NovelToon NovelToon
Aretha

Aretha

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Penyesalan Suami
Popularitas:920
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Aretha memilih hidup menderita bersama suaminya. padahal Kemewahan disediakan oleh orangtuanya. Namun Suaminya berselingkuh karena tekanan dari mertuanya. Apakah Aretha bisa mempertahankan rumah tangganya??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Masa Depan

Andreas dan Aretha sudah berangkat kerja ke tempat tugas masing - masing. Hari ini rumah sakit Aretha bekerja sedang sibuk - sibuknya. Apalagi letaknya di jalur - jalur sibuk namun sangat strategis untuk berpergian ataupun untuk aktivitas bisnis lainnya.

Pagi ini ada kecelakaan yang menimpa rombongan anak - anak sekolah yang akan berkarya wisata ke puncak. Korbannya anak - anak usia remaja. Aretha yang baru tiba, langsung di hubungi ke IGD membantu dokter jaga.

"Oooo my god."

"Tabrakan bis dan truck muatan banyak."

Tanpa menunggu lama - lama, Aretha langsung menangani pasien yang terluka berat. Di bantu oleh para ners.

"Ini harus di operasi."

"Siap dokter."

"Doker bedah siapa saja yang sudah datang."

" Aku sudah ada."

"Eeeee... Dokter Yusak."

"Dokter, dokter Ardi, Wanda dan Samuel juga sudah ada."

"Oke ruang operasi kita ada lima ruangan. Berarti kita masing - masing menolong satu pasien. Menurut tingkat kesulitannya."

"Pendarahan parah yang ini, dokter Thea kamu bisa kan."

"Siap dokter."

Pasien satu persatu mulai di dorong ke ruang operasi. Menurut diagnosa dokter yang bisa di tolong. Sedangkan yang tidak bisa menurut medis akan di beri perlakuan bisa sampai menunggu waktu mereka berpulang kepada Tuhan. Karena pasien yang datang ini ada puluhan orang. Meskipun orangtua yang ada di luar menunggu dengan kemarahan mereka, namun hanya itu yang bisa mereka lakukan.

Berita kecelakaan maut, menjadi berita yang utama di semua media sosial maupun siaran televisi. Andreas pun sempat melihat berita itu. Dan dia tahu, bahwa rumah sakit Siloam tempat istrinya bekerja dekat dengan jalur itu. Pasti Aretha sedang sibuk dan pasti dia akan kelelahan. Maka dia berencana makan malam ini, dia akan menyiapkan makan malam kesukaan istrinya.

"Sendiri Ndre?? Melamun ya??"

"Aku baru saja melihat berita. Ini pasti istriku sibuk sekali."

"Informasinya, memang korban di bawa ke rumah sakit Siloam tempat Thea bekerja. Pasti dia sibuk, kan spesialis bedah saraf dan pembuluh."

Andreas hanya tersenyum. Jihan sudah duduk bersama dengan Andreas di satu meja yang berada di pojok kantin rumah sakit. Ini tempat favorit Andreas jika mau menikmati makan siang.

"Eee Han, bagaimana keadaanmu???"

"Kamu lihat sendiri kan, lebamnya sudah hilang." Jihan memperlihatkan lebam di lengannya juga. Andreas tersenyum.

"Puji Tuhan, jika kamu sudah sembuh. Tetapi kata Thea, katanya kejadian ini perna juga kamu alami. Apa suamimu yang melakukannya???"

Jihan terdiam, sebenarnya dia tidak mau menceritakan. Namun melihat perhatian Andreas dia memberanikan dirinya untuk bercerita.

"Iya ini perbuatan suamiku."

"Kenapa kamu tidak lapor ke polisi??"

"Ngak usah ndre ini masalah keluarga. Aku ngak mau aib keluarga diketahui oleh orang lain."

"Sori, Han. Aku pamit sebentar ya. Dokter Lydia membutuhkan aku."

Andreas pun pamit, Jihan hanya bisa melihatnya berjalan menjauh. Selama ini, Andreas tidak tahu. Bahwa Jihan menaruh hati kepadanya sejak mereka sekolah. Bahkan dia berusaha belajar segiat mungkin agar bisa di terima di fakultas kedokteran universitas negeri biar bisa sekampus dengan Andreas Jatmiko laki - laki yang dia sukai.

Flashback kisah masa lalu.

Jihan dan Andreas adalah teman sekolah. Satu kelas. Bahkan dikelas mereka prestasi mereka selalu bersamaan. Jika tidak Andreas yang juara satu, berarti Jihan juara dua. Selalu bergantian. Tetapi lebih banyak Andreas yang juara satu.

Banyak perempuan di sekolah mereka yang suka kepadanya, bahkan mengidolakannya. Sudah postur tubuhnya tinggi, ganteng dan pintar lagi. Hobinya bermain basket membuat cewek -cewek menggilainya.

