NovelToon NovelToon
Berbagi Cinta: Dua Cincin (Aku Yang Tak Dirindukan)

Berbagi Cinta: Dua Cincin (Aku Yang Tak Dirindukan)

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Poligami / Tamat
Popularitas:6.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Naffia Inthan

Dinda Alzaira, harus mendapati kenyataan pahit atas penghianatan dari calon suaminya Riki, yang sudah menghamili Bella, adik kandungnya sendiri, tepat dihari pernikahan mereka akan di langsungkan.

Hingga Dinda terpaksa menikahi laki-laki asing, atas permintaan sang Ayah karna tak mungkin acara itu di batalkan. Laki-laki itu bernama Aditia Mahendra, putra dari sahabat Ayahnya.

Namun lagi-lagi Dinda harus mendapati kenyataan pahit, Aditia yang sudah sah menjadi suaminya itu, ternyata sudah mempunyai istri. Dinda dijadikan istri kedua, dengan alasan, memanfaatkan rahim Dinda untuk menanam benih dari Aditia, karna istri pertamanya, Lisa. Tak bisa memberikan mereka keturunan.

Menikah tanpa cinta dan dijadikan istri kedua, akankah Dinda mempertahankan pernikahannya?

IG @Ar_Inthan99

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naffia Inthan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8. Suamiku, surgaku?

Dinda sudah membaringkan tubuhnya di atas kasurnya itu. Tubuhnya terasa sangat lelah, bagaimana tidak, setiap hari Dinda harus membersikan rumah mewah milik suaminya itu. Lisa yang selalu ada di rumah tak memberi kesempatan Dinda untuk beristirahat. Bi Santi tidak bisa membantu apa-apa, jika nyonya Lisa--nya itu ada di rumah. Karna Lisa akan memarahinya jika ia membantu Dinda, jika Lisa pergi keluar barulah bi Santi membantu Dinda, tak jarang bi Santi menyuruh nyonya mudanya itu beristirahat dan bi Santi yang membereskan semuanya. Karna memang semua itu tugas bi Santi. Semenjak kedatang Dinda, bi Santi benar-benar merasa tak enak dengan nyonya mudanya itu. Ingin rasanya bi Santi mengadu kepada Tuan Mahendra dan Nyonya Amira, orang tua majikanya. Namun Lisa sudah terlebih dahulu, mengancam asisten rumah tangganya itu. Agar tutup mulut dan kalau sampai bi Santi memberi tau mertuanya, maka Lisa tak segan-segan akan memecatnya. Bi Santi tau bagaimana liciknya majikannya itu. Jadi ia memilih untuk diam.

Namun baru saja beberapa menit Dinda memejamkan matanya, ia masakan tenggorokannya kering. Sebelum tidur biasanya Dinda selalu menyiapkan air minum, tapi sekarang ia lupa. Akhirnya Dinda--pun memutusakan untuk mengambil air minum terlebih dahulu sebelum ia melanjutkan tidurnya kembali.

Klek

Dinda membuka pintu kamarnya, Dinda terkejut melihat Aditia yang mondar-mandir di depan kamarnya itu.

'Kenapa mas Aditia di sini?' gumam Dinda.

Aditia menoleh kearahnya, Aditia langsung memasang wajah terkejutnya, sementara Dinda ia menatap Aditia penuh tanya serta bingung.

"Mas sedang apa di sini?" Tanya Dinda.

"A---aku," jawab Aditia terbata-bata. 'Ck, bagaimana aku bicara padanya, kalau aku ingin tidur bersamanya. Sial, jangan sampai wanita ini salah sangka. Kalau aku sudah menerimanya!" Lanjut Aditia berucap dalam hatinya.

"Awas, aku mau masuk!" Ucap Aditia, lagi ia langsung melangkah masuk ke dalam kamar istri mudanya.

Dinda berjalan pelan menuju dapur, sambil terus berpikir. 'Mas Aditia mau masuk? Maksudnya? Dia mau tidur bersamaku?' gumam Dinda.

'Ya tuhan, apa mas Aditia mau meminta haknya? Aku belum siap tuhan,' gumam Dinda lagi. Ia segara mempercepat langkahnya, setelah sampai di dapur Dinda segara mengambil air minum, perasaan Dinda mulai tak karuan, rasanya ia tak mau kembali lagi ke kamarnya. Sudah hampir tiga gelas Dinda minum air putih tersebut. Berharap rasa yang sudah di jelaskannya itu hilang.

