Vika gadis ceria dan sedikit tomboy jatuh cinta pada Ihsan yang merupakan teman kecilnya.
Vika terpaksa harus memendam rasa sukanya pada Ihsan karena ada begitu banyak hal yang membuat mereka tak bisa bersama.
Penasaran ....
yuk simak kisah lengkapnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Maelani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 9
SELAMAT MEMBACA
Sore itu seperti biasanya Vika dan Ujang sedang menjaga bebek-bebeknya di sawah.
Mereka duduk berdua di saung yang ada ditengah sawah sambil memperhatikan bebek yang sedang mencari makan.
"Kita potong lagi yuk Jang bebeknya satu,kita bikin bebek guling" ujar Vika sambil melihat kearah bebek-bebek milik Nenek nya.
"Ih jangan cari gara-gara Vik, tar Nini Dila ngambek bebeknya ilang terus"
"Yah kamu takut ya.." ejek Vika pada temannya itu.
"Bukan takut Vik,cuma kumaha ya" Ujang nampak bingung berkali-kali ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Udahlah ayo kita pulang aja"ajak Vika yang langsung mengiring bebek-bebek nya menuju kandang.
Saat di perjalanan Vika berpapasan dengan Ihsan dan teman-temannya yang sedang berjalan-jalan menikmati udara sore.
Ihsan langsung menghentikan langkahnya saat sekilas ia melihat sosok gadis cantik yang sedang menggiring bebek.
"Woii langsung berenti aja liat cewe" tegur teman nya Ihsan yang bernama Ijal saat ia langsung menubruk tubuh Ihsan karena berhenti mendadak.
"Kayanya gw kenal dah tuh cewe" ucap Ihsan pelan.
Semua teman Ihsan langsung tertawa saat mendengar ucapan Ihsan.
"kenal dimana loe, ketemu aja baru berapa menit"ejek Dedy yang langsung disambut tawa para teman-teman Ihsan.
"Eh..bener dia itu kaya temen gw" sungut Ihsan yang kesal pada teman-temannya.
Vika yang tak menyadari ada Ihsan acuh saja sambil terus menggiring bebek-bebek nya menuju kandang.
Ujang yang tau jika para pria tadi memperhatikan Vika nampak sedikit kesal, entahlah kenapa ia tidak suka jika ada pria lain yang memperlihatkan Vika.
Setelah memastikan semua bebeknya telah masuk kekandang Vikapun langsung masuk dan membersihkan diri.
Malam itu Pian menelfon Vika.
Ia kesal karena Kakanya itu tidak juga mau kembali ke kota Bekasi padahal ia sudah sangat rindu pada Vika begitu pun dengan kedua orang tua nya.
Ujang yang sudah rapi langsung kerumah Nene Dilla untuk bertemu dengan Vika, rencananya ia akan mengajak Vika makan diluar.
"Assalamualaikum"
"Assalamualaikum Vika..." teriak Ujang dari luar pagar.
Kamar Vika yang memang berada dilantai dua dan langsung dapat melihat siapa yang berada diluar pagar langsung menyibak hordeng dan ia pun tersenyum saat melihat siapa siapa yang dari tadi memanggil nya.
Dengan bergegas Vika pun turun dan langsung menemui Ujang.
"Haiii..tumben malem-malem kesini" ucap Vika sambil membuka pagar rumah Nene nya.
"aaku mau ajak kamu makan baso,mau gak" ucap Ujang dengan wajah sumringah.
"Mau ...ayo"jawab Vika senang.
Setelah meminta ijin pada Nene Dilla mereka pun pergi menuju warung baso yang berada tak begitu jauh dari rumah Nene Vika.
Sementara itu Ihsan dan teman-temannya pun berniat mencoba makan baso ditempat yang dibilang sedang viral dikampung mereka.
Saat Vika dan Ujang sedang asik menikmati baso tiba-tiba saja suasana menjadi sedikit gaduh mau tak mau Vika dan Ujang pun langsung melihat kearah belakang mereka.
"cowo yang tadi" batin Ujang
"Yee gw dapet 50 ribu" sorak Vika saat ia mendapatkan door price dari dalam baso yang sedang ia makan.
"ha...ha balik modal atuh" ucap Ujang tertawa
"Ih ya gak lah,kan ini hadiahnya buat aku kalo basonya kan kamu yang bawar" ucap Vika sambil tertawa.
Ihsan yang mendengar suara tak asing baginya langsung melihat kearah Vika.
