NovelToon NovelToon
Aku Bukan Sebuah Pajangan

Aku Bukan Sebuah Pajangan

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Patahhati / Perasaan / Tamat
Popularitas:17.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: fiah MSI probolinggo

Aku adalah Gadis yang tidak punya keberanian untuk membantah apa kata orang tua, Aku di jodohkan dengan laki-laki yang tidak pernah aku temui sama sekali, Aku menangis,bukan karena ku jauh dari orang tuaku, melainkan karena sikap suamiku yang hanya menganggapku sebagai sebuah pajangan, yang mana kehadiranku tidak pernah dia anggap ada, dia laki-laki yang begitu sempurna, aku berusaha kuat, demi orang tuaku, demi mertuaku yang begitu tulus mencintaiku, setidaknya, aku masih berguna di dalam rumah besar ini, Setiap malam aku sekamar dengannya, tapi itu tidak berbeda dengan tinggal sendiri, dia tidak pernah tidur satu ranjang denganku, entah apa karena dia jijik dengan kehadiranku, ataukah dia mempunyai gadis impian lain di luar sana, dengan tanpa sengaja aku hadir di tengah-tengah mereka sebab itulah, ia begitu enggan melihatku, aku sudah tidak kuat, kesabaranku ada batasnya, meski ku tahu perasaan cinta kini hadir di hatiku untuk suami ku yang tidak menatapku sama sekali,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fiah MSI probolinggo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 8 Pulang kerumah

Ku duduk di atas ranjang ku, Memangku kakiku, dengan Isak tangis yang menggebu, terdengar jelas suara candaan mereka, Aku sisihkan Ara ku, aku tidak bisa menjadi ara lagi, yang berusaha ceria menahan luka, ku dengar suara mertuaku datang, dia menyapa mereka, entah perasaan apa yg aku rasakan sekarang, tiba-tiba pintu kamarku terbuka, ku ambil ponselku dan pura-pura melihat isi ponselku,

"sayang... kok gak gabung sama mereka?"tanya mertuaku,

"tidak ma, ara ada pekerjaan, mama dari mana?"tanya ku sambil meletakkan ponselku,

"tadi mama kerumah sakit sayang check up kesehatan,"ucapnya sambil duduk di depanku,

"Ara, kamu jangan terlalu di sibukkan sama pekerjaan mu fokuslah untuk dirimu sendiri,"

"apa yang mama katakan,Ara suka dengan pekerjaan Ara"ucapku sambil tersenyum,

masih terdengar jelas candaan mereka, mama mertuaku sudah tidak lagi di kamarku, aku tekadkan, akan bersikap lebih tegas hari ini, aku tidak boleh lemah, aku harus bangkit dari kedukaanku, aku harus bisa menyisihkan perasaanku, jam telah menunjukkan pukul 8 malam, tamu itu telah pulang, tentu suamiku mengantarkan mereka hingga mobil mereka tak terlihat, apalagi kulihat dari jendela kamar, gadis itu memeluk suamiku sebelum masuk kedalam mobilnya, terlihat suamiku yang membalas pelukan nya, hah sungguh pemandangan yang indah, aku tersenyum getir menatap mereka, terlihat gadis itu melihat ke arahku dari bawah, kulihat senyum di bibirnya,

apa kau fikir dengan melakukan ini, kau merasa menang Tania, kau belum tau jika seoarang istri di sakiti, dia bagaikan seekor singa yang akan siap menerkam, baiklah, akan aku ikuti permainan suamiku, sikap acuhnya, sikap dinginnya baiklah akan aku ladeni, kita lihat siapa yang akan menang nantinya,

ku tantang gadis itu dengan pandangan kami yang bertemu, ku berikan senyuman termanis ku, terlihat dia yang berwajah kesal,

*****

"aku mau pulang"ucapku saat kulihat suamiku sudah menutup pintu kamar,

sejenak ia terdiam lalu melanjutkan langkah kakinya,

"kenapa tiba-tiba"jawabnya,

tidak ku sangka ucapanku bisa memancingnya,

"tunggulah beberapa hari lagi, akan ku antar kan kamu"imbuhnya,

"tidak perlu aku bisa pulang sendiri,"ucapku ketus sambil berjalan menuju lemari, ku ambil koper kecil ku, ia mulai mendekat ke arahku dan mendesah, entah ia kessal atau bagaimana aku tidak peduli,

"apakah kamu marah dengan hal tadi"

"perlu kah aku menjawab"

ku terus memasukkan bajuku ke dalam koperku, terlihat ia mengambil koperku, dan menjauhkannya dariku,

"sebenarnya apa yang kau inginkan Ara"

sedikit kaget saat ia menyebut namaku dengan jelas,

"seharusnya aku yang bertanya, apa yang kau inginkan tuan Arion Adhitama, aku tidak pernah bertanya apapaun terhadapmu, kemana kau pergi, dengan siapa, tapi kenapa kau bertanya apa yang aku inginkan, aku jawab

Aku ingin pulang ke rumahku"

ku tegaskan kata terakhirku tepat di depan wajahnya, pandangan kami saling kenal bertemu, ku acuhkan rasa takutku, rasa kecewa yang kini memimpinnya,

"tapi, kalau dadakan seperti ini, aku tidak bisa mengantarmu?"