Sementara Aditia yang kini sudah berada di dalam kamar istri mudanya itu, ia terlihat gugup.

"Apa iya aku akan melakukan hal itu bersama dia?" Ucap Aditia.

"Lisa, bagaimana aku bisa tidur dengan dia, jika hatiku saja tidak menginginkannya, maafkan aku Lisa, aku tidak bisa melakukannya!'' ucap Aditia lagi. Ia bermonolog dengan dirinya sendiri. Lalu Aditia mengambil bantal, ia berjalan menuju sofa. Aditia memutuskan untuk tidur di sofa, ia tak mau tidur seranjang dengan istri mudanya itu. Tidur dengan Dinda, sama saja ia akan menghianati Lisa, istri tercintanya. Pikir Aditia.

Setelah cukup lama termenung, akhirnya Dinda--pun kembali ke kamar. Saat ia masuk, ia mendapati suaminya yang sudah berbaring di atas sofa. Entah mengapa rasanya Dinda merasa lega, Dinda kira Aditia akan meminta haknya malam ini, ternyata dugaannya salah.

Apa Dinda terlalu berharap kepada suaminya itu? Harusnya Dinda sadar, mana mungkin Aditia melakukan itu, jangankan tidur seranjang, menatap dirinya--pun enggan.

Dindi pun berjalan menuju kasur, ia mulai membaringkan kembali tubuhnya. Dinda menatap Aditia, tak sadar Dinda mengulas senyumanya. Tampan, kata-kata itu hampir saja terlontar dari bibir ranum Dinda, namun Dinda cepat tersadar. Apa Dinda sudah mulai mengagumi suaminya? Pesona seorang Aditia memang tak bisa dipungkiri, ia begitu sempurna di mata kaum hawa. Begitu juga Dinda tak sadar ia sudah memuji suaminya itu. Tapi siapa sangka di balik itu semua, Aditia adalah luka untuk Dinda.

Dinda langsung menggelengkan kepalanya. 'Sadar Dinda sadar, sampai kapan--pun dia tidak akan memberikan cela untuk menerima mu, cintanya hanya untuk mbak Lisa. Aku tidak boleh berharap banyak pada mas Aditia. Aku hanya sebuah kotoran baginya.' Batin Dinda. Dinda pun mulai memejamkan matanya.

Sementara Aditia, ia membuka matanya. Sedari tadi sebenarnya Aditia hanya pura-pura tertidur. Aditia melihat istri mudanya itu dengan tatapan sinis serta senyuman yang tak kalah sinis juga.

'Kau pikir aku akan menyentuhmu, jangan berharap Dinda. Jika bukan karna keinginan Lisa, aku tak sudi tidur di sini. Tidur di sofa ini, sial aku menyiksa diriku sendiri. Kenapa aku tidak memilih tidur di kasur saja tadi. Dan membiarkan wanita itu tidur disini, dasar bodoh!' ucap Aditia, dalam hatinya.

Aditia pun kembali memejamkan matanya, kali ini ia tidak akan berpura-pura tidur. Karna memang rasa kantuk sudah mulai menyerangnya. Melihat Dinda yang seperti sudah tertidur lelap, hati Aditia merasa sedikit tenang, jujur saja tidur di sana membuat Aditia merasa tidak merasakan kenyamanan, apa lagi ia tidur di sofa, walaupun sofa itu empuk, tetap saja Aditia tidak bisa tidur leluasa. Tapi apa daya, Aditia tak mungkin tidur seranjang dengan istri mudanya itu.

Sementara itu, Dinda yang sedari tadi berusaha memejamkan mata, berharap ia segara tidur, tapi tetap saja tidak bisa. Matanya bisa terpejam, namun tidak bisa terlelap, adanya Aditia di kamarnya itu, membuat Dinda tidak nyaman, walaupun mereka tidak tidur satu ranjang. Tapi tetap saja Dinda merasa tidak nyaman. Untuk pertama kalinya Dinda satu kamar dengan seorang laki-laki, walaupun laki-laki itu suami sah-nya. Pikiran Dinda terus berkelana, ia takut kalau nanti dia tidur, terus Aditia diam diam-diam melakukan hal yang tidak-tidak bagaimana? Aditia sangat membencinya, bagaimana kalau dia melenyapkannya. Dinda masih ingin hidup, ya walaupun di kehidupannya ia selalu menderita, tapi untuk mati saat ini, Dinda belum siap, ia belum menjadi wanita yang baik, wanita soleha. Jangankan menuju surga tuhan, surga dalam rumah tangganya saja belum ia dapatkan. Walau Dinda tak bisa memungkiri semuanya, bahwa jodoh, maut, rezeki, itu semua sudah tuhan yang mengaturnya.

