Arini tak menyadari jika dirinya telah menjalin hubungan dengan laki laki beristri dan saat Arini tau jika laki laki yang iya cintai dan yang telah menghamilinya merupakan pria beristri Arini pun memilih untuk pergi dan menjauh.
Terlebih saat tau dirinya hanya akan di jadikan alat untuk bisa memberikan keturunan untuk istri laki laki itu Arini pun memutuskan merahasiakan semuanya dan itu juga yang menjadi landasan untuk Arini memilih pergi dari laki laki yang sudah menipunya habis habisan.
" kamu boleh pergi dari ku tapi jangan pernah bawa anak ku karena aku menginginkan anak itu " ucap laki laki yang dengan sengaja menghamili Arini demi bisa memiliki anak.
Apakah Arini bisa benar benar lepas dari laki laki itu atau kah Arini harus benar benar memberikan anak yang selama ini iya rahasiakan dan sembunyikan demi bisa lepas dari laki laki yang ternyata masih memiliki istri yang sah ?
Dan bagaimana sebenarnya hubungan laki laki yang menghamili Arini dengan istri sahnya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R-kha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ungkapan Hati seorang Anak
Arini terdiam sambil menatap wajah teduh Ghina yang baru saja terlelap dalam tidurnya dan jika di perhatikan dengan seksama wajah Ghina begitu mirip dengan wajah Galuh ayah biologisnya.
" kamu belum tidur ?" tanya Puspa yang selalu melihat Ghina lebih dulu sebelum dirinya tidur di kamarnya sendiri.
" apa aku masih pantas mencintai ?" tanya Arini yang terkadang ingin bisa meraih cinta dalam hidupnya setelah cinta pertamanya membuatnya harus jauh dari ibunya.
" kamu berhak bahagia begitu juga dengan Ghina yang juga berhak mendapatkan kasih sayang seorang ayah " ucap Puspa yang paham apa yang Arini rasakan meski Arini tak bisa menjelaskannya secara gamblang tapi sikap diam Arini saat dirinya mengajukan beberapa pertanyaan membuat Puspa yakin jika Galuh masih memiliki posisi di hati Arini hingga saat ini.
" tapi aku mohon jangan pernah membuat kesalahan yang sama untuk kedua kalinya apalagi kini kamu benar benar tau jika laki laki itu masih memiliki istri dan mungkin juga anak" ucap Puspa menasehati.
" kamu sudah memiliki anak yang lahir di luar pernikahan tapi jangan sampai wanita itu menyebut kamu wanita " Puspa tak sampai hati melanjutkan ucapannya dan Arini paham apa yang sahabatnya maksudkan.
" tidur lah dan anggap hari ini tak pernah ada" ucap Puspa yang tak ingin karena pertemuannya dengan Galuh menggoyahkan Arini kembali.
Berbeda dengan Galuh yang terus saja memikirkan kemungkin tempat tinggal Arini tak jauh dari toko boneka yang iya datangi tadi, tapi antara rumahnya dan toko boneka itu cukup jauh dan bagaimana dirinya bisa mencari Arini di tengah kesibukannya setiap hari.
" mas belum tidur ?" tanya Malika yang baru saja kembali membuka mata dan tak sengaja melihat Galuh yang masih terjaga dari tidurnya.
" apa mas masih memikirkan wanita tadi ?" tanya Malika yang tiba tiba saja cemburu bercampur takut jika hubungan Galuh dan wanita itu lima tahun lalu lebih dari yang iya bayangkan selama ini.
" jika yang masih pikirkan dan inginkan hanya anak, baiklah Malika akan hamil lagi meski pun nyawa Malika taruhannya " ucap Malika yang berhasil membuat Galuh sadar jika Malika mungkin saja cemburu dengan sikapnya pada Arini tadi.
" mas lebih mementingkan keturunan bukan dari pada keselamatan Malika, jadi besok Malika akan konsultasi pada dokter kandungan dan mulai memprogram kehamilan agar mas puas "ucap Malika kesal dan setelah mengatakan itu Malika pun merebahkan tubuhnya sambil membelakangi Galuh berharap Galuh akan membujuknya seperti dulu.
Lima menit sudah tapi Galuh masih saja belum menyentuh apalagi membujuknya bahkan hingga sepuluh menit berlalu Galuh masih juga tak bergeming dan karena hal itu membuat Malika kecewa bercampur marah.