Dan kebetulan saat itu Vika juga sedang melihat kearah sekelompok pria dibelakang nya.
Deg..
seketika itu juga jantung Vika berdegup duakali lebih kencang dari biasanya, ia pun langsung memalingkan wajahnya dan kembali menatap baso yang hanya tinggal beberapa saja dimangkuknya.
"Apa benar itu dia?" tanya Vika pelan pada dirinya sendiri.
"Ah ..gak mungkin, kebetulan aja kali mukanya mirip" batin Vika yang seketika itu juga langsung kehilangan nafsu makannya.
Ujang yang ternyata dari tadi memperhatikan Vika sedikit heran dengan perubahan Vika.
"Kenapa gak diabisin,malah diacak-acak" tegur Ujang saat Vika memotong basonya kecil-kecil namun tidak dimakan.
"he...he aku udah kenyang Jang" ucap Vika dengan senyum yang dipaksakan.
"terus kenapa dipotong-potong gitu?" tanya Ujang lagi.
"Emmm aku pernah dengar,katanya kalo kita makan baso gak abis trus masih utuh bulat nanti sama abangnya baso nya dicuci terus buat orang lain lagi,makanya aku potong biar gak buat orang" ujar Vika menjelaskan apa yang ia dengar dulu saat makan bersama Kaysa.
"Ya udah terserah kamu aja Vik"
"Ya udah ayo pulang" ajak Ujang kerena merasa tidak nyaman dengan kehadiran Ihsan dan teman-temannya.
Setelah membayar baso yang mereka makan mereka pun langsung kembali kerumah Vika.
Dirumah Vika.
Ujang tak langsung pulang,Ia masih ingin bersama gadis itu yang kini mulai selalu hadir dalam pikirannya,ingin selalu dekat dengan nya, bahkan ada rasa marah saat ada pria lain yang mulai mendekati nya.
Entah lah apa ia sudah mulai jatuh cinta dan ingin memiliki gadis itu atau hanya sekedar dekat karena sehari-hari selalu bersama.
Sementara itu Vika mulai merasa resah karena usahanya selama ini untuk melupakan Ihsan sia-sia.
"Kenapa harus ketemu lagi sih Ama tuh cowo" batin Vika.
Ujang yang memperlihatkan Vika hanya diam sejak bertemu dengan sekelompok pria di kedai bakso merasa sedikit curiga.
"Vika..kamu kenapa kok dari tadi diam aja" tegur Ujang
"Gak apa-apa Jang, mungkin karena ngantuk"jawab Vika berbohong.
Tak lama setelah mendengar Jawaban Vika, Ujang pun pamit pulang dan Vikapun langsung masuk kedalam kamarnya.
Ia merebahkan dirinya di atas kasur singel bed sambil memejamkan matanya.
"Apa ini yang dinamakan jodoh" batin Vika
"Ah ..aku gak mau kalau emang berjodoh ama tuh cowo" Vika terus saja bermonolog sendiri.
Malam itu ia tidak dapat tidur dengan nyenyak, pikirannya terus saja tertuju pada Ihsan yang baru saja ia temui.
"Vika bangun udah pagi,kamu gak kuliah" terdengar suara pintu kamar Vika yang digedur dari luar oleh Nene Dilla.
Dengan rasa malas Vika pun akhirnya membuka matanya.
Cklekkk
"Nek hari ini Vika gak kuliah ya,badan Vika gak enak banget ini" keluh Vika dengan wajah lesu karena kurang tidur.
"Kamu sakit apa Vik, semalem kayanya kamu baik-baik aja" Nene Dilla pun menyentuh dahi Vika yang sedikit hangat.
"Kamu masuk angin kali Vik,sini Nene kerik mau gak"
"Vika gak pernah dikerik Nek,.dibawa istirahat juga tar sembuh kok" ucap Vika sambil bersandar pada pintu.
"Ya udah kamu istirahat aja,nanti kalo Ujang kesini Nene suruh beli bubur ya buat kamu sarapan" ucap Nene Dilla sambil pergi meninggalkan Vika yang masih berdiri didepan pintu kamar nya.
HALLO SEMUA UDAH UP LAGI NI
JANGAN LUPA BERI DUKUNGAN BUAT AUTHOR YA CARANYA :
LIKE
RATE
FAVORIT
KOMENTAR NYA AUTHOR TUNGGU
SALAM MANIS
AMELLAJJ/AUTHOR