NovelToon NovelToon
Bertukar Nyawa

Bertukar Nyawa

Status: sedang berlangsung
Genre:Bullying dan Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Reni t

Aqilla Pramesti begitu putus asa dan merasa hidupnya sudah benar-benar hancur. Dikhianati dan diceraikan oleh suami yang ia temani dari nol, saat sang suami baru saja diangkat menjadi pegawai tetap di sebuah perusahaan besar. Ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Namun, takdir berkehendak lain, siapa sangka nyawanya diselamatkan oleh seorang pria yang sedang berjuang melawan penyakitnya dan ingin hidup lebih lama.

"Apa kamu tau seberapa besar perjuangan saya untuk tetap hidup, hah? Kalau kamu mau mati, nanti setelah kamu membalas dendam kepada mereka yang telah membuat hidup kamu menderita. Saya akan membantu kamu balas dendam. Saya punya harta yang melimpah, kamu bisa menggunakan harta saya untuk menghancurkan mereka, tapi sebagai imbalannya, berikan hidup kamu buat saya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

"Sampaikan ucapan terima kasihku sama Pak Radit. Terima kasih banyak," ucap Aqilla, seraya membungkukkan tubuhnya dalam-dalam, sebagai ucapan terima kasih.

"Baik, nanti saya sampaikan sama beliau," jawab Dion dengan senyum kecil.

"Ibu, ini makanan punya siapa?" Suara Kaila seketika mengejutkan mereka berdua, baik Aqilla maupun Dion sontak menoleh dan memandang wajah anak itu.

"Kamu udah bangun, Sayang?" tanya Aqilla, melangkah mendekati putrinya, yang tengah berdiri tepat di depan meja.

Kaila mengeluarkan makanan yang berada di dalam kresek putih, menatanya rapi di atas meja. "Eu ... semua makanan ini punya siapa, Bu? Kayaknya enak. Boleh aku makan?"

"Tentu saja boleh, semua makanan ini buat kamu," jawab Dion dengan ramah.

Kaila terdiam, memandang pria itu dari ujung kaki hingga ujung rambut dengan wajah datar, kelopak matanya nampak berkedip pelan, wajahnya yang tanpa ekspresi sedikit pun terlihat polos, lucu dan menggemaskan ditambah rambut panjangnya yang sedikit berantakan.

"Om siapa?" tanyanya dengan polos.

Dion tersenyum lebar, melangkah mendekat lalu mengulurkan telapak tangan, memperkenalkan diri. "Perkenalkan, Om temannya Ibu kamu, panggil aja Om Dion," ucapnya.

Kaila seketika tersenyum lebar lalu menerima uluran tangan Dion seraya menyebutkan namanya sendiri. "Aku Kaila, Om. Makanan ini pasti dari Om Dion, 'kan?"

"Dih, kalau sama Pak Dion aja senyumnya lebar banget. Kemarin sama Pak Radit, juteknya minta ampun. Kaila-Kaila," decak Aqilla dalam hatinya, seraya memandang lekat wajah sang putri.

"Semua makanan ini Om beliin buat kamu, Kaila," jawab Dion, masih dengan senyuman yang sama. "Tapi, sebelum kamu makan semua makanan ini, cuci muka dan minum air putih dulu, ya. Kamu 'kan baru bangun tidur."

"Siap, Om Dion. Terima kasih makanannya," jawab Kaila, kedua sisi bibirnya semakin mengembang sempurna, tersenyum dengan begitu lebarnya.

Aqilla merangkul pundaknya Kaila dengan lembut. "Cuci muka dulu yu. Mumpung adikmu masih tidur."

Kaila menganggukkan kepala, seraya mengalihkan pandangan matanya kepada sang ibu.

"Baiklah kalau begitu, saya permisi dulu, Mbak Aqilla," pamit Radit, hendak melangkah, tapi kedua kakinya seketika terhenti dan kembali memandang wajah Aqilla, seraya merogoh saku celana yang ia kenakan, meraih sesuatu dari dalam sana. "O iya, saya hampir saja lupa. Pak Radit menitipkan ponsel ini buat Anda, Mbak. Kata beliau, kalau ada apa-apa, jangan sungkan hubungi beliau. Nomornya ada di sini."

