Seorang dokter muda yang sedang meneruskan pedidikannya di S2, dipaksa untuk segera menikah...
ternyata salah satu pasiennya membuatnya jatuh hati pada pandangan pertama
berhasilkah Dokter tersebut mendapatkan gadis pujaannya.
jangan lupa comen dan likenya ya..🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Friska Nanda Raisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lani
Setelah malampun tiba, kami ke kamar masing-masing.
“Akhirnya... Ga ada yang gangguin kita.” Gumamku
“Maksud mas apa?” tanya Aisyah bingung
“Mas kan dari tadi pingin banget deket-deketan ma kamu kaya gini. Tapi selalu aja di gangguin.” Ucapku kesal
“Mas, mas ga boleh begitu. Biar bagaimanapun mereka itu orang tuanya mas. Yang melahirkan dan juga membesarkan serta menjadikan mas seperti sekarang ini. Udah sepantasnya klo kita buat mereka bahagia.” Ucap Aisyah
“Ya memang sih. Tapi kan aku jadi ga bisa deket-deketan ma kamu deh.” Ucapku manja sambil tiduran di pangkuan Aisyah
“Mas, untuk masalah itu kita ga boleh egois. Kita kan bisa dekat kapan aja. Sedangkan ayah dan ibu, kapan bisa dekat dengan kita klo bukan di saat-saat seperti ini.” Jelas Aisyah
“Iya... Iya... Aku paham. Ya udah.” Ucapku
“ Oh ya, tadi kamu sama ibu, ngibrolin apa sih? Kok kaya’nya seru banget.” Tanyaku kepo
“Oh masalah itu. Begini ceritanya.. Ibu tadi pingin banget tau caranya buat kue bolu. Karena selama ini selalu bantat klo bikin. Mangkanya, aku tadi kasih tau caranya. Eh malah dia pingin banget besok dipraktekin. Dan jadilah kita besok beli bahan-bahannya.” Jelas Aisyah
“Oh begitu?!” Ucapku
“Trus, apa besok mau aku antar?” tanyaku dan diapun menggelengkan kepala
“Ga usah. Ibu katanya maunya Cuma berdua aja ma aku.” Jelas Aisyah
“Oh ya udah. Besok ati-ati.” Ucapku
“Iya mas.” Jawab Aisyah
***********************************
Ke esokan harinya, aisyah dan juga ibu pergi ke pasar untuk membeli bahan-bahan untuk membuat kue dan juga sayuran.
Setelah semuanya terbeli, mereka pun pulang dan langsung mengeksekusi bahan-bahan yang telah mereka beli.
Namun disaat pertengahan masak, ada salah satu bahan yang terlupakan. Akhirnya aisyah pun mencoba membelinya sendiri.
Sesampainya ditoko perkengkapan kue, aisyah ditegur oleh salah seorang wanita
“Mba, mba ini yang tadi sedang jalan dengan ibunya mas yusuf ya?” tanya wanita itu
“Iya benar. Ada apa ya?” tanya Aisyah
“Mba baru ya jadi asisten rumah tangga disana?” tanya wanita itu
“Ya aku baru.” Jawab Aisyah yang ga mau ribet
“Oh klo gitu kenalin, aku calon istrinya mas Yusuf, Lani.” Ucap wanita itu
“Aku Aisyah.” Jawab Aisyah
“Udah dulu ya mba, aku sedang ditunggu sama ibu.” Ucap Aisyah
“Oh ya. Ya udah hati-hati. Tolong sampaikan salam buat mas yusuf dan bilang ke dia klo aku nanti bakalan ke rumahnya setelah urusanku kelar.” Ucap wanita itu
“Iya mba.” Jawab Aisyah
Dalam perjalanan pulang, Aisyah terus berfikir apa benar yang dikatakan wanita itu. Ato Cuma ngaku-ngaku aja.
Beberapa saat kemudian Aisyahpun sampai dirumah.
