Lima tahun menikah, Kanisha Rayya Shanika selalu percaya bahwa rumah tangganya bersama sang suami, Arven Mahendra, akan berjalan harmonis untuk selamanya. Ia rela menekan mimpinya sendiri demi menjadi istri sempurna dan ibu terbaik bagi anak angkat yang sangat ia cintai. Namun semua kepercayaan itu runtuh dalam satu malam.
Kanisha memergoki Arven berselingkuh dengan sekretaris pribadinya sendiri—wanita yang selama ini ia anggap hanya rekan kerja biasa. Belum sempat pulih dari pengkhianatan itu, kenyataan yang jauh lebih kejam kembali menghantamnya. Anak angkat yang ia rawat dengan penuh kasih ternyata adalah darah daging hasil hubungan terlarang suaminya dengan sang selingkuhan.
Dikhianati sebagai istri sekaligus dipermainkan sebagai seorang ibu, Kanisha memilih pergi dan mengakhiri pernikahan yang telah menghancurkan hidupnya. Dengan tekad untuk bangkit, Kanisha mulai membangun hidup baru dan membuktikan bahwa dirinya bukan wanita lemah yang bisa diinjak begitu saja.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sylvia Rosyta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
Air matanya terus jatuh. Namun kali ini tatapan Kanisha bukan hanya penuh kesedihan, ada kemarahan besar di sana, kehancuran dan ada rasa benci yang mulai tumbuh perlahan di dalam dirinya. Untuk beberapa detik Arven hanya diam. Pria itu masih menundukkan wajahnya sedikit dengan rahang yang mengeras kuat. Lalu perlahan Arven mengangkat wajahnya. Tatapannya berubah gelap.
“Kamu berani nampar aku?” Suara pria itu terdengar pelan namun justru terdengar jauh lebih menakutkan.
Kanisha menatap Arven tanpa takut sedikit pun sementara air matanya tidak berhenti menetes, untuk menghadapi laki laki seperti suaminya, Kanisha merasa kalau dirinya tidak perlu mundur.
“Kenapa tidak? Mas pantas mendapatkan tamparan itu.” Deg, Rahang Arven kembali mengeras. Kanisha tertawa kecil di sela tangisnya. “Satu tamparan itu masih tidak ada apa apanya dengan semua luka yang mas berikan padaku.”
Suasana kamar terasa semakin menyesakkan.
“Setelah semua yang mas lakuin…” suara Kanisha bergetar hebat. “Mas pikir aku masih bakal diem aja?”
Arven langsung mendekat satu langkah. Tatapannya terlihat tajam menusuk.
“Jaga ucapan kamu.”
“Kenapa?” balas Kanisha cepat. “Mas malu sama kenyataan kalau mas itu laki-laki paling jahat yang pernah aku kenal?”
“KANISHA!”
Bentakan Arven membuat Naira kembali menangis ketakutan dalam pelukan Selena namun Kanisha sudah tidak peduli. Hatinya terlalu hancur untuk merasa takut sekarang.
“Mau bentak aku sepuasnya juga nggak akan ngubah kenyataan kalau mas udah ngancurin hidup aku!” Tangis Kanisha kembali pecah. “Lima tahun,” napasnya tersendat. “Lima tahun aku hidup sama orang yang ternyata nggak pernah tulus sama aku,”
Arven justru tertawa kecil dan memandang wanita dihadapannya dengan sinis dan membuat tatapan Kanisha langsung berubah.
Tawa itu, Kenapa pria itu masih bisa tertawa setelah menghancurkan dirinya seperti ini?Arven mengusap sudut bibirnya pelan lalu kembali menatap Kanisha.
“Kalau tamparan itu bisa bikin kamu puas,”
Suara pria itu terdengar dingin. “Maka aku bakal menerimanya dengan senang hati.” Kanisha membeku sedangkan Arven melanjutkan dengan tatapan tajam, “Karena akhirnya aku bisa ngelakuin sesuatu yang nggak pernah bisa aku lakuin selama nikah sama kamu.”
Deg, Kanisha merasakan jantungnya seperti mau copot.
“Apa maksud mas…”
Arven tertawa kecil.
“Tau nggak kenapa aku selingkuh dari kamu?”
Kanisha langsung mengepalkan tangannya kuat-kuat.
“Karena mas laki-laki brengsek.”
“Bukan.” Arven langsung memotong cepat, tatapannya berubah penuh emosi. “Karena aku muak hidup sama kamu!”
Kalimat itu langsung menghantam Kanisha tanpa ampun. Tubuh wanita itu langsung menegang sedangkan Arven terus berbicara seolah semua yang selama ini ia pendam akhirnya meledak malam itu.
“Aku benci hidup yang dipaksain buat aku.”
“Mas—”
“Aku nggak pernah pengen nikah sama kamu!”
Kalimat itu menggema keras di kamar itu.
Dan untuk sesaat, Kanisha merasa dunianya benar-benar runtuh. Air matanya langsung jatuh semakin deras.
“Apa…?” Suaranya terdengar sangat kecil dan rapuh, namun Arven tidak berhenti. Pria itu justru terlihat semakin emosional.
“Apa kamu pikir aku nikah sama kamu karena cinta? Enggak!!!” Tatapan Kanisha langsung terlihat kosong sedangkan Selena hanya diam di tempatnya sambil memeluk Naira erat-erat. “Aku nggak pernah cinta sama kamu, Kanisha.” Kalimat itu menusuk jauh lebih dalam daripada tamparan apa pun. Kanisha sampai merasa sulit bernapas setelah mendengar pengakuan Arven. “Ayah sama ibu aku yang maksa aku buat nikahin kamu.”
