NovelToon NovelToon
Efisiensi Kaum Rebahan

Efisiensi Kaum Rebahan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: EILI sasmaya

Pencapaian tertinggi setelah lulus kuliah bagi Kinan adalah bisa rebahan dengan tenang di kamarnya.

​Untuk apa hidup dibuat rumit dengan bekerja keras atau menikah kalau tidur siang saja sudah menjadi surga dunia? Menurut prinsip Work Smart-nya, energi harus dihemat seminim mungkin demi kedamaian jiwa.

​Namun, kedamaian itu hancur berantakan saat sang ibu menjodohkannya dengan Arga, seorang CEO workaholic akut yang hidupnya diatur oleh Google Calendar dan target. Melihat Arga bekerja saja sudah membuat Kinan merasa kelelahan setengah mati.

​Di bawah satu atap, benturan dua dunia tidak terhindarkan. Arga menuntut disiplin, sementara Kinan selalu punya cara unik untuk memotong waktu pekerjaan rumah demi bisa kembali ke kasur.

​Siapa yang akan menyerah lebih dulu? Arga yang terpaksa belajar cara melambat, atau Kinan yang akhirnya mengikuti ritme hidup suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EILI sasmaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 8

Begitu pintu kaca studio foto terbuka, Langit yang semula hanya berawan tipis, dalam hitungan menit telah berubah menjadi awan gelap yang menurunkan hujan sangat deras.

​"Ayo Kinan, cepat!" seru Arga yang langsung berlari menerobos guyuran air menuju mobilnya.

​"Astaga... tidak bisakah kita tunggu hujannya reda dulu?!" gerutu Kinan. Mau tidak mau, ia terpaksa ikut berlari demi menyusul pria itu.

​Di balik kemudi, Arga langsung menatap layar navigasi pada dashboard mobilnya. Yang memperlihatkan rute yang akan mereka lalui sudah lumpuh total, dengan garis berwarna merah terlihat dari sana. Lalu ia beralih melirik jam tangannya yang menunjukan Pukul 13.00 siang.

​"Pak CEO, percuma kita pulang sekarang. Jika hanya untuk terjebak macet di jalan. Mana baju saya sudah basah kuyup begini!" keluh Kinan di kursi penumpang. Tangannya sibuk mengibas-ngibas kemeja dan rambutnya yang basah.

​Arga melirik ke arah Kinan. "Itu karena cara larimu yang seperti siput. Kamu lihat saya? Apa baju saya basah kuyup seperti kamu? Padahal kita berlari di bawah hujan yang sama."

​Kinan menatap Arga dengan pandangan menajam. "Dasar pria tidak berperasaan! Kalau saya sampai masuk angin bagaimana?"

​Tanpa membalas tatapan itu, Arga meraih sebuah tas di kursi belakang, mengeluarkan kemeja cadangannya yang berwarna putih. lalu melemparkannya begitu saja ke pangkuan Kinan. "Ganti dengan kemeja ini," ucapnya santai.

​Kinan melotot, menatap kemeja itu dan Arga bergantian. "Maksud kamu, saya suruh ganti di sini? Di dalam mobil ini?!"

​Arga kembali melirik sekilas dengan ekspresi tanpa dosa. "Terus, mau di mana lagi?"

Kinan menarik napas dalam-dalam, menahan diri agar tidak melempar balik kemeja itu ke wajah datar pria di sebelahnya.

"Seenggaknya balikin dulu badan kamu, Pak CEO. Awas ya... jangan ngintip!"

Arga memutar bola matanya, melipat kedua tangan di dada, lalu memutar tubuhnya ke arah jendela luar. "Enggak usah se-percaya diri itu. Kamu pikir saya tertarik dengan tubuh kamu?" cibir Arga, lalu kembali mengoceh tanpa jeda. "Sudah, cepat sedikit. Lima belas menit lagi saya ada virtual meeting, jadi jangan rusak jadwal yang sudah saya susun hari ini."

Kinan mendengus kesal mendengar ocehan pria di sebelahnya. Astaga, manusia korporat satu ini menyebalkan sekali! gerutu Kinan dalam hati. Tangan Kinan bergerak gemas di udara, rasanya ingin sekali menjambak rambut klimis Arga yang tertata rapi itu.