“Aisyah... Kamu sudah pulang sayang. Tadi ketemu ga tokonya?” tanya ibu
“Ketemu kok bu.” Jawab Aisyah
Setelah mengatakan itu, Aisyah lalu menyodorkan barang yang tadi dibelinya. Dan beberapa saat kemudian aku menghampirinya karena penasaran
“Kalian sedang buat apa sih? Kok kelihatannya heboh banget.” Tanyaku
“Ini loh mas. Ibu tadi ketemu ibu-ibu dipasar. Terus ga tau kenapa ibu langsung bilang klo sore ini bakalan ada acara pesta kecil-kecilan.” Jelas Aisyah sambil memasak masakan yang belum selesai
“Emang itu beneran bu?” tanyaku heran dan ibu mengangguk
“Tapi kenapa bu? Kok dadakan sekali.” Ucapku bingung
“Suf, tadinya ibu juga ga kepikiran tentang pesta itu, tapi karena omongan ibu-ibu itu, yang buat ibu kesal.” Cerita ibu
“Memang apa yang udah dikatakan ibu-ibu itu?” tanyaku bingung
“Mereka bilang klo menantu ibu ini asisten rumah tangga di rumah ini.” Jelas ibu
“Apa bu?” teriakku seketika dan ibu mengangguk
“Mangkanya, ibu mau ngadain syukuran kecil-kecilan dulu. Baru bulan depan kita adain pesta pernikahan kalian. Gimana?” ucap ibu
“Aku setuju bu.” Ucapku mantab dan aisyahpun tersenyum
“Oh ya mas, tadi waktu aku beli bahan lagi, aku ketemu dengan seorang wanita yang bernama Lani. Dia nitip salam buat mas yusuf. Katanya dia bakalan ke sini klo urusannya kelar.” Ucap Aisyah dan spontan aku dengan ibu saling lihat.
“O ya udah. Trus dia ga ngomong macem-macem kan?” tanyaku
“Ga kok mas. Cuma itu.” Jawab Aisyah tersenyum
“Oh ya udah klo begitu.” Ucapku dan Aisyahpun melanjutkan masaknya
Sementara aku memanggil ibu pelan.
“Bu, kenapa ibu biarin Aisyah keluar sendirian?” tanyaku protes
“Maaf suf, ibu lupa klo ada Lani.” Ucap ibu menyesal
“Trus sekarang kita harus gimana nih bu?! Ibu kan tau sendiri sifat lani. Ga mungkin kan dia cuma bilang itu aja ke Aisyah.” Ucapku khawatir
“Maksud kamu, Aisyah ga mau cerita ke kita tentang yang sebenarnya?!” ucap ibu
“Walo aku baru kenal dengan Aisyah, tapi aku sudah tau sifatnya bu. Ketambahan ini Lani.” Jelasku
“Bener juga kamu suf.” Ucap ibu
Di sela-sela kami berdiskusi tentang Lani, Ayah datang
“Kalian sedang membicarakan apa? Kok bisik-bisik begitu. Trus mana Aisyah?” ucap ayah
“Ststtst...” ucap ibu
“Ada apa bu?” tanya Ayah bingung
“Yah, tadi Aisyah ketemu ma lani. Trus lani nitip pesan klo dia bakalan ke rumah hari ini.” Ucapku
“Apa?” teriak ayah
“Gawat klo begitu. Mulai sekarang kita harus jagain Aisyah.” Ucap ayah
“Iya Ayah.” Ucapku
Disaat kita sedang tegang ngebahas Lani, tiba-tiba Aisyahpun datang
“Kalian sedang apa disini? Apa ada masalah?” tanya Aisyah
“Oh ga ada apa-apa sayang. Ayo kita terusin masaknya.” Ucap ibu sambil memberi isyarat pada kami agar mencari jalan keluarnya.
***********************************
Di sore harinya pesta pun dimulai. Pesta ini hanya dihadiri oleh tetangga terdekat saja. Tidak mengundang orang banyak
“Hai kamu, bisa ambilkan air untuk saya?” ucap salah seorang ibu-ibu itu lalu Aisyahpun mengambilkannya
“Hei kamu, kapan acara pestanya dimulai?” tanya seorang ibu-ibu
“Mungkin sebentar lagi bu.” Jawab Aisyah
Aku yang melihat itupun langsung memanggil Aisyah
“Aisyah, bisa kesini sebentar?” panggilku dan Aisyahpun mengangguk
“Sebentar ya bu, saya di panggil mas Yusuf.” Ucap Aisyah lalu mendatangiku
“Lihat tuh asisten rumah tangga disini. Berani-Beraninya ngedekatin mas Yusuf. Dia ga tau apa klo mas Yusuf itu incarannya Lani ?!” ucap ibu-ibu bergosip
“Ada apa ibu-ibu? Kok kaya’nya serius banget.” Tegur Lani yang tiba-tiba datang
“Eh mba Lani. Itu mba, asisten rumah tangga disini kok ga tau diri sekali ya. Berani-beraninya deketin mas Yusuf kaya’ gitu.” Ucap salah seorang ibu-ibu, memprovokasi
Setelah mendengar ucapan ibu-ibu tersebut, Lani pun mendekat dan....
.
.
.
.
.
Bersambung...
“Kira-kira siapa ya Lani itu dan apa yang akan dilakukan lani saat mendekati Yusuf dan juga Aisyah?
Tunggu jawabannya next...
Jangan lupa comen dan likenya...🙏
singkat padat dan jelas
harus nya judul nya turun ranjang😀
jd gk trima rasanya kl judulnya"cinta karna ibadah"..
" Cinta Dalam Doa ".
terima kasih kak
.aq suka