Adrian Walker, seorang pemilik sebuah Restoran terbesar di kotanya, terpaksa menikah lagi dengan seorang gadis bernama Ariana atas permintaan istri pertamanya, Elizabeth.
Elizabeth terpaksa melakukannya karena kedua orangtua Adrian sangat menginginkan kehadiran seorang cucu. Sedangkan Elizabeth tidak mungkin hamil karena rahimnya sudah diangkat akibat kecelakaan yang pernah terjadi padanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aysha Siti Akmal Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ariana Hamil
Setelah malam itu, Elizabeth meminta Adrian untuk jaga jarak dengan Ariana.
Sering kali Adrian tidak dapat menahan hasratnya untuk mendekati Ariana. Ia ingin sekali memeluk dan mencium istri keduanya itu namun Elizabeth memperketat pengawasannya.
Hingga suatu hari ketika Elizabeth sedang berkumpul dengan teman-temannya,
Adrian menemui Ariana yang sedang berada di kamarnya.
"Ariana, maafkan aku. Setelah kejadian malam itu, aku selalu terbayang-bayang dirimu. Aku jatuh cinta padamu, Ariana. Aku tidak bisa menolak perasaan ini, aku sudah mencobanya namun tidak berhasil. Aku jatuh cinta di malam pertama kita..." kata Adrian lirih
Ariana terdiam sejenak, Iapun merasakan hal yang sama pada lelaki itu. Lelaki yang telah menyentuh dan memberinya kehangatan pada malam itu.
"Tapi aku tidak bisa, Tuan. Peran ku disini hanya sebagai wanita yang akan melahirkan anak untuk kalian." sahut Ariana.
"Ariana, apa kau merasakan perasaan yang sama kepadaku? Apakah kau mencintaiku?" tanya Adrian sambil mendekati Ariana dan menatap lekat mata indahnya.
Tubuh Ariana bergetar ketika tangan kekar lelaki itu memegang tubuhnya, mata Ariana bahkan tak mampu berkedip ketika tatapan tajamnya menusuk kearah matanya.
"Jawab aku Ariana!" kata Adrian
Ariana mengangguk perlahan dan membuat Adrian tersenyum kemudian memeluknya dengan erat.
"Aku berjanji, Ariana. Aku akan mempertahankan dirimu. Kita akan hidup bersama dan merawat anak kita." kata Adrian sambil mengecup kening Ariana.
"Tapi bagaimana dengan Nyonya?" tanya Ariana
"Aku akan membicarakannya kepada Elly, Aku akan berbuat adil kepada kalian berdua." sahutnya
***
Malam itu Adrian dan Ariana kembali mengulangi malam panas mereka. Ketika mereka tengah asik bergulat, Elizabeth tiba dirumah mereka.
Elizabeth bersiap menemui suami tercintanya, dengan langkah cepat ia berjalan menuju kamarnya.
Namun ketika melewati kamar Ariana, ia mendengar suara desahan wanita itu. Desahannya terdengar semakin panas dari dalam ruangan itu.
Hati Elizabeth bagaikan dicabik-cabik. Ia merasa dikhianati oleh kedua orang yang tengah beradu kasih didalam kamar itu.
"Aku mencintaimu, Ariana." terdengar suara Adrian disela erangan nya.
"Aku juga mencintaimu, Tuan." sahut Ariana.
Elizabeth terisak didepan kamar Ariana, ia duduk sambil bersandar di pintu kamar wanita itu.
"Kalian kejam, kalian tega menyakiti aku seperti ini!" ucap Elizabeth lirih disela tangisnya.
Didalam kamar itu, terdengar suara canda tawa Ariana dan Adrian. Mereka terdengar sangat bahagia, bahagia diatas penderitaan Elizabeth.
Ketika mendengar suara langkah kaki yang mendekat kearah pintu, Elizabeth beringsut dari tempatnya duduk.
Adrian keluar dari kamar itu sambil memeluk tubuh Ariana dan betapa terkejutnya mereka ketika melihat Elizabeth yang menangis sambil bersandar di dinding depan kamar Ariana.
"Elly!" kata Adrian sambil melepaskan pelukan nya kepada Ariana dan menghampiri istri pertamanya yang terlihat berantakan.
"Jangan sentuh aku!" teriak Elizabeth sambil menghempaskan tangan Adrian yang ingin menyentuhnya.
Ariana menundukkan kepalanya, ia tidak berani menatap wajah marah Nyonya Elizabeth yang sedang berada di depannya.
"Aku salah karena telah menghadirkan seorang pelakor berwajah polos seperti dirimu, Ariana!" hardik Elizabeth dengan airmata yang masih mengucur deras diwajah cantiknya.
"Sudahlah, Elly. Aku akan bersikap adil kepada kalian berdua." sahut Adrian sambil meraih tubuh Elizabeth dan memeluknya.
"Apa, adil katamu? Apa kau kira aku akan menyetujui wanita ini menjadi istri kedua mu untuk selamanya?!" hardik Elizabeth
Ariana semakin menundukkan kepalanya sedangkan Adrian terus mencoba menenangkan Elizabeth.
