NovelToon NovelToon
KARMAPHALA: SAHEN PANGERTOS

KARMAPHALA: SAHEN PANGERTOS

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Perperangan / Action / Fantasi / Pusaka Ajaib / Budidaya dan Peningkatan / Ilmu Kanuragan / Tamat
Popularitas:108.5k
Nilai: 5
Nama Author: Altairael

Terikat oleh kisah masa lalu yang saling bertalian, takdir pun menuntun langkah tiga pemuda pengembara untuk dipertemukan. Mereka harus melakukan perjalanan bersama untuk menggenapi takdir karmaphala.

Ada kutukan bawaan lahir yang harus dimusnahkan, ada juga kutukan takhta berdarah yang harus mereka hancurkan. Di samping itu, ada nama baik seseorang yang telah difitnah selama bertahun-tahun harus dibersihkan untuk mengembalikan kehormatannya.

Dibimbing takdir lewat jiwa-jiwa masa lalu yang masih tercecer di buana, ketiganya menghadapi berbagai macam rintangan dan goda tanpa gentar. Tujuan perjalanan mereka adalah Istana Kerajaan Jagat Kawiwitan karena dari sanalah segalanya berawal.

Namun, sebelum itu mereka harus singgah ke sebuah gunung untuk bertemu dengan ratu siluman ular. Perjalanan menuju ke sana pun tidak mudah, karena selama berada di wilayah hutan dan gunung ilmu kanuragan mereka tidak bisa digunakan, padahal ada begitu banyak bahaya mengancam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Altairael, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ARC 1.8 PERTEMUAN KAMANDAKA DALAM BAHAYA

Redup sinar bulan terhalang rimbunnya daun, malam yang seharusnya remang-remang pun tenggelam sepenuhnya di dalam pekat. Di atas batu besar, Bumirang duduk bersila, bersemadi, mengosongkan pikiran untuk menyatu dengan alam.

Duduk tegak setenang batu karang kemampuan panca indranya meningkat pesat hingga mencapai level supranatural. Mata batinnya mampu melihat menembus pekat maupun padat. Jika dia mau, jangkauan pandang pun bisa tidak terhingga, tetapi hal semacam itu belum pernah dilakukan karena sampai sekarang belum ada hal yang memberinya alasan untuk menggunakan kemampuan pada level tersebut.

Dengan kemampuan supranatural yang dimiliki, Bumirang sebenarnya tidak membutuhkan bantuan kumbang pelacak untuk mendapatkan informasi. Namun, ada kalanya dia harus menjadi lebih rendah hati. Dia bukan Sang Pencipta yang mengatur roda kehidupan manusia. Jadi, tidak boleh seenaknya menggunakan semua anugerah yang diberikan karena ada batas-batas tertentu yang tidak boleh dilanggar.

Tadi dia tidak memaksakan diri untuk menembus saat mata batinnya terhalang oleh kabut ketika hendak menerawang ke dalam jiwa Kamandaka, bukan karena tidak mampu. Bila mau, menghancurkan kabut itu bukanlah hal yang sulit. Namun, karena sejak kecil sudah diajarkan untuk bersikap lebih bijak dalam menyikapi suatu keadaan yang sifatnya istimewa, naluri Bumirang pun secara alami akan menuntun.

Pemilik kabut itu kemungkinan besar terhubung langsung dengan inti emas jiwa Kamandaka. Menghancurkannya sama juga dengan membunuh Kamandaka. Bumirang tidak mau mengambil risiko, makanya lebih memilih cara manual, yaitu mengandalkan kemampuan kumbang pelacak untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Kresak

Suara daun saling bergesekan bukan karena ditiup angin. Malam ini alam seperti tidak bernapas, udara begitu tenang. Jadi hanya ada satu kemungkinan daun-daun itu bergoyang dan menimbulkan suara berisik.

Bumirang mengarahkan pandangan ke atas sebuah pohon besar tidak jauh darinya, benar saja di situ ada dua siluman laba-laba betina sedang saling mendorong sambil berdebat siapa yang lebih pantas menjadi kekasihnya.

Konyol, Bumirang tersenyum dalam hati, lalu penglihatannya menjelajah lebih jauh. Di bagian hutan yang lebih dalam, di dalam ceruk batang pohon, seekor burung hantu tengah bersenandung lembut sambil mendekap anak-anaknya yang tengah tidur. Juga ada seekor ular besar keluar dari gua, merayap perlahan di antara rumput dan semak belukar.