Dengan gerakan cepat yang terkesan rusuh di dalam ruang yang terbatas, Kinan buru-buru melepas kemeja luarnya yang basah kuyup, lalu mengenakan kemeja putih milik Arga. Kemeja itu luar biasa kebesaran di tubuhnya yang ramping.

Hmm... untungnya tubuhku tinggi. Setidaknya aku tidak kelihatan seperti orang-orangan sawah saat memakai kemeja ini, gumam batinnya penuh rasa syukur.

"Sudah. kamu boleh balik badan lagi," ketus Kinan, menyandarkan punggungnya ke kursi dengan napas sedikit terengah.

Arga memutar tubuhnya kembali ke posisi semula. Matanya kembali melirik sekilas ke arah Kinan. sebelum akhirnya memindahkan persneling dan menginjak pedal gas.

Baru beberapa menit mobil melaju, hujan yang semakin deras membuat jalanan di depan sana tergenang banjir, yang otomatis membuat kemacetan semakin mengular parah. Kendaraan di depan mereka bahkan sama sekali tidak bergerak.

Aduh... perutku lapar sekali, ratap Kinan dalam hati sambil memegangi perutnya yang mulai perih.

Arga melirik jam tangan digitalnya. Pukul 13.15.

Tepat lima belas menit lagi, dia memiliki jadwal virtual meeting penting dengan kepala divisi teknis regional untuk membahas integrasi server pra-peluncuran. Pria itu segera meraih ponselnya yang terpasang di dashboard, untuk memeriksa tautan ruang rapat digital. Namun, dahi Arga langsung berkerut saat melihat indikator sinyal di sudut kanan atas layarnya tiba-tiba menghilang.

"Sial," umpat Arga tertahan. Dia mengangkat ponselnya tinggi-tinggi ke dekat kaca depan dasbor, berusaha memancing gelombang sinyal yang terputus akibat cuaca buruk. Tetapi tetap nihil.

Kruuuk.

Suara nyaring yang terdengar dari perut Kinan mendadak membuat gerakan Arga tertahan. Pria itu menghentikan tangannya yang sibuk menggoyang-goyangkan ponsel di atas dasbor.

Kinan refleks memegang perutnya. Ia melirik ke luar jendela dan mendapati sebuah gerai minimarket di pinggir jalan.

"Pak CEO, kita belok kiri saja. Di sana ada minimarket, mungkin kita bisa pinjam Wi-Fi di sana untuk Anda rapat," ucap Kinan sambil menatap Arga dengan tatapan harap-harap cemas.

Ayolah, Pak CEO. Anda ini manusia atau robot? Bahkan jam makan siang pun sudah lewat jauh! gumam Kinan frustrasi dalam hati.

Arga menengok sesaat, melirik plang minimarket lalu menatap navigasi jalanan yang masih berwarna merah. "Baik, ide yang bagus." Ucap Arga singkat.

Kinan bersorak riang di dalam hatinya. Tenanglah wahai lambungku, sebentar lagi kau akan mendapatkan asupan yang seimbang! sorak Kinan dalam batinnya. dengan wajah yang kini mendadak berseri-seri.

Arga memutar kemudinya ke kiri, memarkirkan mobilnya di pelataran minimarket tersebut.

Kini mereka sudah duduk berdampingan di area makan minimarket yang menghadap langsung ke arah jalanan, memperlihatkan suasana luar yang masih diguyur hujan deras.

Sementara harapan Arga untuk mendapatkan koneksi Wi-Fi rupanya tidak membuahkan hasil. Efek hujan deras di luar ternyata mengganggu fungsi Wi-Fi di minimarket tersebut.

Kini, di depan Kinan sudah tersaji semangkuk oden hangat dengan kuah kaldu yang mengepulkan asap tipis, lengkap dengan beberapa tusuk bakso ikan dan tteokbokki. Sebaliknya, di depan Arga hanya ada secangkir kopi hitam yang sama sekali belum ia sentuh sejak tadi.

"Kenapa tidak diminum, Pak? Kopinya keburu dingin," ujar Kinan santai sambil menusuk satu bakso ikan dengan garpu plastiknya.

