NovelToon NovelToon
GREEN

GREEN

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Nikahmuda / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:48.8k
Nilai: 5
Nama Author: YoonViKim

Green dihadapkan pada dua pilihan antara laki-laki yang menjeratnya, dan laki-laki yang terjerat olehnya. Junot Anderson Giora, panglima perang kerajaan Geogini. Atau Havier Shoji, pangeran kerajaan Shibu yang juga menjadi sosok laki-laki yang dijodohkan oleh sang ayah.

Namun ditengah kisah cintanya yang rumit, konspirasi yang terjadi didalam kerajaan Amber tidak kalah rumitnya. Hingga Green harus berjuang.

Siapakah orang yang akan Green percaya untuk berjuang bersamanya?

___________

Cerita ini Semi mature juga ya...

Baca disclaimer agar tidak salah faham.

See You.

GREEN
Story by: VizcaVida
cover by: Pinterest
Edit by: Me

©2022, April.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoonViKim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 08

...Sebelum mulai baca, yuk luangkan waktu untuk memberikan apresiasi kepada penulis dengan cara like, komentar, dan jangan lupa untuk menambahkan GREEN kedalam list favorit agar tidak ketinggalan jika cerita ini update chapter baru....

...Terima kasih....

...Happy Reading......

...•...

Faktor utama Havier menerima dan mau dijodohkan kali ini adalah ingin membalas semua rasa sakit hati yang didera oleh sang ibu karena perbuatan ayahnya. Sebuah pengkhianatan yang tidak bisa diterima dan mendapat maaf dengan mudah oleh Havier. Dan ia bukanlah pria bodoh yang tidak mencari tau tentang perjodohan tersebut.

Havier kembali menginjakkan kakinya di kerajaan Amber. Kali ini dia datang dengan ayahnya, Nagawa. Sebuah sambutan meriah diberikan, dan manik Havier tak lepas sedikitpun dari sosok wanita yang berada disisi raja Aruchi. Hellen, wanita yang sudah membuat semua kebahagiaanya menguar bersama udara yang ia hembuskan.

“Selamat datang di Amber, yang mulia Nagawa. Senang melihat anda bisa datang ke tempat kami.”

Havier bisa memastikan, jika otak ayahnya sekarang tidak berada dalam percakapan antara raja Aruchi dan dia, melainkan sedang memikirkan wanita bergincu merah dan berambut ikal sebahu itu.

“Ah, ya. Tentu saja. Aku juga senang bisa berkunjung kesini.”

Aruchi tertawa lebar. Dia sangat senang karena calon suami putrinya juga ikut datang. “Pangeran Havier, bagaimana kabarmu?”

Havier terkesiap. Dia segera membawa lamunannya menuju tempatnya kembali, yakni lubuk hati tergelap dalam hidupnya. “Ah, saya baik, yang mulia. Bagaimana dengan anda?” tanyanya kembali, menyematkan sebuah senyuman setelah membungkuk lima belas derajat sebagai sapaan hormat.

Aruchi menepuk bahu lebar Havier, lantas mengusap lengannya bangga sebab Havier memang sangatlah terdidik dan beradab. “Aku juga baik, pangeran. Ayo kita masuk. Green masih ada kelas belajar. Tapi tidak lama akan selesai.”

Nagawa tertawa senang. Lalu berjalan seimbang dengan langkah Aruchi. Sedangkan Havier, berdiri dibalik punggung dua petinggi kerajaan itu dengan wajah datar. Melihat punggung wanita bergaun coklat tua itu seperti melihat sebongkah samsak yang ingin ia hajar habis-habisan karena sudah berani mengusik kehidupan keluarga Shoji. Terutama sang ibu, Sonya Learn.

Mereka sampai di sebuah ruangan yang dikhususkan untuk menerima tamu penting. Havier ingat, sudah dua kali dia duduk diatas kursi empuk nan elegan itu. Dia hanya perlu menunggu sampai tuan putri datang dan mereka akan mengambil keputusan untuk perjodohan yang mereka terima.

...***...

