NovelToon NovelToon
Fall In Love With You, Mr Tomi.

Fall In Love With You, Mr Tomi.

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen Angst
Popularitas:24.8k
Nilai: 5
Nama Author: selvi serman

"Saya mohon menikah lah dengan putri saya! Putri saya sangat mencintai nak Tomi. Waktu saya tidak lama lagi, dan saya akan pergi dengan tenang jika sonia telah menikah." Tangis Sonia semakin pecah mendengar permintaan Daddy-nya sedang kritis di rumah sakit, kepada pria yang sudah setahun terakhir dicintainya secara diam-diam. Ya, diam-diam, sebab Sonia tidak pernah mengutarakan perasaannya terhadap pria itu kepada siapapun, termasuk pada Daddy-nya.

Sonia memang sangat mencintai pria yang merupakan bosnya tersebut, akan tetapi Sonia juga tidak ingin menikah dengan cara seperti itu. Ia ingin berusaha menaklukkan hati Pria bernama Tomi tersebut tanpa permintaan atau paksaan dari pihak manapun. Namun kondisi Daddy-nya yang sedang sekarat membuat Sonia tak tega untuk banyak berkata-kata, apalagi untuk menolak.

Akankah pernikahan Sonia berjalan layaknya pernikahan bahagia pada umumnya, atau justru kandas ditengah jalan, mengingat Tomi tidak memiliki perasaan apapun terhadap Sonia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8.

Ujian hidup memang bermacam-macam, ada yang diuji melalui sikap serta perlakuan buruk ibu mertua, ada pula yang diuji melalui sikap suami dan masih banyak lagi ujian hidup yang mungkin tidak ingin dirasakan oleh manusia, namun harus tetap dilewati karena semua sudah menjadi takdir Tuhan. Sepertinya salah satu dari hal itu pula yang saat ini tengah dialami oleh Sonia. Memiliki mertua yang sangat baik padanya, namun gadis itu harus melewati ujian hidup melalui suami yang tidak menginginkan dirinya.

"Ayo di makan makanannya, sayang, jangan malah melamun!." Perkataan ibu mertua sekaligus menyadarkan Sonia dari lamunannya.

"Iy_iya mah." balas Sonia. Gadis itu berusaha mengukir senyum senatural mungkin agar tidak sampai memancing kecurigaan dihati ibu mertua. Jika ia sampai memasang wajah sedih, sudah pasti ibu mertuanya akan langsung berpikir ke arah hubungan pernikahannya dengan Tomi, yang terpaksa bersatu tanpa adanya cinta dari pihak Tomi.

Di kamar, di sinilah Tomi dan Sonia berada setelah usai makan malam.

"Mas..." Seru Sonia yang kini tengah duduk di sofa.

Tomi sontak mengalihkan pandangannya pada Sonia dan meletakkan ponselnya ke atas nakas. "Ada apa?."

"Apa besok aku boleh menggunakan mobil sendiri ke kantor?. Bukan apa-apa, aku hanya khawatir ada pegawai mas yang melihatku turun dari mobil mas Tomi. aku khawatir akan muncul berita kurang sedap tentang mas nantinya." Ketimbang memikirkan dirinya yang menjadi bahan gunjingan dari para pegawai Tomi, Sonia lebih mengkhawatirkan nama baik Tomi. Apalagi dari gelagatnya, Tomi sepertinya belum siap pernikahan mereka diketahui oleh para pegawainya.

"Terserah kamu saja!." Jawab Tomi, tidak ingin membatasi Sonia dalam melakukan apapun yang menjadi keinginan hati gadis itu, termasuk kembali menggunakan mobil sendiri ke kantor.

"Terima kasih, mas."

Selanjutnya, Sonia mengistirahatkan tubuhnya di sofa, sama seperti malam kemarin.

Tomi yang kini duduk bersandar pada headboard ranjang lantas beranjak, mendekat ke arah sofa. "Tidurlah di ranjang, biar saya yang tidur di sofa!."

Sonia sedikit tersentak mendengar tawaran Tomi, namun sepersekian detik kemudian Sonia kembali mengumpulkan kesadarannya.

"Tidak perlu mas, saya sudah nyaman tidur di sini." balas Sonia seraya mengulas senyum senatural mungkin.

"Kalau mau berdusta, setidaknya logis sedikit! lagian mana ada tidur di sofa nyaman, Sonia Margaretha." Tentu saja Tomi tidak semudah itu percaya dengan ucapan Sonia.