Dion menyerahkan ponsel canggih keluaran brand ternama pemberian atasannya untuk Aqilla. Ponsel tersebut bahkan sudah siap untuk digunakan. Namun, Aqilla sama sekalian bergeming dengan perasaan bingung, ia sudah menerima terlalu banyak dari pria bernama Raditya, uang yang diberikan oleh pria itu bahkan belum ia gunakan sepeserpun.

"Eu ... tak usah, Pak Dion. Saya bisa beli hp pake uang yang tadi Anda berikan. Rasanya gak enak terus-terusan merepotkan Pak Radit," jawabnya seraya menggaruk kepalanya sendiri yang sebenarnya tidak terasa gatal.

Akan tetapi, Kaila tiba-tiba meraih ponsel canggih tersebut seraya tersenyum lebar. "Sini, hpnya buat aku aja kalau gitu. Tidak baik lho Bu menolak rejeki. Ibu 'kan pernah bilang, rejeki itu datangnya dari Tuhan. Jadi, jangan pernah menolak rejeki pemberian Tuhan. Gimana sih!"

"Astaga, Kaila," decak Aqilla, merasa malu sendiri. "Ibu gak enak nerima hp itu, Kai. Berikan lagi sama Om Dion. Nanti kita beli pake uang Ibu aja, ya."

"Emangnya Ibu punya uang?"

Aqilla tersenyum cengengesan seraya menggaruk kepalanya sendiri. "I-Ibu punya uang ko."

"Uang dari mana? Ibu 'kan nggak kerja," celetuk Kaila lalu mengalihkan pandangan mata kepada Dion. "Terima kasih hpnya, Om Dion. Aku seneng banget karena aku bisa main game pake hp ini. Pokoknya, terima kasih buanyaaaaak. Semoga rejeki Om Dion semakin dimurahkan sama Tuhan Yang Maha Esa."

Dion tersenyum lebar, tingkat Kaila benar-benar lucu dan menggemaskan. "Berterima kasihlah sama Om Radit, Kaila, karena hp itu beliau yang beliin."

Kaila seketika merubah raut wajahnya seraya menarik napas dalam-dalam. "Ya udah, bilangin sama Om Dion aja," ujarnya singkat, lalu menatap ponsel canggih di telapak tangannya dengan perasaan gembira.

***

Tiga hari kemudian, Keano dinyatakan sembuh. Anak berusia lima tahun itu sudah diperbolehkan pulang hari ini, meskipun harus banyak beristirahat dan tidak melakukan aktivitas fisik yang berlebihan. Aqilla benar-benar lega, tapi hatinya seketika dilanda gelisah karena tidak tahu harus pulang ke mana. Kedua orang tuanya sudah lama meninggal dan ia tidak memiliki tempat tujuan.

"Ya Tuhan, ke mana aku harus pergi? Masa iya aku pulang ke rumahnya Pak Radit? Beliau juga belum ke sini lagi," batinnya, seraya duduk di tepi ranjang, memandang wajah Kaila dan Keano secara bergantian.

"Ko Ibu diem aja? Ibu kenapa?" tanya Kaila, memandang wajah sang ibu dengan tatapan polosnya.

"Nggak ko, Sayang. Ibu gak apa-apa," jawab Aqilla, mengusap kepala sang putri dengan lembut dan penuh kasih sayang.

"Kita mau pulang ke mana, Bu? Apa kita akan pulang ke rumah Ayah?" tanya Keano, kedua matanya nampak sayu menatap wajah sang ibu.

Aqilla terdiam sejenak seraya menarik napas dalam-dalam, kembali mengingat uang pemberian Radit yang belum sempat ia gunakan. "Apa aku cari kontrakan aja, ya? Kebetulan aku masih punya uang pemberian Pak Radit. Tak masalah ngontrak di kontrakan biasa, yang penting ada tempat berteduh buat anak-anak," batinnya seraya mengangguk-anggukkan kepala.

Pintu kamar tiba-tiba dibuka dari luar, Aqilla dan kedua buah hatinya sontak menoleh dan menatap ke arah pintu di mana Radit dan asisten pribadinya melangkah memasuki kamar dengan wajah ramah.

