Xavier, king Mafia yang tak terkalahkan, ditangkap musuh dan terkena tembakan di dada hingga pingsan. Ketika sadar, dia terkejut melihat dirinya mengenakan hanfu kuno megah dan duduk di singgasana tinggi di lingkungan asing.
Dia menyadari dirinya seharusnya sudah mati, namun doanya terkabul dalam bentuk reinkarnasi. Kini dia berada di tubuh pemimpin sekte iblis yang dingin dan bijaksana, dengan perpaduan unik antara kekerasan masa lalunya sebagai Mafia dan kebijaksanaan baru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BUBBLEBUNY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kelahiran Bintang-Bintang Baru
Waktu terus berjalan, dan tiga bulan telah berlalu sejak para murid baru memasuki masa kultivasi tertutup. Tiga bulan yang terasa seperti tiga tahun bagi mereka yang sedang berjuang melampaui batas diri sendiri. Di bawah langit biru yang cerah, Ye Chen berdiri gagah di balkon Aula Utama Sekte Langit. Angin sore berhembus pelan membelai jubah putihnya yang bersih, membuatnya tampak seperti dewa yang turun ke dunia. Wajahnya tenang, namun matanya yang tajam memindai setiap gua yang tersebar di lereng gunung. Aura yang dipancarkan oleh setiap gua kini berbeda jauh dari saat mereka pertama kali masuk. Energi yang tadinya lemah dan tidak stabil, kini telah berubah menjadi arus yang deras, padat, dan teratur.
"Sudah waktunya..." Gumam Ye Chen pelan, suaranya terdengar tenang namun memiliki kekuatan yang mampu mengguncang udara di sekitarnya.
"Darah baru telah ditempa. Tubuh telah diperkuat," ucap Ye Chen pelan namun tegas, matanya menatap tajam ke arah gua-gua tempat para muridnya bertapa.
"Sekarang... tunjukkanlah hasilnya! Tunjukkan padaku... seberapa jauh kalian telah melangkah!" Lanjutnya dengan nada penuh harap dan wibawa.
"Buktikan bahwa investasi ini tidak sia-sia!" Serunya dalam hati dengan tekanan yang kuat.
"Bangkitlah... dan jadilah pilar-pilar kuat yang akan mengguncang dunia ini!" Batinnya bergema dengan wibawa dan keyakinan yang tak tergoyahkan.
Dengan perlahan, Ye Chen mengangkat tangan kanannya. Jari-jarinya yang lentik namun kokoh bergerak dengan gerakan indah dan berwibawa. Sebuah gelombang energi tak terlihat meledak keluar dari tubuhnya, menyebar ke seluruh penjuru area sekte, menembus dinding batu dan masuk ke dalam setiap gua kultivasi. Gelombang itu bukanlah serangan, melainkan sebuah sinyal, sebuah panggilan yang langsung terdengar jelas di dalam jiwa dan kesadaran setiap murid yang sedang bertapa.
"BUKA!" seru Ye Chen dengan suara menggelegar yang memecah keheningan, menghentak seluruh udara di sekitarnya.
"Masa kultivasi tertutup telah usai! Keluarlah... dan tunjukkan wujud barumu kepada dunia!" Serunya dengan wibawa yang menggetarkan seluruh penjuru sekte.
Seketika, di berbagai titik lereng gunung... Puluhan aliran energi yang kental dan pekat meledak keluar dari celah-celah pintu gua. Suara desiran angin yang kencang terdengar bertubi-tubi, seolah-olah ada naga-naga kecil yang sedang terbang bangkit dari sarangnya. Pintu-pintu batu yang tebal terbuka satu per satu dengan bunyi yang berat. Dari dalam kegelapan gua, sosok-sosok muda mulai berjalan keluar dengan langkah perlahan namun penuh wibawa. Perubahan yang terjadi pada mereka sungguh luar biasa! Mereka yang dulunya terlihat kurus kering kini memiliki postur tubuh yang lebih tegap dan berisi. Kulit mereka memancarkan cahaya segar yang sehat, dan mata mereka yang tadinya redup kini bersinar tajam penuh semangat dan kecerdasan. Energi qi yang mengalir di dalam tubuh mereka kini jauh lebih deras dan stabil dibandingkan tiga bulan lalu. Satu per satu mereka berkumpul di lapangan utama, berdiri dalam barisan yang rapi dengan napas teratur dan dada membusung. Mereka menunggu dengan penuh rasa hormat dan antisipasi. Ye Chen melangkah turun dari balkon dan muncul tepat di hadapan mereka di atas panggung utama. Kehadirannya seketika membuat seluruh lapangan menjadi hening total.
