NovelToon NovelToon
Cinta Posesif Arlan

Cinta Posesif Arlan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Dark Romance / Posesif
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Voyager

"Jangan pernah berpikir untuk melangkah keluar dari bayanganku, Mika. Karena sedetik saja kamu menghilang, aku akan pastikan dunia ini mencarimu dengan cara yang tidak akan pernah kamu lupakan."

Mikaela siswi SMA cantik dari keluarga yang biasa. Suatu malam mengubah segalanya. Menyaksikan dan bertemu dengan Arlan Gavriel—pria berkuasa di Kota Glazy, menghabisi nyawa seseorang dan membuatnya menjadi tawanan yang harus dimiliki Arlan sepenuhnya. Terjebak dalam keadaan yang tidak menguntungkan, perlahan ada rasa tumbuh di benak Mika setelah mengetahui sisi lain dari Arlan. Arlan adalah monster berdarah dingin, tapi juga penyelamat bagi Mika.

Ada apa dengan Mika dan Arlan? Kenapa Arlan membuatnya sebagai Tawanan? Apakah hanya karena melihat kejadian malam itu? Atau ada sesuatu yang harus Mika bayar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Voyager, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kucing Bertampang Ganas

“Kenapa posisi begini begitu nyaman!” batin Arlan. Namun, sekian detik langsung mengubah pikirannya. “Aku mau pastikan kamu ingat soal kontrak itu!” tegas Arlan.

“Aduh, iya-iya aku ingat. Lepaskan aku!” Mika memberontak.

Genggaman tangan Arlan langsung dilepasnya. Mika pun tersungkur tepat disela kedua paha Arlan. Secepat mungkin Mika membenarkan tubuhnya. Sementara Arlan, terlihat canggung dengan wajahnya sedikit memerah.

Bukan hanya Arlan yang merasakan canggung, Mika pun langsung membuang wajahnya. 

“A—aku juga mau bilang. Baju yang kamu pakai itu dan baju-baju yang sebelumnya, juga masuk dalam list utangmu!” kata Arlan, sambil membiasakan diri dari kecanggungannya.

Tapi tidak bagi Mika. Ekspresinya sudah berubah dalam waktu singkat. “Apa?” teriaknya.

Arlan terkejut mendengar suara Mika. “Harus berapa kali aku dengar teriakkanmu!”

“Heh, Bos besar! Kamu akan selalu dengar teriakanku, setiap hari, setiap saat bahkan setiap kamu melangkah!” Mika mendengus emosi. “Lagian ini baju juga jelek!” 

Arlan melirik tajam. “Baju itu nggak akan mampu kamu beli!”

“Heh, Tuan Arlan yang terhormat. Baju modelan begini, di pasar loak pun ada!” ujar Mika.

Deg!

Arlan semakin menatap tajam pada Mika. Ia tak percaya baju seharga Rp 720 Juta dianggap bisa terbeli di pasar loak. 

“Baju itu dibuat oleh desaigner  terkenal, Kamalia Thore,” kata Arlan.

“A—apa? Kamalia ... Thore?” Mata Mika kembali melotot. Ia tercengang mendengar nama yang disebut Arlan. 

Kamalia Thore seorang wanita designer paling populer. Bahkan Mika salah satu fans-Nya. Designer itu juga orang terkaya nomor tiga di Kota Glazy.

“Kenapa , kaget? Jadi, kalau itu design dari Kamalia, apakah harganya sama seperti yang kamu pikirkan sebelumnya?” kata Arlan dingin. 

Mika tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Ia menunduk sambil melihat baju yang ia kenakan. Ia meraba mencari label dari Kamalia. Ternyata, yang dikatakan Arlan benar, itu adalah dari Kamalia Thore.

“Kamu sengajakan kasih aku baju ini! Pasti kamu mau rencanakan sesuatu. Ya, ‘kan?” Mika mengomel hebat. Setiap perkataannya bukan hal yang baik-baik. Melainkan ia mengumpat begitu kesal. 

