NovelToon NovelToon
KUGAPAI BAHAGIA DENGAN CARAKU

KUGAPAI BAHAGIA DENGAN CARAKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Cinta Seiring Waktu / Balas Dendam
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Anyue

Dua saudara berstatus kakak beradik tinggal bersama sejak usia remaja tanpa kedua orang tua. Karena kedua orang tuanya sudah bercerai dan memilih tinggal bersama keluarga baru masing-masing.

Hal itu membuat mereka harus berjuang untuk bertahan hidup, dan takdir mereka berubah ketika dewasa.

Namun, suatu ketika kedua orang tuanya memperebutkan anak kedua , di situlah kakak membela adiknya tidak membiarkan mereka mengambil adiknya.

Lalu, bagaimana mereka melalui masa-masa sulit?


Ikuti terus kisahnya dan dukung karya author,
Terimakasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anyue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8.

Salindra menyalakan mesin motornya dan keluar dari area parkir. Seseorang mengikutinya dengan jarak cukup dekat. Selama perjalanan pulang Salindra tidak mampir karena ia harus membagi tugas rumah dengan kakaknya.

Motor terpakir di garasi, Salindra merasa seperti ada yang mengikutinya menoleh ke arah sekitar rumahnya. Namun, tidak ada orang sama sekali lalu, melanjutkan langkahnya memasuki rumah.

"Oh, jadi ini rumahnya," gumamnya bersembunyi tak jauh dari rumah Salindra, kemudian mengambil gambar melalui ponselnya lalu menyimpan kembali ponselnya dan meninggalkan tempat tersebut.

Salindra masuk rumah mengistirahatkan tubuh sebentar sambil melihat chat masuk di ponselnya. Matanya terbuka lebar melihat kiriman dari orang asing. kemudian menghubungi nomor tersebut tapi tidak aktif.

"Siapa sih yang mengirim chat seperti ini, maksudnya apa?" tanya Salindra bertanya-tanya dalam hati.

Ia mengingat beberapa waktu belakangan ini bertemu dengan siapa saja. Salindra tidak habis pikir ternyata dunia kerja lebih rumit dari yang ia bayangkan. Ia tidak habis pikir kenapa ada saja orang iseng padanya. Salindra pergi ke kamar mandi membersihkan tubuh agar pikiran segar dan tubuhnya rileks.

Selesai mandi tubuh menjadi segar pikiran lebih fresh. Salindra melihat pintu kamar kakaknya terbuka berpikir kakaknya sudah pulang. Ia beranjak pergi ke dapur menyiapkan makan malam untuk berdua.

Jayanti keluar kamar mencium aroma masakan dari dapur perutnya terasa lapar. Ia melihat Salindra selesai memasak dan menyiapkan makan malam untuk mereka. Lalu, membantu mencuci peralatan memasak. Setelah selesai mereka pun makan malam.

“Apakah kamu diterima kerja?" tanya Jayanti di sela makannya.

"Alhamdulillah, langsung bekerja," jawab Salindra dengan senyum senang.

Jayanti melihat wajah Salindra senang ikut senang. Ia baru menyadari kalau Salindra sudah dewasa dan bisa mencari pekerjaan sendiri. Seketika ia teringat kedua orangtua mereka, hatinya terasa perih.

"Lihat sendiri anak-anak kalian akan bahagia dengan caranya sendiri, dan kalian akan menyesalinya,“ batin Jayanti.

Salindra melihat kakaknya diam saja merasa heran. "Kakak kenapa?"

Jayanti terkejut dan salah tingkah segera mengambil air minum di depannya lalu meminumnya sampai habis. "Tidak apa-apa," jawabnya kemudian menyelesaikan makannya.

“Kok melamun, apa ada masalah?" tanya Salindra menelisik wajah kakaknya.

"Tidak juga, aku hanya merasa capek saja hari ini," jawab Jayanti mengangkat piring kotor dan mencucinya.

"Aneh, seperti ada yang disembunyikan," gumam Salindra.

