NovelToon NovelToon
The God Ashura

The God Ashura

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Balas Dendam / Kebangkitan pecundang
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: jazzy bold

Dianggap sampah karena kehancuran jiwa beladirinya, Keluarganya di asingkan dan bahkan hampir mati dengan tulang belakang yang hancur.

Namun tidak ada yang tahu…

Di dalam tubuhnya bangkit jiwa beladiri ganda legendaris yang belum pernah muncul di dunia ini.

Dengan kehidupan kedua di tangannya, dia hanya memiliki satu tujuan..

Menginjak semua orang yang pernah merendahkannya dan berdiri tak terkalahkan di bawah langit.

Tapi saat rahasianya perlahan terungkap, musuh yang datang untuk menghancurkannya semakin kuat…

Akankah dia menjadi penguasa tak terkalahkan, atau justru jatuh sebelum mencapai puncak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jazzy bold, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Niat Membunuh

Zhang Tiangxia mengangguk.

Tangannya bergerak ke dalam lipatan bajunya lalu mengeluarkan sebuah botol kecil yang tembus pandang. Di dalamnya, tiga tetes cairan berwarna biru kehijauan bercahaya redup seperti bintang kecil yang terperangkap.

Begitu botol itu muncul di atas meja, aroma yang membuat orang semua merasa nyaman langsung menyebar ke seluruh ruangan.

Manager Wen dan wanita di depannya sama-sama terdiam. Keduanya menghirup udara secara refleks, dan seketika ada rasa segar yang mengalir ke dalam tubuh mereka, energi murni ini masuk langsung ke dalam paru-paru mereka membuat mereka tidak bisa membuka mata untuk waktu yang lama.

Belum pernah mereka merasakan hal seperti ini sebelumnya.

"Kalian seharusnya sudah tahu berapa nilai satu tetes cairan spiritual kan?" Zhang Tiangxia berkata tenang.

Mata wanita itu berbinar. Manager Wen juga tidak bisa menyembunyikan kilatan di matanya saat terus mengamati botol kecil itu. Sebagai kultivator di alam pemurnian Qi tingkat pertama, Manager Wen tahu persis betapa berharganya cairan spiritual bagi seseorang di levelnya. Sementara wanita di depannya yang berada di alam pemurnian Qi tahap kelima, tentu juga paham nilainya jauh melebihi pemahamannya.

"Tuan Muda," Manager Wen akhirnya membuka suara, suaranya sedikit lebih ramah dari sebelumnya. "Apakah kamu masih memiliki cairan spiritual lagi? Aku bersedia membeli seharga sepuluh juta keping perak per tetes."

Zhang Tiangxia menggeleng. "Hanya ini."

Wajah Manager Wen tampak sedikit kecewa sebelum akhirnya kembali menyembunyikan ekspresinya di balik senyum profesional.

Wanita itu mengalihkan pandangannya dari botol ke wajah Zhang Tiangxia. "Cairan spiritual sangat langka, bahkan di balai Yuan kami juga sangat terbatas. Jika dilelang dalam satu set seperti ini, nilainya bisa jauh lebih tinggi dari perkiraan orang biasa." Dia berhenti sejenak. "Perkiraanku, nilainya bisa mencapai lima puluh juta hingga seratus juta keping perak."

Zhang Tiangxia tidak berkedip.

"Jadi," wanita itu melanjutkan, "Apakah kamu ingin melelangnya, atau menjualnya langsung pada kami?"

Wanita itu menatap Zhang Tiangxia dengan ekspresi bertanya-tanya. Di kedalaman matanya, dia tampak sedang berfikir apakah akan melakukan sesuatu atau tidak.

Namun, setelah berfikir sesaat, dia memutuskan tidak melakukan apapun. Jangan sampai karena ambisinya sesaat nama Balai perdagangan Yuan akan rusak.

Jika ini terjadi, bahkan satu nyawanya tidak akan cukup untuk menebus nama baik balai perdagangan Yuan.

Jangankan dia, bahkan ayahnya pun tidak akan punya keberanian melakukan hal-hal kotor yang merugikan balai perdagangan Yuan.

Zhang Tiangxia tersenyum kecil melihat tatapan mata wanita itu. Sebagai orang yang sebelumnya pernah hidup puluhan tahun, bagaimana bisa dia tidak bisa menebak isi kepala orang di depannya.

Alasan dia begitu terang-terangan mengeluarkan cairan spiritual karena dia tau reputasi balai perdagangan Yuan sangat bersih.

Setelah sempat canggung sejenak, Zhang Tiangxia berkata lagi, "Jual langsung."

Melihat anak kecil di depannya begitu tenang dan bahkan langsung menjual cairan spiritual ini jelas membuatnya sedikit heran, bahkan manager Wen juga seolah tidak percaya.

Pasalnya jika ini di lelang, harganya bisa sangat tinggi hingga sulit di prediksi. Namun tanpa banyak berfikir, dia justru memilih menjual langsung.

Tapi hal ini langsung membuat wanita itu tersenyum bahagia, jika mereka membeli cairan spiritual ini lalu di lelang, mereka akan untung besar.

