NovelToon NovelToon
Mengejar Kekasih Masa Lalu

Mengejar Kekasih Masa Lalu

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Supernatural / Cintamanis / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:29.5k
Nilai: 5
Nama Author: Qiyaamah

- Cerita Tidak diselesaikan -

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qiyaamah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cemburu

"Pak Bu, aku pamit pulang duluan.."

"Oh iya..hati hati ya Clara," jawab Verrel tersenyum ramah. Clara lalu mengangguk dengan senyum segaris.

Ia pun membalikan tubuhnya 180 derajat, dan seketika ekspresinya berubah menjadi sangat tidak bersahabat.

*******

Keesokan harinya di sekolah..

"Selamat pagi semuanya."

"Selamat pagi Pak.."

"Hari ini untuk mata pelajaran seni budaya langsung aja ke ruang seni sekolah ya."

"Baik Pak," jawab seluruh siswa secara serempak. Verrel lalu kembali berjalan keluar kelas.Seluruh siswa pun mengikuti instruksi sang Guru untuk menuju ke ruang seni.

Clara yang ketika itu sedang berjalan seorang diri tiba-tiba saja di hampiri oleh seseorang.

"Hay sayang Clara," ucap Rudi si rambut berjambul. Clara kaget, ia pun hanya membalas dengan senyuman.

"Malam ini ku ajak dinner ya... kita makan di restoran mewah punya nenekku," sambungnya dengan gaya yang sok tampan.

"Hehe. Nggak terimakasih," sahut Clara dengan senyuman terpaksa yang kemudian semakin mempercepat jalannya.

"Nggak papa..gratis kok buat bebeb Clara," lanjut pemuda tersebut sambil merapi-rapikan jambulnya ke atas. Mendengar hal itu ekspresi Clara semakin tidak tenang, alisnya mengkrenyit. Ia pun berlari meninggalkan pemuda antah brantah itu.

"Clara!" panggil Rudi yang masih berdiri di tempatnya dengan ekspresi bingung.

"Cucunya boss batubara di tolak," gumamnya sambil terus merapikan jambul kebanggannya tersebut.

Di ruang seni.

"Terimakasih sudah datang kemari sesuai instruksi Bapak, hari ini sesuai materi. Kita memasuki bab seni tari tradisi, karena kemarin-kemarin kita sudah mempelajari ragam-ragam seni tari tradisi, serta teorinya pun sudah cukup banyak Bapak jelaskan, maka untuk kesempatan kali ini kita akan melakukan praktek seni tari tradisi dari daerah Kalimantan Selatan yang terkenal sebagai tari penyambutan, ada yang tau namanya apa???"

"Radap rahayu Pak!" sahut Penita sambil mengangkat jari telunjuknya ke atas.

"Betul Penita! beri applause dulu untuk teman kalian." Seluruh siswa pun memberikan tepuk tangan mereka untuk Penita sebagai bentuk appresiasi.

Sementara di lain sisi, Clara terus menatap lekat-lekat sang Guru, perasaan mengaguminya nampaknya sudah hampir berada di puncak.

"Baiklah sekarang semuanya berdiri yang rapi...buat jarak antara yang satu dengan yang lain, jangan ada yang baris tepat di belakang temannya, semuanya harus berdiri dan terlihat oleh Bapak. Clara kamu jangan tertutup Penita.." seru Verrel.

Ia pun kemudian berjalan mendekati Clara. Pemuda berusia 24 tahun itu lalu menarik tangan gadis cantik berambut panjang itu dengan lembut dan memposisikan dirinya sesuai instruksi.

"Jangan pindah posisi lagi ya Clara," ucap Verrel dengan tutur kata yang halus.

"Ba..baik Pak," sahut Clara. Ia terlihat gugup diiringi detak jantung yang berdebar.

"Semuanya mari kita mulai dari gerak dasar tangan dulu. Pertama-tama ayunkan tangan kanan kalian seperti ini. Sedangkan tangan kiri kalian jangan digerakkan. Oh ya, telapak tangannya seperti sedang memegang mangkuk ya. Kalau orang sana bilang namanya bokor," ucap Verrel sambil mempraktekan gerakan tari tersebut.

Tubuhnya terlihat luwes meskipun perawakannya sangat gagah. Ia memang benar-benar seorang seniman yang multitalent.

"Sekarang silahkan kalian coba gerakan tangan yang sudah Bapak contohkan tadi, Bapak akan sambil berjalan memeriksa gerakan kalian. Siap?!!"

"Siap Pak!!!"

"Baik. 1, 2, 3 mulai!!"

Seluruh siswa lalu mempraktekan gerakan yang dicontohkan oleh sang Guru. Sementara Verrel berkeliling memperhatikan gerakan tangan seluruh siswanya yang berjumlah 30 orang tersebut.

