Cinta Tapi Menyakitkan, adalah kisah sebuah rumah tangga Anindita Putri dan Elnino Karisma.
El menikahi Anin karena ingin melupakan istrinya yang meninggalkan dirinya begitu saja. Sementara Anin karena sudah jatuh cinta pada El, akhirnya mau dinikahi.
Saling menyakiti bermula ketika Anin tahu bahwa El sudah pernah menikah, dan belum menceraikan istri pertamanya. Pernikahan untuk El adalah sebuah cara untuk melupakan istri pertamanya, dan belum memiliki perasaan cinta pada sosok Anin yang membuat Anin sangat tersakiti.
Anin berusaha untuk bangkit sendiri, dalam sakit hatinya, tiba-tiba banyak sosok pria dengan tulus mencintai Anin dan membuat Anin merasa di cintai, tapi dalam kondisi Anin tidak bisa bercerai dengan El.
Penasarankan bagaimana akhirnya kisah cinta Anin dan El? Akankah El kembali pada istri pertamanya, atau akan tetap bertahan dengan Anin, dan mencintainya?
Yuuuk baca Novel ini sampai akhir 😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Felicialetha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pernikahan
Hari yang sangat di tunggu-tunggu oleh Anin dan El, kini sudah tiba waktunya. Anin dan keluarga, sudah menunggu di gedung hotel yang El sewa untuk acara pernikahannya ini, tak lupa Hana juga mendampingi Anin di hari bahagiannya itu.
Anin masih bersiap dikamar hotelnya, perasaan yang gugup membuat jantungnya berdebar kencang. Semua dekorasi dan konsep berjalan sesuai yang Anin inginkan dan Harapkan.
El tak tanggung-tanggung ia menyewa WO ternama untuk acara pernikahannya ini, karena ia mengundang beberapa koleganya yang dari luar Negri. Berbeda sekali dengan pernikahannya dulu dengan Elvira yang hanya biasa karena memang El belum memiliki segalanya.
El dan keluarga sudah tiba di depan gedung pernikahan, banyak sekali barang seserahan yang El bawakan untuk Anin, karena memang ia sangat ingin menyenangkan Anin.
El terlihat gugup, jantungnya berdebar lebih cepat dari biasanya. Walau ini kali kedua, tapi sama saja rasanya sangat membuat dirinya gugup.
Pihak Wo sudah memanggil El dan keluarga untuk segera masuk kedalam, karena penghulu sudah siap, Acara akad nikahpun akan segera berlangsung.
Sebelum masuk kedalam El mendatangi securiti untuk meminta jaminan keamanan, bila Fariz datang dan mengacawkan acara sakralnya ini.
"Hati-hati tolong perhatikan bila ada orang ini datang, jangan biarkan dia masuk atau mengacawkan acara saya!" ucap El berbisik pada telinga securiti hotel sembari menunjukan sebuah foto yang ada di ponselnya
"Siap Tuan, laksanakan!" jawab Securiti itu dengan tegas
El lalu melanjutkan langkahnya untuk masuk kedalam gedung, para tamu undangan sudah beberapa yang menunggu kedatangan El. Semua mata tertuju pada El yang digandeng oleh ke dua orangtuanya itu menuju meja dan kursi yang sudah di persiapkan untuk akad Nikah. Terlihat Pak Hendra sudah duduk bersama penghulu disampingnya, lalu beberapa saksi dari keluarga Anin. El duduk dengan kursi kosong di sampingnya, karena Anin belum diperbolehkan duduk di samping El.
"Bismillah acara akad nikah ini akan segera kami mulai" ucap Penghulu pada El dan semua orang yang siap menjadi saksi itu
Acara akad dengan lancar terucap dari mulut El, dalam satu tarikan nafasnya. Semua orang merasa sangat lega ketika semua para saksi mengucap "Sah".
Anin yang mendengar dari ruangan gantipun tak henti-hentinya mengucap syukur, ditemani oleh Hana yang setia bersamanya itu. Hana dan Anin saling berpelukan melepas rasa haru bahagianya.
"Akhirnya sahabat ku kini sudah menjadi Nyonya El" ucap Hana dengan terharu dalam pelukannya dengan Anin itu
Tak lama seorang petugas WO datang menghampiri Anin dan Hana yang masih berpelukan itu, memberitahu bahwa Anin harus segera keluar dan menemui El dalam acara pernikahannya ini.
Hana menggandeng Anin, hingga ke kursi tempat Akad berlangsung, dan duduk di samping El yang kini telah menjadi suaminya itu.
El menatap Anin dengan dalam, sungguh sangat cantik Anin dalam balutan gaun sederhana, dengan memperlihatkan lekukan tubuhnya, namun tidak begitu terbuka.
"Cantik sekali istri ku.." ucap El berbisik ditelinga Anin
Anin tersenyum malu, karena kini masih dalam acara pernikahan dan semua orang menatap ke arahnya.
Acara pernikahan itu dilanjutkan dengan semua para tamu undangan menyalami Anin dan El di atas pelaminan.