Daripada akhirnya terjadi perdebatan, Sonia mengalah dan berpindah ke ranjang. Sementara Tomi menggantikan posisi Sonia tidur di sofa.

Berbeda dengan Sonia yang kini telah tidur dengan nyenyak, Tomi justru tidak dapat memejamkan matanya. Ternyata seperti ini rasanya tidur di sofa, tidak senyaman tidur di ranjang. Tomi nampak bangkit dari posisi tidurnya, membawa bantalnya ke dalam pangkuan, menatap Sonia yang terlihat begitu menikmati tidurnya.

Keesokan paginya.

Sonia terbangun dengan kondisi segar, rupanya kualitas tidur di sofa dan tidur di ranjang yang nyaman, terasa sangat berbeda.

"Agh....." Sonia yang baru menyadari keberadaan Tomi di atas ranjang bersamanya, tanpa sadar berteriak hingga membangunkan Tomi dari tidurnya.

"Apa-apaan kau ini....? Kenapa kau berteriak seperti itu? Apa kau berniat menghebohkan seisi rumah dengan teriakanmu itu?."Kesal Tomi. Pagi-pagi bukannya dibangunkan oleh suara kicauan burung nan merdu, Tomi justru dibangunkan oleh suara teriakan istrinya.

"Maaf, mas. Sungguh, aku tidak bermaksud seperti itu, aku hanya kaget saja." Bukannya ingin membela diri namun seperti itulah kenyataannya. Sonia sangat terkejut menyadari keberadaan Tomi di ranjang bersamanya.

"Saya tidak bisa tidur di sofa, makanya semalam pindah ke ranjang." Jujur Tomi.

"Bukankah semalam sudah kukatakan, aku saja yang tidur di sofa tapi mas masih saja ngeyel."

"Apa kau bilang, ngeyel?." Nampaknya Tomi tidak terima dikatai demikian oleh Sonia.

"Sudahlah....mulai besok, tidak ada lagi yang akan tidur di sofa karena rasanya tidak nyaman. Kita berdua akan tidur bersama di ranjang ini! Jangan protes, lagi pula saya tidak berniat untuk menyentuhmu, jadi jangan berpikir yang bukan-bukan!." Tomi langsung melayangkan ultimatum ketika melihat Sonia hendak bersuara.

Sonia tak punya pilihan lain, selain menerima keputusan Tomi. Lagipula sejak awal pun ia tidak merasa keberatan jika harus tidur seranjang dengan Tomi.

"Baiklah." Jawab Sonia sebelum beranjak turun dari tempat tidur menuju kamar mandi. Daripada berdebat akan lebih baik ia segera mandi dan bersiap ke kantor. Nampaknya pagi ini Sonia tidak sempat membantu bibi menyiapkan sarapan, mengingat waktu telah menunjukkan pukul setengah tujuh pagi.

"Sepertinya kau sudah tidak waras Tomi.... Bagaimana mungkin kau berpikir untuk seranjang dengannya? Bagaimanapun kau tetaplah pria normal, apa kau akan sanggup tidur seranjang dengan seorang wanita?. Arg....." Sepeninggal Sonia barulah Tomi menyadari hal itu. Ya, walaupun tidak memiliki perasaan apapun pada Sonia, ia tetaplah pria normal yang memiliki na-fsu. Apalagi ia sudah pernah melihat Sonia dalam kondisi yang mampu menggoda iman. Meskipun hanya sekedar rekaman cctv namun tetap saja bayangan tersebut kerap kali menari-nari di pikiran Tomi.

Beberapa saat kemudian, Sonia nampak keluar dari kamar mandi dengan menggunakan jubah mandi guna menutupi tu-buh polosnya.

"Kenakan pakaianmu di dalam sana!." Tomi menuding ke arah ruang ganti.

Sonia langsung mengeryit dibuatnya. Siapa juga yang ingin mengenakan pakaian dihadapan kamu, mas? Dasar aneh.....Kira-kira seperti itulah arti dari mimik wajah Sonia saat ini.

Sonia pun berlalu menuju ruang ganti. Sementara Tomi berlalu ke kamar mandi.

*

"Selamat pagi, Nona Sonia." Sapa dua orang security yang bertugas jaga di pintu utama gedung.

"Selamat pagi, bapak-bapak" Balas Sonia dengan senyum ramahnya. Bukan hanya pada petugas keamanan di gedung tersebut, Sonia bahkan ramah pada semua pegawai yang mencari nafkah di gedung Andrean Group.

Tak berselang lama, Tomi pun nampak berjalan menuju pintu utama gedung.