Dengan langkah gontai, Green melewati koridor istana. Sesekali ia mendumal kesal karena memikirkan pangeran Havier yang tidak mundur dan memilih tetap melanjutkan perjodohan yang dilakukan oleh kedua orang tua mereka. Green juga sedang menerka, apa sebenarnya tujuan mereka di jodohkan?

Dua perjodohan sebelumnya berhasil gagal karena usaha dan kerja samanya bersama Junot. Dan hari ini, semua tidak bisa ia hindari. Raja dan pangeran Shibu datang tanpa memberitahu terlebih dahulu kepada mereka, dan membuat Green tidak bisa menyusun rencana lari bersama Junot seperti yang sudah ia lakukan selama ini.

Ia tidak habis pikir, sebenarnya apa yang menjadi dasar laki-laki itu tidak mau menyerah. Padahal, jika dilihat dari besar kecilnya kerajaan, Shibu termasuk kerajaan maju dengan perekonomian, wilayah, dan rakyat yang cukup makmur.

Green hampir sampai. Langkah kakinya seperti dipaksa berhenti dan membeku disana ketika melihat torso tinggi besar dengan pakaian kerajaan yang terlihat asing. Green mempertajam maniknya, menelisik gerangan yang sedang berdiri di salah satu sekat balkon lorong istana. Karena terlalu asing dan tetap tidak menemukan clue, Green berjalan mendekat dengan langkah waspada. Siapa tau orang itu memang penyusup atau sejenisnya yang ingin menangkap dan menjadikan dia seorang tawanan.

“Siapa kamu?” tanya Green, menarik atensi laki-laki berwajah sedikit oriental itu untuk menoleh pada sosok Green.

Dari sini, Green mungkin bisa sedikit menebak. Laki-laki itu pasti adalah pria yang hendak dijodohkan dengannya.

Laki-laki itu menoleh lalu tersenyum, sedikit menunduk memberi salam hormat. Dia terpesona akan paras Green yang memang memiliki gen nyaris sempurna dimatanya. “Havier. Aku Havier Shoji.”

Lihat, betapa jelinya mata dan otak Green tentang ini. Dia bahkan bisa menerka siapa sosok itu tanpa meleset sedikitpun. Merasa tidak tertarik, Green hendak kembali mengambil langkah. Untuk saat ini, biarkan saja dulu. Dia akan mengikuti alur seperti yang ditentukan sang ayah, sampai dia menemukan jalan keluarnya.

Green melewati Havier yang masih belum bisa melepas maniknya sedikitpun. Bukannya terjebak atau dijebak, kali ini Havier benar-benar sedang terpesona oleh sosok Green. Gadis itu sama persis seperti yang ia harapkan selama ini. Gadis yang bukan tipikal penurut dan mau melakukan apapun demi mendapatkan hatinya. Green adalah gadis yang ia cari.

“Putri Honey Green, apa kita bisa saling mengenal lebih jauh? Aku sangat ingin mengenalmu.”

Ingin sekali Green tertawa dengan permintaan yang baru saja ia dengar dari bibir Havier. Ingin mengenal? Ah, yang benar saja?

Green kembali mencari presensi Havier. Ia berbalik dan menyorot tajam pria itu tanpa sedikitpun minat untuk menerima tawaran yang baru saja di katakan pria tersebut.

“Pangeran. Sebenarnya aku lebih penasaran, apa yang membuatmu gigih untuk menerima perjodohan ini. Sedangkan kamu sendiri pasti sudah tau jika aku berusaha menggagalkannya.”

Havier tersenyum sekali lagi. Ia memangkas jarak, berdiri didepan Green hingga dapat mencium aroma perpaduan coklat dan Pinus yang menguar dari sosok Green. Aroma manis yang begitu menggelitik hidung dan mendamba untuk selalu dirasa.

“Aku hanya ingin mengenalmu. Itu saja.”

“Omong kosong.” cebik Green tanpa mau menatap manik mata Havier yang penuh kesungguhan.

“Aku tertarik denganmu, tuan putri. Kau adalah gadis pertama yang membuatku tidak menolak perjodohan ini. Dengan kata lain, aku memang menyukaimu sejak pertama kali kamu menolak ku.”

