NovelToon NovelToon
Legenda Arka Yudistira

Legenda Arka Yudistira

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Fantasi
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: Sastra Aksara

Turnamen Peringkat Langit baru saja dimulai. Di hadapan para penguasa Alam Tiran, Arka Yudhistira melangkah ke arena bukan sebagai pecundang, melainkan sebagai naga yang tengah terjaga.
​Di antara bayang-bayang Ratna, Citra, dan kesetiaan Larasati, Arka siap mengguncang tatanan dunia. Panggung telah siap, pedang telah terhunus, dan sejarah baru akan segera ditulis.
​Inilah awal dari...
​LEGENDA ARKA YUDHISTIRA
​Biarkan dunia bersujud pada sang naga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sastra Aksara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

​Matahari mulai condong ke barat, menutup pertandingan hari pertama. Di antara ribuan laga, topik terpanas bukanlah tentang pertarungan antar-jenius papan atas, melainkan tentang sang "kuda hitam" anomali: Arka Yudistira.

​“Haha! Kak Arka, kau tak tahu betapa lucunya ekspresi mereka! Rasanya bola mata mereka hampir jatuh ke tanah!” Banu berseru penuh semangat saat mereka berjalan meninggalkan arena.

​“Aku telah melihat daftar peserta Grup 15,” ujar Satya tenang. “Memang tak ada praktisi dari empat perguruan besar di sana. Bisa dibilang kita cukup beruntung. Jadi, jangan sombong dulu. Lawan yang sesungguhnya ada di babak berikutnya.”

​Saat itu, lima sosok perempuan berjubah putih dengan aura sedingin es berjalan perlahan ke arah mereka. Keindahan dan wibawa mereka bagaikan dewi yang turun dari awan. Melihat mereka, Arka sedikit tertegun dan menghentikan langkahnya.

​“Ah… Kakak!” Banu berteriak gembira dan berlari kecil menuju Ratna.

​“Banu?” Mata indah Ratna di balik cadar menampakkan keterkejutan. Melihat tubuh Banu yang kini semakin kekar, hawa dingin di matanya mencair. “Mengapa kau ada di sini?”

​“Kakak, aku dan Arka sudah meninggalkan kampung halaman. Kami masuk ke Akademi Pusat Surya Kencana delapan bulan lalu. Aku sudah tahu pasti akan bertemu Kakak di sini! Kakak sangat kuat, aku menonton pertandinganmu tadi!” Banu bicara tanpa henti, lalu ia menunjuk ke arah Arka. “Itu Kak Arka. Masa baru satu setengah tahun Kakak sudah tak mengenalinya?”

​Ratna terdiam, menatap sosok pemuda yang berdiri tegap di depannya.

​Dewi Yunanda, guru Ratna sekaligus salah satu yang mendampingi tim Padepokan Awan Beku, menoleh ke arah Arka dengan tatapan terkejut. “Kau pemuda yang menikahi Ratna di Kota Tirta Awan dulu?”

​“Apa?!” seru murid-murid Awan Beku lainnya dengan mata membelalak. Mereka tahu suami Ratna dulu adalah seorang pemuda dengan jalur energi cacat yang akan menjadi sampah seumur hidup. Bagaimana mungkin pemuda di depan mereka ini adalah orang yang sama?

​Arka melangkah maju dan memberi salam hormat dengan tenang.

​“Arka Yudistira, murid Akademi Pusat Surya Kencana, memberi hormat kepada para dewi dari Padepokan Awan Beku. Dahulu nama saya memang dikenal sebagai Arka Wijaya, namun kini, saya adalah Arka Yudistira.”

​Tatapannya beralih pada Ratna, dan ia tersenyum tipis yang sangat lembut.

​“Ratna, sudah lama tak bertemu.”

​Ratna mengangguk ringan sebagai balasan, tetap anggun namun dalam hatinya berkecamuk badai. Dewi dan murid lainnya terpaku. Bagaimana mungkin dalam delapan belas bulan, seorang pemuda yang jalurnya lumpuh total bisa bangkit hingga mencapai puncak Alam Sejati? Kebenaran ini terasa terlalu mustahil untuk diterima nalar mereka.

​“Sepertinya kau telah mengalami berbagai pertemuan ajaib yang merombak tubuhmu secara menyeluruh. Itu adalah keberuntunganmu.”

​Dewi mengangguk pelan, lalu melanjutkan dengan tatapan yang mendadak membeku sedingin es. “Mulai sekarang, aku percaya Ratna bisa merasa lebih tenang. Namun… kuharap kau tidak melupakan statusnya sebagai murid Padepokan Awan Beku. Jangan sampai, hanya karena jalur energimu tidak lagi lumpuh, kau menyimpan niat yang seharusnya tidak kau miliki.”

​Arka tersenyum ringan. “Senior bisa tenang. Terhadap Ratna, saya hanya memiliki rasa hormat dan terima kasih yang tak terhingga. Saya tentu tidak akan melakukan apa pun yang membuatnya berada dalam situasi sulit.”

​Ucapan itu memang ditujukan untuk menanggapi Dewi. Namun di baliknya tersembunyi makna lain. Tidak membuatnya berada dalam situasi sulit adalah janji Arka, namun apakah keadaan yang akan membuatnya sulit, itu soal lain.