"Begini saja," Wanita itu berkata, "Aku beli satu set cairan spiritual ini seharga lima puluh juta keping perak? Jika kamu kurang puas dengan harganya, kamu boleh negosiasi." Tanya wanita itu menatap Zhang Tiangxia.

"Tidak perlu," Zhang Tiangxia berkata, "Kita sepakat di harga lima puluh juta."

Zhang Tiangxia tidak begitu perduli soal tiga tetes cairan spiritual, bahkan jika wanita di depannya menawar sedikit lebih rendah pun dia akan setuju. Dia saat ini masih memiliki banyak cairan spiritual di dalam cincin penyimpanan miliknya, jadi jika kekurangan uang, dia bisa menjual lagi beberapa. Belum lagi dia punya banyak emas di dalam cincin penyimpanan miliknya.

Wanita itu mengangguk. Tanpa banyak bicara, dia berjalan ke meja di sudut ruangan lalu menulis sesuatu. Tidak lama kemudian, seorang pelayan masuk membawa peti kecil.

"Lima puluh juta keping perak." Wanita itu berkata.

Setelah dipotong harga satu butir Pil Api Sembilan Langit, Zhang Tiangxia menerima empat puluh sembilan juta lima ratus ribu keping perak yang lalu berjalan pergi, saat tidak ada orang dia langsung menyimpan kotak berisi perak kedalam cincin penyimpanan miliknya kemudian dia pulang kerumah.

Begitu sampai, suasana di dalam rumah terasa berbeda. Dia bisa merasakan perasaan ayahnya yang sangat bahagia.

Ayahnya dari tadi berdiri di depan kamar dengan wajah sumringah.

Melihat Zhang Tiangxia datang, dia langsung berkata, "Ibumu sudah memasuki alam pembuka Meridian." Zhang Zhenfeng berkata dengan wajah bahagia.

Zhang Tiangxia mengangguk. Dia sudah menduga ini. Setelah sarapan tadi pagi, ibunya langsung mengonsumsi satu buah roh lalu masuk ke latihan tertutup.

Energi yang terkandung dari buah roh itu sangat murni, jadi tidak akan menjadi masalah untuk menembus belenggu antara tahap pemurnian tubuh dan alam pembuka Meridian yang selama ini menghambat ibunya.

Sekarang ibunya akan mulai membuka seluruh Meridian di tubuhnya satu per satu.

Di tubuh manusia ada seratus Meridian besar dan tiga ratus lima puluh Meridian kecil. membuka seluruh Meridian prosesnya panjang.

Zhang Zhenfeng tertawa kecil, namun matanya jelas sudah merah karena begitu terharu.

 Sudah bertahun-tahun dia melihat istrinya berjuang, tertahan di puncak tahap pemurnian tubuh tanpa bisa melangkah maju karena keterbatasan sumber daya keluarga mereka.

Namun, hari ini semuanya berubah.

Zhang Tiangxia melihat ayahnya melirik buah roh yang masih tersisa di atas meja. Buah itu tidak disentuh.

"Ayah tidak memakannya?"

Zhang Zhenfeng menggeleng pelan. "Biarkan untuk Yuer nanti. Aku sudah tidak mungkin melangkah lebih jauh." Suaranya datar, tapi ada kepedihan yang tertahan di baliknya.

Zhang Tiangxia menatap ayahnya sebentar. Pria ini yang dulu dikenal sebagai jenius keluarga Zhang, kini berdiri dengan rambut memutih dan wajah pucat akibat racun yang sudah puluhan tahun bersarang di dalam tubuhnya.

Tanpa berkata apa-apa, Zhang Tiangxia merogoh bajunya lalu mengeluarkan sebuah botol kecil. Di dalamnya ada satu butir pil berwarna merah menyala.

Dia meletakkannya di tangan ayahnya.

Zhang Zhenfeng membeku.

Tangannya bergetar saat menggenggam botol kecil itu. Matanya yang tajam langsung mengenali aroma yang keluar dari dalamnya, aroma panas yang khas, dia tau ini apa sebab dia juga pernah melihat pil ini sebelumnya.

"Ini..." suaranya terputus.

"Pil Api Sembilan Langit." Zhang Tiangxia berkata singkat. "Racun dingin abadi di tubuh Ayah sudah bertahun-tahun tidak di obati, dengan pil ini, ayah tidak perlu khawatir lagi."

Zhang Zhenfeng mengangkat wajah menatap anaknya. Ada sedikit rasa bangga saat menatap anaknya, namun ada juga ketidakpercayaan. Bagaimana bisa anaknya mendapatkan pil yang begitu mahal yang bahkan keluarga Zhang mereka saja enggan untuk mengeluarkan uang sebanyak itu.

"Kamu mendapatkan ini dari mana?" tanyanya dengan kebingungan

Zhang Tiangxia tersenyum tipis. "Aku menemukan sembilan buah roh, Ayah. Satu sudah ku makan, dua kuberikan untuk Ayah dan Ibu. Enam sisanya ku jual. Harganya cukup untuk membeli ini."

