NovelToon NovelToon
Younger, Yet More Mature

Younger, Yet More Mature

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Dinar

dr. Nayla Azzura percaya satu hal bahwa cinta tidak pernah benar-benar tinggal.

Menjadi salah satu saksi pernikahan orangtuanya yang hancur sejak usianya masih kecil, membuat Nayla tumbuh menjadi perempuan yang dingin, mandiri, dan sulit mempercayai siapapun. Baginya, memiliki pasangan hanya pandai memberi harapan sebelum akhirnya meninggalkan.

Sampai akhirnya sebuah tragedi kecelakaan kerja mempertemukan Nayla dengan Arsen Mahardika, pengusaha muda yang keras kepala, hangat dan yang paling mengganggu adalah usianya tiga tahun lebih muda dari Nayla.

Awalnya Nayla mengganggap semua hanya lelucon biasa, tapi bagaimana mungkin jika lelaki yang usianya lebih muda tapi pandai bicara tentang sebuah keseriusan?.

Namun Arsen berbeda, iya tidak datang membawa janji besar justru ia datang dengan sejuta kesabaran. Saat Nayla menjauh, menunggu saat Nayla merasa takut, dan membuktikan bahwa tidak semua rumah berakhir hancur.

Karena terkadang... Lelaki yang lebih muda justru lebih tahu cara men

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dinar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 - Ketika Seseorang Mulai Sulit Diabaikan

Pagi ini terasa biasa saja setidaknya begitu yang berusaha diyakinkan oleh hati seorang dr. Nayla Azzura pada dirinya sendiri, langit kota kali ini tampak terlihat mendung sejak subuh.

Hujan kecil turun sesekali meninggalkan aroma tanah basah yang samar tercium, bahkan dari balik jendela Rumah Sakit Bintang Medika yang terlihat sibuk seperti biasa bahkan terlalu sibuk. Suara langkah kaki bersahutan di lorong, bunyi roda brangkar melihat cepat dengan beberapa perawat tergesa membawa berkas pasien.

Namun anehnya, ditengah semua kesibukan itu Nayla justru merasa harinya terasa lebih sunyi dari biasanya. Dan itu sangat menggangu tangannya yang sibuk mengetik laporan pasien didepan laptop. Matanya tanpa sadar melirik layar ponsel yang berada diatas meja, kosong ... tidak ada pesan baru meskipun jam sudah menunjukkan pukul 07.26 membuat alis Nayla sedikit berkerut.

Seseorang biasanya sudah mengirimkan pesan kepadanya, hal random yang tidak penting tapi entah kenapa cukup membuat paginya terasa sedikit ramai seperti :

" Pagi, dokter galak 😀" atau mungkin " Hari ini jangan lupa sarapan, ya" dan yang lebih menyebalkan lagi " kalau hari ini senyum sekali aja boleh enggak?"

" Apa sih? Kenapa malah kepikiran dia? Nayla inget dia cuma pasien yang terlalu banyak bicara" Gumam Nayla kali ini yang terasa masih denial.

Pelan-pelan terasa seperti bagian kecil dari hari-harinya, dan itu membuat Nayla merasa tidak nyaman. Karena nyaman selalu berbahaya seolah seperti sebuah pengharapan dan berakhir mengecewakan.

Ttttrrriiiiinnnng....

Ponselnya tiba-tiba berbunyi membuat refleks seorang Nayla kini tangannya bergerak terlalu cepat.

Arsen Mahardika

Jantung Nayla kini bereaksi ketika nama yang sejak tadi ditunggu-tunggu akhirnya datang.

" Pagi, dokter Nayla 😉. Hari ini jangan lupa makan ya, jangan terlalu sibuk. Oh iya... Hari ini boleh enggak galaknya dikurangi sedikit saja" .

Sudut bibir Nayla nyaris terangkat setelah membaca pesan masuk dari Arsen.

" Ganggu banget..." gumam Nayla pelan namun jarinya tetap mengetik membalas pesan Arsen.

