Bagaimana jadinya, hidup kembali sebagai wanita ahli pedang di zaman kuno?
Sudah pastinya begitu tidak menyenangkan, Anya seorang dokter Bedah yang meninggal karena di khianati oleh seorang sahabat nya.
Ia bereinkarnasi menjadi wanita ahli pedang di zaman Kerajaan China kuno. Bagaimana kisah nya?
Baca kisahnya... Di
— Cinta Wanita Pedang —
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8 Di Kediaman
" Sembah Putera mahkota dan Puteri Agung, semoga Leluhur memberkati keduanya! "
Sembah tersebut mengiringi keduanya saat masuk ke kediaman Putera mahkota, tadinya Yan Qian akan mengajak Anya ke Kediaman sang kaisar namun ia memilih untuk membawa gadis itu ke Kediaman pribadinya.
" Masuklah! " Perintah Yan Qian sembari membuka kan pintu sebuah kamar yang begitu luas sekali. Wangi Aroma terapi langsung menusuk indra penciuman gadis itu hangat dan aroma berbagai macam jenis terapi membelai lembut setiap inci tubuhnya,
" 𝘏𝘢𝘳𝘶𝘮𝘯𝘺𝘢 𝘱𝘦𝘸𝘢𝘯𝘨𝘪 𝘳𝘶𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘪𝘯𝘪!, 𝘩𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪 — 𝘒𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘪𝘯𝘪 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘣𝘶𝘯𝘨𝘢 𝘭𝘪𝘭𝘺 𝘥𝘪 𝘤𝘢𝘮𝘱𝘶𝘳 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘸𝘢𝘯𝘨𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘭𝘢𝘷𝘦𝘯𝘥𝘦𝘳 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘙𝘪𝘭𝘦𝘬𝘴 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪. " Batin Anya
Langkah Anya terhenti tepat di ranjang yang terbuat dari batu emas, diatasnya sebuah kasur busa berlapis kain tebal di hampar. Selimut yang begitu hangat dan kamar yang wangi membuat dirinya begitu nyaman berada di kamar tersebut,
" Sangat nyaman sekali, rasanya aku hendak tidur di ranjang itu! " Gerakan Anya terhenti saat — sebuah tangan kekar menarik jubah belakangnya. Gadis itu menoleh menatap dengan wajah kesal kepada Yan Qian
" Badanmu kotor!, tidak sedap sekali aroma tubuh mu lebih baik kau bersihkan badan mu. Baru makan lalu habis itu beristirahat " Kata Yan Qian
" Ya, tapi dimana kamar mandinya? " Tanya Anya sembari celingak-celinguk mencari kamar mandi,
" Dayang akan membantu mu mandi " Sahut Yan Qian dengan suara penuh perintah
" Tidak perlu!, aku bisa mandi sendiri! " Anya segera memutar-mutar kan tangannya di depan dada, dengan wajah panik seumur hidup ia tidak pernah di mandiin sama orang lain selain mamanya.
" Baiklah, silakan ke kamar mandi sebelah sana saya akan menyuruh dayang menyiapkan air bunga dan Air garam untuk kamu mandi " Cakap Yan Qian sembari berlalu ke luar bilik
Anya tersenyum mendengarnya, begitu hangat sekali hatinya mendapat prilaku manis lelaki tersebut selepas Dayang membuatkan air bunga dari bunga mawar dan di campur garam. Anya masuk ke dalam kamar mandi
Lilin aroma terapi menghiasi kamar mandi tersebut, hidungnya di manjakan oleh keharuman dari air panas bunga yang memabukan sekali. Tangan nya dengan lincah menarik tali jubah membukanya
𝘉𝘺𝘶𝘶𝘳𝘵!
Enak, segar, membuat dirinya candu sekali — Anya akhirnya bisa Rileks dengan berendam ia menutup matanya menikmati setiap sensasi yang memanjakan tubuhnya.
