Sebagai gadis biasa, Rona menganggap aneh ajakan paksa menikah dari seorang penerus perusahaan besar. Rupanya terdapat misi dibalik rencananya! meskipun tahu, pernikahan itu tetap berlanjut sesuai kontrak yang mereka sepakati.
Namun cobaan pernikahan satu bulan mereka sangat sangat membuatnya lelah
Bagaimana kelanjutannya? Bagaimana pula pernikahan mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Olvi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MCW
Keesokan harinya Rona dan bunda Mila pergi ke butik karna mereka sudah bosan dengan gaun kondangan yang mereka miliki, alhasil mereka membeli baju kondangan yang sama dibutik yang mereka datangi. "Bund ini atau itu?" tanya Rona bingung.
Mereka berencana memakai baju couple antara ibu dan anak yang terkesan menggemaskan.
"Mba rekomendasi baju couple yang bagus untuk ibu dan anak yang mana ya?" tanya Rona pada Karyawan butik.
"Untuk nona dan ibundanya ya?" tanya balik Karyawan butik itu.
"iya," jawabnya sambil mengangguk
"Sini nona, di sini model dan desainnya bagus, bila masih belum berminat bisa mendesain atau memilih desain untuk dibuatkan," jelas karyawan butik mengarahkan ke sebuah ruangan.
Rona dan Bunda mencari yang sesuai dan cocok berbolak balik namun hanya sebentar lalu pada akhirnya Rona memutuskan memilih salah satu dari pakaian itu yang disetujui oleh bunda Mila. "Mba saya beli yang ini ya," ucap Rona menunjuk baju yang ia sukai.
"Tidak sekalian jas untuk ayahnya?" tanya karyawan butik.
"Saya yatim angkatan belum lahir hehe," seakan tanpa beban mengatakannya, bunda Mila pun menepuk kecil kelakuan absurd putrinya yang terkesan sangat santai menceritakan hal sedih.
"Oh maaf, baik saya bungkus ya. Silahkan melakukan pembayaran ke kasir," ucap Karyawan butik tak enak hati.
"Bunda bayar ya?" tawar bunda Mila memegang tangan Rona dengan lembut.
"Nggak usah bund, aku aja. Masih mampu kok," ucap Rona diselingi senyuman manis.
"Yaudah,bunda tunggu di luar ya," Ucapan bunda Mila mendapat balasan anggukan dari sang putri.
Saat Rona membayar, bunda Mila keluar butik namun tanpa sengaja pandangannya tertuju pada seseorang yang memakai kaca mata hitam dengan diikuti beberapa orang di belakangnya. Orang misterius tersebut terlihat sangat berwibawa dan kaya.
Bunda Mila langsung masuk kembali ke dalam Butik dan meminta Rona untuk di dalam saja dulu. "Loh bund kok masuk lagi?" tanya Rona heran.
"Emm di duar panas sayang, di sini dulu yah," alasan bundanya dipercaya oleh Rona. Tak ada alasan lain untuk tak mempercayai karena memang cuaca di luar sangat panas.
"Ohh yaudah."
"Mba ada masker sama kaca mata hitam nggak?" tanya bunda Mila pada Karyawan Butik.
"Maskernya ada tapi kaca mata adanya cuman satu bu," jawab Karyawan butik.
"Nggak papa, buruan mba bawa sini saya beli!" bunda Mila mendesak agar cepat diberikan barang yang ia butuhkan.
"Buat apa bund?" tanya Rona bingung namun tak dibalas oleh bundanya, Bunda menarik Rona ke ruangan di mana mereka memilih baju tadi hingga Karyawan butik itu datang dan memberikan apa yang ia inginkan.
Bunda Mila membayar dan langsung memakai masker dan juga kaca matanya. "Ini sayang kamu juga pakai ya maskernya" Ucap bunda Mila memberikan barang itu untuk segera dipakai oleh sang putri.
"Hah? buat apa sih bund?" tanya Rona bingung.
Memang kenapa harus memakai masker? tidak ada yang aneh di luar, mengapa lagak sang bunda terlihat aneh. Apa yang disembunyikan? "Udahh cepet kamu pakai!" desak bunda Mila tegas membuat Rona langsung memakainya.
"Makasih ya mba," ucap Rona mengangguk ramah.
"Iya nona," balas karyawan Butik tersenyum menanggapi.
Bunda Mila menarik Rona untuk keluar dari butik dan tepat saat mereka baru saja berada dibluar pintu, mereka berpapasan dengan orang yang dilihat Bunda Mila masuk ke dalam Butik yang baru saja mereka kunjungi. Setelah mereka berada didalam mobil Bunda Mila langsung menghela nafas kasar dan membuka kaca mata serta masker yang ia pakai.
