NovelToon NovelToon
Purnama Tertutup Mega

Purnama Tertutup Mega

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Laviolla

Aku sibuk mengurus ibumu di atas pembaringan, sedangkan kamu sibuk menggoyang bosmu yang haus belaian. -Wulan-

Seperti cahaya purnama yang tertutup mega, semua kebaikan dan juga bakti yang sudah diberikan oleh Wulan untuk keluarganya sama sekali tak nampak di mata Awan. Wulan yang sudah dengan sabar merawat sang mertua yang lumpuh karena stroke di sela-sela kewajibannya menjadi seorang ibu muda sampai membuat wanita itu tidak memiliki waktu untuk dirinya sendiri tidak lantas membuat wanita itu mendapatkan balasan kesetiaan.

Wulan memilih untuk berpisah saat memergoki Awan berselingkuh. Wanita itu rela menjanda daripada batinnya selalu tersiksa karena Awan telah terpikat pada seorang janda kaya yang merupakan bos di tempat sang suami bekerja.

Lantas, bagaimanakah Wulan menjalani hari-harinya sebagai seorang janda? Dan bagaimana kehidupan Awan setelah kepergian Wulan? Apakah istri baru Awan bisa menjadi sosok istri dan menantu yang sempurna atau justru durhaka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laviolla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PTM 08. Rencana Mega

"Aku bawakan rendang untukmu Lan, makanlah!"

Mencoba keluar dari kamar yang terasa begitu sumpek, Wulan dan Risma berpindah tempat. Dua orang itu duduk beralaskan tikar di teras rumah. Risma menggendong Bagas, sedangkan Wulan dibiarkan bersantai sejenak. Risma tahu jika temannya ini butuh suasana santai tanpa harus terbebani dengan semua pekerjaan rumah. Risma juga menyiapkan piring agar digunakan oleh Wulan untuk makan rendang yang sudah ia bawakan.

"Kenapa repot-repot Ris?"

"Tidak repot. Ayo makanlah!"

Wulan membuka rantang yang dibawakan oleh Risma. Nasi, rendang dan acar ada di sana. Mata Wulan berkaca-kaca melihat makanan yang nampak begitu menggugah selera. Wulan mengisi piringnya dengan apa yang dibawakan oleh Risma. Tak berselang lama, Wulan menikmati makanan itu dengan penuh rasa syukur.

Risma menatap haru ekspresi Wulan yang seperti seseorang yang sudah seminggu tidak makan. Temannya ini sungguh sangat lahap menikmati makanan yang ia bawa. Tak terasa setetes bulir bening lolos dari mata Risma.

"Ris, ada apa? Mengapa kamu menangis?"

Wulan sedikit keheranan melihat Risma yang meneteskan air mata. Padahal sudah sejak beberapa saat yang lalu acara saling tangis menangis usai. Namun Risma masih terlihat meneteskan air mata.

"Tidak apa-apa Lan. Makanlah yang banyak karena sumber ASI mu berasal dari makanan yang kamu makan dan itu semua akan berpengaruh pada perkembangan dan pertumbuhan Bagas."

Wulan sejenak menghentikan kunyahannya. Ia menghela napas dalam kemudian ia hembuskan perlahan. Pikirannya seketika melayang jauh ke belakang.

"Aku sampai lupa kapan terakhir kali aku bisa makan dengan tenang, Ris. Aku merasa seperti dikejar-kejar oleh kewajibanku yang lain sehingga membuatku merasa terburu-buru ketika makan. Bahkan pernah satu hari aku lupa tidak makan sama sekali."

"Mulai hari ini jangan kamu biasakan seperti itu. Kamu harus makan. Tidak boleh tidak karena ada Bagas yang menyesap sari-sari tubuhmu melalui ASI. Pantas saja Bagas sering rewel, itu karena ASI mu kurang berkualitas, sehingga membuat Bagas susah untuk merasa kenyang."

Wulan melirik ke arah Bagas yang begitu lelap berada di gendongan Risma. Wulan mengedikkan bahu, tidak bisa menjawab dengan tegas apa yang menjadi saran dari Risma.