"Selamat... kalian telah berhasil melewati tahap pertama" Ucap Ye Chen dengan suara yang tenang namun jelas terdengar hingga ke telinga setiap orang.
"Selama tiga bulan ini, kalian tidak hanya menyerap energi, tapi juga menempa diri sendiri. Tubuh yang kuat dan qi yang melimpah hanyalah alat. Yang terpenting adalah mental dan tekad yang telah kalian asah di dalam kesunyian" Lanjutnya, matanya menyapu seluruh barisan murid dengan tatapan penilaian yang tajam.
"Kalian telah membuktikan bahwa kalian layak disebut sebagai murid Sekte Langit" Ucapnya dengan nada puas namun tetap tegas.
"Namun, perjalanan kalian masih sangat panjang" Ucapnya berat.
"Sekarang... majulah satu per satu. Biarkan aku melihat seberapa jauh kalian telah melangkah!" Lanjutnya tegas, matanya menatap tajam satu per satu sosok di hadapannya.
Perintah itu jatuh tegas, dan segera, seorang demi seorang mulai maju ke depan untuk melaporkan pencapaian mereka, memamerkan aura dan kekuatan yang telah mereka dapatkan. Murid-Murid Unggulan Ye Chen menatap mereka satu per satu, dan di dalam hatinya, ia mulai mengingat dan menilai potensi masing-masing sosok yang memiliki bakat istimewa. Yang pertama menarik perhatian Ye Chen tentu saja adalah sosok yang berdiri paling depan, sedikit terpisah namun memancarkan aura paling kokoh. Xiao Yu. Pemuda yang dulunya kurus kering dengan pakaian lusuh itu kini tampak seperti berubah menjadi orang lain. Badannya kini lebih berisi, otot-ototnya terbentuk sempurna namun tidak berlebihan, memberikan kesan kekuatan yang terkumpul padat dan meledak-ledak. Wajahnya yang dulu pucat kini terlihat tegas dengan rahang yang kuat, dan sepasang matanya... matanya kini berwarna hitam pekat yang dalam, memancarkan cahaya yang tajam dan stabil seperti bintang di langit. Saat Ye Chen menatapnya, Xiao Yu segera melangkah maju dengan langkah yang berat dan mantap. Setiap injakan kakinya terasa padat, menandakan bahwa dasar qi-nya telah benar-benar sempurna.
"Lapor Pemimpin!" Seru Xiao Yu dengan suara yang kini jauh lebih dalam dan bergema, tidak ada lagi getaran ketakutan di sana.
"Saya Xiao Yu! Setelah berkultivasi selama tiga bulan, saya berhasil menembus hingga Ranah Qi Murni Tingkat 6!" serunya lantang, melangkah maju dengan dada membusung dan aura yang jauh lebih matang.
"Dasar qi saya sudah padat dan stabil! Tidak ada lagi ketidakstabilan sedikit pun!" Tambahnya dengan penuh keyakinan, matanya bersinar terang.
Seketika, aura berwarna kuning keemasan yang sangat padat meledak keluar dari tubuhnya, membentuk lingkaran energi di sekitarnya. Energi itu terasa sangat hangat namun kokoh, tanda bahwa efek dari Pil Dasar Naga Kecil telah bekerja sempurna. Tubuh dan darahnya telah ditransformasi menjadi kualitas yang jauh lebih tinggi. Ye Chen mengangguk pelan, sudut bibirnya terangkat sangat tipis.
"Bagus, Xiao Yu. Tubuhmu kini layak disebut sebagai wadah yang kuat. Energi yang kau miliki tidak kalah deras dibandingkan mereka yang memiliki akar qi tingkat atas. Kau telah membuktikan bahwa kerja keras dan ketekunan bisa menaklukkan takdir" Puji Ye Chen dengan nada yang tegas.