" Kalau di dunia ku, jam segini aku lagi fokus sama pasien.. Tapi disini aku santai bahkan berendem! " Cakap Anya pada dirinya sendiri ia bergegas memakai sabun batang yang begitu harum entah terbuat dari apa sabun tersebut begitu harum.
" Aish!, andai aku bisa selalu tinggal disini aku ingin sekali disini. Aku mulai nyaman tapi cuman satu ngga bisa namanya main pedang.. Haahaa! " Tawa nya mengisi ke sunyian kamar mandi tersebut, Anya menatap sekeliling kamar mandi tersebut yang di penuhi ukiran di kayu yang di gunakan untuk membangun rumah tersebut. Ada ukiran naga serta bunga teratai yang begitu indah sekali,
Anya mengusap ukiran kayu tersebut pelan ia merasakan bahwa dirinya berada di negeri yang tak kasat mata, negeri yang membawa perubahan kepada kehidupan nya negeri itu ada namun tidak semua orang bisa masuk seperti dirinya.
" Mungkin masuk ke dunia ini membuat ku, jadi ngga bersedih lagi karena di tinggal sama Dimas di khianati Janeeta " Kata Anya pada dirinya sendiri ia melingkari kain yang di kasih dayang-dayang untuk dirinya ke tubuhnya, ia mematut tubuhnya dalam pantulan cermin
" Kasihan banget kamu nya, di khianati sahabat sendiri!, di bohongi sama pacar yang kamu sayangi udah lima tahun loh!. Dimas brengsek! " Geram Anya ia mengepal tangannya penuh kebencian terhadap kedua orang dari masa lalunya.
𝘒𝘳𝘦𝘬𝘬!
𝘊𝘪𝘵𝘵!
Suara decitan pintu terdengar nyaring di kamar yang begitu sunyi, Anya tersenyum melihat sebuah pakaian hanfu yang tergeletak di ranjang ia mengambil nya dan memakainya dengan cepat — gadis itu memasang sangulnya kembali. Karena dirinya Puteri Agung jadi harus menggunakan sangul dan jepitan khas kerajaan
" Orang China Kuno emang beda, Bukan permaisuri aja sangulnya harus bervariasi!. Ck apalagi jadi permaisuri! " Decak kagum keluar dari bibir gadis tersebut
𝘉𝘳𝘶𝘬!
Anya menjatuhkan tubuhnya di ranjang, badannya terlalu letih sekali untuk diajak kompromi. Pelupuk matanya seolah di huni berton-ton batu dengan cepat matanya menutup dan jiwanya ke alam mimpi
Tetiba sebuah benda kenyal, membangunkan dirinya. Bola mata berwarna almond bertemu dengan bola mata legam milik Anya membuat dirinya tersentak kaget melihat sosok lelaki berbadan kekar berparas tampan luar biasa sedang mengukung tubuhnya.
Dengan cepat Anya mendorong dada bidang lelaki tersebut. Membuat lelaki itu mundur beberapa jarak diantara mereka Anya bangkit dari tidurnya ia mengelap bekas liur lelaki tersebut
" Putera mahkota!, kau membuatku ternodai!. Tanggungjawab! " Protes Anya dengan suara penuh kekesalan
" Baiklah, Mari kita bicarakan pada Kaisar dan tentukan hari baik pernikahan kita " Sahut Yan Qian santai
Anya tercengang mendengarnya " Ck!, nyebelin kali kau jadi Putera mahkota harga diriku!. Sebesar duit seribu sama kamu! "
" Kau sungguh cantik! " Puji Yan Qian tanpa sadar membuat pipi Anya merona baru kali ini ia dapat pujian, bersama Dimas lima tahun hanya membahas tentang bagaimana hubungan mereka selanjutnya dan sibuk mencari makan dan tontonan bioskop favorit sebatas suka saja Dimas orangnya jarang sekali — memuji.