Seusai pernikahan berlangsung. Para tamu satu persatu sudah meninggalkan gedung pernikahan. Anin dan El kembali ke kamar hotel untuk beristirahat sejenak, sementara kedua keluarga mereka sudah kembali pulang juga.
Para tamu, dan keluarga tak sedikit yang memposting foto pernikahan El dan Anin, sebagai bentuk kebahagiaan juga ucapan untuk El dan Anin.
Ditempat lain ada seseorang yang juga melihat postingan foto pernikahan El dan Anin yang sangat bahagia itu. Anin yang cantik dengan senyum manisnya, El yang tersenyum lebar, dengan tubuh gagahnya terlihat sangat tampan dalam balutan jas.
"Akhirnya kamu bisa melupakan tentang kita.." ucapnya dengan nada suara sinisnya
"Kamu tidak akan bisa lepas dari ku karena satu ikatan lagi, Elnino Karisma.. Tenanglah semua akan terbuka satu persatu" lanjut ucapnya penuh dengan kelicikan
...----------------...
El dan Anin menghabiskan malam pertama mereka bersama di hotel bintang 5, dengan kamar yang sudah di dekor sedemikian rupa untuk malam pertama romantis mereka.
Makan malam yang juga sudah tersedia di dalam kamar, secara privat karena El tidak ingin kemana-mana, ia ingin benar-benar menghabiskan waktu bersama istrinya itu.
Setelah mandi sore, Anin terlihat berbaring di kasur yang sangat nyaman itu, ia terlihat sangat lelah setelah seharian tadi menjadi ratu dalam pernikahannya. Anin memejamkan matanya, sementara El masih di dalam toilet. Anin yang masih merasa malu pada El, berusaha cepat mengganti pakaian dan mandi agar tak dilihat oleh El. El sebenarnya tahu kalau Anin malu-malu pada dirinya, El memperhatikan tingkah lucu Anin.
El baru saja keluar dari toilet, dengan handuk melilit di pinggang. Sebenarnya Anin melihat, tapi ia langsung dengan cepat memejamkan matanya lagi. El sebenarnya menyadari itu, ia menahan tawanya.
"Nin, mau lihat, lihat aja.. Aku gak malu kok" goda El pada Anin
"Sekarangkan kita sudah sah, bebas kok berduaan dikamar, lihat-lihatan" ucap El sembari tak kuasa menahan tawanya
"Ih apaaan sih" ucap Anin karena kesal pada El yang menggodanya begitu
El tak jadi berganti pakaian, ia menghampiri Anin lebih dulu karena ingin menggodanya lagi.
El langsung memeluk Anin dengan telanjang dada.
"Pakai baju dulu sayang, masuk angin loh.." ucap Anin sebenarnya malu
"Masa hubungan suami istri harus pakai baju, keluarnya nanti gimana?" ucap El lagi-lagi menggoda
"Ih mesum deh.." ucap Anin yang tak mampu melepaskan pelukan di dada suaminya.
El mengelus lembut pipi istrinya, menyingkirkan helai rambut yang menutupi jidat dan pipi, memandangnya dengan sangat dalam. Membuat Anin semakin berdebar-debar tak karuan.
"Tenang Nin.. Tenang.. Ini suami kamu, kamu gak boleh menolak kewajiban mu. Suami mu berhak atas diri mu" ucap Anin dalam hatinya menenangkan
El tak kuasa untuk tidak mencium bibir mungil Anin, lalu perlahan turun keleher, membuat Anin tak mampu lagi berkata-kata, ia menikmati semua sentuhan lembut dari suaminya itu.
"Anin sudah menikmati semuanya" pikir El dalam hatinya
Anin memejamkan matanya, merasakan getar-getar yang aneh, yang baru ia rasakan dalam hidupnya.
"Mungkin ini yang namanya malam pertama, walau ini masih sore" ucap Anin dalam batinnya
El terus menuruni semua tubuh Anin, ia perlahan mengelus dada Anin, yang memang tidak seberapa itu. El menatap ke arah Anin, ia takut Anin merasa tidak nyaman dengan sentuhannya.
"Apa boleh?" tanya El dengan wajah yang masih berhadap-hadapan dengan Anin dengan sangat dekat itu
Anin hanya mengangguk ia malu untuk menjawabnya.
"Benar nih? Sudah ada yang mau masuk sangkar soalnya" ucap El dengan tawanya
"Sangkar?" tanya Anin dengan polosnya
"Iya, cuma kamu yang punya sangkarnya" jawab El semakin membuat Anin tak mengerti
Anin hanya terdiam, El mulai membuka perlahan baju tidur Anin yang seksi itu. Lalu El ikut masuk ke dalam selimut yang sama. Jantung Anin semakin berdebar, karena sudah tak ada sehelai pakaian yang menempel ditubuhnya. El mulai menjeramahi kembali tubuh istrinya itu, dan Anin mulai menikmati semuanya. Malam pertama yang terjadi di sore hari.