"Terima kasih atas bimbingan Pemimpin! Hidup dan mati saya adalah milik Sekte Langit!" Jawab Xiao Yu dengan penuh semangat, lalu mundur dengan hormat.
Berikutnya, seorang pemuda dengan tubuh agak tinggi dan berotot maju ke depan. Matanya sangat tajam dan cepat, selalu bergerak waspada ke segala arah. Aura yang dimilikinya sangat cepat dan tajam, seperti angin puyuh. Namanya adalah Zhao Hao. Dia adalah salah satu murid yang memiliki bakat alami dalam kecepatan dan ketangkasan. Saat tes awal, Ye Chen melihat potensi besar dalam refleksnya.
"Lapor Pemimpin! Saya Zhao Hao! Saya berhasil mencapai Ranah Qi Murni Tingkat 5! Dan saya berhasil menguasai aliran energi yang cepat!" Serunya dengan lantang.
"Sekarang kecepatan saya jauh melebihi sebelumnya! Saya bisa bergerak bagaikan angin yang sulit ditangkap!" Tambahnya dengan bangga, tubuhnya memancarkan aura yang lincah dan tajam.
"Zhao Hao, kecepatan adalah senjatamu. Namun ingat, cepat tanpa akurasi hanyalah angin lalu. Kau memiliki potensi untuk menjadi ahli dalam seni pedang ringan atau teknik bayangan. Asah terus ketangkasanmu" Ucap Ye Chen memberikan arahan.
"Siap, Pemimpin!" Jawab Zhao Hao antusias.
Selanjutnya maju seorang pemuda yang memiliki wajah tenang dan lembut, namun matanya memancarkan kedalaman yang aneh. Aura yang keluar darinya sangat selaras dengan alam, seolah-olah dia adalah bagian dari angin dan pepohonan di sekitarnya. Namanya Lin Yue.
"Saya Lin Yue, Pemimpin. Saya mencapai Ranah Qi Murni Tingkat 5. Saya merasa... saya bisa merasakan perubahan energi di sekitar saya dengan lebih mudah," Ucapnya pelan namun jelas.
"Seolah-olah ada sebuah koneksi batin yang terbentuk. Sekarang saya bisa merasakan niat musuh dan mendeteksi bahaya sebelum semuanya terjadi," Jelasnya dengan mata yang memancarkan cahaya tajam dan misterius.
"Lin Yue, kau memiliki hati yang tenang dan indra yang peka. Jangan sia-siakan itu. Kau akan menjadi mata dan telinga sekte ini. Kemampuanmu untuk merasakan energi akan menyelamatkan nyawa banyak orang di masa depan" Ucap Ye Chen bijaksana.
"Asahlah bakat ini terus menerus. Di tanganmu... bahaya sekecil apa pun tidak akan bisa menyelinap tanpa diketahui!" Ucapnya tegas, memberikan kepercayaan penuh.
Kemudian, seorang pemuda dengan perawakan yang sangat besar dan kekar maju ke depan. Tubuhnya hampir dua kali lipat ukuran orang biasa, kulitnya tampak kasar namun memancarkan rasa soliditas yang luar biasa. Namanya Tie Niu, yang berarti 'Lembaga Besi'. Aura yang dimilikinya sangat berat, padat, dan kuning kecokelatan, memberikan kesan bahwa dia adalah sebuah benteng berjalan.
"Lapor! Saya Tie Niu! Saya mencapai Ranah Qi Murni Tingkat 4! Tapi... saya merasa tubuh saya sangat kuat! Saya bisa menahan serangan pedang biasa tanpa terluka!" Serunya dengan suara lantang seperti genderang perang.
"Sekarang saya siap menjadi tameng hidup! Biarkan saya yang menahan gempuran musuh demi melindungi saudara-saudara sekte!" Serunya dengan semangat yang membara dan tubuh yang tampak kokoh bagaikan tembok baja.
"Tie Niu, kau adalah tameng terkuat. Pertahananmu adalah kebanggaanmu. Di masa depan, kau akan menjadi pelindung yang tak tertembus. Teruslah tempa tubuhmu hingga menjadi seperti emas murni yang tak bisa dihancurkan" Perintah Ye Chen.
