NovelToon NovelToon
Suamiku, Suami Sahabatku (Istri Pengganti)

Suamiku, Suami Sahabatku (Istri Pengganti)

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:810.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Indry saputri

Viona Adisti wanita berumur 25 tahun adalah seorang janda yang ditinggal mati suaminya, akibat kecelakaan pesawat ketika itu Azlan selaku suami dari Viona yang menjadi pilotnya.

Viona menikah kembali dengan Zico Wijaya Kusuma 29 tahun, pemilik perusahaan terbesar WK Group selaku suami dari sahabatnya yaitu Alea Anggita Winarti, Alea telah meninggal dunia dan meninggalkan seorang putri cantik bernama Alika Queenara Kusuma.

Alea meminta Zico suaminya agar menjadikan Vio sebagai ibu sambung Alika yang masih berusia enam bulan, bisakah Vio menjadi ibu yang baik buat Alika dan bahagiakah Zico dengan Vio...?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indry saputri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter SSS 09

Zico bergegas meninggalkan taman itu, dia kembali kemobil dan melajukannya kearah butik Vio kembali, Zico ingin meminta maaf atas perbuatan dan perlakuan kasarnya, setelah sampai Zico memarkirkan mobilnya lagi dan bergegas keruangan Vio. Fani yang melihat kedatangan Zico segera mencegahnya masuk keruangan itu.

"Maaf Pak, anda kembali lagi... tapi mba Vio sudah tidak ada disini, beliau sudah dari satu jam yang lalu pulang." ucap Fani memberitahu

tetapi sama sekali tak digubris oleh Zico.

Zico tetap masuk keruangan itu, dan benar saja apa kata Fani bahwa Vio sudah pulang, lalu Zico bergegas lagi keluar dari sana menuju parkiran mobilnya, dengan kecepatan tinggi Zico mengendarai mobil untuk sampai kerumahnya, sampai dirumah Zico tak melihat ada mobil Vio yang terparkir, Zico masuk kedalam rumahnya dan bertanya ke bi Mina.

"Bik... apa Vio sudah pulang?" tanya Zico pada bi Mina yang baru saja selesai membersihkan halaman samping rumah.

"Tuan sudah pulang... tadi Nyonya pulang tuan, tapi setelah itu pergi lagi dengan membawa beberapa koper tuan." jelas bi Mina.

"Membawa koper...?" tanya Zico sedikit terkejut dan berlalu dari sana menuju kamar Alika.

Zico masuk kekamar Alika dan memeriksa lemari yang biasa digunakan oleh Vio untuk menaruh baju dan barang-barangnya yang lain, dan benar saja lemari itu kosong Vio telah pergi dari rumahnya.

Astaga... Vio benar-benar pergi, kamu kemana Vio? tolong maafkan aku, jangan tinggalkan aku dan Alika, aku mohon~ lirih Zico.

Zico terduduk lesu dilantai kamar Alika, tak terasa air matanya pun jatuh membasahi pipinya.

Alea maafkan aku... aku telah menyakiti Vio, aku tidak menepati janjiku padamu Alea, maafkan aku sayang~ lirih Zico lagi.

Alika pun terbangun dari tidurnya karna mendengarkan isak tangis dari Zico, lalu Zico mengambil Alika dari dalam box bayi dan mendekap putri kecilnya itu.

"Maafkan papa sayang... papa menyesal nyakitin mami kamu, sekarang kamu hanya tinggal sama papa nak.." rintih Zico.

Bik Mina yang tak sengaja melihat Zico menangis datang menghampirinya dan mengambil alih untuk menjaga Alika.

"Permisi tuan mohon maaf bila bibik ikut campur, tadi bibik sempat tanya ke Nyonya kemana dia akan pergi, terus Nyonya bilang beliau mau pergi kemakam Nyonya Alea, setelah itu beliau bilang mau menenangkan fikiran dulu untuk sementara waktu tuan." jelas bi Mina.

