NovelToon NovelToon
Pewaris Rahasia

Pewaris Rahasia

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Anak Genius
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Ika Dw

Kecelakaan itu telah membuat Ayuna harus kehilangan ingatannya. Mirisnya dia harus hidup terpisah dari orang tua kandungnya. Dia dibesarkan oleh orang tua angkat dengan penuh tekanan. Suatu hari dia terlibat skandal dengan pria asing hingga membuatnya melahirkan dua bocah kembar.

Perseteruannya dengan orang tua angkat membuatnya tak betah dan memutuskan untuk pergi dan hidup bertiga dengan anaknya.

Mampukah Ayuna hidup dalam kekurangan dengan menafkahi kedua anaknya?

Siapa kira-kira pria yang seharusnya bertanggung jawab atas kelahiran dua bocah kembar tersebut?

Yuk, ikuti kisahnya ekslusif di Noveltoon.

Follow Instagram me: Ika Novelis
Facebook:Ika Dwi Indrawati, Ika Dw (Author)

Tiktok: ikaindrawati73, penulis.novel76

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Dw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7. Terlahir Dari Batu

"Tuan..."

"Bagaimana? Kenapa Ayuna berada di sekolah TK?"

"A—anu Tuan, dia mengantar anaknya sekolah."

Tubuh Erlangga menegang, dia terkejut. "A—apa?"

"Iya Tuan, nona Ayuna sudah memiliki anak. Bukan hanya satu, tapi dua, mereka kembar."

Ribuan kupu-kupu berterbangan di otak kecilnya. Bagaimana mungkin Ayuna memiliki anak? Dia masih terlalu muda. Mungkinkah Ayuna bukan Luna? Tidak mungkin Luna menikah dengan pria lain. Dia sudah berjanji hanya akan menikah dengannya. Atau mungkin Ayuna itu orang lain yang kebetulan memiliki paras yang menyerupai Luna Wijaya?

"Tu—tuan tidak apa-apa?"

"Suruh dia ke ruanganku!"

"Hah?" Sofyan membulatkan matanya. "T—tuan yakin ingin membahas kepribadian nona Ayuna di kantor? Apa itu tidak keterlaluan? Nanti kalau nona Ayuna tersinggung bagaimana?"

Erlangga melotot dengan raut wajah garangnya. "Jangan banyak omong! Suruh saja dia datang ke sini," sungutnya. "Saya atasannya, dia tidak akan berani marah."

"B—baik kalau itu memang keinginan Tuan. Saya akan panggilkan."

Sofyan segera berlalu meninggalkan ruang CEO. Dia menuju kubikel Ayuna.

"Nona Ayuna, anda diminta untuk datang ke ruang CEO."

Deg,, Ayuna yang tengah fokus mendesain refleks menoleh ke arah Sofyan yang sudah berdiri di sampingnya.

"Sekarang pak Sofyan?" tanya Ayuna.

Sofyan mengangguk. "Iya nona. Silahkan!"

Ayuna mengedarkan pandangannya ke arah beberapa temannya yang duduk di kursinya masing-masing. Mereka diam dengan mendongakkan dagu, seolah-olah memberikan izin agar Ayuna segera menemui pimpinan.

"Baiklah. Saya akan menemuinya."

Mengingat kejadian di mana ia didesak untuk mengakui bahwa dirinya seorang wanita yang tengah dicarinya, tapi masalahnya ia memang tidak mengenal wanita yang dimaksudnya.

Tok... Tok... Tok...

"Permisi."

"Masuk!" Suara dingin dari ruangan itu cukup membuatnya gugup. Ia merasa tidak pernah membuat masalah, dan sepagi ini ia sudah diminta untuk menghadap.

Perlahan Ayuna membuka pintu sang CEO. "Maaf pak, apa Bapak meminta saya untuk datang ke sini?"

Ayuna masih berdiri di depan pintu, tak jua kunjung masuk.

"Hm..., kemarilah."

Ayuna mengayunkan langkahnya masuk ke ruangan itu dengan wajah menunduk berdiri di depan meja kerja CEO.

"Duduklah."

Ayuna mengangguk dan menghenyakkan panggulnya di kursi tepat berhadapan dengan CEO.

"Saya butuh data diri kamu lengkap."

"Hah?" Ayuna mendongak tercengang.

"Saya dapati data diri kamu di sini kurang lengkap. Semua karyawan di sini harus memiliki data diri yang lengkap, kalau tidak akan disomasi atau bahkan harus keluar secara paksa."

Erlangga menyodorkan dokumen dan juga pulpen padanya. Padahal dulu ia sudah mengisi data-datanya begitu lengkap, bahkan ijasah juga sudah dilengkapi, tapi kenapa sekarang diminta data baru, mungkinkah karyawan yang lain juga diminta keterangan yang sama?

Satu alis Erlangga terangkat. "Kenapa bengong? Ayo cepat diisi!"

"B—baik pak!"

Meskipun terbilang cukup aneh Ayuna terpaksa mengisi formulir kembali. Ia tidak tahu apa tujuan Erlangga melakukan semua itu, tapi yang jelas pria itu aneh. Bahkan bos sebelumnya tidak pernah menemuinya apalagi sampai melakukan hal sekonyol itu.

"Ini pak, saya sudah mengisinya."