Maju seorang pemuda dengan wajah tampan namun tatapannya sangat cerdik dan cepat berpikir. Dia bukan yang terkuat, tapi matanya selalu berputar-putar menganalisis segala sesuatu. Namanya Situ Kong.
"Saya Situ Kong, Pemimpin. Ranah saya Tingkat 4, tapi saya bisa mengalirkan energi ke dalam kaki dan tangan dengan sangat fleksibel" Ucapnya dengan sopan namun percaya diri.
"Situ Kong, otakmu adalah senjata terbesarmu. Gunakan kepalamu untuk memimpin dan menyusun strategi. Kekuatan otot bisa dilatih, tapi kecerdasan alami adalah anugerah" Ucap Ye Chen.
Dan masih banyak lagi yang lainnya, seperti Zhang Feng, seorang pemuda yang memancarkan aura api yang membara, temperamennya panas namun semangatnya tak pernah padam. Dia mencapai Tingkat 5 dan memiliki bakat dalam teknik energi panas. Setelah semua murid melaporkan kemajuan mereka, Ye Chen merasa sangat puas. Dari ratusan murid yang masuk, sekitar tiga puluh orang di antaranya memiliki bakat yang menonjol dan berpotensi menjadi kekuatan utama di masa depan. Ye Chen melangkah maju selangkah, memancarkan wibawa yang tak tertandingi.
"Kalian semua telah melakukan pekerjaan yang luar biasa! Dalam waktu singkat tiga bulan, kalian berhasil melompat naik beberapa tingkat dan memadatkan dasar qi kalian hingga sempurna. Itu adalah pencapaian yang membanggakan!" Suara Ye Chen bergema penuh semangat.
"Namun, kekuatan tanpa teknik hanyalah kekuatan kasar. Ia hanya akan menjadi tenaga otot yang sia-sia jika tidak dikelola dengan benar, tubuh kalian sudah ditempa, fondasi sudah kokoh. Sekarang... saatnya aku memberikan kalian ilmu-ilmu sejati!" Ucap Ye Chen dengan nada tegas dan berwibawa.
"Jurus-jurus pamungkas yang akan membuat kekuatan kalian meledak berkali-kali lipat! Mulai hari ini... kalian tidak lagi hanya menjadi orang kuat, tapi akan menjadi ahli bela diri yang sesungguhnya!" Serunya, matanya memancarkan cahaya antusias.
"Bersiaplah... karena apa yang akan kuajarkan ini akan membuat kalian melangkah jauh meninggalkan semua kultivator biasa di dunia ini!" Ucapnya dengan wibawa yang menggetarkan hati.
Mata seluruh murid seketika berbinar terang, memancarkan antusiasme yang tak terbendung. Napas mereka tertahan, jantung berdegup kencang menanti warisan luar biasa yang akan diberikan oleh pemimpin mereka. Ye Chen perlahan mengangkat tangannya tinggi ke udara. Dalam sekejap, ratusan gulungan kitab kuno yang diikat pita sutra berwarna-warni melayang turun dari ruang dimensinya. Di sampingnya, berbagai senjata tajam mulai dari pedang, tombak, hingga kapak perang yang terbungkus kain tebal pun turut muncul, melayang rapi di angkasa seolah dijaga oleh kekuatan tak kasat mata. Seluruh tempat dipenuhi oleh getaran energi yang kuat dan misterius, menandakan bahwa benda-benda itu bukanlah barang sembarangan.
"Xiao Yu!" Panggil Ye Chen tegas.
"HADIR!" Seru Ye Chen dengan suara berat dan berwibawa.
"Karena tubuhmu telah ditempa oleh energi Naga Kecil, kau cocok menggunakan teknik yang berat dan kuat, aku memberimu... Teknik Pedang penghancur!" Ucap Ye Chen sambil melemparkan sebuah gulungan kitab berwarna merah bata.
"Teknik ini tidak mengandalkan keindahan atau kecepatan, melainkan kekuatan murni yang tak terhentikan!" Ucapnya dengan suara berat.
