NovelToon NovelToon
Dinikahi Calon Ipar

Dinikahi Calon Ipar

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:18k
Nilai: 5
Nama Author: REZ Zha

Ini bukan tentang pengkhianatan atau perselingkuhan.

Ditinggal kabur calon suami sehari sebelum pernikahan demi wanita lain adalah hal memalukan bagi Kanaya. Namun, terjebak dalam pernikahan darurat dengan Yudha, calon adik iparnya yang 7 tahun lebih muda dari usianya, jauh di luar bayangannya.

Tanpa cinta, tanpa persiapan, dia harus memulai hidup seatap dengan laki-laki yang lebih pantas menjadi adiknya.

Inilah kisah dua jiwa yang dipaksa bersatu demi sebuah nama baik. Apa yang terjadi dengan kisah mereka setelah menikah? Akankah rumah tangga mereka bisa bertahan? Apakah rasa cinta akhirnya tumbuh di antara mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kontrak Rumah

Yudha tak pernah mengira Kanaya akan mengambil langkah seberani ini. Entah karena idenya sendiri atau desakan orang tua, hingga terpikir untuk membuat surat perjanjian pisah setelah usia pernikahan mereka memasuki usia tiga bulan. Namun, ia sadar pernikahan ini dilaksanakan hanya untuk menyelamatkan nama baik kedua keluarga, sehingga ia memaklumi sikap yang diambil oleh Kanaya.

"Setelah tiga bulan kita cerai?" Yudha bersuara setelah tuntas membaca lembaran di tangannya.

"Iya, itu yang terbaik untuk kamu," jawab Kanaya tenang. "Kamu berhak bahagia dengan wanita pilihanmu sendiri. Aku yakin kamu juga ingin menikah dengan wanita yang kamu cintai, bukan menikah karena terpaksa. Aku nggak ingin membebani kamu, karena itu sebaiknya kamu tanda tangani saja." Kanaya menyebut alasannya membuat keputusan seperti itu.

"Aku menerima tawaran kamu untuk menggantikan posisi kakakmu, hanya demi menyelamatkan nama baik keluarga. Aku yakin kamu juga tahu itu." Kanaya menjelaskan jika ia tak berharap banyak pada pernikahan mereka.

Yudha membuang napas kasar. Dia sendiri belum tahu harus melangkah ke mana. Bertahan atau melepaskan? Pikirannya buntu. Namun, ia berpikir, jika takdir secepat ini menyatukan mereka dalam ikatan pernikahan tak terduga, mungkinkah Kanaya adalah jodoh yang sesungguhnya disiapkan Tuhan untuknya? Dia percaya semua kejadian selalu punya alasan yang tersirat.

Sayangnya, saat ini ia belum bisa meyakinkan Kanaya untuk berpikir seperti dirinya. Tanpa mendebat lebih jauh, Yudha akhirnya menggoreskan tanda tangan di atas kertas kesepakatan itu.

"Jadi, kita tinggal di mana sekarang?" tanya Yudha, mengembalikan surat yang sudah ia setujui.

Karena serba mendadak, mereka bahkan belum sempat memikirkan tempat tinggal. Yudha sebenarnya punya rumah pribadi, walau selama ini ia masih menetap bersama orang tuanya.

Kanaya terdiam beberapa saat seraya berpikir. Mengajak Yudha tinggal di rumah orang tuanya jelas bukan ide bagus. Yudha pasti akan sangat canggung berhadapan dengan orang tuanya. Namun, ia juga tidak ingin tinggal bersama keluarga Yudha, terutama dengan keberadaan Yogi di sana.

"Aku ada rumah pribadi. Bagaimana kalau kita menetap di sana dulu?" tanya Yudha, memecah kebuntuan saat melihat Kanaya hanya diam.

Kanaya menggelengkan kepala, bereaksi pada saran Yudha. Mereka hanya menikah sementara, jika mereka berdua tinggal di rumah Yudha, bagaimana reaksi tetangga di sana jika akhirnya mereka berpisah.

"Aku nggak setuju!" tolak Kanaya, "Kita hanya tiga bulan bersama, tetangga kamu pasti akan bertanya-tanya kalau aku nggak tinggal di sana lagi." Kanaya beralasan, "Bagaimana kalau kita cari kontrakan saja?" Kanaya memberi usulan.

Yudha berpikir sejenak, sebelum akhirnya ia menyetujui saran Kanaya untuk mencari rumah kontrakan untuk mereka tinggal. "Oke, terserah Mbak saja."

"Tolong jangan panggil saya Mbak di hadapan banyak orang!" Kanaya memprotes cara Yudha memanggilnya, jika berada di luaran, agar tak menimbulkan kecurigaan banyak orang.

"Oke," sahut Yudha menyetujui.

***

Malam harinya wedding party di gelar di sebuah convention hall. Kedua keluarga sama-sama orang bisnis. Kanaya sendiri seorang guru, sementara Yogi, mempelai yang seharusnya mendampingi Kanya di pelaminan mempunyai profesi sebagai supervisor keuangan di perusahaan leasing.