" Kerja yang benar, jangan ganggu dokter"

Balasan datang dengan terlalu cepat.

" Ya Tuhan, akhirnya dibalas lagi 😭. Berarti dokter kangen ya, walaupun sedikit?"

Melihat balasan pesan dari Arsen membuat Nayla salah tingkah, kini layar ponselnya mati membuat suasana pagi kali ini terasa sedikit lebih ringan dan itu justru membuatnya kesal.

" Ekheemmm... Tumben senyum" suara itu membuat Nayla tersentak.

Celine kembali lagi dengan membawa kopi ditangannya, dengan tatapan penuh curiga.

" Aku enggak senyum" Nayla langsung kembali memasang wajah datar.

" Bohooonngg... Mana hp?" Celine duduk santai didepan meja.

" Buat apa?" Nayla menatap curiga.

" Mau lihat cowoknya" jawab Celine.

" Tidak ada cowok, Cel" jawab Nayla.

Tatapan Celine kali ini turun ke layar ponsel yang masih menyala, nama Arsen Mahardika jelas terlihat.

" OOOHHHHHH...." senyum Celine langsung melebar.

" Jangan kepo" Nayla langsung mengambil ponselnya cepat.

" Pasien itu lagi?"

Nayla hanya diam dan itu cukup menjadi jawaban bagi Celine yang langsung membelalak dramatis.

" YA AMPUUNNN NAYLA ADA PROGRES!!!"

" Enggak ada, Cel" Nayla seolah putus asa.

" Terus kenapa sekarang setiap pagi selalu cek Hp?" tanya Celine semakin penasaran.

" Dia cuma terlalu banyak chat " Nayla memijit pelipisnya, merasa kesal kenapa semua orang gampang sekali membaca dirinya akhir-akhir ini.

" Terus kenapa kamu balas?"

" ..... Enggak enak" jawab Nayla yang sempat diam beberapa detik.

" Alasaaaaannn...." Celine tertawa jahil.

Nayla tahu jauh di dalam hatinya kini, masalahnya bukan sekedar tidak enak tapi karena ia mulai terbiasa ditanya sudah makan, terbiasa diingatkan untuk istirahat, terbiasa ada seseorang yang memperhatikan hal-hal kecil tentang dirinya. Dan itu... cukup menakutkan karena sudah terlalu lama ia hidup sendiri dalam semuanya.

Sudah terlalu lama tidak bergantung pada siapapun, dan meyakini bahwa hati manusia tidak pernah benar-benar tinggal.

Di sisi lain kota Mahardika Group.

Arsen baru selesai meeting ketika matanya kembali melihat layar chat, balasan Nayla hanya satu kalimat singkat dan dingin tapi bagi Arsen itu sudah sangat cukup. Karena dulu jangankan dibalas dilihat saja sudah bersyukur.

" Pak... Kalau orang enggak tahu, bapak dikira lagi jatuh cinta untuk pertama kalinya" Bima sang sekretaris menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya.

" Emang keliatan banget ya, Bim" Arsen terkekeh kecil.

" Banget, Pak" Bima kini duduk didepan meja.

" Tapi masih susah banget, Bim" Arsen tersenyum kecil.

" Terus kenapa Bapak enggak nyerah aja?" tanya Bima.

" Karena dia kelihatan capek" tatapan Arsen sedikit berubah lebih tenang dan serius.

" Capek?" tanya Bima.

" Kayak orang yang terlalu lama kuat sendiri" lalu Arsen tersenyum kecil.

Entah mengapa semakin tahu jika Nayla sulit didekati, semakin Arsen tidak ingin pergi. Karena untuk pertama kalinya ia merasa ingin benar-benar mengenal seseorang, bukan sekedar tertarik tapi tinggal.

Malam tiba rumah Nayla kini terasa lebih tenang dibandingkan biasanya, Ayahnya duduk membaca koran seperti biasa ketika Nayla pulang. Namun ketika Nayla baru saja masuk, lelaki paruh baya itu langsung menatap putrinya lama.

