnya dengan mendiang ibunya Arin dari cerita mamahnya dan beberapa foto kenangan. Tampaknya memang mereka sahabat yang sangat dekat, lalu kenapa Arin lebih memilih untuk tinggal di rumah Febby. Hanya Arin yang tau alasannya.

"Kakek Bayu kemana aunty, aku tidak melihatnya sejak tadi?" tanya Arin.

"Ayah mertua sedang pergi berkumpul dengan teman-teman sebayanya. Memang aneh bukan, tapi ya sudah asal punya kegiatan dan banyak gerak biar tubuhnya sehat," ujar Lia.

Arin jadi membayangkan apa yang dilakukan para kakek jika sedang berkumpul. Mungkin mereka ngopi bersama atau bersenang-senang ala para kakek.

"Kamu kenapa sudah jarang sekali main ke rumah aunty. Apa kau sudah tidak menganggap aunty orangtuamu lagi?" tanya Lia yang perasa.

Arin yang sedang melamun membayangkan kakek-kakek berkumpul jadi tersentak. "Tidak aunty, akhir-akhir ini banyak sekali tugas dari kampus. Jadilah aku tidak bisa kemana-mana," ujar Arin tidak berbohong kok, setelah pulang kuliah dia lebih banyak menghabiskan waktu di kamar untuk mengerjakan tugas setelah itu melukis menyalurkan hobinya.

Mereka memang sudah sangat lama tidak bertemu, Lia juga sudah lama tidak bertemu dengan Febby. Usaha toko kuenya sedang sangat tumbuh pesat jadi Lia juga sama sibuknya.

"Ohh ... iya benar, kerjakanlah tugasmu dengan benar jangan seperti Rezza yang sama sekali tidak ada niat untuk kuliah."

"Siapa bilang Mah," protes Rezza yang baru saja turun dan sudah berganti dengan pakaian santai.

"Aku bukannya tidak mau mengerjakan tugas karena malas mah tapi tugas yang mereka kasih itu terlalu mudah untuk ya," imbuhnya.

"Jangan dengarkan, dia memang suka membual seperti papahnya." Lia cuek pada putranya. "Ayo nak, lebih baik kita ke belakang, nanti aunty minta pelayan untuk membawakan kita minum ke belakang." Lia mengajak Arin untuk duduk santai di belakang rumah mewah ayah mertuanya.

Ya lagi-lagi Rezza diabaikan kalau ada Arin. Sepertinya pada ibu-ibu memang menginginkan anak perempuan tapi tidak kesampaian sampai Arin jadi rebutan. Kalau sudah ngobrol berdua sudah pasti tidak bisa diganggu. Rezza lebih memilih pergi ke ruang bermain game online nya sambil live streaming, lumayan dapat uang jajan.

Sementara di sebuah gedung pencakar langit. Perusahaan yang cukup ternama. Nathan sejak tadi pagi tidak bisa fokus pada pekerjaannya. Entah kenapa dia terbayang-bayang ucapan Arin padanya yang mengajaknya menikah. Jujur saja Nathan tidak menolak ataupun menerima kalau ditanya, tapi semalam dia terlampau terkejut sehingga tidak memberikan jawaban yang pasti.

Menurut Nathan, mungkin gadis itu hanya sedang terbawa suasana sesaat atau mungkin Arin memang menyukainya. Lalu perasaan Nathan sendiri? Dia tidak tau apa yang dia rasakan pada Arin, menurut penilaiannya dia hanya merasa simpati dan menganggap Arin sebagai adik dan tidak lebih.

"Kenapa gadis itu harus mengatakan hal itu, membuat ku tidak bisa fokus saja. Tapi kenapa perkataan gadis itu bisa membuatku kepikiran. Bukankah itu hanya ucapan dari seorang anak kecil." Nathan bergumam sendiri, menepis rasa yang lain dan meyakinkan dirinya kalau hanya sayang sebagai adik tidak lebih.

"Tuan, ada nona Jihan ingin bertemu." Jodi berkata tepat sudah ada di depan meja Nathan.

Pria itu terkejut karena tiba-tiba assistennya itu sudah ada di depannya. "Tidak bisakah kau mengetuk pintu lebih dulu sebelum masuk. Sebulan aku tinggal apa kau lupa bagaimana tata cara sebelum masuk ke ruangan atasanmu?"

Jodi menelan ludah, padahal tadi dia sudah mengetuk pintu berulang kali tapi si bos tidak mendengarnya. Dan yang membuatnya terpaksa masuk karena wanita bernama Jihan itu yang sudah tidak tahan menunggu.

"Maaf tuan. Tadi saya sudah mengetuk tapi tidak ada jawaban," ujar Jodi.

"Hai Nat. Maaf tadi aku yang menyuruh assisten mu untuk segera masuk." Jihan melambaikan tangan menyapa Nathan.