"Entahlah Ris, sepertinya aku tidak bisa. Karena setiap hari tugasku banyak sekali di rumah ini."

"Mending kamu memakai jasa ART, Lan. Dengan adanya ART kamu bisa sedikit lebih santai dan tidak diburu-buru oleh pekerjaan rumah tangga. Dengan begitu kamu bisa fokus merawat Bagas dan ibu mertuamu."

Risma memberikan usul yang sangat masuk akal. Merupakan satu hal yang sangat susah melakukan dua kewajiban sekaligus yakni mengurus anak dan mertua. Meski sejatinya mengurus mertua bukanlah kewajiban sang menantu.

Wulan mencoba menimbang-nimbang apa yang diusulkan oleh Risma. Terdengar sangat realistis sekali karena memang ia sangat keteteran menyelesaikan semua pekerjaan rumah tangga ini.

"Coba nanti aku bicarakan sama mas Awan, Ris. Semoga mas Awan menyetujuinya."

"Nah, betul itu Lan. Pokoknya kamu harus mementingkan keperluanmu terlebih dahulu, karena saat ini ada Bagas yang membutuhkanmu untuk tumbuh dan berkembang."

Wulan mengangguk pelan. Ia lanjutkan kembali menyantap menu rendang yang tinggal beberapa suap ini. Hingga tiba-tiba matanya terbelalak ketika ia ingat akan sesuatu. Gegas, wanita itu bangkit dari posisinya yang membuat Risma kebingungan sendiri.

"Kenapa Lan?"

"Aku lupa belum ngurus mertuaku. Kamu tunggu di sini dulu ya Ris."

Wulan bergegas masuk ke dalam rumah. Ia langsung menuju kamar sang mertua dan betapa terkejutnya ia karena Marta masih mengenakan pakaian yang sama dengan kemarin.

"Astaga, semalam mas Awan tidak mengganti pakaian Ibu?"

Wulan menarik tubuh Marta dan ia dudukan di tepi ranjang. Aroma yang tercium sudah sangat menyengat sekali karena sudah sejak kemarin diapers sang mertua tidak diganti.

"Tidak Lan. Kemarin katanya nunggu kamu saja yang mengganti."

"Ya Tuhan, keterlaluan sekali mas Awan. Hanya mengganti pakaian ibunya saja dia tidak mau."

Wulan hanya bisa mengelus dada sembari menggeleng-gelengkan kepala. Sungguh sangat keterlaluan perilaku suaminya itu, padahal yang ia gantikan adalah pakaian ibu kandungnya sendiri, bukan orang lain.

"Aku juga lapar sekali Lan."

"Iya Bu, aku bersihkan badan Ibu terlebih dahulu, setelah itu aku ambilkan makan."

Marta hanya mengangguk pasrah. Tak lagi banyak mau seperti biasanya. Wanita yang hampir memasuki usia senja itu seakan baru menyadari jika tidak ada yang dapat ia andalkan di rumah ini selain sang menantu.

Dengan telaten, Wulan membersihkan tubuh Marta dan mengganti diapersnya. Wanita itu bahkan sama sekali tidak merasa jijik berkutat dengan segala kotoran yang ada di tubuh Marta. Buktinya, ia bisa menyelesaikan pekerjaan ini tanpa sisa.

***

Mega duduk di kursi kebesarannya sembari menatap layar ponsel yang ada di depan mata. Di ruangan ini juga nampak Basuki dan juga Tasya yang sedang asyik bermain lego. Mega menatap layar ponselnya dengan pikiran yang jauh berkelana.

"Pa!" panggil Mega yang seketika membuat Basuki menoleh ke arah sang anak.

"Ada apa Meg?"

"Kalau semisal aku mengangkat wakil direktur apa Papa setuju?"

Dahi Basuki berkerut dalam. "Wakil direktur? Apakah sepenting itu Meg?"

"Aku rasa memang penting Pa, mengingat aku baru saja berada di sini untuk menggantikan posisi Papa. Itu artinya aku membutuhkan seseorang yang benar-benar tahu akan keadaan dealer ini yang bisa untuk aku ajak diskusi."

"Begitu ya?"