Seperti sudah direncanakan sebelumnya oleh Yogi, Yogi hanya sedikit mengundang teman dan rekan kerjanya. Namun, keputusan itu justru membuat tak banyak orang yang menyadari bahwa bukan Yogi yang berdiri di pelaminan malam itu.

Meski diwarnai tatapan penuh tanya dan kasak-kusuk dari rekan Yogi, pesta pernikahan selama tiga jam itu untungnya berjalan tanpa kendala berarti. Rekan-rekan Yogi sebenarnya penasaran, tapi tidak ada yang berani bertanya langsung dan hanya bisa saling melempar spekulasi.

Setelah pesta usai, mereka memutuskan langsung pulang ke rumah Danur,

Malam pengantin

Tubuh mereka memang kelelahan, tapi suasana di dalam kamar mendadak canggung saat menyadari mereka harus berbagi ranjang yang sama.

"Saya tidur di sofa saja." Sebelum Kanaya sempat bersuara, Yudha sudah mengambil inisiatif. Ia melangkah ke sofa dan langsung merebahkan tubuhnya di tempat yang sama saat ia tidur siang tadi.

"Pakai ini," kata Kanaya sambil menyodorkan bantal dan guling yang ia dekap.

"Makasih..." Yudha tersenyum. Ada rasa lega di hatinya karena Kanaya masih bersikap manis padanya, padahal wanita itu sudah dikecewakan oleh Yogi.

Kanaya lalu berjalan ke lemari untuk mengambilkan selimut dan menyerahkannya pada Yudha.

"Tidurlah. Besok kita harus cari rumah kontrakan," perintah Kanaya sebelum akhirnya ia beranjak ke peraduan di ranjang miliknya sendiri.

"Hmph..." Sudut bibir Yudha berkedut geli. Gaya bicara Kanaya barusan membuatnya merasa seperti anak kecil yang sedang disuruh tidur oleh ibunya. Faktor usia Kanaya yang lebih tua tampaknya membuat wanita itu otomatis memasang mode mengasuh seperti ini.

Malam itu berjalan dengan damai. Keduanya melepas lelah dengan terlelap, tanpa memikirkan hal lain selain beristirahat.

***

Suasana sarapan pagi di ruangan makan terasa begitu mencekam bagi Yudha. Tatapan Danur masih sama, dingin, sinis, dan penuh intimidasi. Di sekeliling meja makan, semua orang memilih bungkam dan berpura-pura sibuk dengan makanan mereka.

"Aku sama Yudha mau keluar, Pa," Kanaya memberanikan diri memecah keheningan.

"Mau ke mana?" Danur bereaksi cepat. Matanya menatap tajam pada Yudha.

Nafas Yudha tertahan. Reaksi sang mertua sudah cukup menjadi jawaban. Yudha menebak jika papa mertuanya itu pasti akan menentang keras rencana mereka untuk tinggal di rumah kontrakan.

"Kami mau cari rumah kontrakan," jawab Kanaya.

"Kamu mau tinggal di kontrakan, Ya?!" Anita terperanjat. Ide itu terdengar aneh di telinganya. Dengan kekayaan yang dimiliki kedua keluarga, menyewa rumah adalah sebuah hal yang memalukan menurutnya, karena baik suaminya ataupun keluarga Yudha pasti bisa membelikan rumah baru untuk mereka.

"Ngontrak? Dia nggak bisa kasih kamu tempat tinggal yang layak sampai harus membawamu tinggal di rumah kontrakan?" cibir Danur, telak menyindir Yudha.

Rasanya seperti anak panah yang dilesatkan Danur tetap di jantung Yudha, mendengar kalimat bernada sinis tadi. Namun, Yudha tak berani membantah dan membiarkan dirinya menjadi sasaran pelampiasan kekesalan dan kemarahan Danur pada Yogi.

"Ummm, bukan begitu, Pa. Kami berencana ngontrak rumah, sambil cari-cari rumah untuk tempat tinggal nanti." Melihat suaminya menjadi bulan-bulan papanya, Kanaya langsung mengklarifikasi, apalagi rencana kontrak rumah murni berasal dari idenya. Sebab, Danur dan Anita tidak mengetahui soal surat kesepakatan yang telah ditanda tangani Yudha.

"Papa nggak kasih izin kamu pergi dari rumah ini!"

Dugaan Yudha terbukti. Danur tak memberi restu Kanaya tinggal di kontrakan apalagi tinggal berdua dengannya

Walau Danur menyadari haknya atas Kanaya menipis setelah putrinya mempunyai suami, tapi Danur tetap bersikeras mengatur Kanaya karena yakin Kanaya tidak akan mendapatkan kebahagiaan bersama Yudha.

"Pa, Yaya udah menikah, nggak mungkin tinggal selamanya bersama Papa dan Mama di sini." Namun, Kanaya pantang menyerah. Dia kasihan pada Yudha jika suaminya itu terus berhadapan dengan sang papa yang keras.