" Kenapa, Yah?" tanya Nayla.

" Belakangan ini kamu lebih sering tersenyum" Ayahnya tersenyum kecil.

" Hah?"

" Ayah senang kalau akhirnya ada yang membuat hidup kamu tidak terlalu sepi, Nak" ucap sang Ayah.

Nayla terdiam, sudah lama sekali ia tidak mendengar ayahnya bicara panjang dan lembut seperti itu. Kalimat itu anehnya terasa menusuk pelan, mungkin ucapan sang Ayah benar jika belakangan ini hari-harinya memang terasa berbeda.

Tidak terlalu sunyi, tidak terlalu berat karena seseorang itu membuat Nayla takut... Takut terlalu nyaman, berharap, takut kehilangan, takut jika semuanya hanya sementara.

Malam semakin larut Nayla yang baru saja selesai mandi saat ponselnya berbunyi.

" dokter sudah pulang?"

Hal kecil sederhana ini namun entah kenapa cara laki-laki ini memperhatikan terasa terlalu tulus. Dan itu membuat pertah Nayla perlahan menjadi goyah.

" Sudah"

" dok, besok sore kosong? "

" Kenapa?"

" Bukan dinner, bukan date, kayaknya dokter terlalu capek... Saya cuma mau ngajak dokter lihat laut".

Lama dan entah kenapa untuk pertama kalinya Nayla tidak langsung menolak, karena mungkin sebagian kecil dirinya mulai ingin percaya meskipun sedikit saja.

1
partini
Thor kehidupan Nayla mirip Vania novel berjudul jodoh pilihan mama ibu nya kaya iblis tapi di sayang bngttttttttttttttttt sama mertuanya
Almeera: Oh ya kak? nanti aku coba mampir yaa 😍😍


Hihihi tapi Nayla ini murni karangan aku aja kak 🙏🙏🥲
total 1 replies
SANG
Lanjut dek💪👍
SANG
Semangat ya dek💪👍
partini
suami nya kelihatan kecintaan Banggt kayanya ga mungkin deh slingkuh terus ningalin
partini: iya itu,,karma ga berlaku buat dia
total 2 replies
partini
udah hempas ke laut masa lalu yg menyakitkan,move on be happy kalian berdua seorang anak perempuan butuh ayah nya untuk jadi wali nikah kan
Almeera: Setujuu kak, hidup harus terus berjalan... kalau dia aja bisa santai kita bisa lebih cerah 😍😍
total 1 replies
partini
pastinya apa karam selalu ada berbuat baik di balas baik berbuat jahat di balas jahat juga,,kau memilih yg katanya hak is ok nikmati saja sekarang,kau meninggalkan suami dan anakmu nanti nya kamu dan anakmu di tinggal suami mu selingkuh
Almeera: Kakakkk setuju setiap perbuatan akan ada balasan dari semesta 🙏🙏

Terimakasih banyak sudah mampir dan meninggalkan jejak afirmasi positifnya dikarya sederhana ini 😍😍🙏
total 1 replies
SANG
Mantap banget dek💪👍
SANG: Masama dek
total 2 replies
SANG
Keren habis deh💪👍
SANG: Iya dek Kembali kasih
total 2 replies
SANG
Sembilan belas bunga untukmu dek/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
SANG: Oke dek. 👍💪
total 2 replies
SANG
Aku fokus ya dek😄
SANG
Like iklan plus komen💪👍
SANG
Semangat ya dek💪👍
SANG
Iya, seperti itu lah
SANG
Iya ada apa
SANG
Akhirnya
SANG
Nah bingung kan
partini
ibunya kaya ga bersalah,,dasar ibu lacknat semoga kena penyakit
Almeera: Hehehe 😁😁
total 1 replies
SANG
Baya bunga se kebon untuk adek/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Almeera: thankyou kak🙏
total 1 replies
SANG
Kok bingung dek
SANG
Hadir dek👍💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!