Arlan yang semula diam. Tiba-tiba menyelipkan tangannya dileher Mika. Menariknya dalam sekejap dan mengecup bibir mungil itu. Mika yang tadinya cerewet langsung terdiam. Ia memegang bibirnya dengan kikuk.

“Sekali lagi kamu cerewet, aku akan lakukan hal itu lagi, dan kali ini akan lebih lama!” Ancam Arlan.

Mika terdiam seribu bahasa. Hingga sampai di apartemen mewah Arlan. Pria itu langsung turun dan disambut beberapa pengawal. Mereka menunduk hormat. Arlan hanya melirik sekilas ke Mika yang perlahan turun dari mobil. Tanpa peduli ia meninggalkan Mika.

“Sikap apa itu?” bisik Mika melihat punggung Arlan yang semakin menjauh.

“Mari Nona!” Pengawal mempersilahkannya masuk. 

Kemegahan apartemen itu membuat Mika tak berkedip. Sesekali ia mencubit pahanya, menyadarkan diri bahwa itu bukanlah mimpi. Pengawal mengantarkan Mika ke ruang istirahatnya. Tembok putih dengan hiasan dinding mewah membuat Mika terpukau.

“Apa benar ini kamarku?” tanyanya.

“Benar Nona. Di lemari juga udah ada beberapa kelengkapan yang bisa Nona pakai!” jelas pengawal.

Mika langsung membuka lemari dan benar saja, banyak pakaian mewah yang tergantung rapi di sana. Beberapa perlengkapan make up juga tersedia.

“Ini merk make up yang aku idam-idamkan!” ujar Mika masih terpesona.

Tak beberapa lama pengawal pergi. Sementara Mika duduk di kursi rias. Memandang wajahnya di depan kaca. 

“Aku nggak seburuk itu ‘kan? Wajahku cantik, tubuhku nggak sekurus yang iblis itu bilang ‘kan?” ucapnya pada diri sendiri, sambil melihat sisi kecantikkannya.

Disela Mika memuji dirinya sendiri, tiba terdengar suara.

Meong!

“Eh, kucing cantik, kamu datang dari mana?” Mika berbicara pada kucing. “Eh, tunggu sebentar, apa ini kucing Arlan? Hem, apa mungkin, pria seperti itu suka binatang?”

Saat Mika bergelut dalam pikirannya yang random, kucing itu melompat dan berlari. 

“Eh, kucing kamu mau ke mana?” Mika mengejar kucing itu.

“Puss … puss … kamu di mana?” Suara panggilan itu terdengar sangat pelan. “Puss … jangan sembunyi!” Matanya menyelusuri setiap sudut. 

Saat di depan pintu yang terbuka, Mika menyelinap masuk. Pikirannya bahwa kucing itu masuk ke kamar tersebut.

“Puss, kamu di mana?” ucapnya hampir berbisik.

Namun, bukan kucing yang ia temukan. Melainkan Arlan yang baru saja keluar dari kamar mandi. 

“Apa yang kamu lakukan di sini?!” tanyanya dingin.

“A—aku cari kucing,” ucap Mika gugup.

“Kucing?” Arlan mengerutkan keningnya. Saat keheranan Arlan itu muncul, Mika secepat mungkin menjauh. Tapi situasinya tidak menguntungkan. Arlan langsung menutup pintu kamarnya. Mengunci dan membuat Mika mundur beberapa langkah.

“Kamu mau lihat kucing yang asli?” kata Arlan sedikit nyeleneh. 

Mika terus melangkah mundur disaat Arlan mendekat. Tubuh Mika gemetar. “Mau apa?”

“Mau tunjukan kucing yang asli. Tapi kucing ini bisa memangsa kelinci kecil!” ujar Arlan seperti ancaman.