Green sampai ternganga mendengar alasan tersebut. Selama ini, Junot belum pernah mengatakan hal-hal manis, apalagi mengungkapkan perasaan seperti yang dilakukan Havier kepadanya saat ini. Jika Junot lebih bisa menyembunyikan perasaan yang bisa membuat Green terpatik rasa penasaran dan tertarik, Havier justru membuat Green merasa menjadi wanita manis yang dicintai.

Tidak ingin semakin larut dalam pembicaraan yang bisa kapan saja bisa mengubah arah hatinya, Green memalingkan wajah, bersiap meninggalkan Havier dan melanjutkan perjalanannya menuju tempat pertemuan. Ia akan menghindar sebisa mungkin dan tidak akan goyah hanya dengan ucapan manis pria bernama Havier Shoji itu.

Suara dua pasang sepatu menggema sepanjang lorong istana yang luas. Suara itu begitu terdengar jelas hingga membuat jantung Green berdebar. Akan tetapi, satu sisi dirinya sedang sibuk membangun sebuah benteng pertahanan agar ia selamat dari ancaman apapun. Ancaman tentang bagaimana perasaan bimbang yang akan mendera dan menjadi boomerang baginya tanpa ia sadari, kelak.

Havier berjalan dibelakang Green, mereka menuju tempat dan orang yang sama, yakni orang tua mereka yang sedang menunggu di ruang pertemuan.

Lalu, sesampainya didepan pintu kayu jati tebal dengan bilah kupu-kupu berornamen lambang kerajaan Amber, Green menarik nafas dalam-dalam, menghembuskannya cukup keras. Melihat tingkah menggemaskan yang dilakukan Green, Havier diam-diam mengulum senyum dibalik punggung sempit sang gadis. Ini terlalu menyenangkan untuk dilihat, juga tentu saja belum pernah ia rasakan sensasi semenyenangkan ini ketika bersama seorang gadis. Green berhasil mengambil hatinya. Ya, hanya Green.

Tidak banyak yang tau, jika Havier adalah sosok yang akan melakukan apapun untuk orang yang menurutnya berharga. Dia adalah sosok yang akan dengan senang hati melepaskan apapun yang ia punya—bahkan rela melepaskan atribut kerajaan sekalipun—jika perlu. Namun kali ini bukan tentang masalah strata, tapi ia sedang jatuh cinta. Havier salah perhitungan. Dia sadar dan siap jatuh kedalam lubang mengerikan yang bisa jadi akan menghancurkannya suatu saat nanti.

Pintu terbuka dan semua mata merotasi menyambut kedatangan Green, dan tentu saja dengan Havier dibelakangnya. Aruchi tersenyum, melihat bagaimana serasinya pasangan itu. Menurutnya, Green pantas bersanding dengan Havier.

“Kalian datang bersama?” tanya Aruchi. Ia sama sekali tidak ingin menyembunyikan raut bahagianya ketika melakukan hat Green dan Havier yang kembali berjalan beriringan untuk duduk dan bergabung bersama dirinya, Hellen, dan raja Nagawa. “Bagaimana pelajarannya hari ini, Green?”

Green hanya mengedikkan bahu sebagai jawaban. Sejak awal dia memang sangat amat irit bicara jika bersama orang-orang istana. Dia tidak ingin berurusan dengan mereka semua yang terlihat mengenakan topeng. Topeng senyuman memuakkan yang terpampang nyata di wajah mereka. Topeng yang ingin Green sobek hingga berkeping-keping dan tidak lagi tertangkap indra penglihatannya. Green muak, terlebih kepada sosok itu. Sosok wanita bermuka dua yang memang sejak awal tidak begitu disukai oleh Green. Hellen.

Bersama Havier, Green juga sudah menemukan tempat duduk mereka masing-masing. Mereka duduk berseberangan, namun Green masih bisa melihat dengan jelas wajah tampan yang penuh misteri akan tujuannya ingin tetap menikahi dirinya.