"Kau boleh keluar," titah Nathan pada Jodi.

Jodi membungkuk lalu keluar dari sana. Sial sekali dia hari ini, gara-gara wanita dia jadi kena imbasnya. Benar jika menurutnya wanita itu makhluk yang merepotkan dan menyusahkan .

"Apa kau sudah makan siang? Bagaimana kalau kita makan siang bersama, Aku sudah lama tidak merasakan makanan Indonesia, dari kemarin hanya memesan dari restoran yang menjual makanan barat." Jihan berkeliling di dalam ruangan Nathan, dia sedikit iri saat melihat banyaknya foto Nathan bersama dengan gadis yang ia tau adalah adiknya.

"Aku sudah makan, kalau kau mau bisa pergi dengan assisten ku," kata Nathan, tangannya masih sibuk mengetik.

Rencana Jihan gagal untuk mengajak pria itu makan siang bersama. Susah sekali mendekati laki-laki itu. Mungkin kalau bukan karena urusan pekerjaan dia juga tidak akan bisa dekat seperti itu. Itu karena perusahaan milik ayah Jihan yang sudah banyak membantu permasalahan Nathan di luar negeri. Dan Jihan ikut datang ke Indonesia demi memantau proyek kerjasama yang lainnya. Dengan tujuan lain juga, siapa sih yang tidak ingin punya mantu seperti Nathan. Pria muda dengan segudang prestasi dan pencapaian.

"Ok, nanti aku pesan saja dari sini. Oh iya, sepertinya kalian sangat dekat ya. Orang yang tidak tau pasti mengira kalian sepasang kekasih," ujar Jihan sambil memegang satu buah foto yang tadi tertata rapi di rak.

Sepasang kekasih? Dia dan Arin. Mungkinkah itu bisa terjadi.

"Kau pasti sangat menyayangi adikmu, sangat menyenangkan ya punya adik. Tidak seperti ku hanya anak tunggal yang sering kesepian karena mommy dan Daddy sibuk." Sepertinya Jihan iri melihat kedekatan kakak adik yang tidak sungguhan itu.

"Aku juga anak tunggal, tapi tidak terlalu kesepian..."

1
Juna Dong
luar biasa
ayu cantik
suka
Hershi Joenk
jantung aman kah♥️♥️
Hershi Joenk
kasian Jihan si ular Keket😛😛
Hershi Joenk
sya mampir kakak😁
Erny Ersy07
ceritanya bagus Thor /Smile/
Nty🍎
cerita ini lumayan bagus tapi ada beberapa kekurangan yang mungkin bisa diperbaiki seperti ada banyak typo dan beberapa cerita hidup tokoh pendamping yang terlalu panjang sehingga saya sebagai pembaca sulit fokus pada cerita tokoh utamanya. serta ada beberapa karakter pendamping antagonis yang ceritanya berlalu begitu saja (tidak ada penyelesaian masalah). saran saya mungkin ceritanya bisa lebih difokuskan pada kisah toko utama saja, alur ceritanya bisa di sampai 150+ episode agar masalah yang ditimbulkan oleh tokoh pendamping antagonis bisa mendapatkan penyelesaian dan agar alur ceritanya juga masuk akal. untuk author, terima kasih atas hiburan dunia halunya. semangatt berkarya💕
Nty🍎
inikan novel tentang Arin dan Nathan, kenapa malah sampai beberapa episode masih membahas masalah dinda bahkan sampai loncat 2 tahun kemudian tanpa ada cerita tentang Arin dan Nathan. thor, sebaiknya pisahkan novelnya Dinda dan Rezza saja agar pembaca tidak bingung dan fokus pada kisah karakter utamanya saja
Nty🍎
thor kisah Dinda jangan terlalu bnyk disini, klo bisa novelnya dipisahkan saja. novel yang ini khusus cerita Arin dan Nathan. tidak perlu bnyk² cerita tantang Dinda dan Rezza, sepertinya saja sebagai pelengkap kisah antara Arin dan Nathan
Nty🍎: *seperlunya saya sebagai karakter pelengkap
total 1 replies
marti 123
Kecewa
marti 123
Buruk
💗vanilla💗🎶
ijin mampir ya thor
Safa Almira
yey
Edah J
terimakasih atas karyanya yang sangat bagus 👍👍 semoga makin sukses terus😉
Edah J
ikut senang melihat kalian bahagia 😉🤗😘
Edah J
semoga kamu bahagia Dinda bukan hanya Arin saja yaa🤗
Edah J
duhh yg lagi kasmaran🥰🥰🥰huhuyyy
Edah J
he..he..he...si posesif on😁✌️
Edah J
yeyyy....Arin dilamar 👏🤗😘🥰
Edah J
cerita yg okk👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!