"Clara. Gerakannya bukan begitu," tegur Verrel yang melihat gerakan Clara sangat tidak beraturan. Ia lalu berjalan kembali mendekati gadis cantik tersebut.

"Kenapa malah gini gerakannya? tadi Clara memperhatikan Bapak kan?" lanjutnya sambil memperbaiki gerakan tangan Clara.

Jantung Clara mulai berdetak kencang lagi, ditambah keringat dingin yang terus mengucur.

"Pak, aku mules mau ke toilet bentar Pak," ucap Clara yang terlihat tidak tenang.

"Oh iya iya silahkan."

Clara lalu berlari menuju toilet seorang diri. Sesampainya di toilet sakit perutnya mendadak menghilang, ia pun kemudian berdiri di depan kaca toilet yang berukuran besar dan panjang.

"Kenapa aku malah terlihat bodoh di depan Pak Verrel, harus bagaimana caraku untuk mendekatinya?!" gumamnya sambil memandang ke arah kaca. Ia nampak kesal dengan dirinya sendiri yang malah terlihat payah di depan laki-laki yang disukainya.

"Clara!" seketika Caroline datang menghampirinya sambil membawa sesosok kuntilanak.

"Caroline..ngagetin aja," sahut Clara sambil memusut dadanya.

"Liat deh, aku bawa teman baru. Namanya Neng Siti, kita ajak dia pulang ya Clara.." pinta Caroline dengan wajah memelas.

"Kebiasaan deh kamu...bawa bawa hantu terus... Jadi hantu kok supel banget sih," sahut Clara sambil mengerinyitkan dahinya.

"Ya maaf. Tapi dia kasian Clara, disini gak ada yang mau temenan sama dia.." terang Caroline menguatkan argumennya.

"Nggak. Nggak. Jangan biasain rumahku jadi tempat nongkrong kuntilanak.."

"Ya sudah Caroline. aku nggak papa kok. Memang dari dulu nggak ada yang menyayangiku, saat hidup tidak berarti ternyata saat mati pun sama..." ucap teman hantu Caroline tersebut dengan nada yang lesu.

Mendengar hal itu hati Clara tersentuh. Ia pun menarik kembali ucapannya barusan.

"Eh. Ya udah iya kamu boleh kok nginap di rumahku, sembari aku carikan rumah baru buatmu.."

"Beneran Clara?!!" seru Caroline dengan ekspresi ceria.

"Iya...." sahut Clara.

"Yuhuuu! ayo kita pulang Siti!" ajak Caroline. hantu bernama Siti itu pun mengangguk. Ia nampak sangat bahagia. Tidak lama kemudian mereka berdua menghilang.

"Dasar kelakuan Caroline."

Clara pun lalu membuka keran air wastafel dan mencuci tangannya.

"Eh denger-denger Bu Ifa sama Pak Verrel pacaran ya."

"Wah masa sih? tapi emang iya deh kayanya. Mereka sering banget keliatan kemana-mana berdua," ucap dua orang siswi yang tiba-tiba saja masuk ke dalam tempat toilet yang berukuran besar dan bersih tersebut.

"Ya semoga aja berjodoh."

"Nggak akan!!!" bentak Clara secara tiba-tiba. Kedua perempuan tersebut pun terkaget. Mereka tidak menyangka reaksi Clara akan seperti itu.

Clara kemudian langsung pergi berlari meninggalkan ke dua siswi tersebut dengan perasaan kesal.

"Ngomong apa mereka itu !" batinnya menggerutu. Ia terus berjalan untuk kembali ke ruang seni.

Saat hampir sampai, Clara melihat Verrel dan Ifa mengobrol berdua di depan ruangan tersebut. Nampak Ifa memberikan sebuah rantang kepada Guru seni budaya tersebut. Samar-samar Clara mendengar.

"Ini isinya kue donat bikinanku Pak. Silahkan dimakan ya, semoga Bapak suka," ucap Ifa dengan suara yang sangat lembut.

"Wah makasih Bu...pasti saya makan," sahut Verrel. Ia memang laki-laki yang tidak pernah berpikir macam-macam tentang orang lain. Dimatanya semua orang yang baik kepadanya adalah sahabat.

"Apa apaan ini ?!" ucap Clara dengan ekspresi yang semakin kesal. Ia benar-benar terbakar api cemburu.

Ia pun kemudian melanjutkan jalannya dengan lebih cepat.

"Clara. Perutnya udah baikan?" tegur Verrel yang melihat Clara berjalan disampingnya.

"Sudah Pak," sahut Clara dengan ekspresi datar. Ia kemudian melanjutkan lagi jalannya tanpa menunggu jawaban dari sang Guru.

******

Pukul 10.00 a.m, bel waktu istirahat pun berbunyi. Seluruh siswa keluar dari kelas mereka masing masing dan menuju kantin sekolah.

