Menjadi yang kedua bukan lah ke inginanku, namun sebuah takdir memaksaku menjalani semuanya.
Suka dan duka kehidupan mengajarkan banyak hal yang akhirnya membuatku menjadi kuat.
Hadirnya cinta yang tertukar menjadi hal yang menarik dalam hal ini.
Nantikan kisahku selanjutnya.
" Terpaksa Menjadi yang Kedua "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syafa Aulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Beri Aku Waktu
🌷🌷🌷
Rombongan Rayyan kembali ke rumah setelah acara sederhana itu usai, di dalam mobil Ayu hanya diam saja karena bingung harus berbicara apa. Ia masih tidak percaya sepenuhnya kalau dirinya ternyata menjadi orang ketiga dari hubungan orang lain.
Hingga tiba di depan rumah Ayu masih bengong seolah olah orang yang linglung. Raganya disini tapi nyawanya berada di tempat lain, Ia baru tersadar ketika tubuhnya di angkat oleh Pria yang kini sudah menjadi suaminya.
Rasanya Ia ingin berteriak namun kesadaran nya segera pulih kembali, mereka sudah sah dan Pria itu bebas melakukan apa pun padanya.
Tidak ada rasa yang bagaimana yang di rasakan Ayu namun berbeda dengan Rayyan yang memang sudah mempunyai rasa untuk wanita yang berada dalam dekapan nya itu. Jantungnya serasa melompat dari tempatnya ketika kulit mereka bersentuhan.
Ayu terkejut ternyata Rayyan membawanya ke kamarnya di lantai atas, bukan di kamarnya yang berada di bawah.
Ia meletakan tubuh Ayu dengan hati hati di ranjang miliknya, ranjang yang seharusnya Ia tempati bersama Nadia istri tua nya.
" Kenapa kamu membawaku kemari Ray...... ? biar aku di bawah saja " Ayu memberanikan diri bersuara walau masih tertunduk malu.
Rayyan mengangkat wajah Ayu hingga terlihat jelas olehnya.
" Untuk sekarang kamu disini dulu, nanti setelah Nadia kembali baru kamu tidur di bawah. Maafkan aku karena menjadikanmu yang kedua, aku akan mengusahakan semuanya. Oh ya, kamu juga akan mendapatkan hak yang sama dengan Nadia, beri aku waktu untuk mengatakan semua pada Nadia dan menjadikanmu sama dengan nya, kamu mau kan "
Mau tak mau kau harus mau, kira kira itu judulnya. Ayu juga terpaksa harus menyetujui apa yang di ucapkan Pria yang sekarang menjadi suaminya itu.
" Aku tidak apa apa Ryan, terserah padamu saja " Jawab Ayu kemudian
" Tidak boleh terserah seperti itu, berikan aku waktu dan sedikit kepercayaan. Aku akan melakukan yang terbaik dan tidak akan menyia nyiakan mu, karena kamu juga adalah Istriku ( Istri yang aku inginkan sepenuhnya, entah mengapa hatiku begitu yakin untuk membina hidup bersamamu dan kelak aku akan bahagia untuk itu) kamu hanya perlu bersabar dan memberiku waktu untuk mengatakan semua ini padanya. Ingat satu hal, apa pun yang terjadi kamu akan tetap jadi milikku dan hanya menjadi milikku. Kamu mau kan bersabar untuk itu "
Ayu mengangguk pelan, semuanya sudah terjadi. Sekarang tidak ada alasan untuknya untuk mundur atau mengatakan tidak, yang bisa Ia lakukan hanyalah menuruti apa yang di katakan suaminya selama itu baik.
Ayu merasa malu ketika Pria yang kini sudah resmi jadi suaminya itu mulai menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan. Entah mengapa meskipun malu tapi Ayu mulai bisa menerima sentuhan demi sentuhan yang di berikan Rayyan padanya.
Mungkin karena mereka sudah sah jadi rasanya sedikit berbeda, meskipun tetap saja masih ada rasa tidak nyaman karena menjadi orang ketiga di antara hubungan orang lain.
..." Aku tahu kamu merasa kurang nyaman tapi nanti juga kamu akan terbiasa, ini bukan salahmu Ayu. Ini semua keinginannya untuk menjadikan mu sebagai wanita yang bisa menjadi mainan ku disaat dia tidak ada disini. Tapi siapa sangka kalau ternyata perasaan ini justru menginginkanmu lebih dari pada sekedar mainan di kala aku butuh. Lebih baik seperti ini dari pada aku melakukan nya padamu tanpa ada ikatan apa pun, sedangkan aku memang menginginkan mu sepenuhnya "...
Ucapan yang tentu saja hanya mampu Ia ucapkan dalam hati tanpa mampu Ia utarakan. Malam yang panjang mereka lalui untuk memadu kasih dan entah mengapa ada yang berbeda di hati Rayyan ketika Ia melakukan nya bersama Ayu dan saat bersama Nadia sebelum nya.
Sikap malu malu Ayu semakin menambah ga**** bercinta nya yang semakin menggebu gebu.
..." Terima kasih Ayu, aku sangat bahagia bersamamu. Paling tidak saat ini rasa itu yang aku rasakan " ...
Rayyan tertidur karena kelelahan sambil memeluk tubuh Istrinya dari belakang
Arya yang akan membongkar kebusukan mu itu..
gak usah di tunggu Rayyan nya..
karena sekarang kamu bukan utama lagi baginya tapi Nadia
kau begitu memikirkan perasaan Nadia sedangkan ayu tidak kau pikirkan..
awas lo Ray entar ayu pergi jauh darimu dan meninggalkan kau
yg di kandung Nadia belum tentu anakmu ray
anak Rayyan apa Arya
tapi takut juga.jgn sampe Nadia tau tentang rumah dan ayu
Nadia kamu cepatan pegi deh..
bila perlu lamaam dikit..pe ayu lahiran kek peginya..
Nadia memang istrimu juga tapi dia mengabaikan kamu selama ini..
jadi kamu berhak bahagia
dan sehatkan ayu dan janin nya
betapa senangnya Rayyan mendapat kabar ini..
dan kamu Nadia kamu akan tersingkir dan kamu juga tidak mendapatkan apa-apa karena kamu sudah lebih dulu berhianat