"Setiap ayunan pedangmu akan membawa kekuatan penghancur yang bisa membelah tanah dan meratakan benteng! Di hadapan jurus ini... tidak ada pertahanan yang bisa bertahan!" ucapnya tegas, matanya memancarkan aura yang mengerikan.
"Terima kasih, Pemimpin!" serunya dengan penuh hormat dan semangat yang membara.
"Zhao Hao! Untukmu, aku berikan Teknik Seribu Bayangan!" Ucap Ye Chen sambil melempar gulungan kitab berwarna biru langit.
"Kecepatanmu akan menjadi ilusi yang mematikan! Bahkan musuh pun tak akan sempat melihat wujud aslimu sebelum pedang menancap di dadanya!" Ucapnya dingin, menggambarkan kekuatan mematikan teknik tersebut.
"Lin Yue! Terimalah Rahasia Indra Langit! Dengan ini, kemampuan merasakan energimu akan meningkat sepuluh kali lipat! Bahkan gerakan semut di bawah tanah pun tak akan luput dari penglihatan batinmu!"" Ucapnya lembut namun berwibawa sambil melemparkan gulungan kitab berwarna putih bersih.
"Tie Niu! Kau kuasai Benteng Emas Abadi! Jadilah tembok yang tak bisa dihancurkan siapapun! Biarkan serangan musuh patah dan hancur hanya dengan menyentuh kulitmu!" serunya tegas sambil melempar gulungan kitab berwarna kuning keemasan.
Ye Chen membagikan teknik-teknik tingkat tinggi dengan sangat murah hati. Setiap teknik yang diberikan adalah ilmu yang sangat berharga, yang di tempat lain hanya bisa didapatkan oleh murid inti setelah bertahun-tahun mengabdi. Tidak hanya teknik, dia juga membagikan senjata.
"Selain teknik, pilihlah senjata yang cocok dengan jiwamu! Pedang, tombak, golok, atau bahkan pukulan tangan kosong! Pilihlah yang paling pas di hati!" ucapnya lantang, tangannya menunjuk ke arah tumpukan senjata yang melayang di udara.
Murid-murid itu berteriak kegirangan. Mereka merasa seolah-olah sedang bermimpi. Mendapatkan pil mahal, teknik tingkat atas, dan sekarang senjata juga! Xiao Yu memilih sebuah pedang panjang yang tampak sederhana namun memiliki bilah yang sangat tajam dan berat. Saat dia memegangnya, pedang itu seakan bersinar merespons energinya.
"Bagus!" Ucap Ye Chen puas melihat antusiasme mereka.
"Selama kalian setia dan terus maju, Sekte Langit tidak akan pernah pelit memberikan apa yang kalian butuhkan! Kami tidak seperti sekte lain yang menahan-nahan ilmu demi mempertahankan kekuasaan! Di sini... bakat kalianlah yang menentukan batas kemampuan kalian!"Ucapnya dengan bangga dan tegas.
"Di sini, yang rajin dan berbakat akan mendapatkan segalanya! Yang malas akan tertinggal dan dilupakan!" ucapnya dingin namun tegas, menegaskan hukum alam yang berlaku di sekte mereka.
"Kalian adalah harapanku! Kalian adalah masa depan Alam Bawah ini!" Ucapnya dengan nada tegas dan penuh harapan besar.
"Ingatlah prinsip kita: Lindungi yang lemah, hancurkan yang jahat!" Tambahnya lantang, menanamkan nilai-nilai luhur ke dalam hati setiap muridnya.
"SIAP, PEMIMPIN!!" Teriak mereka serempak dengan suara yang menggelegar, memecah langit. Ratusan suara bergabung menjadi satu, memancarkan aura kebersamaan dan kekuatan yang dahsyat.
"Lihatlah mereka... Bintang-bintang baru telah lahir. Suatu hari nanti, cahaya mereka akan menerangi seluruh dunia dan menggantikan cahaya para dewa-dewa palsu itu..." Batin Ye Chen penuh keyakinan.
"Baiklah! Sekarang, istirahatlah dan pelajari teknik barumu! Besok, latihan sesungguhnya akan dimulai! Bersiaplah... untuk menjadi jauh lebih kuat dari hari ini!" Ucapnya dengan senyum tipis namun penuh wibawa.