Dia Nadia anak dari orang yang hidupnya sederhana dan telah ditinggal oleh ibunya pada usianya 18 tahun ia bekerja di sekolah pemilik sebuah perusahaan ternama di kota Bandung.
Nadia di dipilih akan dijodohkan dengan pemilik sekolah tidak lain dia adalah Gibran Seputra. Gibran tidak akan pernah menerima keberadaan Nadia disisinya...
apakah Nadia bisa menaklukkan hati sang suami......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susilawati22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan ke 2
1 bulan sudah Nadia berkerja disekolah Rati .
ini waktunya acara khusus kunjungan dari pemilik sekolah setiap bulannya. karna dalam 1 bulan sekali Gibran mengunjungi sekolah melihat perkembangan sekolah.
Pada saatnya Nadia sampai ditujuan sekolah ia memarkirkan motornya , Nadia bergegas kekantor karna Nadia ditugaskan oleh kepala sekolah untuk menyiapkan persiapan acara untuk kedatangan pemilik sekolah.
Dan pada saat Nadia membawa sebuah minuman menuju Meja acara, Gibran yang baru sampai disekolah dan menuju ruangan acara. Tanpa sengaja Nadia sedikit mempercepat langkahnya karna pemilik sekolah sudah datang " aduh gimana ni aku belum selesai " berjalan dengan cepat tanpa ia sadari Nadia menabrak dan akhirnya air teh yang ia bawak untuk acara tumpah di badan Gibran " Astagfirullah jalan pakek mata donk kamu "
"ya Allah maaf pak aku ngak sengaja" sambil menekankan kedua tangannya memohon, dan menundukkan pandangannya.
" Baju aku basah ni , emang kamu bisa nganti baju saya yang mahal ini dasar ceroboh" sambil membersihkan pakaiannya dan memandang orang yang berbuat kesalahan padanya .
" Oh kamu nyatanya dasar cewek ceroboh"
" hah mas sombong " sambil memandang membulatkan mata satu sama lain.
" kamu harus tanggung jawab "
"maafkan aku mas" , saya tidak sengaja karna aku harus cepat menyelesaikan perkerjaan saya.
"maaf aja yang bisa kamu ucapkan "
"sekali lagi saya mintak maaf mas" berlalu meninggalkan Gibran . Nadia tidak tau bahwa Gibran lah pemilik sekolah tempatnya berkerja.
" Oh dia kerja disini ternyata, dia ngak tau siapa pemilik sekolah ini tunggu aja permainannya" . tersenyum sinis sambil memandang Nadia menghilang dari hadapannya.
Nadia kemudian memasuki ruangan dan menyiapkan minuman yang sudah di buatnya kembali . Dan para stap dan guru lain sudah memasuki ruangan acara , dan tiba waktunya pemilik sekolah memasuki ruangan .
Dimana Gibran datang mengunakan pakaian yang sudah diganti dengan pakaian yang sudah rapi, karna Gibran selalu menyediakan pakaian ganti . Gibran begitu gagahnya dengan mengunakan kemeja putih dan jas hitam serta celana yang warna yang sama.
semua orang terkesima dengan penampilan Gibran . Nadia terkejut dengan siapa yang ada dihadapannya ternyata Gibran Saputra pemilik sekolah laki-laki yang pernah ia tumpahkan air teh di badannya .
"Ya Allah dia pemilik sekolah ini, gimana ni mungkin aku bakal dipecat hari ini juga karna kesalahan ku tadi" bicara dalam hatinya.
sedangkan Gibran sendiri begitu sinis melihat Nadia yang tertunduk melihatnya.
"Nadia ini dia pemilik sekolah yang belum kami kenalkan kepada kamu" ucap kepala sekolah kepada Nadia .
Nadia tersadar dari lamunannya " iya pak Nadia menekankan tangan didepan dada Nama saya Nadia Ahmad pak saya sebagai guru baru disini pak "
"Saya Gibran Saputra dan Gibran hanyak mengangguk kan kepala kepada Nadia"
kepala sekolah memecahkan suasana dan mempersilahkan Gibran untuk duduk . mereka pun berbincang-bincang dengan Masalah sekolah dan keperluan-keperluan yang diperlukan disekolah Pak Romli dan juga guru guru ikut berbincang dengan Gibran . Gibran begitu berwibawa dan sopan kepada guru-guru dan pak Romli .
berbeda dengan Nadia hanya diam dan mendengarkan mereka . sesekali Nadia melihat Gibran dan rasa takut muncul pada dirinya karna takut dipecat oleh ulahnya pada Gibran .
Gibran bertanya kepada Nadia secara tiba-tiba membuat Nadia tersadar dari lamunannya . "Ibu Nadia kerja sebagai guru mengajar atau hanya stap disini ?"
" emm .. emm saya sebagai guru agama pak dan guru les ngaji Disini pak " .
" Baik , buatlah sekolah ini menjadi anak anak yang Soleh dan Soleha sebagai umat muslim yang baik di keluarga dan masyarakat" .
"Iya pak" sambil menundukkan pandangan .
Selesai sudah kunjungan Gibran kemudian berpamitan dengan kepada sekolah dan guru-guru lain .
Nadia hanya diam dan mengucap syukur, karna ia tidak dipecat dari pekerjaannya. Gibran kembali kekantor dan melanjutkan perkerjaan yang sempat tertunda.
Rafa datang secara tiba-tiba di hadapan guru Nadia yang sedang duduk di depan taman samping mushola, karna Nadia baru menyelesaikan sholat Zuhur di musholah sekolah, setelah selesai ia akan mengajar les ngaji kepada murid-muridnya termasuk Rati yang ikut belajar . sebelum mengajar ia memutuskan untuk duduk dan istirahat sebentar. " Hey ibu assalamualaikum gimana Bu ganteng ngak kakak saya ?"
" emm waalaikumsalam iya "
" ibu suka ngak?"
"Nadia hanya terdiam dan akhirnya memutuskan untuk Bagun dari tempat duduknya dan pergi untuk mengajar ngaji . " udah ya Rafa jangan sibuk dengan hal konyol kamu "
" iya deh Bu, maaf ya Bu sambil teriak "
lanjut dan semangat Thor. terima kasih