'Astaghfirullah, apa yang aku pikirkan?' gumam Dinda, ia sadar bahwa yang diperkirakan itu sangat jauh. Aditia tak mungkin sekejam itu.

Dinda bersandar di kepala ranjang, tidak mungkin ia tidur dalam keadaaan seperti ini. Dinda memutuskan berajak dari tempat tidurnya itu. Mungkin mencari angin sebentar akan membuatnya merasa sedikit tenang. Sebelum Dinda keluar dari kamarnya, sekilas ia menoleh kearah suaminya, Aditia nampak kedinginan. Dinda--pun mengambil selimut dari lemari, lalu berjalan menghampiri Aditia yang sudah tertidur lelap di sofa, lalu menyelimuti tubuh suaminya itu dengan hati-hati.

"Selamat tidur mas," ucap Dinda pelan. Usai menyelimuti Aditia, Dinda berlalu keluar dari kamarnya itu, ia berjalan menuju taman belakang. Taman belakang rumah Aditia memeng memiliki view yang indah. Ada sebuah gazebo yang menghadap danau dan semenjak tinggal di sana, Dinda memang sering berdiam diri di sana, menatap danau yang airnya tenang. Sedikit dapat mengobati rasa pilu dan sepi hatinya.

POV Dinda.

Suamiku, surgaku.

Dapatkah aku meraih surgaku? Dapatkah aku meraih cinta suamiku? Aku hanya wanita yang tak dirindukan, dapatkah aku meraih kebahagiaan.

Bersambung...

Jangan lupa like, komen, Votenya ya!!

Terima kasih.

1
Rahmawati Amma
okelah thor
Rahmawati Amma
dinda oon😡😡😡
pipi gemoy
🌹
umi istilatun
👍
Lita Pujiastuti
malah ngamuk nanti si Lisa jika lihat Dinda
Lita Pujiastuti
Mulutmu tajam sekali, Riki. Dinda tdk tahu klo tryt Aditia sdh punya istri. Dia jg tertipu...
Lita Pujiastuti
Ternyata Riki korban dr Bella... kasihan juga. Skrg Dinda sdh hamil anak Aditia gk mungkin balikan Riki
Lita Pujiastuti
Lisa mmg jahat dan durhaka, tp jika lgsg dicerai begitu saja seolah² dibuang setelah gk dicintai, itu juga jahat... sbg suami punya kewajiban utk mendidik istri. bukan mau enaknya doang...
Lita Pujiastuti
Aditia jg kejam jika langsung menceraikan Lisa... bgmn pun dulu dia yg jatuh cinta dg Lisa... skrg dg gampangnya cerai.. dasar laki². Hrsnya dinasehati dulu, dibmbing jika tdk berubah, baru cerai... jgn mau enaknya sj...
Lita Pujiastuti
Aku jd ikut sebel sama Aditya
Lita Pujiastuti
Ya kamu mmg tolol Ditya . gk percaya dg ortumu sdri... yg melihat lgsg kelakuan Lisa
Lita Pujiastuti
laki² gk tegas. Punya istri 2 harusnya tdk tinggal sermh. katanya kaya beli lg rumah utk tinggal Dinda... dasar gebleg..
Lita Pujiastuti
heemmmhh
Lita Pujiastuti
menyebalkan...
Lita Pujiastuti
Semoga Dinda dibawa pulang sm mertuanya. jgn tinggal di rmh Aditya
Lita Pujiastuti
sabaaarr Dinda...
Lita Pujiastuti
Hahaha.. 😃
Lita Pujiastuti
aku rasa byk kepalsuan dlm diri Lisa..
Lita Pujiastuti
kenapa ya.... aq merasa Lisa itu menipu Aditia dg identitasnya...
Lita Pujiastuti
klo Lisa tahu Aditya pke perasaan thd Dinda... bisa marah dia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!