Keheningan.

Lalu, untuk pertama kalinya dalam waktu yang sangat lama, Zhang Tiangxia melihat air mata mengalir di pipi ayahnya.

Zhang Zhenfeng tidak bersuara. Dia hanya berdiri dengan botol pil itu tergenggam erat di tangannya yang gemetar, kepalanya menunduk.

Ini adalah pertama kalinya keluarga ini benar-benar merasakan harapan yang sebelumnya sirna kini muncul kembali.

Sore hari, Zhang Tiangxia baru menyadari sesuatu.

"Ibu, di mana Yuer?"

"Tadi pergi bermain." Su Wanyue menjawab dari dalam kamar latihan tertutupnya, suaranya samar.

Zhang Tiangxia menunggu. Satu jam berlalu. Dua jam.

Adiknya tidak kembali.

Dia berjalan keluar, memeriksa halaman rumah, menyusuri gang-gang kecil di sekitar kediaman mereka. Tidak ada.

Saat dia melewati kelompok anak-anak yang sedang berbisik-bisik di sudut jalan, telinganya menangkap sesuatu.

"...Zhang Yuer itu begitu menyedihkan, dia diikat Zhang Lei di lapangan karena memaksa meminta pil jatah bulanan keluarga mereka..." Seorang pemuda berdecak jijik.

"Benar, keluarga mereka jelas adalah sampah, tapi tetap saja ingin meminta sumberdaya, benar-benar bodoh." pemuda lainnya juga mencibir sinis.

Zhang Tiangxia berhenti.

Darahnya langsung mendidih, untuk pertama kalinya, ada niat membunuh di matanya yang tidak bisa dia tahan.

Niat membunuh yang mengerikan juga di rasakan oleh kedua orang yang baru saja berbicara hingga membuat tubuh mereka menggigil kedinginan.

Zhang Tiangxia mengabaikan dua orang itu, langkahnya berubah cepat, ia berlari menuju lapangan keluarga Zhang.

Dan di sana, dia melihat adiknya terikat.

Zhang Yuer duduk di tanah dengan tangan terikat ke belakang. Rambutnya acak-acakan, pipinya merah di kedua sisi, jelas itu bekas tamparan yang keras.

Di sekelilingnya, beberapa anak tertawa dan saling berbisik sambil menunjuk-nunjuk.

Di depan adiknya, duduk di kursi kayu dengan kaki terlipat dan ekspresi sombong, seorang anak laki-laki berusia sembilan tahun. Dia Zhang Lei, anak satu-satunya Zhang Fei.

Zhang Fei adalah paman keduanya yang juga menjadi bendahara keluarga Zhang, orang yang mengatur distribusi seluruh sumber daya dan pil bulanan keluarga besar.

"Yuer, bagaimana jika kamu berlutut dan menjilat sepatuku, aku mungkin bisa memberikan satu butir pil pemurnian tulang pada keluargamu." Sembari berkata, Zhang Lei menyodorkan sepatunya ke arah depan.

Wajahnya penuh ekspresi main-main.

Di sekeliling Zhang Lei ada beberapa anak seumurannya, semuanya tertawa.

"Hahaha, Yuer, kakak Lei sudah berbesar hati, jadi tidak masalah kamu menjilat sepatunya, jika kamu menjilat dengan baik, mungkin dia bisa menambahkan satu butir pil lagi."

Yang berbicara adalah suara seorang anak perempuan baru berusia enam tahun seumuran Zhang Yuer, ia berdiri dengan sikap yang jauh lebih sombong dari usia yang seharusnya.

Zhang Tiangxia melihat anak perempuan itu mengangkat kakinya.

Lalu menginjakkan kakinya ke kepala Zhang Yuer.

Pak..

kakinya mendarat di atas kepala Zhang Yuer, sementara Yuer hanya bisa menangis tak berdaya. Dia ingin melawan tapi tangannya terikat tali.

Melihat hal ini, mata Zhang Tiangxia menjadi merah darah, rasa ingin membantai mulai timbul di dalam hatinya.

"Berhenti.."

1
syarif ibrahim
jauhnya dari siang sampai sore baru sampai.... 🤔🤔🤔
aldo
up lah author
Ibad Moulay
Gasss terus, jangan kasih kendor 🐎🐎🐎
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥🔥
aldo
lanjut author semangat terus🙏🙏🙏🙏
selenophile
min jiwa beladiri gk ke pake ya...
Ibad Moulay
Pemburu
Ibad Moulay
Kelompok
Ibad Moulay
Uraaa🐎🐎🐎
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
ammank firman
heran kenapa harus jual air roh kalo hanya untuk membeli pil kan koin emas banyak di cincin
Ibad Moulay
Gasss Terus,,,Jangan Kasih Kendor 🐎🐎🐎
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Gasss Terus,,,Jangan Kasih Kendor 🐎🐎🐎
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Teknik Bayangan Kematian
Ibad Moulay
Rubah Roh Ungu
Ibad Moulay
Token
Ibad Moulay
Cairan Spiritual
Ibad Moulay
Walikota
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!