Arga tidak menyahut. Layar ponselnya masih terus ia pelototi dengan napas berat. "Koneksi mati total, jalanan banjir, dan jadwal rapat saya kacau. Kamu masih bisa makan senikmat itu di situasi kritis begini?"

"Kritis?" Kinan terkekeh pelan, lalu menyeruput kuah odennya hingga menimbulkan suara. "Kritis itu kalau anda sampai Nunda makan hanya untuk pekerjaan. Kalau cuma rapat ditunda karena hujan, itu namanya takdir. Lagian, mau Anda tatap layar HP itu sampai bolong pun, sinyalnya tidak bakal muncul mendadak. Lihat saja cuaca masih buruk seperti itu, anda mau berharap apa?"

"Ini itu soal profesionalisme, Kinan," tegur Arga dingin, seraya meletakkan ponselnya di atas meja. "Waktu saya terbuang sia-sia di tempat seperti ini. Bagi saya, membiarkan satu jam lewat tanpa ada hal berguna yang dikerjakan adalah pemborosan waktu."

Kinan menghentikan kunyahannya. Ia menatap pria di sebelahnya dengan kepala agak miring. "Hidup Anda monoton sekali ya, Pak? Bangun, cek jadwal, rapat, mengomel, lalu tidur. Apa otak Anda tidak capek dipaksa jadi mesin terus-menerus?"

"Itu namanya kedisiplinan dan ambisi," tangkis Arga tajam di balik kacamatanya. "Sesuatu yang sepertinya asing untuk kamu, karena cara pandang kita yang berbeda."

Kinan tidak tersinggung. Ia justru tersenyum tipis, lalu menopang dagu dengan sebelah tangan. "Saya bukan tidak punya ambisi, Pak CEO. Minggu ini saya begadang empat malam berturut-turut untuk selesaikan tiga belas komisi ilustrasi klien luar negeri. Saya peras otak saya sampai maksimal." Kinan menjeda kalimatnya, menatap lurus mata Arga. "Tapi kalau sudah selesai, saya tahu kapan harus mengistirahatkan kepala saya ini sebelum meledak dan merusak mood saya. Tidak seperti Anda... yang memusuhi hujan hanya karena jadwal yang terganggu."

Kinan kembali mengunyah tteokbokki-nya dengan tenang, menikmati rintik air hujan yang membasahi kaca minimarket. "Coba sesekali lebih rileks, nikmati hidup anda, minum kopinya, dan lihat ke luar. Dunia tidak akan runtuh hanya karena seorang Arga Draken terlambat rapat satu jam."

1
Alyaaa_Lryyy.
apa sih danu kepo amat sama yang udh nikah😒😒
Alyaaa_Lryyy.
cemburu nih cerita nya si argaa🤭
Alyaaa_Lryyy.
danu lo ganggu banget sih😭😒
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
nyesel pasti. enak banget malam malam makan martabak hangat
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
aku ngiler Thor
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
dah nan makan sendiri aja
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
wah enggak jadi seneng deh
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
Surga dunia ya nan
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
wah mirip rumah aku dong.
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
hua aku rindu suasana bandara Soekarno Hatta. udah bertahun-tahun enggak ke sana
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
enggak penasaran kah kamu Ga?
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
kasih gps ga
Alyaaa_Lryyy.
serah kamu kinan yang penting kmu bahagia🤭🤭
Alyaaa_Lryyy.
arga seperti nya ada dendam pribadi deh, kinan di skat mulu😭🤭
RahmaYesi
gak cemburu kan kamu Kinan? gak lah ya. toh kamu juga kan yg dinikahi Arga. mantan mah apa, masa lalu yg gak penting juga 🤣
RahmaYesi
gak apa-apa Bik, buka aja semuanya 😅
RahmaYesi
oh ada barang peninggalan mantan juga toh....
RahmaYesi
kurir ternyata yg datang syukur deh 😅
Hs Mochi
wkwkwk.. sini bi, aku bantuin. aku tarik yaa bibirnya
Hs Mochi
iiish si bibi. nyeplos aja dah ah🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!