"Kemana dia mau menenangkan fikirannya bik..?" tanya Zico.

"Nyonya gak bilang sama bibik tuan, dia cuma bilang seperti yang barusan bibik katakan." ujar bi Mina.

"Terus aku harus cari kemana bik.." ucap Zico dan terisak kembali.

"Coba tuan lihat ke makam Nyonya Alea dulu, barang kali Nyonya Vio masih disana, kasian Nyonya Vio tuan tadi sepertinya Nyonya sedang sakit, bibirnya pucat dan matanya sembab kayak habis nangis tuan." ucap bi Mina.

Seketika Zico berlalu pergi dari kamar Alika menuju mobilnya dan bergegas mencari Vio, di perjalanan menuju makam dia tak hentinya menangis kala mengingat batapa Kejamnya dia menarik rambut Vio dan betapa sakitnya Vio di katakan perempuan ******.

Vio maafkan aku... maafkan aku... maaf... aku mohon kembali lah... ~ lirih Zico.

Tak lama Zico pun sampai di TPU tempat Alea dimakamkan, Zico segera memarkirkan mobilnya lalu dia keluar dan berlari ke arah makamnya Alea, setelah sampai Zico tak melihat siapa siapa disana, yang ada hanya tukang penjaga makam, Zico memberanikan diri untuk bertanya kepada penjaga makam tersebut.

"Permisi pak.. saya mau bertanya, apa bapak tadi ada melihat seorang perempuan datang ke makam ini?." tanya Zico.

"Iya tuan tadi ada perempuan datang ke makam ini sambil menangis, dan belum berapa lama ini beliau pergi tuan." ucap sang penjaga TPU.

"Oh yaudah kalo begitu terimakasih ya pak..." ucap Zico dan menduduki dirinya disamping nisan Alea, bapak penjaga TPU pun berlalu pergi dari sana.

Sayang... kemana aku harus mencari Vio~ ucap Zico.

Sementara Vio yang di cari-cari oleh Zico tengah berada di rumah yang dia beli sebelum Alea meninggal, belum ada yang tau dimana alamat rumah itu kecuali Fani, Alea dan ibunya Alea, di dalam rumah Vio mengistirahatkan dirinya dan berusaha untuk tidak menangis lagi, susah payah Vio menahan isak tangisnya hingga dia terlelap tidur dengan air mata yang masih mengalir, Vio benar-benar rapuh sekarang.

Pagi itu Zico terbangun dari tidurnya yang terbilang cuma satu jam, karna memang dia tidak bisa tidur mikirin dimana Vio sekarang, matanya terlihat sangat sembab, Zico enggan untuk keluar kamar apalagi berangkat bekerja, Zico memilih mengurung dirinya dikamar dia gak mau makan sama sekali, bahkan bibi berkali-kali mengetuk pintu kamarnya untuk mengajak sarapan, tetap tak di hiraukan oleh Zico.

Di rumahnya Vio, Vio baru terbangun dari tidurnya dia hendak pergi kekamar mandi, Vio turun dari ranjang, berdiri sambil memegang kepalanya yang dirasakan begitu pusing, Vio mencoba melangkahkan kakinya tetapi dia tak sanggup bergerak dia pun terjatuh ke lantai samping ranjangnya.

Yatuhan kepalaku pusing sekali... aku gak kuat, aku harus minta bantuan ke siapa ini, gak mungkin kalo aku telfon ibu dan suruh kesini, nanti ibu jadi tau masalahku, apa aku telfon Fani aja ya..? ~ gumam Vio.

Vio mencoba berdiri kembali dan mendudukkan tubuhnya di tepi ranjang, Vio meraih ponsel miliknya dan mencari kontak bernama Fani, setelah ketemu Vio langsung menghubungi Fani, telfon pun tersambung.

(Pembicaraan dalam telepon).

"Hallo mba Vio.." jawab Fani.

"Hallo Fani kamu sibuk gak? mba mau minta tolong bisa gak Fan?." tanya Vio.