" likat saja akan aku buat kamu menyesal karena mulai mengabaikan ku hanya karena wanita itu telah kembali "
" ini tubuhku dan tak akan ada orang yang bisa memaksa ku untuk hamil dan memiliki anak jika bayarannya harus dengan mengorbankan tubuh indah ku " ucap Malika yang selama ini telah berbohong pada Galuh jika dirinya tak bisa hamil karena memang Malika tak ingin karena kehamilan dan melahirkan membuat tubuh indahnya perlahan rusak dan mengendur.
" sebelum kamu bisa menemukan wanita itu akan aku temukan lebih dulu dan akan aku pastikan apakah hubungan lima tahun yang lalu membuahkan hasil atau tidak " ucap Malika saat mengingat wajah gadis kecil yang menjadi awal pertemuan Galuh dan Arini tadi.
Lain halnya dengan Galuh yang berpura pura tertidur saat mendengar ucapan Malika yang memang selalu di ulang ulang jika dirinya membahas tentang anak dan untuk pertama kalinya Galuh muak dengan apa yang Malika katakan.
" terserah apa yang akan kamu lakukan karena mulai besok aku akan meluangkan waktu untuk bisa mencari dan menemukan Arini ataupun Puspa karena aku yakin jika gadis kecil itu adalah putriku " ucap Galuh yang entah karena ikatan batin seorang ayah pada putrinya atau apapun itu tapi dalam hati kecil Galuh yakin jika Ghina adalah putrinya yang tidak iya tau
" dan jika benar kamu menyembunyikan kehamilan mu dan kelahiran anak kita lihat apa yang bisa aku lakukan untuk mengambil hak ku pada anak kita !"
Hingga tak terasa Galuh pun terlelap dalam pikiran yang sempat berkecamuk begitu juga dengan Malika yang tertidur dalam amarah yang tertahan.
Mentari pagi mulai mengusik tidur pulang Ghina dimana Ghina mulai menggeliat dari tidurnya saat wajahnya terpapar sinar mentari pagi.
" selamat pagi anak bunda " sapa Arini yang sudah bersiap untuk bekerja.
" ini jam berapa bunda ?" tanya Ghina yang ingin bisa lebih lama dengan ibunya pagi ini.
" ini sudah jam tujuh dan bunda harus buka toko " ucap Arini sambil mencubit sayang pipi Ghina putrinya.
" ibu ?" tanya Ghina pada Puspa.
" ibu jaga siang jadi Ghina di rumah sama ibu, nanti siang ikut ibu ke toko kita pulang sama sama " ucap Arini yang memang sejak memutuskan untuk pindah ke kota ini memilih untuk membuka toko, meski awalnya hanya toko kecil tapi kini toko miliknya itu bisa mencukupi segala kebutuhan dirinya dan Ghina.
" hore " ucap Ghina yang memang selalu senang jika akan datang berkunjung ke toko ibunya.
" tapi Ghina harus tidak boleh merepotkan ibu Puspa ya " ucap Arini yang selalu mengingatkan Ghina tentang adab dan sopan santun dalam hidupnya.
" apa sih yang sedang di bicarakan ibu dan anak ini ?" tanya Puspa yang baru saja masuk ke dalam kamar Arini untuk memanggilnya sarapan.
" rahasia " ucap Arini yang senang menggoda Puspa sahabat yang tak akan pernah bisa Arini temukan di mana pun.
" baiklah apapun yang bisa membuat kalian bahagia " ucap Puspa yang tau jika Arini tak akan pernah menyembunyikan apapun dari dirinya.
Ketiganya pun mulai memakan sarapannya dengan lahap dan Ghina yang memang terbiasa dengan kemandirian nya pun tak merepotkan Arini ataupun Puspa dalam urusan urusan kecil.
" Bunda, apa benar hanya anak anak yang punya ayah yang bisa pergi sekolah ?" tanya Ghina polos tapi apa yang Ghina tanyakan membuat Arini seperti ada sepuluh tombak beracun yang menghujam hatinya dan terasa begitu menyakitkan hatinya.
" memang Ghina mau sekolah ?" tanya Puspa mengalihkan pembicaraan Ghina tentang ayah kandungnya.
" Ghina pasti bisa sekolah dan bunda akan wujudkan setiap keinginan Ghina, bunda janji" ucap Arini yakin.
" memang siapa ayah Ghina Bun ?"
" dan kenapa ayah tak pernah datang untuk menemui kita ?"
✍️✍️✍️ Penjelasan apa yang akan Arini berikan pada Ghina gadis kecil berusia empat tahun tentang ayah nya ? Dan siapa yang bisa menemukan Arini lebih dulu Malika ataukan Galuh ?
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