Tapi tidak dengan Clara, ia hanya termangu seorang diri. Di dalam pikirannya hanya Pak Verrel dan Pak Verrel. Ia cukup patah hati semenjak mendengar kabar bahwa pria idamannya itu menjalin hubungan dengan Bu Ifa.

Mungkin karena ini adalah pertama kalinya ia jatuh cinta, sehingga ia masih tidak bisa menata hatinya dengan baik.

"Clara, ke kantin yuk.." ucap Penita yang tiba-tiba menghampirinya.

"Nggak Pen. Kamu aja yang ke kantin.." sahut Clara bernada lemas.

"Kok gitu? kamu kenapa? cerita dong.." Penita lalu menarik kursi di sampingnya dan duduk di sebelah Clara.

"Nggak papa," sahut Clara dengan kondisi yang masih sama.

"Cerita Clara. Siapa tau aku bisa bantu. Jangan di pendam, nanti kamu malah jadi gila lo.." Clara terdiam sejenak. Tidak lama, mulutnya pun membuka.

"Pen.... gimana sih caranya dapetin cinta pria yang kita suka? jujur ini pertama kalinya aku merasakan suka dengan seorang pria," ucap Clara dengan suara yang lembut.

Penita tersenyum. Ia lalu menatap dalam temannya tersebut.

"Clara... Cinta nggak bisa dikejar, yang harus kamu lakukan adalah mengambil celah di setiap kesempatan. Ambil kesempatan saat kamu bisa memiliki waktu lebih banyak dengannya, ambil kesempatan-kesempatan lain sebanyak mungkin, setelah itu manfaatkan kesempatan itu untuk meluluhkan hatinya."

"Tapi Pen.. desas desusnya dia sudah punya pacar."

"Itu kan cuma desas desus.. kalau nyatanya dia nggak punya pacar gimana?"

"Iya juga sih.."

"Ya sudah tenang aja lah Clara. Kamu tu cantik banget, nggak bakal ada cowok yang bakal menolak kamu kok."

Clara lalu tersenyum. Hatinya sedikit lega mendengar nasehat dari teman barunya tersebut.

1
kim widi
yaahhh gak demen dah lg enak2 baca pindah tempat 🤦🏻🤦🏻
🌹Dina Yomaliana🌹
Hai kakak👋 aku datang di cerita mu ya🥰😉 semangat terus up ceritanya💖💖💖💖

Salam kenal dari cerita ku😊😊😊😊
~ Adikku Sayang Adikku Malang
~ Sungguh Tak Terkira

Semangat berkarya untuk kita semua🤜🤛
Anggita Azwina
5 like.... mampir di karya ku juga ya thor gadis bermata bening itu istriku menunggu
zsarul_
hai thorr aku mampir nihh 🤗
semangatt
yuk baca juga cerita aku yang judulnya CONVERGE!!
dijamin baper deh bacanyaa ❤️
mari saling support 😍
thanks
montir kampung arema ban
ko mlh jd dokter para hantu sih 😁😁😁
Author SUPERSTAR: Hi kak, baca Aku (Bukan) Wanita Murahan yuk💙💙
total 2 replies
Anggita Azwina
7 like n rate 5.mampir di karya ku juga y.... gadis bermata bening itu istriku menunggu
Nureti
hai kak 👋
sukses iya kak untuk karyanya

jangan lupa mampir di karyaku yang yang menceritakan cowok letoy yang selalu di tolak sama cewek dalam judul THE FAILED PLAYBOY.

Terimakasih 🙏
Hasniati Canie
up
ini_aku
Semngat, Next thor
Jgn lupa mampir dikaryaku juga
judulnya " PART OF YOU "
Darah Biru (Bangsawan)
Like + rate bintang ⭐⭐⭐⭐⭐👍🏻 saling mendukung ya Thor 👍🏻
Darah Biru (Bangsawan)
lanjut like 👍🏻
Darah Biru (Bangsawan)
mantap 👍🏻
Darah Biru (Bangsawan)
semangat 👍🏻
Darah Biru (Bangsawan)
like like 👍
Darah Biru (Bangsawan)
Permisi Thor penduduk bunian mampir 😇 fav and like 👍❤️
Zizi Suartini
Go author! go author go! Biar author semangat, aku kasih ini :* saranghae
SizzlingTeapot
Ceritanya menarik, nih! Boleh kali thor dilanjut?
Mata Diam
Kita emang nunggu crazy up, tapi author jangan cape-cape, ya! Jangan lupa makan, thor!
Grace Shower
wahhh..bagus banget ceritanya,q suka banget.....cepat lanjutin ceritanya yha mbm.q tunggu kelanjutan ceritanya,seru banget.....
Rill'ss: iya kpan nih lanjutanx kak...aku masih nunggu..
total 2 replies
Grace Shower
thor, jangan khianati kita ya:( pokoke ditunggu lanjutannya
Qiyaamah: siap ka.. bantu like dan vote juga ya thanks😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!