Namun belum sempat rasa tidak nyaman yang mendera hatinya itu surut, Green semakin terkejut akan kalimat yang di lontarkan oleh ayahnya, Aruchi.

“Kami sudah membicarakan tentang kalian.”

Green menegakkan punggung. Ia menatap lamat-lamat pada fitur wajah sang ayah, telapaknya yang berada dibawah meja saling meremat satu sama lain.

Tidak, bukan ini yang ia harapkan.

Ingin sekali Green berteriak dengan lantang didepan semua orang. Menolak dengan tegas dan memilih jalan hidupnya sendiri.

“Aku, ratu Hellen, dan juga raja Nagawa, sudah menentukan kapan kalian akan menikah.” []

^^^to be continued.^^^

1
Asri
yang recognize you aku bacanya serampangan aja karena nggak sanggup 😂🙏🏻
VizcaVida: Wkwkwk, Makasih sudah baca 😊
total 1 replies
Asri
ini sudah baca..
bagus banget cerita nya.
Asri
maaf kak author,,sudah banyak cerita author yang saya baca tp baru komen selali ini
karena memang baru nemu.
ceritanya semua bagus,,tulisannya rapi,,feel nya dapat.
yang white itu paling sesak didada saya
green ini menguras emosi juga..
baru rencana habis ini mau baca ivory tp sptnya sad ending
jadi mgkn saya lewati dulu
mau baca yg lain
VizcaVida: ngga apa-apa kakbeb, terima kasih sudah berkenan baca novel karya Othor ya 🥰

Ivory seru lho, tapi juga harus siapkan hati 🤭
total 1 replies
Tiwi
keren
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
maaf thor baru bisa coment setelah aki bacanya sampai disini, sangking bagus ceritanya dan bikin aku tegang 🤭
VizcaVida: Terima kasih sudah mampir di novel Green yang sekarang usianya sudah dua tahun di NT kakbab. Aduh, jadi rindu pingin nulis genre kayak gini lagi🥺
total 1 replies
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
berarti pilihan utk junot cuma "Terima dan harus Terima" namanya Green 😂😂
VizcaVida: Wkwkwk, tidak ada pilihan lain
total 1 replies
mery harwati
Cinta datang dari Illahi, jadi terserah cinta mau berlabuh di hati siapa, kau tak perlu memusingkannya Junot, tapi kau perlu merealisasikan cinta mu itu pada wanita yang kau cintai 💪 Junot
Sagitarius
🤍🤍
LH
sudah baca cerita Ivory,,g bisa nahan air mata diakhir cerita nya,,😭
VizcaVida: Makasih ya kakbeb 🥺
total 1 replies
Abil Aisybillah
Good
yumin kwan
ceritanya keren banget, penulisan yg apik, alur yg menguras emosi, jg membuat senyum2 sendiri, ah....pokoknya seru dah.
VizcaVida: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
yumin kwan
makasih utk ceritanya...
besok mampir lg di cerita yg lain.🥰
VizcaVida: Terima kasih sudah baca cerita Vi's ya Kaka . . . 😘
total 1 replies
yumin kwan
ceritanya seru bgt...marathon aku tuh....
VizcaVida: E-ekhmmm...😁
Jangan lupa bawa minum 🤭
total 1 replies
yumin kwan
lah...apa hubungannya ma hellen? kok mau balas dendam ke green???
yumin kwan
junot green donk
yumin kwan
tetap lbh suka junot
VizcaVida: Junot semakin di depan *eh
total 1 replies
yumin kwan
dr wedding maze ke ivory ke green...
seru bgt ceritanya 🥰
VizcaVida: Happy reading 😊
total 1 replies
rizkijr
akuu datang lagii ya thorr😘. maaf ya mampir pas sdh tamat krn takuutt gak kuat nunggu kalo thornya up🤭
VizcaVida: Iya ga apa-apa,

Happy reading ya☺️ jangan lupa mampir juga di cerita baru Othor, mana tau suka 😉
total 1 replies
🌻Ruby Kejora
Halo kak salam kenal dan slm sukses bwt kk💐😊😊
bagus
VizcaVida: Makasih,
Happy reading...☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!