Ayuna menyodorkan formulir yang sudah diisinya. Di situ Erlangga memastikan tidak ada yang ditutup tutupi oleh Ayuna.

"Nama kamu Ayuna saja?"

Wanita itu mengangguk. "Iya benar pak."

"Terus kenapa kamu tidak menuliskan nama orang tuamu?"

"Em..., saya tidak memiliki orang tua, jadi saya rasa tidak perlu menulisnya."

Erlangga tersenyum smirk. "Tidak memiliki orang tua? Kau yakin tidak memiliki orang tua? Atau kau terlahir dari batu?"

Tangan Ayuna mengepal di bawah meja. Di saat ia memberikan jawaban yang serius seolah-olah dianggap remeh oleh pria itu.

"Terserah bapak mau bilang apa, tapi di sini saya sudah tegaskan bahwa saya memang tidak pernah bertemu dengan orang tua kandung saya," cicitnya.

Erlangga menyipitkan matanya. "Bukan maksud saya tidak mempercayai ucapanmu, hanya saja penjelasanmu cukup tidak masuk akal, nona," cicit Erlangga.

"Tidak masuk akal gimana pak?" Ayuna berusaha untuk bersikap sesabar mungkin.

"Semua orang memiliki orang tua. Biarpun orang tuanya sudah tiada tapi tetap harus mencantumkan nama orang tua. Dan nona Ayuna...?"

Pria itu bergidik seolah-olah meremehkannya.

"Saya dibesarkan oleh orang tua angkat, tapi ujung-ujungnya saya diusir dan tidak diakui sebagai keluarga. Lantas saya harus bagaimana?"

"Terus orang tua anda sendiri?"

Ayuna menggeleng. "Saya tidak tahu pak, saya tidak ingat apapun mengenai masa lalu saya," bantahnya. "Dulu saya ditemukan di dekat danau dan dibawa pulang oleh ayah angkat saya. Saya dibesarkan olehnya dan hingga pada akhirnya saya terusir dari rumahnya."

Erlangga manggut-manggut. Setidaknya ia sudah sedikit mendapatkan informasi yang menarik dari perempuan itu. Tapi ia tak mau berhenti sampai di situ. Ia akan tetap mencari tahu tentang wanita itu sampai jelas asal-usulnya.

"Apakah kamu sudah menikah?"

Ayuna menautkan alisnya. "Apa pertanyaan ini ada kaitannya dengan pekerjaan saya?"

Erlangga menyedekapkan tangannya dengan menatapnya dingin. "Nona Ayuna, saya akan menggali informasi mengenai karyawan saya. Mungkin ini terdengar cukup aneh, tapi saya memiliki wewenang sebagai atasan anda. Saya rasa anda tidak keberatan jika saya sedikit ingin mengetahui kepribadian anda."

Ayuna menarik napas. Baru kali ini ia diinterview sampai hal-hal yang tidak seharusnya diumbar di tempat kerja. Ia tidak tahu apa tujuan atasannya, tapi ia juga tidak bisa menolak keinginannya.

"Saya masih belum menikah pak," jawab Ayuna.

"Oke." Ada kelegaan di hatinya. Ini jawaban yang sengaja ia tunggu, dan akhirnya bisa mendengar sendiri dari mulut wanita itu. "Terus sekarang kamu tinggal di mana dengan siapa?"

Ayuna diam dengan mengatupkan bibirnya. Haruskah ia jelaskan bahwa dirinya tinggal bertiga dengan putranya? Tidak semua orang berhak tahu kepribadiannya, termasuk bosnya.

Erlangga kembali menatapnya dingin. "Nona Ayuna, anda mendengar saya?"

"Ah..., iya pak, saya mendengar," jawab Ayuna.

"Lalu kenapa anda diam saja?"

"S—saya..."

Tok... Tok... Tok...

Suara ketukan pintu membuyarkan kegugupan Ayuna.

"Masuk!"

Seorang wanita muda datang dengan membawa beberapa  berkas ditangannya. Dia menatap sinis terhadap Ayuna.

"Ada apa?"

"Em..., ini ada yang harus anda tanda tangani pak," cicit wanita bernama Soraya yang tak lain sekertaris utama di perusahaan itu.

Sebuah kesempatan datang dan membuat Ayuna sedikit lega. Ia segera bangkit dari tempat duduknya.

"Pak, saya sudah mengisi semuanya. Saya masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan hari ini. Saya permisi pak?!"

Ayuna langsung bergegas pergi meninggalkan ruangan CEO. Ia benar-benar seperti hidup di dalam sangkar besi, tak ada kebebasan untuk bernapas.

"Sial! Kenapa aku harus dipertemukan dengan pria seperti itu! Aku pikir cukup satu kali saja berurusan dengannya, tapi kenapa takdir mempermainkanku?"

Ayuna berharap pria itu tidak mengingatnya. Tapi ia rasa pria itu memang tidak sepenuhnya sadar akan kejadian enam tahun yang lalu.

1
Rohmi Yatun
sukaaa cerita nya. sat set.. tdk bertele2 👍.. lanjut thor
Rohmi Yatun
cerita yang menarik 👍
Rohmi Yatun
masih teka teki ni.. 🤔sebenarnya apa yg terjadi di masa lalu
Rohmi Yatun
mampir Thor.. sepertinya cerita nya menarik ni.. 👍
Ika Dw: terimakasih kak... 🫰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!