"Kalau sudah selesai makan jangan lupa beresin meja, ingat kamu sudah bekerja jadi, harus bangun pagi,“ Jayanti mengingatkan.

“Biasanya juga begitu," sahut Salindra melihat sikap kakaknya yang sangat aneh hari ini.

Di kamar Salindra membuka ponselnya dan ternyata ada pesan masuk dari temannya Hafsah langsung membalas. Dari seberang Hafsah merasa senang mendengar kabar temannya langsung di terima kerja.

Dari chat mereka berpindah video call. "Salindra," Hafsah begitu senang melihat wajah teman dekatnya sangat senang.

"Hafsah, terimakasih atas bantuan mu, besok minggu aku traktir makan deh di tempat biasa," kata Salindra dengan perasaan senang.

“Boleh juga, sekalian jalan-jalan ngilangin rasa suntuk," sahut Hafsah.

"Oh iya, aku kan belum tahu kamu kerja dimana, apa kamu sudah mendapat pekerjaan?" tanya Salindra menyadari kalau Hafsah belum memberitahu tentang pekerjaannya.

"Aku bantu mama di toko," jawabnya apa adanya.

"Syukurlah daripada nganggur malah membuat badan sakit kalau tidak buat aktifitas," kata Salindra.

"Kamu benar sekali, aku juga tidak betah kalau duduk saja, ada kerjaan langsung tancap tanpa menunggu waktu lama," sahut Hafsah.

"Salut aku sama kamu," kata Salindra.

“Sudah malam yuk tidur, besok kita bekerja," ucap Hafsah. Keduanya mengakhiri panggilan telepon dan mematikan ponselnya.

Saat akan memejamkan mata, Salindra teringat tadi pagi waktu di lampu rambu lalu lintas. Di dalam mobil ayahnya tersenyum bahagia bersama keluarga barunya. Tapi, Salindra enggan menganggap mereka keluarga.

" Jika ayah bahagia di atas derita kami, maka biarkan kami tentukan bahagia kami, sendiri," gumamnya tanpa sadar airmatanya keluar.

Bersamaan dengan teringat ibunya yang entah bagaimana nasibnya sekarang. Terakhir lihat penampilan ibunya datang ke rumah. Salindra teringat juga perkataan Hafsah yang mengetahui kehidupan ibunya yang berkecukupan. Ia menjadi penasaran ingin tahu yang sebenarnya tentang ibunya.

Rasa kantuk yang dirasakan tidak bisa menahan lebih lama, saat Salindra ingin mencari keberadaan kedua orang tuanya, akhirnya terlelap.

...----------------...

Di kediaman keluarga Haikal sedang berkumpul mereka sedang membahas pekerjaan mereka masing-masing. Ada Arya yang duduk di samping mamanya sambil memijat tangannnya dengan pelan.

Haikal melihat tindakan Arya terhadap mama mereka merasa iri, jelas beda tatapan mamanya terhadap Arya dibanding ketika menatap dirinya. Entah mengapa Haikal merasa tidak adil dengan kasih sayang yang diberikan oleh kedua orang tuanya.

"Katanya kamu ada karyawan baru, apakah bisa diandalkan?" tanya Hans Handoyo papanya.

"Iya, Pa. Aku belum melihat hasil kinerjanya soalnya baru mulai hari ini," jawab Haikal jujur.

Arya merasa tertarik mendengar ada karyawan baru, ia teringat seseorang masuk ke dalam ruang sekertaris tapi merasa tidak asing sampai detik ini belum mencari tahu tentang karyawan kakaknya itu.

"Kalau dia kinerjanya bagus pertahankan, jika tidak benar alias ceroboh langsung beri sangsi," perintah Hans dengan tegas.

Wajah papanya sangat serius saat membicarakan pekerjaan, ia tidak segan-segan memerintah karyawan tanpa melihat waktu. Baginya pekerjaan nomor satu dan harus bagus kinerjanya. Seperti halnya Haikal yang sekarang menjadi orang yang sangat disiplin dan tepat waktu seperti papanya.