"Pesona cewek blasteran memang beda ya...."

"Sudah cantik, baik, ramah pula...."

Dari jarak beberapa meter, Tomi masih dapat mendengar obrolan di antara dua pegawainya tersebut. Ia memang tidak dapat melihat sosok yang menjadi topik pujian dari kedua pegawainya tersebut namun mendengar kata blasteran, Tomi sudah bisa menebak kalau sosok yang dimaksud oleh keduanya adalah Sonia. Karena, hanya Sonia pegawainya yang memiliki darah blasteran.

"Selamat pagi, tuan." kedua petugas keamanan tadi langsung menunduk hormat menyadari kedatangan Tomi. Sikap yang sangat jauh berbeda dengan sikap mereka terhadap Sonia tadi, yang nampak lebih akrab dan juga santai. Akrab dan santai dalam arti positif, bukannya kurang sopan ya....

"Pagi."

"Apa aku terlihat menyeramkan, sampai mereka begitu kaku setiap kali bertemu denganku?." Tanya Tomi pada asisten Azam di sela langkah mereka melintasi lobby menuju ke arah lift khusus petinggi perusahaan.

"Bukan menyeramkan, tapi tegas. Mungkin itu yang membuat mereka merasa segan dan sungkan pada anda, tuan." Jawab Asisten Azam.

"Saya yang merupakan asisten pribadi anda saja merasa begitu, apalagi hanya petugas keamanan, tuan." Tentu saja kalimat tersebut hanya diucapkan asisten Azam di dalam hati saja.

Tomi pun mengangguk paham.

"Apa Sonia dekat dengan semua pegawai di sini?." Pertanyaan itu dilontarkan Tomi setelah ia dan asisten Azam memasuki kotak besi yang akan mengantarkan mereka ke lantai enam.

"Sepertinya begitu tuan, karena beberapa kali secara tidak sengaja saya melihat Nona Sonia bercanda gurau dengan OB, petugas keamanan dan juga beberapa pegawai lainnya saat jam istirahat." Jawab Asisten Azam apa adanya.

Tomi hanya diam saja, tak lagi bersuara hingga pintu lift terbuka.

1
Uba Muhammad Al-varo
Tanggerang hadir kakak Author 🙏🙏💪💪💪💪💪
Uba Muhammad Al-varo
cilli....... bukan nya sadar malah tambah gila karena obsesi dan keegoisanmu dan karena perbuatan ini juga kamu akan berakhir menderita dan menyesal, nggak mau menurut sih apa yang dikatakan oleh Linda 👿👿
sutiasih kasih
cili cari hidup susah...
Ami LeoGirl
Lajutkn up semangt
Lentera Aksara
kota udang hadir Thor 😁
Nurminah
jangan sampe kejebak ama obat perangsang ya Thor jujur muak liatnya
secret
akhirnya perjuanganmu membuahkan hasil tom, hrs hati2 karena si cabe blom kapok
secret
Palembang thorr, salam kenal dari wong kito galo😁
Lusi Hariyani
hati2 tomi jaga sonia bahaya mengancam
Syifa
kaka yg banyak donk aplopnya
Ayila Ella
waduh gawat si ular mau bikin olah
Syarifah
Penajam Paser Utara Kaltim Thor 🙏
Lia siti marlia
iya tom kamu harus hati hati sama c cili jaga sonia dengan baik kalau sampai terjadi lagi bisa bisa kamu gak ketemu sama sonia untuk waktu yang tidak bisa di tentukan ....halo kak aku dari garut jabar 🥰
Dwi ratna
Cilapop kak alias Cilacap, tau gk daerah itu? hehehe 🫣🫣🫣
Delvyana Mirza
Iya Tom,si ulat bulu,da punya rencana yang menjijikkan,yang membuat kesal,
Uba Muhammad Al-varo
begitu cintanya Tomi ke Sonia, membuat dia melakukan segala supaya Abil mau beri ijin Tomi membawa Sonia pulang ke rumahnya 💪💪💪
Lentera Aksara
lucu ih Tomi demi istri apapun dilakukan🤣🤣🤣
Lia siti marlia
hahaha semangat terus tom demi luluhin hati abil dan merjuangin istri dan calon anak mu
Lusi Hariyani
wuih g main2 efort y tomi buat jemput sonia...ksh pelajaran dl si tomi abil biar g ulangi lg
secret
lihatlah abil perjuangan kawanmu itu, jgn smpe dia stress beneran karena terus dihalangi ketemu istrinyaaa🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!