"Iya Pa, ini semua demi kemajuan dealer kita juga kan? Agar penjualan unit bisa semakin meningkat setiap bulannya."

Sejenak, Basuki memikirkan apa yang disampaikan oleh Mega. Memang selama ini tidak ada wakil direktur di dealer yang ia bangun, mengingat semua pekerjaan bisa ia handle sendiri. Namun hari ini ketika sang anak memberikan pendapat, terdengar sangat masuk akal sekali karena semakin hari persaingan pasar semakin besar, makan sang anak memerlukan seseorang yang bisa diajak berdiskusi.

"Memang menurutmu siapa yang pantas Papa angkat menjadi wakil direktur untuk membantumu Meg?"

Mega tersenyum simpul. Ada satu nama yang sudah ia pikirkan matang-matang. Dan dengan menjadikan orang itu sebagai wakil direktur, setidaknya ia bisa membalas kebaikan orang itu karena sudah menolong Tasya beberapa waktu yang lalu.

"Bagaimana kalau pak Awan saja, Pa? Rekam jejak pak Awan di kantor ini bagus kan? Jadi aku rasa dialah yang pantas untuk Papa angkat sebagai wakil direktur."

"Hmmmm, baiklah. Papa rasa yang menjadi usulanmu itu sudah sangat tepat mengingat selama ini Awan selalu bekerja dengan etos yang tinggi. Bahkan sudah banyak hal yang ia dedikasikan di sini."

"Kalau begitu bagaimana nanti sepulang jam kantor kita adakan meeting pengangkatan pak Awan menjadi wakil direktur, Pa? Semakin cepat semakin baik kan?"

"Baiklah, Papa serahkan semua kepadamu jika memang itu baik untuk kemajuan dealer milik kita ini."

Senyum manis terbit di bibir Mega. Hatinya sungguh merasa bahagia karena sang Papa menyetujui apa yang menjadi usulannya. Ia yakin jika dengan mengangkat Awan sebagai wakil direktur, dealer ini bisa semakin bertambah besar dan berkembang.

Aku yakin kamu bisa menjadi partner kerja yang sempurna untukku.

.

.

.

1
Laviolla
selamat membaca semua.. jangan lupa untuk like komen subscribe follow dan share ya... mkasih
Laviolla
selamat membaca semua... jangan lupa untuk like, komen, subscribe, follow dan share ya.. mkasih
Hanindia
waaaowww dapat warisan,,, selamat Lan.. semoga beruntung hidupmu ke depannya
Hanindia
amanat apa ya kira -kira??? semoga hal yang bermanfaat Lan
suciati
tuh kan bener dapat warisan.../Tongue/ semoga bermanfaat untuk merubah hidupmu lan
suciati
uhuuyyyy dapet warisan kayaknya.../Drool/ bener2 beruntung kamu Lan
Laviolla
selamat membaca semua.. jangan lupa untuk like, komen, subscribe, follow dan share ya.. mkasih
sunaryati jarum
Sepertinya kamu anak yang ditemukannya Nenek Inah,Wulan.Semoga kehidupan kamu selanjut lebih baik Wulan.
linda
rezeki nomplok lan... 🤣🤣
Anonim
Laki goblok tinggalin lan,run
sunaryati jarum
Semoga nenek Wulan Mempunyai peninggalan barang atau ilmu yang dapat mengubah hidup Wulan menjadi baik dan sukses
Laviolla
selamat membaca semua. jgn lupa untuk like komen subscribe follow dan share mkasih
linda
wulan dapat warisan😍😍😍 itu si cowok tampan sepertinya yg bakal jadi jodoh wulan selanjutnya
sunaryati jarum
Semoga langkah kamu menuju kebebasan , kesuksesan dan kebahagiaan. Wulan
linda
bagus Lan.. selamat melanjutkan hidupmu,, smg sukses
suciati
semogq sukses lan
Hanindia
selamat berjuang Lan... semoga kamu sukses
Hanindia
kalian emang serasi... penghianat dan pelakor bersatu
Hanindia
wuiiihh,, udah berani nampar??? emang gila tuh awan
Hanindia
selamat Lan, lelaki kayak awan emg gk pantes dipertahankan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!