Huft
"Kenapa sih bund?" tanya Rona curiga.
"Gapapa sayang tadi panas aja makannya bunda pake masker sama kaca mata," jelas Bunda Mila sambil tersenyum dan berkaca untuk melihat wajahnya yang tetap mulus.
"Hah?" beo Rona tak percaya.
"Udah ayo pulang bunda laper!" ucap bunda Mila.
"Ah? pulang? iya." Rona masih memikirkan apa sebenarnya yang disembunyikan bunda Mila darinya,
Mereka kembali pulang kerumah dan melakukan aktivitas mereka seperti hari hari sebelumnya.
**✿❀ ❀✿**
" .............." Ucap Bunda Mila pada seseorang disambungan telepon m
"..............."
"..............!"
"................"
"................"
Keesokan harinya semuanya heboh dengan riasan dan penampilan mereka masing-masing. Rona dan bunda Mila memakai baju couple yang mereka beli kemarin, tak lupa sepatu haknya pun sama meskipun milik sang bunda tak setinggi milik Rona karna faktor U (umur) yang membuat bunda Mila tak ingin mengambil risiko.
"Widihh pengantinnya cantik kali," celetuk Rona pada Fani dengan sedikit godaan yang membuat orang lain tersenyum.
"Kan emang gue cantik kak," ucap Fani dengan kepercayaan diri yang sejak dulu tak pernah hilang.
"Iyain aja deh," goda Rona.
"Apaan sih kamu! anakku itu memang cantik karna menurun dari ibunya!" sela bibi Shinta mendelik.
"Iyain aja deh," ucap Rona sedikit mengejek.
"Kamu!" ucap Bibi Shinta emosi.
"Shinta!" tegur Ayah Fani membuat bibi Shinta bungkam seketika.
"Sudahh ayo segera berangkat nanti terlambat," ucap Kakek.
Mereka pergi ketempat di mana pernikahan itu digelar yakni berada di hotel milik Pranata. Tak membutuhkan waktu lama untuk tiba di tempat yang dituju karna memang sedikit dekat dengan tempat tinggal mereka. semuanya masuk ke dalam hotel Pranata dengan rombongannya.
"Sayang kamu masuk dulu ya, bunda mau nungguin temen bunda dulu," ucap bunda Mila sambil terus berada pada fokus handphone yang ia genggam.
"Hah? kenapa nggak ditunggu di dalem aja?" tanya Rona bingung.
"Udah pokoknya kamu duluan aja!" balas bunda Mila memaksa.
"bunda beneran gapapa sendirian? mau aku temenin?" tawar Rona yang tak tega meninggalkan ibunya sendiri di luar seperti ini.
"Enggak, udah kamu duluan aja."
"Yaudah aku ke sana dulu yah, buruan ntar aku sendirian lagi di sana," ucap Rona menunjukkan keahlian aktingnya mengambek.
"Iya sayang," ucap bunda Mila.
Entah apa yang dilakukan bunda Mila dengan temannya, Rona tak ambil pusing meskipun sebenarnya ia khawatir bundanya sendiri namun karena paksaan dari sang bunda mau bagaimana lagi?
Ia ikut rombongan masuk ke dalam gedung namun karna berbincang dengan bunda terlalu lama jadi ia berada di belakang rombongan. Karna lift hanya ada dua dan semua terisi penuh dengan rombongan keluarga dari Fani hanya tersisa dia saja yang tak bisa masuk.
"Rona sini masuk," ajak Ayah Fani.
"Enggak cukup! ini aja udah sumpel sumpelan, di sebelah aja!" potong bibi Shinta sewot.
"Udah gapapa om, Rona tunggu aja."
"Yasudah," Ayah Fani hanya bisa menyetujui dan membiarkan saja, toh ia sudah menawarkan.
Dengan terpaksa Rona menunggu tetapi tiba tiba ada seseorang yang mendekap dirinya dengan kain yang diberi obat dan berakibat ia pingsan seketika
Bersambung.
dgn kebahagiaan rona dan Louis...
jg anak mereka...
yg di bilang SM Rona itu benar Louis SM tuan aldrich itu laki² paling bego dan tolol...
mereka ga tau kalo Layla itu emang perempuan jalang yg selalu melayani om²...
akhirnya malah mempermalukan diri sendiri,,, rasain km mama dara makanya jd mertua jgn jahat...
🤭🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jgn mau kalah SM laki ...🤭🤭🤭👍👍