"Pak Radit," gumam Aqilla, sontak berdiri tegak, sementara Kaila dan Keano hanya bergeming, duduk di atas ranjang.

Radit tersenyum lebar seraya melangkah mendekat. "Saya dengar dari Dokter, katanya Keano sudah boleh pulang, ya?" tanyanya, memandang wajah Keano dengan lekat.

Aqilla tiba-tiba saja merasa gugup dan canggung. "I-iya, Pak. Alhamdulillah, Keano sudah boleh pulang. Rencananya, aku akan cari kontrakan buat tempat tinggal baru kami."

Radit menghentikan langkah tepat di depan Aqilla, hal yang sama pun dilakukan oleh Dion, berdiri tepat dibelakang majikannya.

"Ko ngontrak sih? Mulai sekarang, kalian akan tinggal di rumah saya, Aqilla," ujarnya, lalu mengalihkan pandangan mata kepada Kaila dan Keano. "Kaila, Keano, kalian mau 'kan tinggal di rumah Om Radit? Rumah Om guedeee banget, ada kolam renangnya lho. Rumah itu akan menjadi rumah kalian juga."

"Kenapa kita gak pulang ke rumah Ayah aja, Bu? Ayah pasti khawatir banget karena kita nggak pulang-pulang. Aku kangen sama Ayah," rengek Keano, seketika menundukkan kepala dengan wajah sedih.

Bersambung ....

1
Sunaryati
Ke kantor polisi Nak
Sunaryati
Nah karma dibayar tunai Ilham, semoga Aqilla dan Raditya segera menemukan Kaila dan Keano
Sunaryati
Nah segera hubungi papa Adit, Kaila
Yuliana Tunru
kemn keano dan.kaila smoga ank2. qila selamat
Yuliana Tunru
dasar ilham ayah yg egois semua semau x smoga ank2 aqila di bawa orang2 radit takut x nyasar malah di culik penjahat .
Yuliana Tunru
nah keano msh ngitot mau dgn ayah mu smoga z dona gagalkan ilham.yg ngotit mau aqila batal nikah ..
Yuliana Tunru
radit kaeih penjaga bayangan dan buat ilham sibuk kerja saat.pernikahan mu agar tak jd biang onar dan kita lihat gmn istri baru ilham jaga ank2 tiri x jgn lupa dibrekam biar jd bukti klo terjadi apa2 pd kaila dan keano
Meliandriyani Sumardi
hadir kak salam kenal...
Reni: Salam kenal juga kakak. Terima kasih banyak ❤️❤️❤️
total 1 replies
Yuliana Tunru
jgn lemqh aqila pasti ilham merasa menang ..berikan z k3ano klo kaila tak mau jgn di paksa biar keanobtau rasa x tinggal dgn ilham dan ibu tiri x tinggal awasi jikq mmg di sakiti tinggal jemput kembali
Yuliana Tunru
biarkan z aqila dan biarkan ank2 milih saat nanti keano dgn ilham apa ibu tiri x bisa jaga dgn baik hrs pqke perjanjian klo ilham dan istei x jahat hak asuh tak akan pernah.lagi buat ilham
Rohmi Yatun
next Thor🙏
Reni: Siap, Kakak. Terima kasih❤️
total 1 replies
Yuliana Tunru
mmg x sdh tes kecocokan donor ya aqila x ..
Rohmi Yatun
cerita nya menarik🌹🌹🌹🌹👍
Yuliana Tunru
harus x aqila jelaskan rencanan x agar ank2 paham ..kerjai z dulu ibu tiri x biar kapok dan saat mereka jahat ank2 bisa laporkan KDRT biar ailham tau gmn sifat istri baru x ..
Reni: Terima kasih atas sarannya, Kakak❤️❤️
total 1 replies
Yuliana Tunru
nah lho.ketahuan ..pecat z niar jd gembrl dan jgn.lupa biarkan ilhan jaga ank x tpbttp diawasi jgn ssmpe dona yg aniaya ank2 tiri x
Yuliana Tunru
pasti ilham cuekin ank x tp niar laj ahar ank2 tau klo ayah membuang ank x demi selingkuhan yg jalang
Yuliana Tunru
kyk x ank2 aqila tak tau sikap dan kelakuan ayah x jd msh cari2 ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!