"Aku sudah memberinya peraturan yang harus ia patuhi, semoga saja dia orangnya menepati waktu," sahut Haikal.

Suasana ruang keluarga berubah cair ketika datang cucu mereka bernama Alisa Amanda anak dari putri pertama mereka bernama Andini Putri dan Keil. Malam itu mereka datang karena ingin menginap di rumah kakek neneknya.

“Alisa, kamu semakin cantik dan terlihat sudah besar," kata Tias neneknya.

“Aku memang sudah besar kan sudah sekolah, iya kan, Ma" jawab Alisa polos. Andini mengangguk menjawab pertanyaan anaknya.

Semua tersenyum mendengar celoteh Alisa. Hans merasa terhibur kedatangan cucu pertama mereka. Meraih tubuh kecil Alisa ke dalam pangkuannya.

"Besok mau ikut kakek jalan-jalan?" tanya Hans mencium kening Alisa.

“Mau sekali, Kek," jawab Alisa sangat senang jika diajak jalan-jalan.

“Kalau begitu sekarang tidur biar besok bisa bangun pagi terus kita jalan-jalan," perintah Hans menurunkan Alisa.

"Aku pergi ke kamar dulu ya, Kek, Nek." pamit Alisa berjalan ke kamar.

"Aku temani Alisa dulu," kata Andini pamit mengikuti Alisa ke kamar.

"Anak sekarang kalau di suruh menikah susah sekali, padahal sudah pantas berkeluarga dan menimang anak," kata Tias dengan wajah sendu.

Arya merasa tersindir mendengar perkataan mamanya, ia bukannya tidak mau menikah hanya saja masih ingin bekerja dan menabung supaya bisa membangun rumah tentunya untuk keluarganya nanti. Di tempat duduk seberang Haikal sudah memasang wajah waspada jika ibunya sudah membahas soal pernikahan.

"Kalau sudah waktunya menikah dan ada jodoh pasti menikah juga, Ma," kata Keil tanpa bermaksud membela dua saudara iparnya.

“Lagi pula menikah itu bukan sekedar terima SAH-nya, tapi harus mempertanggungjawabkan semua yang ada di dalam rumah tangga," celetuk Andini menyahut perkataan Keil suaminya dan duduk disebelahnya.

1
Rain Aricia
Ga usah dipaksa. Ga semua orang itu mau nikah, lo aja yg dh nikah ga tentram tuh rumah tangga
Rain Aricia
Ayahnya perlu dicuci otaknya
Rain Aricia
Mau gebrek rumah orang? Ga sopan Cit
Rain Aricia
Citra ga usah cari gara2 deh, ntar hidupnya susah lho
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
maksud konsepnya gimana 🤷
Anyue: Muna dia-nya
total 1 replies
Protocetus
Thor saya minta maaf kalau ada salah Thor 🥹
Anyue: Sama-sama, aku juga minta maaf.

jadi, terharu hiks....
total 1 replies
Alia Chans
suk😣🌹
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
good boy 🫰
Anyue: setuju
total 1 replies
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
good 🫰
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
ih oon, harusnya klw laki² serius mah ya dia yg biayain dasar otak lu Jayanti di taroh dimana. nggak mungkin nyangkut di kepala author mah wk.
Anyue: Jadi pengen tertawa
total 1 replies
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
bagus
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
ya biayain sama kamu atuh. nggak mungkin kan di sebut mokondo mah nggak terima malu atuh punya mobil tapi pelit.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
Gw masih baca Hazel, 🤣
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
alah siah 🤣
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
kepo
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
eh nggak semua masalah pribadi org tuh bisa di ceritain yah.
Anyue: Benar sekali
total 1 replies
Rain Aricia
Ishh ada aja org yg iri
Anyue: Dimanapun selalu saja ada orang seperti ini
total 1 replies
Rain Aricia
Berarti kemampuan Salindra ga main2
Rain Aricia
Kalau ini sih yg paling deg2annya diwawancara
Anyue: sport jantung
total 1 replies
Rain Aricia
Negara eropa?
Anyue: belum di kasih tahu 🤔
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!