Wanita lugu yang mengharap cinta suci dalam ikatan pernikahan, namun malah menjadi awal petaka di hidupnya. Memiliki suami patriaki dan kasar. Mampukah mira keluar dari jeratan api itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuliana Rahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rosa kembali
"alhamdulillah kalau sudah sampai, ini aku masih di kerjaan. Sebentar lagi pulang" Isi balasan chat Mira kepada Dodi
"habis ini mas mau langsung ke rumah bibi dulu buat jemput nenek ya, di sana susah sinyal. Mungkin mas off sementara" Balas Dodi
Sesampainya Dodi di rumah, ia dan ayah ibunya langsung menuju rumah Bibi untuk memastikan keadaan nenek. Nenek begitu senang melihat anak dan cucunya pulang, ternyata nenek sakit karna merindukan mereka.
"nak, kamu kalau punya istri orang minang saja ya, biar tidak perlu mudik jauh-jauh. Nenek nanti kangen kalian" ucap nenek sambil memeluk Dodi
Sementara Dodi hanya diam. Ucapan nenek nya membuat Dodi resah, padahal di satu sisi ia ingin menikahi Mira si gadis jawa, namun di sisi lain ia di tentang oleh nenek dan ibunya.
"iya lah mak, aku juga sudah berpesan sama anak bujang ku ini supaya punya istri orang Minang saja" celetuk ibu Dodi.
"sudah ayo makan dan istirahat dulu, pasti kalian capek habis dari perjalanan jauh. Itu tadi bibi mu juga sudah memasak banyak sekali" nenek segera merangkul anak dan cucunya untuk makan.
Begitu sayang nenek terhadap Dodi, karna ia adalah cucu laki-laki tertua dan satu-satunya kesayangan nenek. Wajar saja jika nenek begitu merindukan Dodi bahkan sampai sakit.
Setelah cukup beristirahat, Dodi beserta keluarga nya berpamitan dengan Bibi untuk mengajak kembali nenek ke rumah Dodi.
...
Sepulang dari bekerja, Mira tidak langsung pulang ke rumah, ia memilih untuk mendatangi rumah sahabat nya Anisa.
"nisa, Anisa, buka dong pintu nya, aku di depan nih" teriak Mira yang sudah berada di depan rumah Anisa.
Anisa yang baru saja mandi itu mendengar suara teriak dari luar rumahnya, ia pun menjadi terburu-buru, dengan rambut basah yang di balut handuk ia bergegas membuka kan pintu untuk Mira.
"kenapa ga langsung masuk aja sih, belum juga selesai mandi" Ucap Anisa sambil merapikan handuk yang menutupi tubuhnya.
"ayo masuk. Duduk sini dulu, aku ganti baju sebentar" lanjut Anisa.
Anisa pun bergegas untuk berganti pakaian.
"gimana gimana, ada apa? Kok kayak nya serius banget muka mu" tanya Anisa
"aku tebak kamu pasti kaget kalo denger ini" Ucap Mira membuat Anisa penasaran. Anisa menyimak ucapan Mira dengan seksama
"kamu tau gak, kemarin sebelum kamu datang, mas Dodi itu baru aja pulang dari rumah ku, dan kamu tau apa yang baru aja kita lakukan...."
"heh, jangan bilang kamu..." ucap Anisa memenggal pembicaraan Mira
"ya seperti dugaan mu, aku di cium mas Dodi anjir. Kamu tau kan kemarin hujan dan mati listrik. Itu beneran kaya adegan film yang wow banget sumpah" Mira bercerita dengan penuh ekspresi.
"anjir demi apa? Beneran? Mira si polos akhirnya tidak polos lagi. Aku yang pacaran berkali-kali aja belum pernah ciuman. Kamu ga takut?" tanya Anisa
"awalnya aku takut sampe rasanya nge freez gitu, jantung ku rasanya hampir copot. Tapi lama-lama kok enak juga ya udah aku lanjutin aja"
"wah gila ni anak. Belum apa-apa udah main kissing aja. Terus sekarang Dodi dimana? Kok ga ikut kesini?"
"dia udah pulang ke Sumatera tadi pagi" Wajah Mira langsung berubah lesu
"loh kok cepat banget pulangnya, jangan jangan dia pulang karna udah di tungguin istrinya di rumah, nah lo"
"eh engga, katanya sih nenek nya sakit makanya dia buru-buru pulang. Dia juga janji bakalan balik buat jemput aku kok" ucap Mira sambil menenangkan diri.
Dalam lubuk hati Mira sebenarnya ia juga kepikiran dengan perkataan Anisa baru saja, karna bagaimana pun Mira baru kenal 4 hari dengan Dodi, ia tidak tau kepribadian Dodi yang sebenarnya. Mira hanya berusaha percaya pada perkataan Dodi.