“Ja—jangan mendekat!” Jantung Mika berdetak kencang. Langkah mundurnya telah habis. Ia terjatuh di kasur empuk Arlan yang harumnya sama seperti parfum maskulin Arlan. 

“Ternyata kelinci kecil belum puas yang terjadi di mobil!” Goda Arlan. Membuat Mika semakin ketakutan. “Mau lanjut sekarang?!”

Mika langsung menutup wajahnya. Tetapi Arlan justru menarik tangan Mika hingga ia berdiri tegap. Disela itu teriakan Mika kembali terdengar. 

“Lho?!” Ekspresi takut Mika berubah heran. Arlan tidak mengambil kesempatan dalam ketakutannya.

Arlan yang duduk di ujung kasurnya sambil berpaku pada dua tangannya, menatap Mika. “Apa yang kamu pikirkan?”

“Ng–ngak  … nggak ada,” kata Mika yang jelas berbohong. Beberapa menit lalu, ia berpikir akan terjadi sesuatu yang mengerikan padanya.

“Kali ini aku lagi berbaik hati. Tapi untuk selanjutnya, kalau kamu berani masuk ke kamarku, siap-siap—” Arlan memotong perkataannya, tapi gerak tangannya menunjukan hal lain. Jarinya memegang bibirnya sendiri dengan ekspresi menggoda. Mika yang mengerti maksud Arlan langsung berlari keluar.

Setelah Mika tak ada dihadapannya, Arlan tertawa tipis sambil menggelengkan kepalanya.

“Dasar anak bodoh!”

Sementara Mika tergesa-gesa pergi ke kamarnya. Lalu, ia duduk di pinggir kasur. “Dasar cowok mesum!” gerutunya.

Meong!

Kucing itu muncul dari bawah kasurnya. “Eh, kucing nakal, kamu dari mana, sih?” Mika mengomel. “Lebih baik kamu aku kasih nama Arlan. Kamu nakal, meski wajahmu lebih imut dari Arlan aslinya," kata Mika pada kucing itu. 

Meski ia kesal, tapi kesukaannya pada binatang itu membuatnya tidak bisa marah terlalu lama. “Tapi, jangan sampai kamu ketahuan sama iblis itu, ya, dengar!”

Meong!

Mika tersenyum bahagia. Rasa gemas Mika tak bisa ia tahan. Kucing itu terus dielus dan diajak bicara.

Cklik!

“Lagi apa?!”

Mika spontan langsung menyembunyikan kucingnya dibalik selimut. Menoleh dan langsung menggelengkan kepalanya. "Nggak!"

1
Moon
ak jdi mika langsung ku tonjok itu
Voyager: sabar bro jangan emosi ah, nggak jelas kali kau. ayo serbu yang di sebelah
total 1 replies
Moon
model!????
Moon
entah kenapa Arlan ini aku bingung sama sifatnya. lanjut Thor. apa nanti si Mika ketemu lagi dg Arlan ? soalnya Arlan itu kn sangat berkuasa! eh iya Thor sepertinya belum di Spil perlkerjaab Arlan pngen tau
Moon
hm, knp ya orang kyak Mika gini selalu digituin dlm novel cba Thor karakter Mika jadi tangguh aj gtu biar nggk di tindas orang. sih Kamalia juga cewek lenje 😤😤😤
Moon: haha GG bxa sbr ak. tau NDRI kesabaranku setipis tisu
total 2 replies
cleo lara91
lanjut lg dong kak , seruu😍
Moon
Rekomendasi banget ini cerita. tokoh pria bikin mengubah emosi pembaca, greget, sifatnya bener" bikin geleng kepala. tokoh wanita pun bikin kita iba, apalagi ketika penyakitnya kambuh. oh ya keluarga tokoh wanita ih bikin emosi parah apalagi dengan saudara tiri yang mokondo
Moon
up 5 bab sehari thor
Voyager: busett haha nanti ya. ayo nulis juga
total 1 replies
Voyager
Arlan gila. anak SMA dibuat nggak berkutik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!