​“Kita pergi,” ujar Dewi singkat.

​“Banu, jaga dirimu dan Ayah baik-baik,” bisik Ratna lembut. Sepasang mata indahnya menyapu wajah Arka sekilas sebelum ia berbalik pergi, jubah putihnya berkibar tertiup angin gunung.

​“Aduh… Kakak, aku masih punya banyak hal untuk diceritakan!” seru Banu yang hendak mengejar, namun Arka menahannya.

​“Sudah cukup, Banu. Sejak hari ia menjadi murid Padepokan Awan Beku, ia bukan lagi sekadar gadis dari kampung kita. Biarkan dia fokus pada jalannya,” ujar Arka menenangkan.

​“Aku dengar yang memimpin tim Awan Beku kali ini adalah Peri Dewi dan Peri Citra yang legendaris,” ujar Larasati yang berjalan mendekat. “Sayangnya Citra mengenakan cadar. Aku sungguh ingin melihat seperti apa 'Kecantikan Nomor Satu' yang selalu dipuja banyak orang itu. Tapi aneh, mengapa sosok setingkat dia sampai turun gunung ke turnamen ini?”

​“Mungkin dia hanya bosan dan ingin mencari suasana baru,” jawab Arka sembarangan.

​Dalam hati Arka menghela napas. Sejak tadi, ia berharap menangkap satu lirikan saja dari Citra. Namun dari awal hingga akhir, wanita itu sedingin patung es, seakan keberadaan Arka sama sekali tak berarti. Sikap diabaikan seperti itu justru lebih menusuk daripada kebencian.

​“Tapi aku merasa Peri Citra melirikmu diam-diam tadi,” ujar Larasati tiba-tiba.

​“Melirikku?” Mata Arka membelalak. “Dia bahkan tidak menoleh.”

​Larasati memiringkan kepalanya dengan serius. “Insting seorang wanita.”

......................

Hari kedua dan ketiga Turnamen Peringkat Langit berlalu, menyelesaikan babak pertama penyisihan grup. Arka tergolong sangat beruntung; di grupnya tak satu pun murid dari Empat Perguruan Besar. Lawan terkuatnya hanya berada di tingkat empat Alam Bumi.

​Dengan rekor dua belas kemenangan tanpa kekalahan, Arka secara ajaib menembus peringkat tiga ratus besar dan melaju ke babak kedua!

​“Gila! Meski anak Alam Sejati ini kuat, masuk babak kedua tanpa kalah itu keterlaluan!”

“Keberuntungannya terlalu bagus. Kalau lawan terkuatku cuma tingkat empat Alam Bumi, aku juga bisa menang!”

Larasati tersenyum cerah, sementara Satya Wibowo tak mampu menyembunyikan kegembiraannya. Ini adalah sejarah! Pertama kalinya dalam puluhan tahun perwakilan Kerajaan Surya Kencana masuk tiga ratus besar.

​“Aku akan segera mengirim kabar ke istana. Raja pasti akan sangat bahagia,” ujar Satya penuh haru.

​Larasati menggenggam tangan Arka dengan wajah memerah karena bangga. Arka, yang merasakan niat membunuh samar dari arah Juan, justru sengaja menggenggam tangan Larasati lebih erat.

​“Kalau begitu… apa hadiahku?” bisik Arka lembut.

“Ah? Hadiah apa?” Larasati berkedip.

“Aku ingin… sebuah kecupan.”

​Larasati tersipu hebat, namun ia maju dan mengecup pipi Arka secepat kilat sebelum menunduk malu. Di kejauhan, Juan mencengkeram kursi kayunya hingga hancur berkeping-keping. “Aku akan mencincang bajingan itu menjadi ribuan potongan!”

......................

Hari keempat, babak kedua resmi dimulai. Kini hanya tersisa tiga ratus peserta terbaik, dan setiap orang harus menjalani lima belas pertandingan penuh melawan lawan yang diundi secara acak.

​“Gelanggang Nomor Tujuh, pertandingan pertama! Kerajaan Surya Kencana, Arka —— melawan —— Zeno dari Paviliun Guntur Perkasa!”

1
Jojo Shua
👍🫰☕️
Jojo Shua
🫰☕️
Jojo Shua
👍👍
Jojo Shua
👍
Jojo Shua
☕️☕️☕️☕️
Jojo Shua
☕️☕️☕️
Jojo Shua
☕️☕️
Jojo Shua
☕️
Uswatun Hasanah
ratna ratna ratna
Uswatun Hasanah
arka arka arka
Jojo Shua
🔥🔥
Jojo Shua
🔥
Jojo Shua
👍✅️🫰
Jojo Shua
👍🔥
Uswatun Hasanah
dua duanya dilahap
Jojo Shua
Gak boleh dibunuh si Yeti, merusak ekosistem
Jojo Shua
Moyangnya Yeti
Jojo Shua
kalau 4 chapter sekaligus biasax pembaca lupa kasi ole" ke author
Jojo Shua
up 1 persatu saja supaya ada yang like
Uswatun Hasanah
wow monster mengerikan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!