"Cukup Adrian! ini terakhir kalinya aku melihat kalian bersama. Esok kita periksa Ariana, jika dia belum hamil juga maka usir dia dari sini dan kita cari wanita baru!" sahut Elizabeth ketus.
Ariana menitikkan ari matanya, ia tidak menyangka dirinya tak lebih dari sebuah sampah yang tidak berguna.
Adrian sempat menatap wajah Ariana yang sedang terisak sebelum ia membawa istri pertamanya menuju kamar mereka.
Keesokan harinya,
Adrian dan Elizabeth sudah menunggu Ariana di mobilnya. Mereka akan membawa Ariana ke Dokter spesialis kandungan untuk memeriksakan dirinya hamil atau tidak.
Ariana sudah pasrah, dia pun sudah mengemasi barang-barangnya. Hamil atau tidak hamil, nasibnya tetap sama. Sama-sama akan dibuang setelah mereka tidak membutuhkan dirinya lagi.
Ariana memasuki mobil dan duduk disamping Tuan Haidar, yang sekarang mengemudikan mobil Tuan Adrian.
"Kenapa lama sekali?!" hardik Elizabeth,
"Saya sedang berkemas, Nyonya." sahut Ariana lirih
Deg! Hati Adrian serasa disayat-sayat dengan pisau yang sangat tajam setelah mendengar jawaban Ariana.
"Baguslah kalau kamu sadar diri!" ucap Elizabeth ketus
"Sudahlah, Sayang!" sahut Adrian sambil memeluk Elizabeth.
Setibanya ditempat praktek Dokter Kandungan itu, mereka segera disambut oleh perawat yang membantu Dokter itu.
Ariana segera diperiksa oleh Dokter tampan yang tidak lain adalah Sahabat dari Adrian, Dokter Rico.
"Senang ya, punya istri dua." goda Dokter Rico kepada Adrian
Adrian hanya terkekeh pelan tanpa menjawab pertanyaan sahabatnya itu.
"Sebaiknya kamu cepat menyusul, Rico. Jangan biarkan Nancy tumbuh tanpa seorang Ibu." sahut Elizabeth tanpa ekspresi apapun di wajahnya.
Dokter Rico tersenyum sambil mempersilakan Ariana untuk berbaring di tempat tidur pasien. Setelah memeriksa keadaan rahim Ariana, Dokter Rico melebarkan senyumnya.
"Selamat ya, Tuan Adrian. Istri kedua anda positif hamil dan usia kandungannya sudah memasuki minggu ke dua." ucap Dokter Rico.
Adrian dan Elizabeth terlihat sangat bahagia, mereka berpelukan diruangan itu. Namun ada pemandangan yang membuat Dokter Rico merasa bingung. Dokter Rico menyaksikan ekspresi Ariana yang diluar dugaannya.
Wanita itu terdiam dengan wajah sendu. Bahkan matanya terlihat berkaca-kaca. Bukan karena bahagia namun terlihat sedih. Wanita itu sedih ketika ia sedang mengandung keturunan Adrian.
Ingin rasanya Dokter Rico menanyakan apa yang sedang terjadi kepada pasiennya itu. Namun ia tidak bisa ikut campur urusan rumah tangga mereka walaupun Adrian adalah sahabatnya sendiri.
"Terimakasih Dokter Rico!" ucap Adrian sambil mengulurkan tangannya kepada Dokter itu.
"Sama-sama!" sahut Dokter itu disertai senyuman hangatnya.
"Selamat ya, Nona!" Dokter Rico mengulurkan tangannya kepada Ariana namun nyawa wanita itu entah sedang berada dimana hingga ia mengacuhkan Dokter itu.
Ariana berjalan dengan tatapan kosongnya hingga memasuki mobil Tuan Adrian.
"Ada apa, Dok?" tanya salah satu perawat nya.
"Entah mengapa aku merasakan ada yang tidak beres dengan istri kedua Adrian. Dia nampak tidak bersemangat ketika ia mengetahui kalau dia sedang mengandung." sahut Dokter Rico
Ariana memang tidak ingin dia hamil agar secepatnya ia dibuang dari keluarga itu. Namun takdir berkata lain. Ia malah sedang mengandung anak Adrian.
"Kamu senang kan, Ariana? Kau masih bisa mendekati suamiku." kata Elizabeth ketika Ariana baru saja memasuki mobil mereka.
Sakit namun tidak berdarah. Ariana merasakan sakit yang sangat di hatinya ketika Elizabeth mengatakan hal itu kepadanya.
"Aku tidak berdaya, Nyonya. Akupun tidak menginginkan ini. Lebih baik aku dibuang dari kehidupan kalian secepatnya." sahut Ariana lirih
"Apa kau bilang?!" hardik Elizabeth dengan wajah kesal.
👍👍👍
smoga saja ariana berjodoh dgn dokter yang sdh menolongnya