Hutan yang orang-orang pikir juga tidur tenang di malam hari, sebenarnya justru lebih hidup dan semarak karena di sana tinggal banyak makhluk yang konsep hidupnya berlawanan dengan konsep dan pola hidup manusia. Mereka adalah makhluk-makhluk dari dunia lain.

Bumirang memaku pandang pada hiruk-pikuk pasar gaib yang tengah berlangsung, tetapi tiba-tiba kabut tebal datang mengurungnya. Buana Ilam-ilam. Segera setelah dia melafalkan nama itu di dalam hati, sebuah kerajaan megah yang diselimuti oleh kabut tebal melintas.

Bumirang bisa melihat dua pilar besar, tinggi dan bersepuh emas menyangga atap pintu gerbang yang dijaga oleh dua kera raksasa bersenjatakan gada dan tombak. Apa pun yang berada di dalam Buana Ilam-ilam, bergerak perlahan melintas, seperti asap menembus apa pun yang dijumpai.

Di salah satu menara istana, Bumirang melihat seorang pria dan seorang perempuan mengenakan pakaian kebesaran raja dan ratu, berdiri di balkon menatap ke arahnya, lalu menunduk dan mengucap salam bersamaan, "Astu satya, Bumirang kekasih jagat."

"Astu satya, Ki Ageng Galunggung. Astu satya, Nyai Ageng Lereng."

[Astu satya :Salam sejahtera]

Setelah itu, ketiganya hanya saling menatap dan bertukar senyum teduh sampai negeri dunia kabut itu menghilang seutuhnya.

Pada dasarnya, tanpa perkenalan pun Bumirang telah mengetahui nama-nama penguasa Buana Ilam-ilam dari kisah-kisah dongeng yang diceritakan Eyang Pamekas. Waktu masih kecil, dia mengira bahwa semua kisah itu sungguh-sungguh hanya dongeng belaka. Akan tetapi, semakin beranjak dewasa serta mendapati makhluk-makhluk ajaib dalam kisah dongeng itu ternyata eksis di mayapada, bahkan dia juga bersahabat dengan beberapa dari mereka, Bumirang pun yakin bahwa semua yang diceritakan Eyang Pamekas adalah kisah yang benar-benar nyata.

Kisah persahabatan Prabu Jagad Kawiwitan dengan para makhluk gaib yang membantunya membangun kerajaan hanya dalam waktu satu pekan, adalah contoh kisah nyata yang diakui Eyang Pamekas sebagai cikal-bakal berdirinya Kerajaan Jagat Kawiwitan ini.

Dalam semua kisah yang diceritakan, Eyang Pamekas seperti memiliki tendensi terhadap kisah berdirinya Kerajaan Jagat Kawiwitan beserta silsilah keturunan keluarga kerajaan. Bahkan ketika Bumirang sudah dewasa, Eyang masih kerap mengingatkan bahwa ini begini dan itu begitu seolah berpesan hal-hal tersebut harus benar-benar disematkan dalam hati dan pikiran.

Hmmm ....

Cuping telinga Bumirang berkedut. Ada dengungan halus sampai di pendengaran dan dia mengenalinya.

Wawong. Ini adalah nama si kumbang pelacak. Kenapa sudah kembali?

"Bumirang, beraman! Beraman!" Sosoknya masih jauh, tetapi suara sudah terdengar. Bukan karena si kumbang berteriak, melainkan karena pendengar Bumirang yang sangat tajam.

[Beraman: Berbahaya/bahaya/

"Saeh pina? Pina tuh beraman?" Suara Bumirang pun merambat dalam hampa dan hanya Wawong yang bisa mendengarnya.

[ Saeh: ada | Pina: apa | tuh: yang]

"Kamandaka mengamuk. Dia menghancurkan semuanya. Romo sama biyungnya hangus terbakar terkena sabetan cambuk api! Semua terbakar!"

"Cambuk api? Cepat kembali...."

"Dengan senang hati! Agiugi, Bumirang!"

[Agiugi: cepatlah/ayo cepat]

"Salwe sikak, Wawong." [Terima kasih]

"Nettap-nettap, Bumirang!" [Nettap-nettap: hati-hati]

Seketika itu juga tubuh Bumirang lenyap dari atas batu. Bumirang tidak ragu untuk kembali ke desa meskipun itu berarti harus berbalik dari arah tujuan. Situasi mendesak yang terjadi di luar dugaan, tidak akan membuatnya dihitung telah melanggar pantangan.