Banyak orang di sekolah tidak yakin, bahwa Andreas adalah anak dari bapak dan ibu Jatmiko, karena tampang Andreas berbeda dengan Andriana adiknya. Informasi dari orang tua Jihan yang dia peroleh dari pak Jatmiko yang adalah staf di kantornya dulu, bahwa Andreas adalah anak dari adiknya pak Jatmiko yang hamil di luar nikah. Namun suaminya yang orang bule itu pergi meninggalkan mereka saat Andreas lahir. Sayangnya adiknya pak Jatmiko ini meninggal saat melahirkan Andreas.

Malam ini, pukul tujuh Andreas sudah selesai masak dan sudah rapi menunggu kedatangan istrinya. Pukul tujuh lewat lima menit, mobil yang di kendarai oleh Aretha tiba di rumah mereka. Andreas tahu bahwa istrinya sangat lelah. Untuk itu dia menyambut istrinya di depan rumah.

"Maaf sayang, aku pulang kemalaman."

"Its oke sayang. Abang tahu kamu pasti kelelahan."

Andreas mencium istrinya di kening dan bibir. Namun di bibir ciumannya begitu mesra dan dalam.

"I love you sayang."

"Love you more honey. Ayo kita makan malam. Abang sudah masak masakan kesukaan kamu."

"Abang, kamu lakukan semua ini."

"Iya sayang, buat kamu." Aretha memberikan ciuman mesra di bibir suaminya. Sangat dalam dan lama.

"I love you sayang. Terima kasih ya sayang ini sangat istimewa."

Andreas dan Aretha pun menikmati makan malam bersama. Sambil membicarakan pekerjaan mereka hari ini dan rencana kedepan mereka.

"Sayang, kalau abang buat praktek bisa ngak?? Ya di rumah sakit umum, hanya begitu - begitu saja."

"Kenapa??? Abang ngak betah di rumah sakit itu ya??"

"Bukan ngak betah sayang. Abang ini kepala rumah tangga. Abang punya tanggung jawab nanti buat kamu dan anak - anak yang akan Tuhan percayakan kepada kita. Abang mau siapkan begitu." Aretha memandang suaminya. Dia memegang tangan suaminya.

"Hidup kita biasa - biasa saja, asal kita saling jujur dan terbuka itu tidak masalah buat aku sayang. Uang itu bukan prioritas utama saya. Hidup bahagia itu yang utama. Asal kita selalu bersama."

"I love you. Abang berjanji akan selalu mencintai dan menjaga kamu dan anak - anak kita nanti."

"Love you more abang."

"Sayang..... abang tetap butuh pendapat kamu tentang rencana yang tadi."

"Aku setuju sayang. Apa pun rencana kamu. Asal tujuannya baik."

"Terima kasih sayang."

"Tetapi, abang harus kredit lagi buat buka klinik praktek ini."

"Sayang.... Aku mohon maaf sebelumnya. Tidak ada maksud apa - apa. Tetapi jika sayang tidak keberatan aku punya dana."

"Uang yang papa dan mama beri itu."

"Iya sayang, itu sudah menjadi milikku. Hak aku. Sejak aku sekolahkan selalu aku dapat beasiswa internasional karena prestasiku."

Sebenarnya Andreas merasa minder. Tekatnya dia mau menggunakan uang hasil usahanya.

"Abang.... Please. Biarkan aku membantu kamu suamiku."

"Tetapi.... Aku takut papa dan mama, menganggap aku tidak mampu."

"Papa dan mamakan tidak tahu. Dan orangtuaku bukan tipe orang yang mau mencampuri urusan anak mereka."

Aretha kembali meyakinkan suaminya Andreas, bahwa suami istri itu harus saling membantu.

"Sayang, impianku mau seperti rencana abang. Namun pekerjaanku di rumah sakit Silom sepertinya belum bisa aku tinggalkan. Ini rencana masa depan."

"Apa rencana kamu sayang, abang mau tahu."

"Kita buka apotik dan disitu tempat prakteknya abang. Jika aku sudah merasa tidak di butuhkan di rumah sakit, aku juga bisa buka praktek di gedung yang sama."

"Jadi ini akan menjadi usaha kita di masa tua nanti."

"Iya abang."

Malam ini, Andreas terus memikirkan sebab akibat jika dia menggunakan uang istrinya. Namun tidak ada alasan yang bisa membuat dia menolak bantuan istrinya.

Seperti biasa subuh ini, mereka bangun bersama dan ibadah pagi.

"Sayang mas setuju rencana kamu. Ini akan menjadi usaha kita bersama." Aretha merasa sangat senang sekali. Ternyata suaminya mengerti dan mau pada rencananya.

1
HiaTus
kita juga suka uang 🤭
Ceisye: 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!