"haduh, sahabatku satu ini bener-bener udah kasmaran sama mas mas Sumatera, jadi agak bego" Ucap Anisa sambil mengejek Mira.
Dodi sekarang menjadi cinta pertama Mira. Setiap hari Mira selalu berdoa untuk mendapatkan Suami yang tampan dan Kaya raya, supaya kalau dia bersedih ada uang yang bisa untuk foya foya.
...
Sesampainya di rumah, Dodi kembali membuka Hp nya. Setelah beberapa saat off, ia mengecek apakah Mira membalas pesan dari nya atau tidak, dan yang ia dapati hanya tanda sudah terbaca namun belum terbalas. Kemudian Dodi membuka instagram miliknya, ia mengamati pesan yang diabaikannya beberapa hari lalu.
"aku tidak peduli apapun tentang dirimu"
Dodi membalas pesan dari Rosa. Ia mengetuk photo profil milik Rosa, terlihat Rosa masih sama cantiknya seperti dulu. Cinta pertama Dodi benar-benar menyakitkan, walaupun sekarang Dodi sudah berusaha membuka hati untuk menerima orang baru, tapi tetap ada ruang untuk Rosa di hati Dodi. Walaupun tidak ingin kembali bersama namun rasa itu tetap ada.
"tapi aku masih peduli dengan mu, Sekarang aku sudah janda, mari kembali bersama. Aku tau kamu masih suka sama aku" Rosa membalas pesan Dodi.
Pikiran dan hati Dodi berkecamuk, ia memutuskan untuk pergi dengan sepeda motor miliknya sambil menghirup udara segar. Tanpa tujuan Dodi hanya menikmati keindahan alam tanah tempat kelahirannya itu.
Keesokan hari nya Dodi bersiap untuk ke kebun sawit miliknya. Kegiatan setiap hari Dodi adalah mengawasi para pekerja di kebun milik keluarga nya itu. Di Sana keluarga Dodi di kenal sebagai keluarga yang cukup kaya dan Dodi menjadi satu-satunya pewaris harta.
Sepulang dari kebun ia melihat wanita yang sedang mengobrol dengan ibunya di ruang tamu. Wanita itu terlihat tidak asing, rasa penasaran pun meluap. Dodi masuk ke rumah nya dan betapa terkejut ketika yang ia lihat adalah Rosa mantan pacar nya.
Dodi bingung bagaimana ia tau rumah nya, padahal saat pacaran Dodi belum pernah sekalipun mengajak Rosa ke rumah dan bertemu keluarga nya.
"eh itu Dodi sudah pulang" ucap Ibu sambil menunjuk Dodi
"kenapa kamu datang kesini? Darimana kamu tau rumahku" tanya Dodi kepada Rosa dengan nada ketus
"Dodi, tidak sopan berbicara seperti itu dengan tamu, mari duduk kita bicara baik-baik"
"tidak apa-apa mak, mungkin Dodi kaget dengan kehadiran saya" ucap Rosa
Dodi tidak bisa menyembunyikan raut wajah kesalnya. Ia masih saja muak dengan apa yang sudah Rosa perbuat atas dirinya.
"kenapa kamu tidak bilang kalau punya teman secantik ini, kan bisa amak segera nikah kan kalian" ucap Ibu
Dodi sudah tidak tahan dengan pembicaraan ini. Ia pun menarik tangan Rosa untuk berbicara di luar.
"maksud kamu apa sih sebenarnya, kenapa kamu datang kesini? Untuk apa? Kita sudah tidak punya hubungan apa-apa" Tegas Dodi kepada Rosa
"coba tanya hati mu, apa benar aku udah gak ada di hatimu? Apa kamu sudah benar-benar melupakan aku? "
"kenapa kamu baru menanyakan hal itu sekarang, kemana kamu 5 tahun yang lalu. Kamu pergi tanpa pamit apapun dan menikah dengan laki-laki lain, apa itu maksudnya?" Dodi tidak bisa membendung rasa kekecewaannya.
"aku bisa jelasin, aku menikah dengan dia karna permintaan orang tua ku, mereka menggadaikan aku untuk menebus hutang. Tolong maafkan aku" Rosa menjelaskan sambil menggenggam tangan Dodi. Dodi pun langsung melepaskan tangannya dari genggaman Rosa. Tidak ingin menerima pembodohan dari Rosa ia pun segera menyuruh Rosa pergi.
"cukup, aku tidak perlu penjelasan apapun. Silahkan pulang" Dodi mengusir Rosa
"Apa yang wanita itu kasih ke kamu, aku juga bisa kasih lebih dari itu. Aku lebih baik dan lebih cantik dari dia, aku lebih segalanya"
Dodi sama sekali tidak mendengarkan perkataan Rosa, ia berjalan membelakangi Rosa dan menutup pintu dengan keras.