"Kamu lebih aman tinggal bersama keluarga kamu dibanding tinggal bersama orang lain, Ya." Intonasi nada bicara Danur menurun, namun kalimat yang diucapkannya tetap penuh sindiran untuk Yudha. Sebab Danur menganggap Yudha sebagai orang asing bagi Kanaya meskipun saat ini telah berstatus suami dari Kanaya.

❤️❤️❤️

Bersambung ...

1
ρυтяσ kang'typo✨
semoga beneran garis 2 Yaya🤗🤗🤗semangaaat....
pasti senang sekali Yudha kalo tau Yaya tetiba positif
ρυтяσ kang'typo✨
nah kan...bener" pengecut ko Yogi tuh,bersyukur lah Yaya batal niakah ma dia,karna ada hikma di balik batal'y mereka😌😌😌😌nikah sama Yudha jadi berkah🥰❤️
ρυтяσ kang'typo✨
ya emang gitu kalo lelaki g gentle...mudah di salah pahami karna g ada penjelasan yang pasti😌😌😌usia pun g menjamin kedewasa'n toh,disebagai ka" malah harus dinasehati sama ade🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️bersikap dewasa dan bertanggung jawab donk Yogi,bangun hubungan mu sama Wulan dengan baik agar tidak canggung n minder dengan keluarga mu
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
semoga hasilnya beneran positif ya,semakin bertambah kebahagiaan untuk Kanaya dan Yudha juga keluarga mereka. pak Danur bisa membuka hatinya dan menerima Yudha sepenuhnya sebagai menantu.biarin Yogi dengan masalahnya menyelesaikan perbuatan yang dia lakukan.
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
emang sepengecut itu Yogi. gak sadar diri gak koreksi diri.padahal semua tindakannya dilakukan atas keinginannya sendiri dan dia tidak cerita yang sebenarnya pada keluarga Wulan.dia gak berpikir akibat yang akan timbul dari kaburnya dia dari pernikahannya dengan Kanaya.
sunaryati jarum
Malam pertama bertengkar malam selanjutnya tidak ada kehangatan . Untuk Naya semoga dua garis merah
sryharty
Yogi udah tua tapi ga dewasa ga kaya Yudha,kan bisa bilang baik2 sama Wulan,tanpa harus menyakiti perasaan istri nya,,
semoga garis dua ya nay
nuraeinieni
semoga saja hasilnya seperti harapanmu naya,,,hamil.
nuraeinieni
jgn menyudutkan wulan,,,dia juga tdk tau apa2,mending kamu jujur yogi pada keluarganya wulan,spy jedepannya tdk ada lagi gosip dan rumah tangga kalian langgeng dan cepat di beri momongan.
Ernalita Sitompul
Yogi,klu ada masalah..dewasa dong menghadapinya...lihat tuh adikmu Yudha..
Juwitae
Ayo Yogi berani gak ngaku kalo kamu yg ninggalin Kanaya. jujur Lo sama keluarga Wulan. semoga hasilnya garis 2 ya Naya
Rika Fitriana
semoga hasil'y positif
sunaryati jarum
Wulan selamanya akan minder, memang kurang bisa cepat menyesuaikan diri,mungkin karena pendidikan atau pengalaman, bahkan akan selalu merasa bersalah.Karena saat Yogi akan menikah malah mengabarkan kecelakaannya.Sudah garisnya Naya akan berbahagia dengan Yudha.Bahkan lebih tanggung jawab Yudha.Serta Yudha keknya tipe suami setia apalagi suka bercandaa
Ernalita Sitompul
Ayo Yogi,kamu sebagai kakak Yudha harus bertanggungjawab meluruskan masalah itu dan jangan kekanakan lagi.. nggak salah belajar sama adek sendiri dalam mencari solusinya sgar tidak membawa keretakan ditengah keluarga Wulan...Ayo Yogi perjuangkan kebahagiaanmu biar nggak ngelirik Kanaya tetus yiap kumpul keluarga nanti..🤭
Ummu Shafira
cerita yg bagus, semangat terus berkarya mba thor😘😘
Ummu Shafira
good job Yudha
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
iya dong,harus di luruskan gosip yang tidak benar itu.jangan jadi pengecut Yogi.berani berbuat harus berani bertanggung jawab. udah kabur, minta uang pernikahannya di balikin,malah Yudha sama Kanaya yang kena apes di gunjing keluarga Wulan.
Juwitae
bagus Yudha bicara begitu ke Yogi.. biar dia ngomong jujur ke keluarga Wulan. siapa yg salah siapa yang di salahkan
sryharty
Yudha suami istri the best pokonya
ρυтяσ kang'typo✨
😏😏dih....maksud mu apa Yogi???u ingin hidup mereka menyedihkan dengan pernikahan yang hanya sebagai pengganti gitu???hellllooooo mereka bahagia lahir batin Alhamdulillah...u cemburu🧐🤔mending u sibukin diri bahagia'in Wulan tuh..biar hati mu tidak iri sama hubungan Kanaya n Yudha😜😜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!