Suara gemeretak kayu terbakar api memecah hening, berkobar memerahkan malam---melalap bangunan yang seluruhnya terbuat dari kayu dengan sangat cepat. Asap hitam pun bergulung-gulung membumbung ke angkasa.

Dua keuntungan dari situsai itu adalah, rumah yang terbakar letaknya cukup jauh dari rumah warga lain dan angin tidak berembus, sehingga lidah api yang menjilat-jilat itu tidak terombang-ambing dan percikannya tidak terbang jauh.

Di antara atmosfer mencekam yang seolah melumpuhkan, sebenarnya ada banyak kehidupan yang terjaga, napas-napas mereka tertahan, pandangan penuh kengerian mengintip dari sela-sela dinding papan. Namun, tidak ada satu pun yang berani keluar dari rumah. Karena ....

"Lepaskan aku! Aku mohon lepaaas!"

Di halaman belakang rumah yang seluas lapangan, Kamandaka tengah berteriak-teriak sembari mengayunkan cambuk api yang digenggam di tangan kanan, sedangkan tangan kiri menggenggam pergelangan tangan kanan erat-erat, seperti tengah menahan pergerakannya.

"Aku tidak mau lagi menjadi budakmu! Lepaskan aku!"

Kamandaka jatuh bersujud, tetapi segera setelahnya tiba-tiba tangan yang memegang cambuk terangkat. Seolah ditarik oleh kekuatan yang tidak kasatmata, dia dipaksa kembali berdiri dan diseret, membuatnya melangkah serampangan juga tersaruk-saruk.

1
4wied
woi Thor, jangan kelamaan tirakatnya,masih banyak ni yg nungguin
4wied: semoga hasilnya baik dan memuaskan serta berhasil, semangat berkarya
total 2 replies
Fatur Rohman
bagus...kocak
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
blm update lagi 🙄🙄🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
❤️⃟Wᵃf🥑⃟ҒᎪᎠHᏆᏞᏞᎪH 🌻͜͡ᴀs
gak pernah komen tapi jejak like + mawar thor ceritamu ini sangat menarik
sri sunartun
Luar biasa
sri sunartun
Lumayan
Bayu Gunung
the end
Dragon🐉 gate🐉
Bumiraaang... jangan lama-lama di dlm Kawah... nanti gosong terbakar
Dragon🐉 gate🐉: wah kl itu sih emang Penyakit paling berbahaya.. soalnya Dokter aja gak sanggup buat nyembuhin 😅🤣🤣
total 2 replies
Nusa thotz
siiiip thor...semangat lah!!!
Mesin Waktu
Deskripsinya yang puitis mengingatkan saya pada film-film kolosal zaman dulu. Pendekar Penyair Berdarah!
Dan saya salut Author bisa kepikiran menciptakan bahasa sendiri. Ini jadi nilai plus dan menambah kesan mistis. Terima kasih sudah membuat karya yang baik 👍
Windy Veriyanti
kalian ada di mana, Bumirang dkk? 😢
GembeL
Luar biasa
Bayu Gunung
THE END......🦆
4wied
bukankah dalam ilusinya ibundanya Restu di pancung, bukankah kalo dipancung gak perlu digantung??
mungkinkah author punya jalannya sendiri /Hey//Hey/
4wied: karena dlm bayangansaya kalo digantung dgn penyangga leher sebagai kuncian, sedangkan kalo terpancung dgn kepala terputus berarti dipancak atau dipasak atau juga disalib
total 3 replies
rajes salam lubis
ok
4wied
baca novel ini ada banyak pelajaran penting dalam kehidupan,rasanya ada bagian dlm diri tertobok suatu kebenaran yang tak kasat mata, mantab Thor, cerita ini bagus banget
Dragon🐉 gate🐉
wah gawat !! apa Bumirang benar" tenggelam di danau Lava & tak bisa berenang kepermukaan smpe sekarang ??
Dragon🐉 gate🐉: gak masalah Thor, RL lbh penting.. selalu di tunggu Up nya,Semangat Thor 💪/Watermalon//Watermalon//Watermalon/
total 2 replies
Abdulah Albanjalani
Luar biasa
4wied
ini setuju banget, gak ada yang serba instan semua butuh proses
4wied
mantab banget Thor, ini beneran keren. soalnya cerita seperti ini sangat jarang ada.....
cerita ini penuh dengan perjuangan, cinta kasih, juga tantangan
pokoknya berasa ugh.....banget
Abdulah Albanjalani: setuju bgt Bosss
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!