"aku tidak butuh kamu, jadi bersikaplah seperti biasa, jangan banyak bicara seperti sekarang tuan Arion"

ku melangkah kan kakiku, mengitarinya, terlihat ia memaku di depan lemari, aku biarkan saja, ku harus kuatkan hatiku,

aku langsung duduk di ranjang ku, menselonjorkan kakiku, dan ku ambil ponsel yang terletak di sampingku,

ku lihat dia mendesah lagi dan segera duduk di dekatku,

apa kata-kata ku untuk pulang membuatnya takut, tapi kenapa harus takut?

aku masih diam dan terus fokus dengan ponselku, memeriksa setiap laporan yang ku terima, tiba-tiba

"kau jangan berfikiran aneh-aneh tentangku dan tentang nya,dia wanita baik-baik, aku dan dia tidak ada hubungan apapun"ucapnya sambil sedikit menundukkan wajahnya,

"apa yang kau bicarakan tuan Arion,sungguh aku tidak mengerti, wanita baik-baik, siapa maksudmu, wanita itu, aku tidak peduli dia siapamu, masalah dia wanita baik-baik, hanya orang lain yang bisa menilai, wanita baik-baik tidak akan berhubungan dengan laki-laki yang sudah bersuami, jadi berhentilah, berhenti lah, menggangguku, aku lelah, mengerti tuan Arion Adhitama"ucapku sambil meletakkan ponselku dan segera membaringkan tubuhku dengan membelakangi dirinya, sungguh hatiku meracau tidak karuan, ini pertama kalinya aku melawan dan bersikap berani di depannya, hilanglah Ara yang lembut,

ku tutup tubuhku dengan selimut hingga ke bahuku, kumatikan lampu dari tombol otomatis, terlihat ia masih diam di tempat duduknya,sudah tidak ku pedulikan lagi, aku hanya ingin bertemu ayah ibuku, aku ingin luapkan kerinduanku, ke gelisahanku, kedukaanku, ke laraanku, tanpa ku sadari air mataku mengalir, aku masih ara yang cengeng, yang tidak bisa menahan sakit saat melihat suaminya dekat dengan wanita lain, mendengar suaminya membela wanita lain, tapi aku harus bagaimana...? inilah mungkin satu-satunya jalan untuk mempertahankan hubungan ini, semoga aku bisa ... ucapku sambil memejamkan mata,

*****

ku geliyatkan tubuhku melepas kantuk ku semalam, ku angkat tubuhku bersandar ke sandaran ranjang ku, terlihat suamiku juga menggeliat di sofa, aku bangun dari tidurku dan segera ku membersihkan diri di kamar mandi, ku bersiap-siap dengan barang bawaanku, pagi ini sudah jam 7 aku baru turun dari kamarku, terlihat mama dan papa ku yang sedang duduk di tempat makan, sesat mereka menoleh ke arahku, ada rsaa terkejut, gelisah dan khawatir di wajah mereka, dengan segera mama mertuaku menghampiriku,

"sayang... kamu mau kemana?"

"aku ingin pulang ma, aku rindu orang tuaku"ucapku sambil menundukkan kepalaku,

"apakah kami kurang memperhatikanmu nak, sehingga kamu merindukan orang tuamu"tanya mertuaku lagi,

"tidak ma ..tidak... kalian sudah lebih dari orang tuaku sendiri, tapi tetap ma, aku ini seorang anak, pasti akan merindukan orang tuanya,aku hanya ingin menjenguk mereka ma?ucapku menenangkan mertuaku yang masih penuh dengan kesedihan,

"biarkan dia pergi... dia juga butuh refreshing karena kesibukannya ma,"ucap papa mertuaku, seakan mengerti keadaanku,

"dimana Arion, apa dia tidak mengantarmu"

"ti.. "

"aku akan mengantar nya ma, pa"terdengar suara Arion dari arah tangga, ku lihat ke arahnya, dia sudah rapi dengan pakaian nya dan koper kecil di tangannya,

"baguslah... mama kira, dia akan pulang sendiri,Ara..jangan lama-lama di sana ya,mama akan sangat merindukan mu"

"baiklah ma, kalau begitu Ara pamit dulu"ucapku namun di hentikan oleh Arion,

"berhenti... makan dulu,"ucapnya tanpa menoleh ke arahku dan langsung berjalan ke arah meja makan,

"benar sayang....makan dulu, perjalanmu lumayan jauh,"bujuk mertuaku,dengan mau tak mau aku duduk di meja makan, aku tidak menyiapkan nasi untuk Arion, ku biarkan dia menunggu, hingga akhirnya ia mengambil nasinya sendiri, ku lihat sekilas mertuaku saling menatap, mungkin mereka heran dengan sikapku, bahkan tadi aku juga tidak menyiapkan baju untuk nya, entah dia menemukan pakaian dalam nya atau tidak aku tidak peduli,