Napas Kanisha tercekat sementara pikirannya langsung kacau. Apa maksud Arven? Pria itu mengusap wajahnya dengan kasar sebelum kembali berkata penuh emosi,
“Perusahaan keluarga aku waktu itu hampir bangkrut.”
Kanisha langsung terdiam dan entah kenapa untuk pertama kalinya malam itu, ia mulai mengingat banyak hal yang dulu terasa aneh. Tentang bagaimana keluarga Mahendra tiba-tiba bangkit lagi dari masalah finansial mereka. Tentang bagaimana ayahnya dulu sangat cepat menyetujui pernikahan mereka. Tentang bagaimana Arven terlihat dingin bahkan sejak awal mereka menikah. Semuanya mendadak terasa masuk akal sekarang.
“Asal kamu tahu Kanisha, ayah dan ibumu lah yang sudah membantu perusahaan keluargaku.” Suara Arven terdengar berat. “Mereka nyelametin keluarga aku dari kebangkrutan.”
Kanisha langsung menggeleng pelan.Tidak mungkin.
“Dan tentunya bantuan itu tidak bisa didapatkan keluargaku dengan cuma cuma. Orang tuamu memberi kami sebuah persyaratan.”
Air mata Kanisha jatuh semakin deras, jantungnya berdegup sangat keras, dan saat Arven kembali bicara, dunia Kanisha benar-benar terasa runtuh sepenuhnya.
“Aku harus nikahin kamu.”
Deg, tubuh Kanisha langsung limbung sedikit.
Tangannya refleks berpegangan pada meja kecil di samping tempat tidur Naira, sedangkan Arven tetap menatapnya tanpa belas kasihan.
“Karena orang tua kamu tahu kalau kamu cinta mati sama aku. Dan mereka tidak mau melihat putri mereka jadi sedih karena tidak bisa bersatu dengan laki laki yang ia cintai.”
Tangis Kanisha pecah semakin keras.
“Jadi selama ini,” bibir Kanisha bergetar hebat. “Mas nikahin aku karena terpaksa?”
Arven tertawa mengejek. Tawanya terdengar penuh kepahitan dan kemarahan.
“Aku bahkan nggak dikasih pilihan.” Kalimat itu membuat dada Kanisha terasa seperti diremas kuat-kuat hingga membuatnya merasa sakit sekali. “Aku kehilangan kebebasan hidupku gara-gara pernikahan ini.”
Kanisha langsung menatap Arven dengan pandangan tak percaya.
“Apa mas nyalahin aku karena hal ini?”
“Karena memang kamu penyebabnya!” bentak Arven yang membuat tubuh Kanisha tersentak kecil.
Naira kembali menangis ketakutan namun Arven sudah terlalu emosi untuk peduli.
“Sejak awal aku nggak pernah mau nikah sama kamu!”
Tangisan Kanisha semakin pecah.
“Mas jahat!”
“Aku muak!" Arven berjalan mendekati Kanisha, Tatapannya benar-benar terlihat penuh kemarahan. “Apa kamu tahu gimana rasanya hidup sama seseorang yang nggak pernah kita cintai?”
Kanisha menggeleng sambil menangis.
“Bagaimana aku bisa tahu kalau mas nggak pernah bilang apa pun padaku. Kalau saja mas mau jujur padaku, aku mungkin bisa meminta orang tuaku untuk tidak pernah memaksa mas menikahi ku.”
“Kau benar benar bodoh Kanisha! Di situasi yang aku hadapi waktu itu, apa aku bisa mengatakan yang sebenarnya padamu?!” bentak Arven. “Kalau aku dipaksa nikahin anak orang yang sudah menyelamatkan perusahaan keluarga aku?”
Kalimat itu terasa seperti penghinaan paling menyakitkan yang pernah Kanisha dengar seumur hidupnya. Selama ini ia mengira dirinya dicintai. Walaupun Arven bersikap dingin padanya, Walaupun Arven sibuk dengan pekerjaannya dan bahkan jarang pulang, Kanisha selalu mencoba berpikir positif. Ia percaya suaminya hanya sulit menunjukkan perasaan. Tapi ternyata, Arven memang tidak pernah mencintainya sejak awal dan itu membuat air mata Kanisha jatuh semakin deras.
“Jadi selama ini,” suara Kanisha terdengar gemetar hebat. “Aku cuma beban buat mas?”
Arven langsung menatapnya tajam.
“Kamu adalah penghalang terbesar dalam hidup aku. APA KAU DENGAR ITU?!”
Aku udh mmpir....slm knal....
dr awl aku udh gedek sm s pcundang...kya'nya dia emng ga pnya hti,smp tega ngucapin kta2 mnyakitkn sm istrinya...mnimal kl dia pnya hti,diem aja....kl mau psah,tnggal psah.....yg bkin dngkol,ga ngrsa brslah sm skli.....sntai bgt mlah....
tp abs ni prshaannya bkln hncur,scra pd tngkt dewa kl slma ni bs skses krna usaha sndri....pdhl tnp bntuan istrinya,udh bmgkrut dr dlu kaleee.....😡😡😡
dari semua karyamu , aku selalu suka dengan semua jalan ceritanya kak. Alurnya pas, konfliknya ada, jalan ceritanya rapi dan nggak putus di tengah jalan.
terus tingkatkan semua ceritanya supaya lebih baik kak, aku suka semua🤭☺️