Aku seorang Kapiten! Mempunyai pedang panjang! Kalau berjalan prok prok prok....
Aku seorang Kapiten!
-Albert Anderson-
*****
Nana menikah dengan Albert tapi pernikahan itu ditentang oleh keluarga besar Albert hingga rencana besar disusun mereka untuk menyingkirkan Nana.
Mereka membuat Nana kecelakaan hebat hingga Nana dinyatakan meninggal.
Tapi tanpa mereka tahu jika Nana selamat dan ditolong oleh seorang pria bernama Kevin.
Saat Nana membuka mata ternyata dia mengalami amnesia dan lebih parahnya dia tengah mengandung anak Albert.
Hingga drama pernikahan palsu dibuat Kevin untuk melindungi Nana dan bayinya.
Bagaimana kisah mereka selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tempe Orek
🍂🍂🍂
Albert masuk ke dalam mansion yang disana dia disambut oleh beberapa pelayan.
"Selamat datang, Tuan Muda!" sapa mereka.
Albert tersenyum dan mengangguk lalu mendekati ketua pelayan disana yang berkaca-kaca melihatnya.
"Pak Mun, pasti merindukanku ya?" tanya Albert. "Baru juga beberapa hari ditinggal."
"Saya mengkhawatirkan anda, Tuan Muda," jawabnya.
"Tidak perlu khawatir, aku sekarang belajar banyak hal! Aku tahu yang namanya gayung, kipas angin, uang sepuluh ribu!" ucap Albert bangga.
Bersamaan dengan itu Joe menghampiri tuan mudanya karena mendapat laporan jika Albert sudah datang
"Tuan Muda," sapanya hormat.
Albert mengangguk lalu mengikuti Joe dari belakang saat masuk Maura sudah bersekap dada melihat Albert tapi Albert bersikap acuh pada Mommy-nya.
Monica yang baru turun dari kamarnya yang melihat itu dibuat heran pada sikap Albert yang berubah padahal dulu Albert adalah anak Mommy.
"Coba lihat sikap Al, Mom! Wanita itu pasti meracuni pikirannya," ucap Monica saat susah dekat dengan Maura.
"Aku tidak akan membiarkan wanita itu terus mencuci otak anakku!" geram Maura.
"Kita harus memberi peringatan pada wanita itu, Mom! Aku menyuruh orang mengikutinya dan Mommy tahu apa yang dia lakukan di belakang Al," ucap Monica dengan memperlihatkan foto Nana dan Kevin yang bergandengan tangan di restaurant.
"Kurang ajar!" umpat Maura.
Sementara di ruang kerja Harry, disana Albert sudah duduk menghadap Daddy-nya.
"Aku dengar kau bekerja jadi kuli di pasar! Apa yang kau lakukan!" bentak Harry. "Kau membuat malu keluarga!"
Albert mendesah. "Bukankah aku bukan bagian dari keluarga ini lagi? Kenapa Daddy menyuruh orang mengikutiku?"
"Aku bahagia hidup bersama Nana, Dad! Aku banyak mengenal hal baru dan lebih menghargai hidup yang aku jalani. Jadi, aku mohon lepaskan aku," tambah Albert tertunduk.
Harry menggelengkan kepalanya tidak percaya. "Bagaimana nasib Selena? kami sudah menjodohkanmu dengan keluarga Gomez sejak kecil!"
"Selena Gomez itu pasti akan mengerti, dia itu wanita kekinian tidak mungkin menerima perjodohan!" ucap Albert mengingat teman masa kecilnya itu.
"Dan masalah perusahaan biar kak Monica saja yang mengambil alih. Aku tidak tertarik sama sekali," tambah Albert tegas.
"Monica sibuk dengan urusan butiknya! Kau anak laki-laki dari keluarga Anderson jadi kau yang berhak menerima jabatan itu tapi kau melepasnya begitu saja! Semoga kau tidak akan menyesal!" bentak Harry dengan meninggalkan Albert seorang diri.
Albert hanya bisa meraup wajahnya kasar, keluarganya benar-benar tidak mau menerima keputusannya. Albert keluar dari ruangan kerja Harry, dia ingin segera pulang menemui istrinya tapi langkahnya berhenti karena keluarganya menunggunya di meja makan.
Di meja itu tersedia berbagai macam makanan western. Yang mana membuat Albert tidak berselera makan, lidah Albert sudah terkontaminasi oleh masakan Nana.
"Tidak sudi lagi makan bersama kami?" sindir Monica melihat adiknya tak kunjung mengambil makanan.
Albert menggeleng. " Bukan begitu! Aku tidak suka makanan western sekarang!"
"Tempe orek Nana jauh lebih enak!"
"Tempe orek?" tanya Maura heran. "Jadi, wanita itu memberimu makan tempe!"
"Jangan salah itu makanan terenak setelah nasi padang, Mom!" jawab Albert pamer.
"Aku pergi dulu! Besok-besok tidak usah mengundangku makan malam lagi karena selera kita semua sudah beda!" ucap Albert dengan meninggalkan keluarganya.
Sebelum menjauh dia membalikkan badannya. "Tadi aku kesini diantar teman baruku namanya Tejo! Aku sekarang punya teman pribumi! Keren kan!"
"Al, kau semakin tidak waras!"
🍂🍂🍂
❤❤❤❤
yg ada pas lahir..
palanya kotor parahhh..
❤❤❤❤❤