"Gak begitu sibuk hari ini mba, mba mau minta tolong apaan." jawab Fani lalu berbalik tanya ke Vio.

"Tolong beliin mba obat sakit kepala sama obat pereda demam ya Fan, trus anter ke rumah mba.. mba ada dirumah sekarang." ucap Vio.

"Mba kepalanya masih sakit? mending kerumah sakit aja ya mba...?." saran Fani.

"Gak usah Fan, selesai minum obat nanti juga hilang kok, gak usah kerumah sakit, takutnya kalo kerumah sakit disuruh rawat lagi, gak ada yang nemenin mba soalnya, kamu kan kerja Fan." ucap Vio.

"Gak apa apa mba kita tutup aja dulu butiknya, mba aku anter kerumah sakit ya, kalo nanti disuruh rawat biar aku yang jagain mba nanti." saran Fani lagi.

"Yaudah Fan kamu buruan kesini ya, kepala mba pusing bnget udah gak tahan." ucap Vio.

"Iya mba ini aku mau berangkat, tunggu ya mba." ucap Fani sembari mengakhiri sambungan telponnya.

Fani menutup butik yang baru saja dia buka setelah itu taxi pesanannya pun datang dan Fani berangkat kerumah Vio.

Vio yang selesai telfonan dengan Fani bermaksud untuk ke kamar mandi buang air kecil, Vio mencoba jalan pelan-pelan kekamar mandi akhirnya dia pun sampai, dan setelah buang air kecil Vio hendak kembali kekamar, baru beberapa langkah tiba-tiba Vio ambruk di lantai kamar mandi dan tidak sadarkan diri.

***

Happy Reading guys 😘

Maaf ya readers tulisan sama bahasa aq belepotan 😁 maklum begitu dapat ide aku langsung nulis, trus sambil momong anak lagi 👶👶 ☺☺😊😊

Jangan lupa buat like, komen, rate 5 dan vote trus favorit kan juga ya biar tau up selanjutnya 😊😊 terimakasih 🤗🤗🙏💕

See you next chapter 😘😘😘

1
leahlaurance
Luar biasa
leahlaurance
semangat vio ,enga usah mikir bapanya bayi
leahlaurance
laki laki nya pelik amat.
Rubiyanti
Lumayan
Mailizerita Keffli
berenti terus lah ,bikin kecewa aja..nga ada gunanya juga jd penulis klu jln ceritanya cuma separuh2.👎👎.
umi yuliyansari
asik,mudah dipahami ,,
Julieta Tata
next dong
Sri Wahyuni
gooool
Sri Wahyuni
klau di dunia novel ribet bngt pasutri.mau tdur jg pdhl dah halal apapun awal nya cara menikah y
Hernawanti
lanjutkan 🙏🙏🙏
Aty Sihombing
sedih aq Thor baca bab ini😥
Erna Yunita
sabar Vio......si zico belum kejedot pintu....otaknya masih eror....
Erna Yunita
perasaan yg mungkin akan terlukai......
aku siapa...
klo drama nya dipercantik lagi maybe tambah keren thor 😍🤗 klo ini feel nya kayak terlalu cepet baca nya ditambah sad nya tuh sad gmn gtu 😁 menurut ku sihh..

#CemangattThor😍
Afifa Afifauzma
aseekk..dapat janda tapi perawan dong mas Zico....
Wati Mega
ternyata bagus dan seru jg cerita ya semangat untuk terus menulis 💪💪💪
Wati Mega
semangat 💪💪 untuk karya selanjutnya 💪💪
Wati Mega
bagus juga ko tetap semangat 💪💪💪
Nura_lee
thourr kok kaya nikah siri thor hanya bilang di mata agama, kalau nikah yg sah di mata agama dan negara baru cocok
Ida Blado
langsung lompat baca part terakhir ternyata gk ada lanjutanya,jadi,,,ya gk jadi baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!