1
Indah Rohmiatun
Tania ganguan jiwa ,dan arion ganguan otak thor ,gemes aku sama kebodohan arion
Indah Rohmiatun
karena kamu terlalu bodoh arion
novi 99
semoga Troy bisa membuat Tania mencintai Troy nantinya..
dari cinta berubah jadi obsesi .
ini faris penjahat yang sebenernya
novi 99
kenapa Daniel ataupun Troy , salah satunya ada yang menikah sama Tania .
menjaga Ara dari Tania gak mesti harus menikahi Tania jg .

gak Arion , gak Troy , gak Daniel , gila semua cara berpikirnya ketularan Tania
novi 99
apa mungkin kakak ipar Tania itu di bunuh suaminya sendiri .. alias di bunuh kakak Tania sendiri .

Tania jangan sama Daniel lah .. kasihan Daniel nya.
novi 99
sudah tau Tania gilan nya gimana

tapi masih pengawal 1.

Daniel ini kismin atau kaya sih ??
satpam aja gak ada.. tukang kebun gak ada.

si bibi sampai repot nutup pintu gerbang .
novi 99
belajar bela diri lah paling gak si Ara ini.

paling gak hitung-hitung untuk keselamatan nya sendiri lah , biar bisa miting kepalanya si Tania 😁
novi 99
hadehhh.. kesel sendiri sama sifat Arion

sudah Arion begini , di tambah iklan bos yang di buka handuk bagian bawahnya sama karyawannya...😁
novi 99
kenapa Tania bisa jadi psikopat gila gitu , ada sebabnya...
tapi tetap aja Tania bukan wanita baik-baik..
novi 99
makannya jangan kebanyakan ngurus orang gila , akhirnya Arion bisa gila sendiri.. stres sendiri ..
mending cuek tapi jangan ngucap kasar .. ini sudah cuek , bicara kasar .

eh Ara mudah luluh, jadi perempuan punya harga diri ngapa sih
novi 99
tapi saat di rumah Daniel , Arion masih aja ngebela Tania klo Tania wanita baik-baik, apa iya sampai di dalam kamar di rumah Daniel , Arion masih di awasi ....wkwkwk

sedangkan di bandara aja Arion bisa peluk dan cium Ara ...padahal lobi bandara tempatnya lebih terbuka ..🤦🏻‍♀️

dikamar sendiri rumah sendiri . Arion merasa di awasi ..tapi di bandara santai wae...

coba cek , mata Tania bintitan nya sebesar apa .. mungkin di kamar mandi Arion jg di awasi /Facepalm/
novi 99
di awasi gimana ?
itu di rumah sendiri.

orang kaya punya satpam dan pembantu. kok bisa-bisanya kamar di rumahnya di awasi orang lain.
di kamar Arion ucapannya kasar .
novi 99
jangan lembek dong Ara .
Arion belum berusaha banget ..baru usaha gitu aja sudah luluh....🤦🏻‍♀️
novi 99
adik ketemu gede ya si Tania , Arion ..

alasanmu sampai sini belum masuk akal Arion .
novi 99
alasan Arion gak masuk akal banget ..

meski orang tua Tania sponsor Arion .. bukan berarti mementingkan Tania .
apalagi sampai banyak bohong dan sikapnya ke Ara buruknya berlebihan
novi 99
anaknya cowok .. tapi Kok cantik dan pintar ...😁..


apa mau mu Arion .. jadi suami kok gitu .
gak guna banget ...
apa gak tau niat Tania itu gimana .
tri sarawati
kalau sdh gila dan melukai orang lain ya madukkan RSJ aja
Devi Triandani Rahim
Luar biasa
Khairul Azam
masih banyak cara untuk melindungi tanpa harus berucap kasar, salahnya airon gak pernah jujur dan klo pun di awasi sama si tania itu tp gak harus berucap kasar jg sama si ara,


dan yaaahh boleh lah ini dimaafkan masih bisa dilasih kesempatan, selagi dia gak selingkuh dan celap celup,

beda lagi sama yg novel menceritakan rumahtangga yg perempuannnya disiksa diusir dieslingkuhin dan punya anak tp gak ditangung jawab malah milih selingkuhannya/atau pacarnya lamanya.

trs kalo udah tau kebusulan si selingkuhan itu dia nyesel balik lagi sama istrinya, dan bodohnya siistri mau aja balikian dirayu dikit, dikata manis" dikit luluh blusing deg degan berdebar, dan ujung"nya mau balikan. kadang aku heran yg cerita model beginian. kadang aku bertanya" seandainnya yg nulis dapat kejadian seperti itu masihkan mereka mau balikan??! bener novel tp sedikit berlogika lah, tp kadang klo dikomen malah marah" 🤭🤭😅
Khairul Azam
bagus ini stroy pria sejati, 👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!